LOGINKarena dianggap tidak mampu meneruskan bisnis keluarga, aku dijodohkan dengan seorang pria yang orang tuaku anggap sempurna bersanding denganku. Untuk gambaran seorang laki-laki, Shane memang nyaris sempurna dengan wajah dan karir yang ia miliki. Sayangnya, pernikahan ini adalah bencana bagi Shane. Sebelum dijodohkan denganku, ia memiliki kekasih yang begitu ia cintai. Tentu saja begitu kami menikah, Shane sama sekali tidak tertarik untuk menyentuhku. Bagi Shane, hanya Erina yang ada di dalam hatinya. Bahkan sampai satu tahun pernikahan kami, tidak ada yang berubah dari Shane. Dia masih tidak menganggapku sebagai istrinya. Aku yang awalnya tidak peduli akan sikapnya, kini lambat laun malah merasakan hal yang aneh. Aku mulai tidak suka dengan kenyataan bahwa Shane tidak mencintaiku. Aku juga mulai benci ketika mengingat siapa yang sebenarnya Shane cintai. Tidak. Aku tidak ingin jatuh cinta sendirian karena aku tidak akan sanggup menahan lukanya. Seandainya saja Shane memberi kesempatan untuk pernikahan kami...
View MoreMelody tersenyum selagi menatap lembar terakhir album foto yang berada di pangkuannya. Sudah dua puluh dua tahun berlalu semenjak foto itu diambil. Foto yang tertempel di dalam album itu memang terlihat sedikit usang, tapi dia masih memiliki file foto yang bisa ia cetak ulang kapanpun ia mau. Hanya saja, foto yang pertama kali dicetak inilah yang paling berkesan baginya. Di foto terlihat wajahnya ketika baru memasuki usia delapan belas tahun. Bibirnya sedikit merengut selagi mengenakan gaun pengantin yang indah. Bahkan untuk ukuran masa sekarang, gaun itu tidak terlihat kuno sama sekali. Dan di sebelahnya terdapat Shane yang sudah cukup matang di usia dua puluh sembilan tahun. Rautnya tak kalah masam dibandingkan Melody. Namun, siapa yang sangka kalau pernikahan yang diawali dengan paksaan itu kini menjadi pernikahan yang tidak akan pernah mereka lepaskan sampai kapanpun. Masih terekam jelas tiap kejadian yang pernah Melody lalui. Di usianya yang masih sangat muda, dia harus me
Melody tidak ingat berapa kali ia dan Shane bercinta semalaman. Pukul sembilan pagi, dia terbangun dengan rasa ngilu di sekujur tubuhnya. Biasanya Melody bangun paling lambat pukul enam pagi semenjak tinggal bersama Seira. Tadi dia sempat terbangun pukul tujuh, tapi matanya masih terasa berat sehingga memutuskan untuk lanjut tidur. Dengan susah payah, Melody membuka matanya. Tubuhnya masih terbalut dengan selimut yang hangat. Seingat Melody ketika ia jatuh tertidur karena kelelahan, dirinya tidak sempat mengenakan pakaian. Namun kini, sebuah gaun tidur terpasang di tubuhnya. Bisa dipastikan, Shane yang memakaikan gaun itu padanya. Diliriknya tempat tidur Shane yang sudah kosong. Saat Melody membuka mata pukul tujuh tadi, Shane sudah tidak ada di sana. Pria itu pasti tetap bangun di waktu biasa dia bangun. Tidak peduli selarut apapun dia tidur atau selelah apapun, Shane selalu bangun pagi. Melody menyingkap selimut kemudian bangun dari tidurnya. Ia meraih jepit rambutnya kemudian
Selagi menunggu Shane yang masih berada di kamar mandi, Melody tetap duduk di sisi ranjang. Kakinya bergerak-gerak gelisah. Melody tidak ingin mengingat kapan pertama atau terakhir kali dia pernah melakukan ini karena baginya itu bukan bagian yang penting dari masa lalunya. Sepuluh menit kemudian, Shane keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya. Shane sempat tersenyum pada Melody ketika dia berjalan memasuki ruang ganti. Melody berdecak. "Ngapain harus pakai baju lagi sih?" gumamnya tak habis pikir. "Walaupun nanti berakhir dilepas, setidaknya harus pakai pakaian dulu," sahut Shane yang rupanya mendengar gumaman Melody. Melody hanya memutar matanya. Kegugupannya sirna sudah, digantikan dengan kekesalan. Padahal tadi Shane terlihat begitu bersemangat. Sekarang pria itu malah menghabiskan waktu lumayan lama di ruang ganti. Melody sudah membuang jauh-jauh ketakutannya agar bisa melayani Shane selayaknya pasangan suami istri. Namun seakan sengaja
Dalam perawatan yang tepat, lengan Shane pulih hanya dalam beberapa hari. Pria itu tidak pernah mengeluh tiap kali dokter datang untuk membersihkan dan merawat lukanya. Shane benar-benar totalitas karena ia ingin segera pulih dan menyelesaikan urusan-urusan yang tertunda selama beberapa hari belakangan. Hari ini mereka akhirnya bisa pindah ke rumah baru karena tangan Shane sudah bisa digerakkan dengan lebih leluasa. Shane sudah bertekad untuk tidak menunda-nunda lagi karena dia sudah tidak sabar menjalankan rumah tangganya dengan Melody. Sejak menikah, Shane merasa pada dasarnya dia dan Melody hidup di atap yang terpisah. Shane tinggal di apartemen yang baru dia beli sedangkan Melody tinggal di mansion milik keluarganya. Shane bisa saja pindah ke tempat Melody, tapi dia tidak bisa melakukannya. Mansion itu bukan miliknya, melainkan milik keluarga Kusuma. Membawa Melody ke apartemennya juga dirasa kurang bijak karena Seira suka bermain di halaman yang luas. "Rasanya kayak gak lag
Keesokan harinya setelah menjemput Seira di rumah orang tua Shane, Shane mengantar Melody dan Seira kembali ke mansion kemudian pergi ke perusahaan untuk mengurus beberapa pekerjaan.Selain harus memeriksa beberapa laporan mengenai proyek, Shane juga harus berkoordinasi dengan Tasya mengenai pengel
Melody menatap langit-langit kamar dalam keadaan minim cahaya. Untuk pertama kali sejak satu tahun belakangan, ia akhirnya berani tidur dalam keadaan lampu padam. Hanya ada lampu tidur kecil yang Shane nyalakan agar kamar mereka tidak gelap seutuhnya. Diliriknya Shane yang sudah tertidur pulas di
"Mama bukan cuma ninggalin Papa, tapi juga aku! Dan ketika Papa meninggal, Mama gak datang 'kan? Setidaknya kalau bukan untuk Papa, Mama seharusnya datang untuk aku!" Melihat Melody menyuarakan seluruh amarahnya, ibunya hanya bisa terdiam. "Aku sendirian menghadapi semuanya, Ma. Papa meninggal
Sampai pada momen ketika Melody dan Shane mendaftarkan pernikahan mereka, Melody masih tidak percaya bahwa dirinya benar-benar sampai di tahap ini. Selama dua hari melengkapi berkas pernikahan, Melody lebih banyak diam dan hanya mengikuti kemanapun Shane pergi. "Kamu yakin gak mau gelar resepsi p






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore