author-banner
Kak Gojo
Kak Gojo
Author

Novels by Kak Gojo

Sentuhan Panas Sahabat Suamiku

Sentuhan Panas Sahabat Suamiku

Elyssa tak pernah menyangka bahwa setelah setahun menjalani pernikahan yang hampa, kini ia justru terperangkap dalam kehangatan Sean, sahabat suaminya sendiri! "Jangan memikirkan suamimu saat sedang dalam pelukanku, Elyssa."
Read
Chapter: (S-2) Bab 77. Akhir dari Segalanya
Bi Sumi menghela napas panjang, suaranya terdengar lemah dan bergetar.“Pak Sean... terima kasih banyak atas keadilan yang Bapak tawarkan. Tapi jujur, Pak, ini bukan murni kesalahan Tuan Muda Kenza saja."Bi Sumi menjeda kalimatnya, beralih menatap Siren yang kembali menunduk. "Siren sudah jujur sama saya. Mereka melakukannya karena sama-sama suka, bukan karena dipaksa atau diancam Tuan Muda. Jadi, cucu saya juga punya andil dalam kesalahan ini. Lagian dia sudah besar, dia seharusnya bisa menjaga dirinya sendiri. Jadi, saya rasa tidak adil kalau semua beban ini ditimpakan hanya kepada Tuan Muda.""Jadi… saya tidak akan menuntut apa-apa. Saya sudah memaafkan Tuan Muda Kenza. Saya justru merasa malu... benar-benar malu karena kami sudah merusak kepercayaan keluarga ini, apalagi kepercayaan Ibu Elyssa.”Elyssa yang sejak tadi diam, akhirnya angkat bicara dengan suara parau. "Bi... jangan bicara begitu. Kami juga salah. Kami tidak bisa mengawasi Kenza dengan baik.”Bi Sumi lalu terisak pe
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: (S-2) Bab 76. Berunding
Kenzi yang sejak tadi menguping di balik dinding akhirnya tidak tahan. Ia pun muncul di ruang makan dan langsung menyambar ucapan kakaknya."Papa sama Mama memang salah, tapi Kakak jangan merasa lebih suci dari mereka! Namanya salah ya tetap salah, Kak. Gak ada yang lebih baik di sini!" seru Kenzi, suaranya bergetar menahan tangis.Kenza menatap adiknya dengan sinis. "Terus apa bedanya sama kamu, Kenzi? Kamu juga pacaran, ciuman, bahkan berani VCS sama pacarmu itu, iya kan?"Kenzi terdiam, wajahnya sontak memerah karena malu rahasianya yang lain terbongkar. "Kak... jaga mulutmu! Aku benar-benar gak nyangka Kakak tega membongkarnya di depan Mama Papa. Jahat!"Kenza mendengus kasar. "Aku benar-benar muak. Semua orang di rumah ini belagak sok suci, padahal aslinya kotor."Sean dan Elyssa kembali merasa sesak saat mendengar fakta bahwa putri mereka juga sudah berbuat sejauh itu, meski setidaknya Kenzi belum sampai kehilangan kehormatannya.Sambil terisak, Kenzi mendekati kakaknya. "Keluar
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: (S-2) Bab 75. Terbongkar
Saat semua orang sudah terlelap, Kenza kembali terbangun dari tidurnya yang sebentar.Entah kenapa, ia merasa sesuatu di bagian bawah sana menegang. Ingin rasanya kembali menikmati tubuh Siren.Kenza pun turun ke lantai bawah, berharap gadis itu keluar dari kamarnya seperti biasa.Namun hingga pukul tiga subuh, Siren tak kunjung muncul."Padahal biasanya jam dua dia pasti keluar ngintipin aku berenang,” gumam Kenza tak sabar.Kenza akhirnya memutuskan untuk menunggu di dapur. Ia duduk di sana sambil meneguk air dingin, berusaha meredam pikirannya yang liar.Tak lama kemudian, pintu kamar Siren terbuka. Dan benar saja, Siren keluar dari sana.Kenza benar-benar menantikannya. Namun Siren justru berlari terburu-buru ke toilet dapur tanpa menyadari keberadaan Kenza.Di dalam toilet, Siren kembali didera rasa mual yang hebat, meski tidak ada apa pun yang keluar dari mulutnya.Setelah merasa agak mendingan, ia pun keluar dari toilet. Ia lalu berjalan ke kulkas, hendak mengambil air es. Namu
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: (S-2) Bab 74. Niat Licik Dewanto
Elyssa mencoba menghubungi teman-teman Kenzi satu per satu, namun tidak ada yang tahu keberadaannya.Hanya Bella yang mengaku sempat dihubungi, itu pun mereka batal bertemu karena Kenzi menolak ajakannya.Sementara itu, Sean menghubungi asisten rumah tangga di kediaman orang tuanya, berpikir Kenzi mungkin mampir ke sana. Namun, putrinya juga tidak ada di sana.“Aku sudah telpon semua teman-teman Kenzi yang aku kenal, Mas. Tapi mereka gak tau. Aku juga sudah telpon orang tuaku, hasilnya sama aja. Mereka semua gak tau Kenzi ke mana.”Sean terdiam, pikirannya kini mengarah pada Dewanto, partner bisnisnya yang belakangan ini sering terlihat bersama Kenzi.Sean pun buru-buru mencari nomor Dewanto dan menghubunginya."Bagaimana, Mas? Aku takut Kenzi kenapa-napa!""Sialan! Nomornya gak aktif!”Tangis Elyssa pun pecah. “Kita cari Kenzi di mana lagi, Mas? Kita harus bagaimana??”“Sebentar, Sayang. Aku pikirkan dulu.”Tanpa membuang waktu, Sean pun menghubungi kenalannya yang bekerja di pusat p
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: (S-2) Bab 73. Dalam Bahaya
Kenza menarik kursi dan duduk dengan tenang. Melihat raut wajah ibunya yang tampak tegang, ia berusaha meredam suasana."Ma, tenang dulu. Tadi aku memang mau mampir ke toko Mama, tapi tiba-tiba ada chat masuk soal rapat mendadak di sekolah. Karena buru-buru, aku langsung naik ojek balik ke sana," bohong Kenza dengan nada yang sangat meyakinkan.Elyssa menghela napas panjang. Beban di pundaknya seolah sedikit terangkat. Ia merasa bersalah karena sempat menuduh putranya itu berbuat macam-macam.Jujur, pikirannya sebenarnya hanya sedang kacau karena ulah Kenzi yang berani berbohong terang-terangan tadi.Kenza masih tetap berakting tenang, memerankan sosok putra teladan yang sempurna. Ia mengubur dalam-dalam soal dirinya yang bertemu Howard Han tadi.“Maaf, Mama sudah nuduh kamu gak enggak-enggak, Kenza. Mama tadi kebawa emosi karena adik kamu,” jelas Elyssa.“Memangnya apa yang terjadi, Ma? Tadi di depan pintu utama, kami berpapasan. Aku lihat dia menangis sesegukan.”Mata Elyssa langsun
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: (S-2) Bab 72. Menyesal
Malam itu, Siren dan Bi Sumi sibuk menyiapkan makan malam di dapur.Bi Sumi sama sekali tidak tahu apa yang menimpa Siren sore tadi karena Siren menutupinya dengan sangat rapi. Ia tidak ingin neneknya yang sudah renta itu ikut kepikiran.Saat sedang menata makanan ke piring, Siren tiba-tiba merasa mual.Hoekk… hoek…Bi Sumi langsung menoleh khawatir. "Nduk? Kamu kenapa?""Gak apa-apa, Nek.”"Kalau sakit, istirahat saja di kamar. Biar Nenek yang lanjutin.""Jangan, Nek. Siren mau bantu Nenek. Sumpah, Siren gak apa-apa."Entah kenapa, tubuh Siren terasa sangat tidak enak. Rasa merinding menjalar di tengkuknya, dibarengi rasa mual yang mendesak di kerongkongan.Saat keluarga majikannya mulai berkumpul di meja makan, Siren datang membawa nampan berisi jus jeruk.Kenzi, yang duduk dengan tenang, memperhatikan gerak-gerik Siren dengan mata tajam yang menyelidik."Ini jusnya, Non Kenzi," bisik Siren sopan tanpa berani menatap mata Kenzi.Namun, baru saja ia meletakkan gelas itu, aroma masaka
Last Updated: 2026-03-30
Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Khusus 21++ BANYAK ADEGAN DEWASA!! * Ini adalah kisah seorang asisten rumah tangga bernama Nina Anatasya yang terpaksa menerima tawaran dari tuan mudanya sebagai partner seks. Hal ini dilakukan demi pengobatan sang ayah di kampung. Hari demi hari, timbul benih-benih cinta antara keduanya. Perbedaan kasta membuat lika-liku perjalanan cinta mereka penuh perjuangan. Apakah Bryan dapat bersatu dengan Nina?
Read
Chapter: [S-2] Bab 136. Pemuas Hasrat Liar Suamiku
Nina menerima uluran tangan itu dengan senyuman manis. “Aku ingin kita menikmati malam ini dengan berdansa dan diakhiri dengan bergoyang pinggul sampainya ranjang patah-patah dan dengkul bergetar,” bisik Bryan secara brutal anti sensor club. Sebelum berdansa, Bryan menyetel musik terlebih dahulu. Musik yang begitu romantis dengan alunan nada merdu. Cinta satu malam, oh indahnya Cinta satu malam, buatku melayang Walaupun satu malam, akan selalu ku kenang dalam hidupku “Hm, Mas? Apa kamu gak salah lagu? Masa iya cinta satu malam? Kan cinta kita sampai akhir hayat, bukan satu malam doang,” tegur Nina membuat Bryan tersadar. “Eh iya. Salah setel.” Akhirnya Bryan menyetel lagu yang cocok untuk dipakai berdansa malam ini. Pasangan suami istri itu pun berdansa mengikuti ritme. Bryan membuat Nina berputar sesuai alunan nada hingga vertigonya kambuh. Wkwkw. “Ah, aku jadi pusing, Mas,” keluh Nina. Bryan pun menuntun kepala Nina untuk bersandar di dada bidangnya dan dipelu
Last Updated: 2025-06-30
Chapter: [S-2] Bab 135. Riko Sedikit Iri
“Ashiaapp!!” sahut Rozak ala-ala Atta Halilintar.“Iya, Pak. Mampir kapan saja, pintu rumah selalu tertutup bahkan tergembok untuk Bapak Rozak,” ujar Fredrinn berniat ngejokes ala Bapack-bapack. Sayangnya jokesnya itu tidak lucu sama sekali. Namun Rozak justru tertawa.Akhirnya pamit juga Rozak dan Aliyah.Fredrinn dan Adelina juga berpamitan dari hadapan yang lainnya. Mereka ingin beristirahat di kamar. Begitu pula dengan para ART yang izin mundur diri.Kini hanya tersisa Nina, Bryan, Riko beserta empat bocil di ruang makan itu.“Ayo anak-anak. Kalian juga masuk ke kamar! Cuci tangan, cuci kaki, cuci muka dan jangan lupa gosok gigi!” seru Nina yang diangguki oleh keempat anaknya itu.Riko tersenyum lebar melihat keempat ponakannya yang mudah sekali diatur oleh Nina.“Mereka ini penurut sekali,” puji Riko. “Pasti kakak mendidik mereka dengan sangat baik. Makanya mereka semua bisa j
Last Updated: 2025-06-30
Chapter: [S-2] Bab 134. Keluarga Cemara
Keesokan paginya, Nina melihat Bryan sedang menyetrika pakaian kerjanya. Hari masih pagi buta, tapi Bryan sudah sibuk bersiap-siap menuju kantor.“Kamu mau ke mana, Mas?” tanya Nina yang baru saja terbangun dari tidurnya. Bahkan matanya belum terbuka dengan sempurna.“Mulai hari ini aku akan ke kantor, sayang. Aku akan bekerja seperti biasa sebagai direktur,” jawab Bryan dengan pandangan mata yang masih terfokus pada setrikaannya.Nina bangkit dari tidurnya, mengubah posisi menjadi duduk. Dia masih menguap sesekali. Jujur saja rasanya ingin sekali dia melanjutkan tidur, tapi tidak enak karena suaminya sendiri lagi sibuk-sibuknya.“Kamu yakin mau bekerja seperti biasa, Mas? Aku kira status kamu masih jadi tahanan rumah. Kalau kamu ditangkap lagi oleh polisi karena ketahuan melanggar peraturan, bagaimana dong?”“Dari kemarin-kemarin aku kan sudah melanggar peratur
Last Updated: 2025-06-30
Chapter: [S-2] Bab 133. Pengen Bercinta (21+)
Dua minggu kemudian.Setelah dua mingguan lebih dirawat di rumah sakit, Nina sudah diperbolehkan pulang ke rumah dengan catatan tidak boleh banyak bergerak agar luka tembaknya di perut itu segera pulih dengan baik.Malam itu, Bryan sedang membantu Nina memakai pakaiannya. Namun tiba-tiba Nina menyambar bibir Bryan dengan mendaratkan sebuah ciuman ringan di bibir suaminya itu..“Eh, sayang. Jangan memancing dong.”“Mas, aku pengen,” bisik Nina. “Sudah lama kita gak begituan.”Bryan paham dengan kode istrinya itu. “Tapi luka kamu kan belum kering seratus persen, sayang.”Nina melirik luka di perutnya yang masih diperban. Ya, dia akui walaupun sudah tak terasa nyeri, tapi dia belum bisa bergerak dengan leluasa. Dan hal itu akan mempengaruhi mereka nantinya jika melakukan hubungan suami istri.“T-tapi aku udah gak bisa nahan gimana dong, Mas?”Nina memasang wajah manjanya,
Last Updated: 2025-06-30
Chapter: [S-2] Bab 132. Nasib Jomblo
“Kita ke rumah sakit dulu ya. Soalnya Bryan ada di sana,” ujar Fredrinn kepada Riko yang tengah mengemudi mobil.“Loh, siapa yang sakit? Bryan?” tanya Adelina yang mendadak khawatir.“Bukan. Tapi menantuku,” jawab Fredrinn.“Oh. Bryan ternyata sudah menikah, ya?” tanya Adelina lagi.“Iya. Bahkan sudah punya anak empat.”Adelina kemudian melirik ke Riko. “Kalau kamu kapan rencana nikah, Nak?”Bless! Hati Riko terasa tertancap duri saat mendapatkan pertanyaan menohok seperti itu.“Mama nih apaan sih? Kok langsung nanya begitu?” balas Riko tidak terima ditanya demikian.“Mama kan cuman nanya. Gak salah toh?”“Salah dong! Salah banget malah!”“Salahnya di mana?”“Jelas salah. Tidak seharusnya Mama bertanya seperti itu.
Last Updated: 2025-06-29
Chapter: [S-2] Bab 131. Ibu untuk Bryan
Keesokan harinya, Fredrinn mengajak Riko mengunjungi kantor cabang Lawrence Company. Di sana, Fredrinn memperkenalkan Riko sebagai anaknya sekaligus penerusnya dalam mengelola perusahaan itu.“Saya kira anak Pak Fredrinn cuman Pak Bryan,” celetuk salah satu karyawan yang terdengar jelas di telinga Fredrinn.“Tidak. Riko juga anak saya. Cuman baru terungkap sekarang,” jawab Fredrinn santai.“Semacam program investigasi ya, Pak. Baru terungkap sekarang.”“Iya, begitulah.”Setelah selesai memperkenalkan Riko kepada semua karyawan di kantor itu, Fredrinn lalu mengajak Riko untuk menemui Adelina, ibu kandungnya.“Kenapa Papa mengajak aku ke tempat ini?” tanya Riko setelah mereka tiba di rumah Adelina.“Ini adalah rumah mama kandung kamu. Walaupun kamu tidak tertarik untuk mengetahui siapa mama kamu, tapi tetap saja kamu h
Last Updated: 2025-06-29
Ranjang Panas Suamiku

Ranjang Panas Suamiku

MATURE CONTENT 21+ **** Suatu malam Nindia Rahayu mendapati suaminya, Daffa Wijaya pulang dalam keadaan mabuk dan terlihat aneh. Daffa yang selalu lembut tiba-tiba menyentuhnya dengan agresif dan sangat kasar.  Sejak malam itu, Nindi yang curiga mulai menyelidiki keanehan suaminya dan terungkap fakta bahwa suaminya ternyata selingkuh dengan wanita yang tak pernah ia duga. Terluka dan murka, Nindi pun bertekad membalas dendam. Bukan dengan amarah, melainkan dengan cara yang sama menyakitkan: ia memilih menjalin perselingkuhan dengan pengacara suaminya sendiri.
Read
Chapter: Bab 131. Tamat. Happy End.
Wilona masih terpaku melihat tubuh yang terkapar itu adalah suaminya sendiri. Ia menjatuhkan lututnya, menarik tubuh Daffa yang bersimbah darah ke dalam pangkuannya.Napas Daffa terdengar pendek dan berat."Daffa… k-kenapa… kenapa kau lakukan ini?!" tangis Wilona pecah seketika. Ia menekan luka di dada Daffa, mencoba menahan aliran darah yang tak mau berhenti. "Maafkan aku... aku tidak bermaksud... Daffa!"Daffa menatap Wilona dengan mata yang mulai sayu. Tangannya yang lemah berusaha meraih wajah istrinya, meninggalkan jejak merah di pipi Wilona. Tidak ada kemarahan di mata itu, hanya ada rasa sakit dan perlindungan terakhir."Pergi… pergi, Wilona. Bawa Arkana… kabur sejauh mungkin,” bisik Daffa dengan sisa kekuatannya, sebelum matanya perlahan menutup dan tangannya terkulai jatuh ke lantai.Wilona makin panik tatkala mata Daffa tertutup. “Daffa, bangun! Bercandamu gak lucu, Daf! Bangun!!” jeritnya histeris.Tak lama kemudian, rombongan polisi datang menembus kerumunan pesta yang heb
Last Updated: 2026-02-07
Chapter: Bab 130. Membalas Dendam
Hari bahagia itu telah tiba. Di kontrakan kecil yang biasanya dipenuhi tawa Arkana, kini terasa aura ketegangan yang pekat.Daffa mengenakan setelan jas lamanya yang sudah pudar dan sedikit kekecilan, dipadukan dengan kemeja putih baru yang ia beli dari pasar sentral. Ia berdiri di depan cermin kecil, berusaha merapikan dasi yang sudah lama tidak ia pakai. Ia ingin tampil meyakinkan, demi harga diri Wilona."Kau sudah siap, Wil?" tanya Daffa, berbalik menghadap Wilona.Wilona berdiri di samping ranjang. Ia mengenakan gaun sederhana berwarna biru muda. Ia tampak anggun, tetapi wajahnya dingin, tatapannya kosong."Sudah," jawab Wilona, suaranya nyaris berbisik.Ia mengambil tas tangan kecilnya yang terbuat dari kulit imitasi. Di dalamnya, di balik lapisan kain yang ia jahit sendiri, tersembunyi pistol tua Baskara. Dinginnya logam itu menembus kain, mengirimkan getaran janji ke tangannya. Janji untuk membalas penghinaan Nindi. Janji untuk mengakhiri dendam mereka.Wilona memasukkan undang
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: Bab 129. Belilah Baju Baru
Daffa langsung menggeleng cepat. “Gak ada apa-apa.” Atensinya pun langsung beralih pada Arkana."Aduh, jagoan Papa makannya lahap sekali ya," goda Daffa, mencondongkan badan untuk mencium kening Arkana. "Lihat, Ma, dia senang sekali dibelikan biskuit baru."Wilona tersenyum, senyum yang terasa sedikit kaku. "Tentu saja. Dia senang karena biskuit itu kita belikan dari hasil keringatmu, Daffa. Bukan dari uang hasil merampas."Mendengar kata-kata itu, Daffa terdiam. Ia tahu Wilona masih memendam amarah atas kunjungan Nindi kemarin. Ia meletakkan sendoknya, meraih tangan Wilona yang bebas."Aku tau kamu masih marah, Wil, karena Nindi kemarin," kata Daffa pelan. "Tapi kita sudah sepakat, kan? Kita gak akan membiarkan mereka merusak kedamaian kita. Biarlah mereka hidup bahagia, dan kita pun harus fokus pada kebahagiaan kita juga.”Wilona menarik tangannya perlahan, kembali fokus pada Arkana. "Aku gak marah, Daffa. Aku hanya... memikirkan biaya hidup kita. Kau harus kembali ke pasar sebentar
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: Bab 128. Rencana Gila Wilona
Malam harinya, Daffa dan Wilona berbaring di kasur tipis mereka. Arkana sudah tertidur pulas di antara keduanya.Tak lama, Daffa pun ikut ke alam mimpi, ia tampak kelelahan setelah seharian bekerja di pasar.Namun, Wilona tidak bisa memejamkan mata. Otaknya terus memutar kembali setiap ucapan Nindi: “Sepertinya tempat ini cocok untuk tingkat sosial kalian sekarang.” dan “Kami ingin kalian melihat bagaimana rasanya menjadi pemenang.”Darah Wilona kembali mendidih. Penghinaan itu terasa lebih menyakitkan daripada kemiskinan yang mereka alami.Ia teringat bagaimana Nindi dan Rexa bekerja sama menjebak Baskara, ayahnya, dan bagaimana mereka mencuri semua aset perusahaan milik Daffa, Zenith Corp.Dendam yang selama ini ia tahan, yang ia pendam demi kebahagiaan sederhana, kini meledak kembali. Mereka berhak menderita, pikir Wilona.Wilona pun perlahan bangkit dari kasur, bergerak hati-hati agar tidak membangunkan Daffa. Ia lalu menyelinap keluar dari kamar, menuju kamar kecil Nanik yang ber
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: Bab 127. Undangan dari Mantan
“Wah, jadi ini ya rumah baru kalian? Selamat ya,” sapa Nindi dengan nada merendahkan, menyapu pandangan ke kontrakan kecil itu. Ia menatap Daffa, yang mengenakan kaus oblong lusuh, lalu ke Wilona yang sedang menggendong bayi mereka. "Sepertinya tempat ini cocok untuk tingkat sosial kalian sekarang. Sangat... membumi."Darah Wilona terasa mendidih. Ia ingin sekali menjambak rambut Nindi, melampiaskan semua rasa sakit, pengkhianatan, dan penghinaan yang telah ia dan ayahnya alami. Namun, tatapan mata Daffa, yang berdiri di sampingnya, menyampaikan sebuah peringatan dingin.Daffa menggelengkan kepalanya sedikit, isyarat tanpa suara, mengingatkannya bahwa mereka tidak punya kuasa apa-apa lagi untuk melawan.Wilona menarik napas tajam, menahan semua amarah itu di balik ekspresi datarnya. "Mau apa kau kemari, Nindi?""Aku ingin mengantarkan undangan pernikahan." Nindi menyerahkan amplop itu ke tangan Daffa. "Kami tau kalian ingin melihatnya. Rexa dan aku mengundang kalian untuk menjadi saks
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: Bab 126. Bertemu Lagi
Sementara itu, di belahan lain, Nindi dan Rexa tenggelam dalam kesibukan persiapan pernikahan mereka yang akan diselenggarakan tiga hari lagi.Di salah satu suite mewah hotel bintang lima di Jakarta, Nindi duduk di sofa beludru, jarinya mengetuk-ngetuk layar tablet, menyempurnakan daftar tamu.Di sudut ruangan, Rexa, calon suami Nindi, tengah bertelepon dengan pihak catering dan WO, ingin memastikan dekorasi aula besar sudah sesuai dengan tema mewah yang Nindi inginkan.Rexa terlihat tegang, tetapi bahagia. Ia akhirnya akan mengikat janji dengan Nindi, sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari perusahaan Zenith Corp yang sudah Nindi pegang."Rexa! Sini sebentar," panggil Nindi tanpa mengalihkan pandangan dari tablet.Rexa segera menghampiri, duduk di sebelah Nindi. "Ada apa, Sayang? Sudah final untuk bunga mawar putihnya?""Bunga sudah beres, sudah pasti yang paling mahal dan paling segar. Ini tentang daftar tamu," kata Nindi, menyunggingkan senyum tipis. "Ada satu nama lagi yang
Last Updated: 2025-12-08
Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Seharusnya Argus hanya bekerja sebagai ART di rumah pamannya, namun batasan profesional itu runtuh saat Miya, tantenya terus menggodanya demi mencari kepuasan yang tak dia dapatkan dari suaminya. Godaan itu ternyata tak berhenti di sana, karena ketiga sepupunya pun mulai menunjukkan gelagat yang sama. Apakah Argus mampu bertahan dengan semua godaan yang ada atau malah ikut terjerumus ke dalamnya?
Read
Chapter: Bab 138
Aku mengembuskan napas lega begitu sampai di dapur, meski pundakku mendadak terasa berat.Belum juga ketegangan dari rumah Ratu benar-benar hilang, sekarang aku harus dihadapkan dengan ketegangan pertikaian ibu dan anak di teras tadi.“Dahlah, fokus masak dulu. Semangat, semangat!” gumamku, bersiap bertempur dengan bahan makanan.Tiba-tiba Masha datang menghampiriku. Baju jalannya yang tadi sudah berganti dengan pakaian santai rumahan yang cukup terbuka.“Aku bantu potong-potong sayurnya ya, Yang?” tawar Masha manis.Aku tidak menolak, karena jam sarapan sudah semakin dekat. Kalau Masha membantuku, urusan dapur pasti bakal lebih cepat kelar.“Boleh, tolong potong wortelnya da—”“Biar Tante aja yang potong!”Sebuah suara seksi memotong kalimatku begitu saja.Aku dan Masha otomatis menoleh. Tante Miya tahu-tahu sudah berdiri di ambang pintu dapur. Jubah piyamanya memang sudah diikat kembali, tapi sengaja dibuat melorot di satu sisi bahu, memperlihatkan tali branya yang tipis.Dia pun me
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 137
Begitu aku berhasil meloloskan diri dari rumah Ratu dengan hati berdebar kencang, pandanganku langsung terpaku.Ku lihat Masha sudah menungguku di teras rumah, dia melipat tangan di dada dengan wajah ditekuk.“Kamu dari rumah depan? Ngapain di sana?” gerutu Masha langsung menginterogasiku. “Aku udah nungguin dari tadi tau! Aku kan udah bilang dari semalem, ntar pagi aku mau ikut ke pasar! Masa kamu lupa sih??”Aku menelan ludah cemas, berusaha menetralkan degup jantungku yang masih berantakan. “Aku nggak lupa kok. Maaf, tadi... ada urusan sebentar.”Matanya menyipit curiga. “Urusan apaan sama tetangga baru itu?!”“Udah ah, nggak usah dibahas. Kita langsung berangkat yuk, keburu siang nih,” alihku buru-buru, tidak mau memperpanjang urusan Ratu.Masha mendengus pelan, meski akhirnya luluh. “Iya deh.”Sepulang dari pasar, aku kembali mendapati Pak Husen berdiri di dekat pagar, matanya tampak fokus memantau ke arah dalam.Anehnya, kali ini dia tidak langsung kabur atau menghindar begitu a
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 136
Keesokan paginya, matahari baru saja mengintip malu-malu saat aku hendak pergi ke pasar.Baru saja motorku keluar dari pagar rumah, aku langsung berpapasan dengan Ratu yang hendak membuka pagarnya. Terlihat dari penampilannya, dia kayaknya baru kelar jogging.Penampilannya pagi ini benar-benar membuat mata pria mana pun susah berkedip. Dia mengenakan sport bra ketat berwarna abu-abu yang mengepres bagian dadanya yang berukuran ekstra, dipadukan dengan hot pants senada yang memperlihatkan paha mulus dan kencangnya. Rambut blonde-nya dikuncir kuda. Keringat tipis membasahi leher dan tulang selangkanya, kulitnya berkilau diterpa cahaya pagi, membuat auranya berkali-kali lipat lebih seksi dan menggoda.“Pagi, Mas Argus!” sapa Ratu tiba-tiba, sedikit meninggikan suaranya agar terdengar olehku.“Pagi juga, Mbak,” jawabku berusaha menjaga pandangan agar tetap lurus ke wajahnya, walau mata ini rasanya terus ditarik ke bawah, hendak melipir
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 135
“Sayang! Kamu ngapain sih di situ? Kok malah ngelamun di balik pagar?” teguran Masha sekali lagi terdengar, kali ini lebih nyaring.Aku buru-buru menoleh, memasang senyum senatural mungkin agar dia tidak curiga. “Eh, iya, ini... pagarnya agak seret tadi, Yang. Bentar, ya!”Setelah memastikan Pak Kai sudah benar-benar menghilang, aku pun langsung mendorong pagar besi ini hingga terbuka lebar. Begitu menoleh ke seberang sekali lagi, pintu rumah Ratu sudah tertutup rapat.“Lama banget sih,” gerutu Masha begitu aku kembali ke depan teras, dia mengerucutkan bibirnya yang dipoles lipstik tipis.“Iya, maaf, Bu Bos. Yuk, naik,” kataku sambil membukakan pintu penumpang depan untuknya, sebelum aku sendiri memutar dan duduk di balik setir.Sepanjang jalan keluar dari komplek, isi kepalaku sama sekali tidak bisa fokus. Bayangan kancing baju Pak Kai yang terbuka dan lilitan handuk putih Ratu terus berputar-putar d
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 134
“Cukup! Diam semuanya!” tegur Masha sambil menatap kedua orang tuanya dengan mata memerah menahan amarah. “Papa diam! Miya, kamu juga diam! Bisa nggak sih nggak usah bertengkar di depan kami? Di depan anak-anak kalian sendiri! Kalian ini sudah pada tua, malu sama umur, harusnya bisa jaga sikap! Kasih contoh yang benar!”Meja makan langsung hening seketika.Paman Karyo membuang napas kasar sembari memalingkan muka, begitu pun dengan Tante Miya.Namun ketenangan itu hanya sementara, karena Tante Miya kembali bersuara.“Kalau kamu mau aku dipuji-puji sama warga komplek, oke! Mulai besok aku bakal dandan cantik, pakai baju terbuka sekalian. Tapi jangan salahkan aku kalau pria-pria di komplek ini bakal balik menggoda aku!” ancam Tante Miya ketus. Dia langsung bangkit dan pergi meninggalkan meja makan dengan hentakan kaki yang kesal.Sepeninggal Tante Miya, atmosfer di ruangan ini terasa makin mencekam.Paman Karyo berdeham canggung, mencoba mencairkan suasana. “Sudah, sudah... lanjut makan
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 133
Saat tatapan kami kembali bertemu, pandangan sayu Ratu seolah mengunci mataku. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang penuh arti.Mungkinkah dia sedang menggodaku?Detik itu juga, bayangan liar yang tadi sempat muncul di warung Bu Asih kembali berputar di kepalaku. Malah kali ini visualnya jauh lebih jelas dan intens; aku melihat diriku sendiri sedang bergumul panas dengannya di atas sofa ruang tamu ini.Aku langsung menggelengkan kepala dengan kuat, berusaha keras menepis imajinasi kotor itu dari otakku.‘Sial, aku ini kenapa sih? Kenapa tiap kali lihat matanya, isi kepalaku langsung penuh adegan ranjang melulu?’ batinku heran sekaligus cemas.Kepalaku rasanya mendadak berat dan pening, seperti ada energi tak kasat mata yang sedang memaksaku untuk menuruti hawa nafsu.Dan yang lebih parahnya lagi, di balik celanaku, si Lukman mendadak terbangun dan mulai menegang hebat akibat usapan tangan Ratu di lenganku.Sa
Last Updated: 2026-07-06
You may also like
Istri Simpanan Tuan Muda
Istri Simpanan Tuan Muda
Romansa · Liliput
31.9K views
Istri Bayangan Milik Tuan Muda
Istri Bayangan Milik Tuan Muda
Romansa · Kareniavorg
31.9K views
DANGEROUS LOVE
DANGEROUS LOVE
Romansa · KUMARA
31.9K views
ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....
ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....
Romansa · Evie Yuzuma
31.9K views
Dirty Office
Dirty Office
Romansa · Cynta
31.9K views
Karma Sang Penggoda
Karma Sang Penggoda
Romansa · Azzila07
31.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status