Se connecterKarena dianggap tidak mampu meneruskan bisnis keluarga, aku dijodohkan dengan seorang pria yang orang tuaku anggap sempurna bersanding denganku. Untuk gambaran seorang laki-laki, Shane memang nyaris sempurna dengan wajah dan karir yang ia miliki. Sayangnya, pernikahan ini adalah bencana bagi Shane. Sebelum dijodohkan denganku, ia memiliki kekasih yang begitu ia cintai. Tentu saja begitu kami menikah, Shane sama sekali tidak tertarik untuk menyentuhku. Bagi Shane, hanya Erina yang ada di dalam hatinya. Bahkan sampai satu tahun pernikahan kami, tidak ada yang berubah dari Shane. Dia masih tidak menganggapku sebagai istrinya. Aku yang awalnya tidak peduli akan sikapnya, kini lambat laun malah merasakan hal yang aneh. Aku mulai tidak suka dengan kenyataan bahwa Shane tidak mencintaiku. Aku juga mulai benci ketika mengingat siapa yang sebenarnya Shane cintai. Tidak. Aku tidak ingin jatuh cinta sendirian karena aku tidak akan sanggup menahan lukanya. Seandainya saja Shane memberi kesempatan untuk pernikahan kami...
Voir plus"Kakak, Kakak...."
"Kakak, cepat bangun."
"Kakak, Ibu sudah meninggalkan kita, kakak juga mau meninggalkan kita...huhuhu...."
"Kakak, huhuhu...."
Jiang Xi digoyang-goyangkan sampai kepala sakit, dengan berat membuka mata.
Empat orang anak kecil dengan tinggi yang berbeda, tubuh kotor serta wajah yang penuh dengan air mata dan ingus, menangis sejadi-jadinya.
Dia kaget, dengan otomatis mengeserkan tubuhnya dan tidak sengaja memegang sesuatu yang dingin dan kering, langsung membuatnya terduduk.
Kenapa di sini ada jenazah?
Sebuah tangan hitam memegangnya, dengan menangis tersedu-sedu berkata: "Kakak....untung kakak masih hidup....huhuhu..."
Jiang Xi lansung menarik kembali tangannya.
Baru menyadari tangannya tidak seperti tangannya, baju juga bukan bajunya.
Langung memegang wajah yang kurus kering, jelas bukan wajahnya.
Tatapan mata melihat ke sekujur tubuh.
Baju yang sudah tidak terlihat warna aslinya, membuat suasana hati menjadi buruk.
Membuat sekujur tubuhnya merinding.
Dengan pikiran yang kacau, tiba-tiba datang seorang wanita dengan baju yang penuh dengan tambalan.
"Zhaodi, ayo cari tempat buat menguburkan Ibumu, bibi ketiga akan mencari cara untuk menemukan ayah kalian."
Zhaodi?
Jiang Xi melihat ke empat anak kecil dan jenazah yang sudah dingin, sebuah ingatan yang asing masuk ke otak dan sekujur tubuhnya.
Dia baru sadar kalau dirinya terlahir kembali ke dalam sebuah novel dengan cerita yang tidak masuk akal.
Judulnya: Terlahir kembali sebagai pemeran figuran bernama Jiang Zhaodi yang berusia 13 tahun.
Ibu Jiang Zhaodi baru meninggal, belum dikuburkan, Jiang Zhaodi sudah pingsan dalam tangisannya.
Dalam pingsannya, dia teringat penderitaannya selama ini, langsung meninggal dalam kesedihannya.
Dia sekarang berada di dalam tubuh Jiang Zhaodi, juga mengetahui cerita aslinya, sehingga mengerti penderitaan yang dirasakan oleh Jiang Zhaodi.
Dalam novel tersebut, tertulis bahwa sekarang adalah tahun 1963.
Ayah yang menghilang selama 5 tahun memberikan kabar, ibu membawa anak-anaknya untuk mencari ayah dan meninggal dalam perjalanannya, dan menitipkan anak-anaknya kepada bibi ketiga.
Namun, bibi ketiga malah menjual Jiang Zhaodi dengan sekantong beras, meninggalkan empat adiknya lalu pergi bersama pacarnya.
Jiang Zhaodi jatuh ke dalam penderitaan dan penyiksaan yang tiada habisnya.
Sampai lima tahun baru bisa kabur dari penyiksaan, sampai hampir kehilangan nyawa dan bertemu dengan pemeran utama pria yang menyelamatkan nyawanya, lalu mengikutnya ke utara.
Dia yang merupakan pemeran figuran, sangat memprihatinkan dan tidak ada yang menarik.
Tidak jarang membuat pemeran utama pria dan wanita bertengkar, bermusuhan dengan pemeran wanita.
Terakhir, oleh pemeran utama wanita dikembalikan ke tempat dia dijual dan disiksa sampai akhir hayatnya.
Adik-adik Jiang Zhaodi, karena tidak ada yang merawatnya, juga menjalani hidup dengan penuh penderitaan, sampai ada yang meninggal.
Adik perempuannya Maimiao menemukan ayahnya yang hilang. Walaupun ayah memiliki kehidupan yang cukup enak, namun dia sudah menikah lagi.
Maimiao di tangan ibu tiri juga mendapatkan hidup yang penuh dengan penderitaan, sampai akhirnya menikah dengan seorang pria berkaki pincang yang berkerja di pabrik bata, meninggal dalam depresi.
Sialnya, karena merasa kakak beradik ini sangat tragis sehingga menuliskan surat kritikan agar penulis mengubah alur cerita, malah membuat dia kehilangan pekerjaannya yang merupakan seorang artis.
Dengan kesal, dia memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan melanjutkan bisnis perternakan nenek, menjadi generasi kedua yang santai. Ternyata, di perternakan mengalami gempa yang cukup besar sehingga membuat dia dan nenek tertimbun reruntuhan dan langsung meninggal.
Adakah yang lebih menyedihkan darinya!
Apapun tidak punya, harus bagaimana agar bisa hidup sampai akhir cerita!
Salah! Dia tidak sendiri! Masih ada keempat adik kecilnya!
Adik kedua bernama Yuanbao berusia 8 tahun, adik ketiga bernama Mibao yang kembar dengan Maimiao berusia 5 tahun, dan satu lagi adalah Xiaoshitou yang merupakan anak dari paman kedua berusia 5 tahun.
Paman kedua sangat miskin, sehingga istrinya kabur dengan pria dari bagian timur.
Di bagian timur banyak tanah, kehidupan jauh lebih baik dan jumlah wanita yang sedikit di sana. Jadi pria-pria di sana akan mencari istri ke daerah perkotaan.
Bibi kedua bukan orang pertama yang diperistrikan, juga bukan orang terakhir.
Paman kedua dengan sedih berlebihan bunuh diri bersama anak perempuannya yang masih bayi.
Sekarang membawa Xiaoshitou ke bagian timur juga untuk mencari ibunya.
Empat anak kecil ini tidak mengerti apapun, hanya tahu menangis. Bagaimana dia merawat keempat anak ini? Apakah harus mengemis?
Semakin melihat keempat anak ini, dia semakin sakit kepala. Jika hanya dirinya sendiri masih bisa mencari cara. Tapi ditambah empat anak, di zaman ini akan susah bertahan hidup!
Jika dipikir-pikir, pemeran utama wanita akan muncul 5 tahun lagi dan penderitaan Jiang Zhaodi muncul karena bibi ketiga, yaitu wanita yang berbicara tadi.
Paman ketiga meninggal muda, jadi bibi ketiga sudah jadi janda saat masih muda, tidak memiliki keturunan. Pacar bibi ketiga juga sudah berkomunikasi dengannya saat Jiang Zhaodi pingsan.
Ibu Jiang Zhaodi bisa meninggal karena mengetahui mereka ingin menjual anak-anaknya untuk mendapatkan makanan.
Saat ini sudah hampir sampai ke bagian timur, Ayah Jiang Zhaodi tidak bisa diandalkan, satu-satunya yang bisa diharapkan adalah keluarga dari Ibu yang berada di bagian utara.
Jarak ke rumah keluarga Ibu kurang lebih 50 km, jarak ke desa selanjutnya hanya 5 km saja.
Dari alur cerita novel, orang yang menyiksa Jiang Zhaodi ada di desa selanjutnya.
Setelah dipikir-pikir, dia mencoba untuk pura-pura masuk ke jebakan bibi ketiga.
Hanya dengan mengubah nasib dijual, maka penderitaannya akan menjauh.
Dengan gampang air mata mengalir: "Bibi ketiga, tubuhku saat ini sangat lemas, bolehkah bibi membantuku untuk menguburkan ibu?"
"Baik, kamu istirahat dulu!" Bibi mempunyai rencananya sendiri, sehingga menyetujuinya dengan cepat.
Bibi memanggil beberapa orang baik untuk membantu, salah satu dari mereka adalah pacar dari bibi.
Mereka saling bertatapan, Jiang Xi pura-pura tidak melihatnya. Dia terus menangis dan memanggil "Ibu", terlihat sangat tidak berdaya.
Menangis merupakan keunggulannya dalam berakting. Tidak hanya dapat menangis dalam kondisi seperti apapun, juga bisa dengan berbagai perasaan, sangat profesional sekali.
Setelah selesai mengubur Ibu, dia pura-pura tidak sengaja menabrak bibi ketiga sehingga membuatnya berlutut tepat di depan kuburan Ibu.
Sebelum bibi ketiga menyadarinya, diba berkata: "Ibu, lihat bibi ketiga sangat pengerti, tahu bahwa kami anak-anak tidak mengerti tata krama, sehingga memberikan kami contoh!"
Melody tersenyum selagi menatap lembar terakhir album foto yang berada di pangkuannya. Sudah dua puluh dua tahun berlalu semenjak foto itu diambil. Foto yang tertempel di dalam album itu memang terlihat sedikit usang, tapi dia masih memiliki file foto yang bisa ia cetak ulang kapanpun ia mau. Hanya saja, foto yang pertama kali dicetak inilah yang paling berkesan baginya. Di foto terlihat wajahnya ketika baru memasuki usia delapan belas tahun. Bibirnya sedikit merengut selagi mengenakan gaun pengantin yang indah. Bahkan untuk ukuran masa sekarang, gaun itu tidak terlihat kuno sama sekali. Dan di sebelahnya terdapat Shane yang sudah cukup matang di usia dua puluh sembilan tahun. Rautnya tak kalah masam dibandingkan Melody. Namun, siapa yang sangka kalau pernikahan yang diawali dengan paksaan itu kini menjadi pernikahan yang tidak akan pernah mereka lepaskan sampai kapanpun. Masih terekam jelas tiap kejadian yang pernah Melody lalui. Di usianya yang masih sangat muda, dia harus me
Melody tidak ingat berapa kali ia dan Shane bercinta semalaman. Pukul sembilan pagi, dia terbangun dengan rasa ngilu di sekujur tubuhnya. Biasanya Melody bangun paling lambat pukul enam pagi semenjak tinggal bersama Seira. Tadi dia sempat terbangun pukul tujuh, tapi matanya masih terasa berat sehingga memutuskan untuk lanjut tidur. Dengan susah payah, Melody membuka matanya. Tubuhnya masih terbalut dengan selimut yang hangat. Seingat Melody ketika ia jatuh tertidur karena kelelahan, dirinya tidak sempat mengenakan pakaian. Namun kini, sebuah gaun tidur terpasang di tubuhnya. Bisa dipastikan, Shane yang memakaikan gaun itu padanya. Diliriknya tempat tidur Shane yang sudah kosong. Saat Melody membuka mata pukul tujuh tadi, Shane sudah tidak ada di sana. Pria itu pasti tetap bangun di waktu biasa dia bangun. Tidak peduli selarut apapun dia tidur atau selelah apapun, Shane selalu bangun pagi. Melody menyingkap selimut kemudian bangun dari tidurnya. Ia meraih jepit rambutnya kemudian
Selagi menunggu Shane yang masih berada di kamar mandi, Melody tetap duduk di sisi ranjang. Kakinya bergerak-gerak gelisah. Melody tidak ingin mengingat kapan pertama atau terakhir kali dia pernah melakukan ini karena baginya itu bukan bagian yang penting dari masa lalunya. Sepuluh menit kemudian, Shane keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya. Shane sempat tersenyum pada Melody ketika dia berjalan memasuki ruang ganti. Melody berdecak. "Ngapain harus pakai baju lagi sih?" gumamnya tak habis pikir. "Walaupun nanti berakhir dilepas, setidaknya harus pakai pakaian dulu," sahut Shane yang rupanya mendengar gumaman Melody. Melody hanya memutar matanya. Kegugupannya sirna sudah, digantikan dengan kekesalan. Padahal tadi Shane terlihat begitu bersemangat. Sekarang pria itu malah menghabiskan waktu lumayan lama di ruang ganti. Melody sudah membuang jauh-jauh ketakutannya agar bisa melayani Shane selayaknya pasangan suami istri. Namun seakan sengaja
Dalam perawatan yang tepat, lengan Shane pulih hanya dalam beberapa hari. Pria itu tidak pernah mengeluh tiap kali dokter datang untuk membersihkan dan merawat lukanya. Shane benar-benar totalitas karena ia ingin segera pulih dan menyelesaikan urusan-urusan yang tertunda selama beberapa hari belakangan. Hari ini mereka akhirnya bisa pindah ke rumah baru karena tangan Shane sudah bisa digerakkan dengan lebih leluasa. Shane sudah bertekad untuk tidak menunda-nunda lagi karena dia sudah tidak sabar menjalankan rumah tangganya dengan Melody. Sejak menikah, Shane merasa pada dasarnya dia dan Melody hidup di atap yang terpisah. Shane tinggal di apartemen yang baru dia beli sedangkan Melody tinggal di mansion milik keluarganya. Shane bisa saja pindah ke tempat Melody, tapi dia tidak bisa melakukannya. Mansion itu bukan miliknya, melainkan milik keluarga Kusuma. Membawa Melody ke apartemennya juga dirasa kurang bijak karena Seira suka bermain di halaman yang luas. "Rasanya kayak gak lag
Melody menatap langit-langit kamar dalam keadaan minim cahaya. Untuk pertama kali sejak satu tahun belakangan, ia akhirnya berani tidur dalam keadaan lampu padam. Hanya ada lampu tidur kecil yang Shane nyalakan agar kamar mereka tidak gelap seutuhnya. Diliriknya Shane yang sudah tertidur pulas di
Selagi Shane mandi, Melody pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan. Sudah terlalu terlambat untuk makan malam, tapi itu lebih baik dari pada kalau Shane tidak makan sama sekali. Pria itu lelah seharian bekerja dan masih harus membantu Melody. Setidaknya hanya ini yang bisa Melody berikan. Melody i
Melody meletakkan Seira di dalam boksnya dengan hati-hati. Ia menyelimuti tubuh Seira, membelai rambutnya sesaat kemudian berjalan ke arah jendela. Melody berdiri di tempatnya tadi pagi berdiri bersama Shane. Hanya saja kini suasananya berbeda. Lampu-lampu taman berjejer menerangi taman, berpadu
Shane sedang sibuk berkutat dengan beberapa dokumen pekerjaannya ketika tiba-tiba Tasya menghubunginya. Sekretarisnya itu sangat jarang menelepon kecuali untuk keadaan genting. Oleh karena itu, Shane tahu pasti ada sesuatu yang mendesak. Ia segera mengangkat panggilan Tasya."Ya, Sya? Is everything






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentairesPlus