Share

bab 81

Penulis: Addarayuli
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-17 20:02:12

"Apa kita bisa langsung ke Jakarta?" tanya Leon pada asistennya.

"Apa kamu nggak caoek setelah acara ini? Kita bisa kembali ke hotel dan check out besok pagi." jawab Mery.

Leon menghela nafas panjang, sejak tadi dia gelisah tak tenang. Seperti ada sesuatu yang terjadi tapi dia tidak tahu apa.

Dia menundukkan kepala saat merasakan elusan lembut pada lengannya. Dia melihat Clarie sedang tersenyum ke arahnya.

"Aku capek Leon, bisa kan kita disini semalam lagi? Lagi pula setelah ini jadwal kamu tidak padat."

"Tapi Cla."

"Benar yang dikatakan Clarie, sebaiknya kita kembali ke hotel untuk istirahat. Tidak baik mengemudi dalam keadaan lelah." ucap Mery.

"Huft, baiklah. Sekarang kita kembali ke hotel." putus Leon akhirnya.

Keempat orang itu lekas meninggalkan acara setelah event selesai, mereka berjalan menuju parkiran dimana mobil mereka berada.

Se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
No Signal
thor cuma sebab doak up nya......
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Sahabatku   bab 81

    "Apa kita bisa langsung ke Jakarta?" tanya Leon pada asistennya. "Apa kamu nggak caoek setelah acara ini? Kita bisa kembali ke hotel dan check out besok pagi." jawab Mery. Leon menghela nafas panjang, sejak tadi dia gelisah tak tenang. Seperti ada sesuatu yang terjadi tapi dia tidak tahu apa. Dia menundukkan kepala saat merasakan elusan lembut pada lengannya. Dia melihat Clarie sedang tersenyum ke arahnya. "Aku capek Leon, bisa kan kita disini semalam lagi? Lagi pula setelah ini jadwal kamu tidak padat." "Tapi Cla." "Benar yang dikatakan Clarie, sebaiknya kita kembali ke hotel untuk istirahat. Tidak baik mengemudi dalam keadaan lelah." ucap Mery. "Huft, baiklah. Sekarang kita kembali ke hotel." putus Leon akhirnya. Keempat orang itu lekas meninggalkan acara setelah event selesai, mereka berjalan menuju parkiran dimana mobil mereka berada. Se

  • Gairah Sahabatku   bab 80

    "Lun, kak Ojel kemana?"Luna yang sedang mencoba lipstick seketika menoleh ke belakang, dia kaget mendapati kakaknya yang sedang berdiri dibelakangnya. Kepalanya menoleh ke segala arah mencari keberadan Nozela."Tadi sama aku kok kak, dibelakang Luna tadi." jawab Luna sedikit panik."Tapi kakak lihat dari tadi nggak ada Lun, kakak cuma lihat kamu doang dari tadi.""Terus kak Ojel kemana dong?"Luna meletakkan tester lipstik kembali ke tempatnya, dia mengajak William keluar dari sana kemudian mencari keberadaan Nozela. Merkea berdua mengelilingi sekitar toko itu guna mencari Nozela yang entah dimana keberadaannya."Lo kemana si Jel? Baru juga gue tinggal noleh sebentar udah ilang aja." gumam William.Adanya event yang sedang berlangsung dan banyaknya kerumunan orang membuat William dan Aluna sedikit kesulitan mencari keberadaan Nozela. Mereka bahkan sampai berpencar namun masih belum menemukan Nozela. Kakak bera

  • Gairah Sahabatku   bab 79

    Nozela menyandarkan tubuhnya ke pintu kamar mandi, dia memegangi dadanya yang berdetak kecang sambil memejamkan matanya. Dia sedang berusaha meredakan detak jantungnya yang menggila, semakin hari dia semakin merasakan keanehan pada dirinya ketika berdekatan dengan Wiliam. Nozela merasa ada sesuatu yang membuncah dalam hatinya saat melakukan kontak fisik maupun sekedar bertatapan saja."Kok gue jadi gini sih?"Mata bulat Nozela terbuka dengan perlahan, dia menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya panjang, dia melakukannya beberapa kali sampai perasaannya lebih tenang. Nozela menggigit bibir bawahnya dengan kuat agar dia kembali sadar."Gue nggak mimpi kan? Astaga Liam, lo bener-bener, arghhhhh bisa gila gue."Nozela mengacak rambutnya sendiri, dia lekas masuk ke toilet lalu membuang hajatnya yang sudah diujung tanduk. Selesai membuang air, Nozela berdiri didepan washtafel lalu mencuci tangannya. Dia juga membasuh wajahnya agar lebih segar. Nozela menat

  • Gairah Sahabatku   bab 78

    Drrtt...drrtttWilliam mengerjapkan matanya saat mendengar suara getaran ponsel disamping tubuhnya, saat dia membuka mata dia melihat Nozela yang masih tertidur dipelukannya. Perlahan William mengangkat tangannya agar tidak membangunkan Nozela, dia mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menghubunginya.Melihat nama kekasihnya di layar ponsel, dia segera mengangkat panggilan itu sambil menguap pelan."Halo Cla.""Liam, kamu kemana aja sih? Aku dari tadi hubungin kamu nggak diangkat aku chat juga nggak dibales."William menatap jam pada layar ponselnya yang menunjukkan pukul empat sore."Maaf sayang aku ketiduran.""Ketiduran? Kamu udah janji tadi mau ngabarin aku terus tapi kamu bohong Liam.""Aku beneran ketiduran sayang, maaf ya."Nozela begerak gelisah dalam tidurnya, dia memegang pinggangnya yang tak lagi melingkar tangan William disana. Nozela menoleh ke belakang dan melihat William sedang meng

  • Gairah Sahabatku   bab 77

    "Leon pertahankan senyum kamu." "Ya, oke." Leon dan Clarie selesai melakukan sesi pemotretan untuk brand yang bekerja sama dengan agensi mereka. Siang ini mereka akan langsung menghadiri event disebuah mall terbesar di kota itu untuk acara serupa. Keduanya kembali ke ruang make up bersamaan dengan kedua asisten mereka. "Kamu capek?" tanya Leon. "Sedikit." jawab Clarie sambil tersenyum manis. "Mer, apa habis ini kita langsung ke tempat event?" tanya Leon pada asistennya. "Acaranya masih satu jam lagi, kalian bisa istirahat dulu." "Kamu baik-baik aja Cla?" tanya asisten Clarie. Clarie mengangguk. "Aku baik-baik saja." Sampai di ruang make up, Clarie lekas duduk dikursi sambil menyandarkan tubuhnya. Tangannya menyangga kepalanya yang terasa sedikit pusing. Dia memejamkan matanya sambil sesekali memijit pelipisnya. Pekerjaan yang padat membuatnya kekurangan tidur dan lebih se

  • Gairah Sahabatku   bab 76

    Drrtt...drrrttt.. Clarissa yang hendak membuang sampah mengurungkan niatnya saat ponselnya bergetar, dia mendekat ke arah meja dan seketika tersenyum melihat siapa yang menghubunginya. "Daddy." Clarissa segera mengangkat panggilan dari ayahnya. "Halo daddy." "Kamu tidak pulang? Tidak kangen daddy?" Clarissa membelakan matanya. "Daddy di rumah?" "Iya, daddy tunggu ya." "Oke daddy." Clarissa meletakkan kembali palstik sampahnya ke lantai, dia segera berlari menaiki anak tangga lalu masuk ke dalam kamarnya. Gadis 21 tahun itu mengganti pakaianya dan mengambil tasnya lalu kembali keluar kamar. Dia meninggalkan kamar apartemennya dan bersiap pulang ke rumahnya. Sampai di basement, Clarissa masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia sudah tak sabar bertemu dengan daddynya. Beb

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status