Beranda / Rumah Tangga / Sentuhan Panas Sahabat Suamiku / Bab 331. Apa Perasaanmu Tulus?

Share

Bab 331. Apa Perasaanmu Tulus?

Penulis: Kak Gojo
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-07 20:41:29

Elyssa akhirnya tidak tahan dengan rasa lapar yang mulai melilit perutnya. Ia pun mengambil sendok dan mulai menyantap bubur hangat itu. Namun, baru tiga suap bubur itu masuk ke mulutnya, ia merasa seperti ada yang sedang memperhatikannya.

Perlahan, Elyssa menoleh. Jantungnya hampir copot saat melihat Sean sudah membuka mata dan sedang menatapnya sambil tersenyum tipis.

"E-eh? Kamu sudah bangun?" tanya Elyssa canggung. Ia buru-buru menelan bubur di mulutnya dan meletakkan kembali mangkuk itu ke nampan dengan gerakan kikuk. "Kamu... lapar?"

Sean menggeleng lemah, matanya tidak lepas dari wajah Elyssa. " Aku gak lapar. Kan tubuhku sudah diinfus," sahutnya dengan suara yang hampir habis.

Mendengar itu, sifat bawel Elyssa spontan keluar. "Mana bisa begitu! Kamu tetap harus makan supaya ada tenaga. Kalau cuma infus, nutrisinya gak bakal terpenuhi. Kamu mau sakit terus?”

Sean tidak membantah. Ia justru mengulas senyum yang lebih lebar, meski wajahnya masih pucat. "Ternyata kamu masih sayang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Dean Fitry
yaaaaaaaaahhhh,,,koq bersambung...penasaraaaaaaaan
goodnovel comment avatar
Toni Stark
cepatlah baikan
goodnovel comment avatar
juxelian
kak lanjut sekarang mohon
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 339. Lihat Aku Sekali Lagi

    Hari-hari berlalu dengan sunyi. Elyssa masih setia dengan keputusannya untuk menutup diri, mengabaikan tumpukan pesan yang masuk ke ponselnya, terutama dari Sean dan kedua orang tuanya.Suasana di apartemen pun tak lagi sama. Juan tidak pernah lagi datang berkunjung setelah perdebatan soal Brody.Selena pun terasa semakin jauh dan menjaga jarak. Elyssa sama sekali tidak menyadari adanya benang kusut cinta segitiga yang melibatkan dirinya, Juan, dan Selena.Meski mereka masih bicara, Elyssa bisa merasakan perubahan sikap Selena yang kini lebih pendiam, canggung, dan kehilangan keceriaannya.Malam itu, saat Selena sedang berkutat dengan tugas kuliah di kamarnya, ia tiba-tiba keluar dan menghampiri Elyssa yang sedang melamun di balkon."Kak, ada chat dari Sean," ucap Selena, memberitahu.Elyssa mengernyit bingung. "Sean? Kok ke kamu?""Iya, katanya suruh kamu baca pesan darinya. Aku juga bingung dia dapat nomorku dari mana,” jawab Selena pelan.‘Padahal dia juga gak tau kalau aku tinggal

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 338. Mau Sampai Kapan Begini?

    Tatapan mereka bertemu. Mata Sean yang sayu menatap langsung ke arah mata Elyssa yang terbelalak kaget.Tatapan sayu Sean perlahan berubah menjadi binar kerinduan yang menyakitkan. Sebelum Elyssa sempat menarik tangannya kembali, Sean dengan gerakan cepat— meski tenaganya tak sekuat biasanya— menarik pergelangan tangan Elyssa hingga wanita itu jatuh ke dalam dekapan hangatnya di atas ranjang."Sean! Lepas!" seru Elyssa tertahan, jantungnya berdegup tidak karuan.Bukannya melepaskan, Sean justru melingkarkan kedua lengannya dengan erat di pinggang Elyssa, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu. Napasnya terasa panas menerpa kulit Elyssa."Jangan pergi lagi... tolong," bisik Sean dengan suara serak. "Tetap di sini sebentar saja."Elyssa berusaha melepas pelukan. "Sean, lepaskan! Aku ke sini bukan untuk ini. Aku cuma mau—""Aku tau aku salah. Aku bajingan," potong Sean, suaranya terdengar pecah. Ia semakin mengeratkan pelukannya seolah takut jika ia melonggarkannya sedikit saj

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 337. Kembali ke Sean

    Elyssa terbungkam, tak tahu harus menjawab apa."Atau begini saja," lanjut Juan sambil memijat pelipisnya. "Soal foto mesra kita di hp Sean, kamu punya nomor pengirimnya? Biar aku lacak. Mungkin dari situ kita punya petunjuk.""Kalau ada pasti langsung aku kasih ke kamu,” jawab Elyssa lesu.Juan menghela napas kasar. “Aku harus punya nomer itu. Aku harus melacaknya segera!”Elyssa menarik napas dalam. Meski hatinya masih sakit dan ia ingin menjauh dari Sean, rasa penasaran dan rasa takut jika foto-foto itu tersebar luas jauh lebih besar."Aku akan minta nomornya ke Sean," ucap Elyssa lirih, seolah bicara pada dirinya sendiri.Juan segera mencegah, tangannya bergerak sedikit seakan ingin menahan Elyssa. “Tunggu dulu, El. Apa Sean belum melacak nomor itu? Rasanya aneh pria sepertinya tidak melakukan apa-apa."Elyssa menggeleng lemah. "Dia bilang dia langsung drop saat nerima foto mesra kita. Aku gak yakin dia sempat untuk melacaknya."Juan menyandarkan punggungnya di kursi, lalu menggel

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 336. Buta oleh Cinta

    Selena mendadak tersentak. Ia segera menggelengkan kepalanya dengan kuat, seolah ingin mengusir pikiran gelap yang baru saja melintas. Genggaman tangannya yang tadi terasa dingin perlahan melemas. Ternyata, semua itu hanyalah halusinasi semata. Ia tidak benar-benar memegang pisau, apalagi sampai tega mengakhiri hidup Elyssa.Napas Selena memburu. Rasa ngeri sekaligus bersalah menghantam dadanya karena sempat berpikiran sekeji itu.Dengan langkah terburu-buru, ia segera keluar dari kamar Elyssa.Selena berlari masuk ke kamarnya sendiri dan langsung mengunci pintu. Ia menyandarkan punggungnya di balik pintu, merosot jatuh ke lantai sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.“Apa yang ada dalam pikiranku?” rutuknya. “Masa gegara cemburu doang aku jadi berpikiran kriminal? Astaga!”Di tengah kesunyian malam, Selena berusaha menenangkan diri, merutuki betapa besarnya rasa cemburu yang hampir saja meracuni akal sehatnya.****Pagi itu, Elyssa terbangun saat sinar matahari sudah mulai meni

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 335. Gelap Mata

    Namun, sosok itu jelas bukan Sean, melainkan Juan.Elyssa segera melepaskan pelukan pria itu dari tubuhnya, tampak syok. “J-juan…”Juan memang sudah memantau sekitar mansion Sean sejak tadi— entah apa yang ia harapkan, mungkin ia hanya ingin merasa dekat dengan Elyssa meski wanita itu berada di dalam rumah.Begitu melihat Elyssa keluar menaiki taksi, ia langsung mengikutinya tanpa ragu."Kamu ngapain di sini sendirian? Nunggu seseorang?" tanya Juan dengan nada datar, namun terselip kekhawatiran.Elyssa justru balik bertanya, "Kamu kok bisa di sini?”"Hanya kebetulan lewat," bohong Juan. "Di sini dingin, baju kita juga mulai basah kena percikan air. Lebih baik masuk ke mobil.""Enggak, makasih. Aku di sini saja, Juan.”"Hujannya semakin deras, El. Kamu bisa sakit kalau terus di sini."Elyssa sempat ragu, namun rasa dingin yang mulai menusuk tulang akhirnya membuatnya menyerah. Ia bangkit dan melangkah masuk ke dalam mobil Juan.Begitu pintu tertutup, suhu hangat dari AC mobil langsung

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 334. Sean...

    Sementara itu, Sean telah menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi lagi. Elyssa mendengarkan, ia mencoba mengerti dan mulai belajar memaafkan. Meski begitu, hatinya masih menyimpan rasa kesal karena pernah dijadikan alat balas dendam, walaupun sekarang Sean mengaku sudah benar-benar jatuh cinta padanya."Kamu boleh membalas dan memanfaatkanku sebanyak apa pun yang kamu mau, Elyssa," ucap Sean lirih, seolah menyerahkan dirinya sepenuhnya.Elyssa mengukir senyum tipis, sebuah senyuman yang terasa menyakitkan untuk dilihat. "Aku gak akan membalas ataupun memanfaatkanmu, Sean. Cintaku tulus. Karena itu, aku hanya berharap kamu juga mencintaiku tanpa ada tujuan lain di baliknya."Ia menjeda kalimatnya, matanya mulai berkaca-kaca. "Aku... aku gak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti saat aku menikah dengan Albert. Karena dulu dia juga sama sepertimu, manis pada awalnya dan ngomong cinta setiap hari. Aku bener-bener udah gak bisa bedain mana omongan pria yang jujur atau berbohong.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status