Home / Romansa / Gairah Salah Sasaran / Bab 72 | Maaf... Irish

Share

Bab 72 | Maaf... Irish

Author: MAMAZAN
last update publish date: 2026-09-09 10:21:02
Bab 72

“Apa kau tidak menginginkanku lagi, Ian?”

Killian cukup terkejut mendengar kata-kata yang baru saja lolos dari bibir wanitanya. Pria itu menyunggingkan alisnya tipis, menatap Irina dengan raut tidak percaya. “Sayang?”

“Shit! Apa dia salah paham?” pikir Killian panik.

Tanpa ragu, pria tegap itu langsung merengkuh tubuh Irina ke dalam pelukan hangatnya, mengusap punggung wanita itu dengan lembut.

“Kau benar-benar tidak menginginkanku lagi, Ian...” lirih Irina dengan nada rendah, menyandarka
MAMAZAN

OMG! Irina.... :(

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 126 | Apa Yang Terjadi Jika Bukan Aku

    "Kapan kamu balik ke Berlin?"​Irina menghentikan aktivitasnya dan melirik Sasha. Ia diam sejenak, memikirkan jawabannya. "Mungkin satu atau dua minggu lagi."​Sasha mengangguk paham. "Aku pikir kamu bakal stay cukup lama di sini."​Irina terkekeh tipis. "Tidak ada alasan untuk stay lebih lama, kan? Kerjaan di Berlin juga udah numpuk banget."​"Padahal Kane bisa jadi salah satu alasan?" goda Sasha, menaik-turunkan alisnya.​Irina memutar malas bola matanya. "Ck! Tidak, Sasha."​"Apa ada hal lain?"​Deg!​Irina membeku seketika. Entah kenapa, bayangan Killian dan insiden panasnya bersama Killian langsung terlintas begitu saja di kepalanya.​"Sial!" umpatnya dalam hati, merutuki pikirannya sendiri.​"Irina?" panggil Sasha heran melihat perubahan raut wajah sahabatnya.​"Hah? Gak ada kok, Sha."​Sasha menatap Irina dalam-dalam, lalu menepuk pelan bahu wanita itu. "Oke! Tapi kalaupun ada masalah yang mengganjal, sebaiknya kamu selesaikan. Agar tidak ada penyesalan nantinya. Dan jangan per

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 125 | (21+) Aku Menginginkanmu

    Killian mendorong pintu kamar dengan kakinya, lalu perlahan merebahkan tubuh Irish ke atas kasur. Tanpa membuang waktu, pria itu merayap naik ke atas tubuh Irish, mengunci tatapan kekasihnya yang mulai digenangi kabut gairah.​"Sayang ... kamu indah banget," bisik Killian serak, memutus jarak untuk melumat bibir Irish dengan menuntut.​Tangannya bergerak lihai menyibak pakaian yang melilit tubuh Irish hingga polos tanpa sehelai benang pun. Killian menurunkan ciumannya ke leher, berlanjut menyusuri dada, lalu memberikan gigitan-gigitan kecil di sekitar perut mulus kekasihnya.​"Euhm ... Killian ..." desah Irish pasrah, jemarinya meremas rambut lebat Killian saat pria itu makin memosisikan tubuhnya di antara kedua paha Irish yang terbuka.​Killian menundukkan kepala, memisahkan lipatan lembut di pusat sensitif wanita itu dengan jemarinya, sebelum melancarkan jilatan hangatnya tepat di sana.​"Ahhh! Ki-Killian!" Irish tersentak kaget, pinggulnya terangkat refleks. Sensasi basah dan hangat

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 124 | Aku Yakin Akan Perasaanku

    "Apa pun itu?" gumam Killian pelan, seperti berbisik pada dirinya sendiri.​Irish menatap kekasihnya itu lurus-lurus, lalu berkata tenang, "Aku melihat sikapmu kepada Kane bukan seperti orang yang pertama kali bertemu."​"Kane saudara tiriku," jujur Killian akhirnya.​Irish menghela napas lega di dalam hati. Ia tidak menyangka Killian akan dengan mudah mengatakan yang sebenarnya tanpa banyak berbelit-belit.​"Dan?" pancing Irish lagi.​"Hmm, apa yang ingin kamu tanyakan lagi, Sayang?"​Irish memperbaiki posisi duduknya, menatap Killian makin intens. "Kenapa kalian bersikap seperti orang tidak saling mengenal waktu di rumah sakit?"​"Ya karena itu tadi. Aku tidak mau identitasku diketahui orang-orang di sana," sahut Killian beralasan.​"Oke ..." jawab Irish singkat.​Sejujurnya Irish tidak terlalu membutuhkan penjelasan panjang lebar. Selama Killian mau jujur, itu sudah lebih dari cukup baginya saat ini. Soal alasan mendalam atau rahasia lain di baliknya, itu terserah Killian.​Lagi pu

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 123 | Kejujuran

    Menatap pintu di depannya, Killian akhirnya menekan bel unit apartment milik kekasihnya.​Hanya butuh beberapa saat sampai pintu itu terbuka. "Sayang."​Irish menyambutnya dengan senyum tenang, seolah tidak ada ketegangan yang menggantung di antara mereka. "Hmm, masuk, Yank."​Grep!​Bukannya melangkah masuk, Killian justru menarik lembut pergelangan tangan Irish dan memojokkan kekasihnya itu ke dinding lorong pintu. Tatapan mereka bertemu dalam jarak yang begitu dekat, deru napas hangat Killian terasa menyapu wajahnya.​Pria itu langsung melumat bibir kekasihnya, awalnya lembut namun perlahan semakin menuntut dan mendominasi—seolah mencari kepastian bahwa wanita di depannya ini masih miliknya.​"Euhm ..." Irish membalas lumatan itu sejenak. Namun jemarinya yang hinggap di dada bidang Killian perlahan mendorong pelan tubuh pria itu.​Mau tidak mau Killian melepaskan tautan bibir mereka.​Napas keduanya beradu di udara yang mendadak terasa makin pekat.​Killian menatap lekat manik mata

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 122 | Ketegasan Irish

    "Salah orang ..." Kata-kata Clara menghantui Irish sepanjang hari. Kalimat sederhana itu terus berputar gila di kepalanya, memutar ulang memori momen di depan toilet tadi saat Killian mengurung Irina.​Sampai sebuah getaran pesan masuk di ponselnya memaksa Irish kembali ke kesadarannya.​Irish menghela napas, meraih ponsel di atas meja dan membuka pesan dari Rhea.​"Cassian Russo seratus persen terlibat di dalam organisasi. Dia memiliki dua anak laki-laki bernama Killian dan Kane. Killian sendiri bekerja sebagai Dokter spesialis di Rumah Sakit Monschau. Sedangkan Kane, informasi terbaru dia berada di Italia sedang mengambil spesialis obgyn. Apa kamu sudah bertemu dengan Killian?"​Deg!​Irish membeku di tempatnya. Matanya membelalak tak percaya membaca deretan kalimat itu.​"Kane?" gumam Irish shock, tangannya mendadak gemetar hebat. "Jadi ... Kane saudara Killian?"​Ia menyandarkan punggungnya di kursi, menarik napas dalam-dalam berusaha menenangkan dadanya yang bergemuruh. kepingan

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 121 | Kecurigaan Irish

    ​"Aku duluan ya," Irish langsung saja melepas seatbelt miliknya begitu Killian memarkirkan kendaraannya tepat di depan pintu masuk rumah sakit.​Grep!​Killian menggenggam jemari Irish, menahannya sejenak.​"Sayang?"​Irish menoleh, menatap pria di sampingnya. "Ya?""​Are you okay?" lirih Killian dalam hati. Rasanya lidahnya mendadak kelu hanya untuk mengutarakan pertanyaan sederhana itu. Ketakutan akan jawaban Irish menahannya.​"Killian?" Irish menegur kekasihnya yang hanya terdiam membisu itu.​Killian berdeham pelan, berusaha menguasai suaranya. "Aku lanjut urus kerjaan di luar dulu, hmm?"​Irish mengangguk dan tersenyum tipis. "Iya."​Secara perlahan, Irish menarik tangannya dari genggaman Killian. Ia melangkah keluar lalu menutup pintu mobil tanpa menoleh lagi.​Dari balik kaca mobil, Killian menatap punggung kekasihnya yang makin menjauh dengan perasaan bersalah yang menghantam dadanya. "Maafkan aku, Irish."​Irish melangkah masuk melintasi lobi rumah sakit dengan pikiran yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status