Share

bab 67

Author: Addarayuli
last update Last Updated: 2026-01-05 20:02:23

"MAH...MAMAH.."

Aluna berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil mamanya, dia melemparkan tasnya ke sofa lalu berlari masuk ke dapur.

"Bik, mama dimana bik?" tanya Aluna sambil ngos-ngosan.

"Nyonya ada di taman non, lagi nyiram tanaman. Ada apa memangnya non? Kenapa non Luna kaya cemas gitu?" tanya asisten rumah tangga sedikit khawatir.

"Ceritanya panjang bik, kalau gitu Luna cari mama dulu."

Tanpa menunggu jawaban asisten rumah tangganya, Aluna pergi dari dapur sambil berlari menuju taman yang ada di halaman belakang mansion Jasper. Gadis cantik yang masih memakai seragam sekolah itu pun segera menghampiri mamanya.

"Mamah."

Mona yang sedang membersihkan dauh kering menoleh ke belakang saat mendengar suara anak perempuannya.

"Ada apa Lun kenapa lari-lari gitu sih?" tanya Mona.

"Hah..hah.." Luna membungkukkan tubuhnya sambil memegangi lututunya yang terasa pegal karena berlari.

Mona berdiri dari dudukn

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   bab 74

    "Gimana kabar orang tua kamu Liam?" tanya Andito. "Baik kok Om, mereka tadi baru aja berangkat ke luar kota karena adik mama sakit." jawab William. "Sakit? Terus kenapa lo disini dan nggak ikut mereka?" tanya Nozela tak habis pikir. Ketiga orang yang ada dimeja makan kompak menatap ke arah William. Dan yang ditatap hanya santai saja sambil melanjutkan makannya. "Mereka ngabarin dadakan san kebetulan gue diluar Jel, paling besok gue nyusul mereka." "Maaf ya besok om tante nggak bisa jenguk om kamu, kami juga ada acara." jawab Tiara. "Mama papa mau pergi?" tanya Nozela sambil menatap kedua orang tuanya secara bergantian. Andito mengangguk. "Iya sayang, kebetulan papa ada perjalanan bisnis dua hari. Kamu nggak papa kan di rumah sendiri?" Mulut Nozela terbuka lebar dengan mata sedikit terbelak, disaat liburan seperti ini dia justru harus di rumah sementara semua orang

  • Gairah Sahabatku   bab 73

    Drrtt..drrtt... William merogoh saku celananya saat merasakan ponselnya bergetar, dia menghentikan langkahnya kemudian mengambil ponselnya. Tertera nama Aluna dilayar ponselnya, dia pun segera mengangkat panggilan dari adiknya itu. "Halo Lun." "Halo kak, kakak dimana?" "Ini mau pulang dari apart Clarissa, emang kenapa?" "Kita mau jenguk paman, kakak mau ikut nggak? Kita mau berangakt sekarang soalnya." "Kenapa mendadak sih?" "Ya jangan salahin Luna dong, salahin paman yang tiba-tiba sakit." "Aluna." William terkekeh pelan saat mendengar suara mamanya menegur adiknya disebrang telepon. "Kalian duluan aja, besok kakak nyusul. Kirim alamat rumah sakitnya aja." "Oke deh, tapi kata mama kakak harus tidur di rumah nggak boleh kelayapan kemana-mana." "Kakak udah dewasa kalo Luna lupa." "Mah, kak Liam ngeyel." "Tck, iya ya. Kakak tidur di

  • Gairah Sahabatku   bab 72

    Ckit. William menghentikan mobilnya di basement apartemen Clarissa, dia mematikan mesin mobilnya lalu melepas sabuk pengamannya. Dia menatap ke samping dimana kekasihnya sedang merajuk sambil bersedekap dada. Dia menghela nafas panjang lalu membantu kekasihnya melepaskan sabuk pengaman. William mengulurkan tangannya lalu menyentuh dagu Clarissa. Plak."Apaan sih? Aku kesel sama kamu." Clarissa menampik tangan William dengan kasar lalu keluar dari mobil. Dia lekas berjalan menuju lift meninggalkan William. William menghembuskan nafas kasar, dia bergeggas ikut keluar dari mobil kemudian menyusul kekasihnya. "Cla, tunggu Cla." Saat pintu lift hendak tertutup, William mengulurkan tangannya hingga pintu tak jadi tertutup dan masuk ke dalam. "Kamu jangan narah dong. Itu cuma es krim aja Cla." "Jangan marah kamu bilang?" lirih Clarissa. William menyugarkan rambutnya ke be

  • Gairah Sahabatku   bab 71

    "Oke selesai, terima kasih untuk hari." Mery langsung menghampiri Leon dan membantu melepaskan jaket yang sedang dipakainya, mereka keluar dari studio kemudian masuk ke ruang make up. "Setelah ini apa lagi kegiatanku Mer?" tanya Leon. "Tidak ada, besok siang kita harus kembali ke luar kota lagi untuk event." jawab Mery sambl membantu Leon membersihkan make up. Terdengar suara hembusan nafas dari mulut Leon, pria tampan itu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan matanya. Tubuhnya terasa lelah harus bolak balik luar kota, mungkin saat semester enam nanti dia akan hiatus dari dunia modelingnya dan akan fokus kuliah terlebih dahulu. Dia tak ingin pendidikannya terganggu seperti semester-semester sebelumnya. Leon membuka matanya, dia menatap Mery yang sedang membuang sampah. "Apa ponselku ada pesan Mer?" Mery menoleh ke belakang. "Entah, aku juga belum m

  • Gairah Sahabatku   bab 70

    "Makasih ya seharian ini udah nemenin aku."Clarissa bergelayut manja dilengan William, mereka baru saja keluar dari bioskop setelah selesai menonton film. Willam mengelus pucuk kepala Clarissa dengan lembut, mereka kemudian berjalan menuju parkiran."Masih mau kemana lagi?" tanya William."Kamu nggak capek?"William menggelengkan kepalanya pelan. "Enggak, aku udah janji sama kamu kalo seharian ini waktu aku buat kamu."Kata-kata itu membuat Clarissa melebarkan senyumnya, dia senang karena seharian ini mereka jalan tanpa ada gangguan sedikitpun. Entah itu telepon dari keluarga William atau pun dari Nozela. Clarissa merasa hari ini memang harinya bersama William."Aaa, makasih sayang." Clarissa langsung memeluk tubuh erat William."Sama-sama. Ya udah yuk masuk."Clarissa melepaskan pelukannya membuat William lekas membukakan pintu mobil untuk Clarissa kemudian keduanya langsung masuk ke dalam mobil. William mulai melajukan

  • Gairah Sahabatku   bab 69

    Selama berhari-hari setelah kejadian kecelakaan itu, Nozela lebih memilih di rumah saja tanpa kemana-mana apa lagi dia tak memiliki teman karena Thalia pulang ke rumah orang tuanya. Seharian ini dia hanya tiduran di kamar tanpa melakukan apaun."Huft."Nozela menghembuskan nafas panjang, dia menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia menatap jam didinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul tiga sore, tak terasa sebentar lagi akan malam dan dia terus melakukan hal yang sama."Gue mau ngapain ya?"Ceklek."Astaga Ojel, kamu seharian nggak keluar kamar ngapain sih?"Tiara berdiri diambang pintu kamar putrinya yang masih asik tiduran di ranjang, dia menggeleng-gelengkan kepalanya heran bahkan Tiara sudah tidak bisa lagi berkata-kata melihat Nozela yang seharian ini belum menampakkan diri di rumah."Mama apaan sih, Ojel lgi males ngapa-ngapain mah.""Ayo bangun, lama-lama jadi kepompong kamu tiduran terus. Mau?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status