Mag-log inKatya, asisten dosen yang terjepit antara kuliah dan biaya pengobatan ibunya, dipaksa dosen atasannya menjebak Prof. Erland—dosen muda yang dikenal jujur dan berprinsip. Satu malam penuh tipu daya menghancurkan mereka berdua: Erland dicap predator, Katya dijuluki mahasiswi murahan. Saat segalanya runtuh dan Katya kembali dengan kehamilan tak terduga, Erland—pria yang justru paling ia rugikan—menatapnya tanpa benci. “Kalau dunia sudah menjatuhkan kita,” katanya pelan, “biarkan kita bangkit dengan cara yang mereka benci.” Tapi beranikah Katya mempercayai satu-satunya pria yang masih melihatnya tanpa jijik?
view more“Boleh papa gendong?” Tanya laki-laki paruh baya itu denga ragu. Sore ini mobil mewah itu datang, tanpa sopir atau didampingi oleh istri dan anaknya, laki-laki itu datang dengan banyak tentengan di kedua tangannya. Katya melihat ketulusan di wajah itu, tapi dia tahu hal itu belum cukup bagi suaminya. Erland memang menerima ayahnya secara terbuka, sebagi kenln yang menjenguk istrinya yang baru saja melahirkan, bukan sebagai kakek yang menjenguk cucunya.Jurang itu terlalu dalam untuk diseberangi, apalagi setelah kejadian demi kejadian yang terjadi pada mereka akhir-akhir ini. “Boleh, Pa,” kata Katya sambil menyerahkan bayi laki-laki yang ada dalam dekapannya. Sedangkan sang suami seolah tak mendengar permintaan sang ayah dia malah asyik sendiri dengan bayi perempuannya. “Dia tampan sekali mirip Erland waktu kecil,” kata laki-laki itu sedikit menerawang. “Benarkah?” kali ini yang bicara bukan Katya tapi Erland, meski kata itu diucapkan dengan sinis tapi tak mampu menghapus seny
“Katya coba deh nasehatin suamimu, jangan terlalu lebay.” Katya menoleh pada box bayi kembarnya, syukurlah mereka tak terganggu dengan suaranya yang sedang melakukan video call dengan Lyla dan tiba-tiba Prof. Adrian yang sekarang menjadi suami Lyla ikut nimbrung. Biasanya kedua bayi itu akan terganggu dengan suara berisik, tapi dia sedang tak ingin keluar kamar, apalagi dia sedang ngambek dengan suaminya. “Lebay bagaimana pak?” tanya Katya. Laki-laki di seberang sana menatap Katya dengan datar seperti biasanya, tatapan yang jauh berbeda saat dia menoleh pada Lyla, tatapan yang sama yang sering dia dapatkan dari sang suami. Katya bersyukur dalam hati, setelah seumur hidupnya gadis itu hidup dalam kesulitan karena sang ibu, kini ada laki-laki tulus yang akan membahagiakannya. “Dia menunjukkan video anak kalian pada semua orang seolah hanya dia yang punya anak.” Katya tertawa mendengarnya. Setelah gelarnya bertambah menjadi ayah, sang suami memang tidak tanggung-tanggung, bahka
“Kok kalian ada di sini?!” Laki-laki yang biasanya tampil rapi dan berwibawa itu kini tak ada ubahnya seperti orang depresi. Pakaiannya kusut, bahkan sandal yang digunakan meski dua-duanya merk ternama tapi tetap saja beda warna, juga rambutnya yang sering dia acak-acak saking frustasinya. “Ini tempat umum.” Rumah sakit memang tempat umum.Erland yang sedang panik dan khawatir sama sekali tak peduli dengan sindiran sahabatnya itu, dia hanya bisa terduduk lemas di kursi tunggu. “Mbak Katya dimana?” Tanya Lyla yang sejak tadi diam memperhatikan kedua sahabat yang saling berbantahan. “Di dalam,” kata Erland lemah sambil menunjuk ke ruangan bersalin. “Lho bapak tidak ikut masuk, biasanya suaminya boleh masuk.” “Memang boleh lainnya cuma aku yang tidak boleh.” “Kamu belum bayar administrasinya,” kata Adrian sembarangan. Mata Erland menatap sahabatnya tak terima. “Bukan itu.” “Lalu kenapa?” “Aku panik dan membuat Katya ikut panik.” “Ya kamu tenangin dirilah, kenapa ikutan pani
“Cantik banget ya mas pengantinnya, dekorasinya juga bagus.” “Iya mereka juga tampak bahagia, syukurlah.” Katya tersenyum dan mengangguk. “Lyla pernah bilang padaku dia ingin di hari pernikahannya banyak bunga hidup, dan sekarang benar-benar terwujud.” Katya tak pernah menyangka kalau Lyla dan Prof. Adrian berjodoh. Jarak usia mereka yang cukup jauh dan juga status sosialnya menjadi alasan keraguan Katya. Akan tetapi dia lupa kalau sebuah rasa bahkan tak melihat umur ataupun saldo di rekening, mereka datang tiba-tiba tanpa permisi.“Kalau kamu?” Katya mengangkat alisnya tak mengerti. “Aku tidak terlalu suka bunga” “Bukan itu maksudku. Bagaimana pernikahan impianmu? Kamu pasti punya.”Lagi-lagi Katya mengangguk, tentu saja dia punya keinginan seperti itu. Tapi sekarang hal itu tidak mungkin terwujud. “Hanya pernikahan sederhana dengan masakan ibu,” gumam Katya yang membuatnya tercekat di akhir kalimatnya. Sebagai anak petani miskin tentu saja Katya bahkan tak sempat untuk memi
“Erland bisa bicara sebentar.” “Ada apa, Bu Liandra? Jika tentang kasus itu saya sudah melimpahkan pada pengacara,” kata laki-laki itu sambil melanjutkan isi piringnya.Siomay ini terlihat lezat, istrinya pasti akan suka, dan akhir-akhir ini wanita kesayangannya itu nafsu makannya semakin bertamba
Mereka memang sengaja datang saat pesta akan berakhir, para tamu undangan sebagian besar memang sudah kembali pulang, meninggalkan para teman dekat dan saudara yang masih betah mengobrol sambil menikmati hidangan. “Selamat ulang tahun,” kata Erland menjabat tangan ibu tirinya, datar dan formal. T
Katya mengamati wajah-wajah terkejut dan tak puas di depannya. Padahal menurut Katya ini adalah penawaran paling bagus, setidaknya dengan syarat itu mereka tidak perlu lagi mengemis pada suaminya. Mereka tetap bisa sombong seperti dulu tanpa menganggap seorang anak bernama Erland pernah ada. Pem
“Mau mas suapin?” Tanya sang suami dengan manis. Katya menggeleng, dia hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun saat siomay yang dia pesan menjadi sate ayam dan tetap menahannya. Katya akan pura-pura tak tahu apa yang terjadi sampai sang suami sendiri yang mengatakannya. Tadinya dia ingin mendeka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu