แชร์

Bab 110 Pembalasan Denzel

ผู้เขียน: Cynta
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-03 17:49:24

Wanita yang berdiri di ambang pintu itu, dengan bangga memegang dokumen pembatalan pernikahan di tangannya, ia adalah Giselle, mantan Denzel yang telah meninggalkannya, dan kini ingin kembali di sisi Denzel, ia seharusnya sudah bangkrut dan bersembunyi. Tapi kini kehadirannya di ruang Legal Grand Mansion Shaquille adalah kejutan yang disiapkan oleh Velove untuk menggertak Denzel.

​Wajah Denzel yang tadinya penuh kemenangan sempat berubah sepet lapisan es yang tipis. Ia telah mengantisipasi banyak hal, tetapi kedatangan Giselle membawa senjata legal adalah taktik yang menjengkelkan.

​Audrey tersentak, mencengkeram lengan Denzel erat. Ketakutan kembali merayap, melihat ancaman baru yang membawa bukti hukum.

​“Pernikahan yang baru kalian lakukan pagi ini… secara hukum, sudah tidak berlaku,” ulang Giselle, suaranya dipenuhi kemenangan. Ia melangkah mendekat, matanya tertuju pada Audrey dengan rasa jijik. “Kamu dan Papamu yang malang harusnya tahu tempat kalian, Audrey. Tuan Shaquille suda
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
aiiuuu
hebat danzel selalu lebih cepat dr musuh.
goodnovel comment avatar
Cynta
Hihihi.. udah deg-degan ya kak.. 🫢🥹
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
Oalah kirain bklan ada halang rintang pembatalan nikah bnran . akhrnya sat set jg ^^
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 246 Pagi yang menggoda

    ​Satu tembakan tepat sasaran. Pria itu tumbang. Aiden mengatur napasnya yang memburu, menatap sekeliling yang kini sudah dipenuhi oleh tim elit Alpha yang sedang mengamankan area. Aksa menghampiri Aiden dan menepuk bahunya. ​"Kerja bagus, Aiden. Denzel akan puas dengan hasil ini," puji Aksa. ​"Ayo kita bersihkan tempat ini dan kembali. Aku harus mandi sebelum sarapan agar bau mesiu ini hilang," jawab Aiden dengan senyum dingin. ** Denzel sudah bangun lebih dulu. Ia menatap wajah tidur Audrey yang begitu damai. Perlahan, ia mendaratkan ciuman di kelopak mata istrinya, membuat Audrey menggeliat pelan. ​"Mmm... Denzel? Apa ini sudah pagi?" gumam Audrey dengan suara serak khas yang terdengar sangat seksi di telinga Denzel. ​Denzel mengusap pipi Audrey, lalu menarik istrinya ke dalam pelukan hangat di bawah selimut. "Sudah pagi, sayang. Dan hari ini, aku punya janji untuk membawamu ke suatu tempat."

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 245 Perburuan Di Tengah Gairah Mereda

    ​Aiden memperhatikan layar dengan tatapan tajam. "Aku ikut, Aksa. Ini tugas pertamaku. Aku ingin memastikan kejutan yang sedang papa siapkan untuk.. Mama Audrey tidak terganggu oleh sampah-sampah ini."​Aksa menatap Aiden cukup lama, seolah sedang menilai kesiapan mental pria itu. "Baiklah. Bersiaplah dalam satu jam. Pakai perlengkapan tempurmu."“Baik, Aksa.. Terima kasih telah mempercayai ku..” Aiden tersenyum, ia merasa begitu dihargai. **​Sementara itu, di kamar utama, gairah yang tadi membara telah berganti menjadi ketenangan yang sangat manis. Denzel masih memeluk Audrey erat di bawah selimut. Ia mencium kening istrinya yang tampak mulai mengantuk.​"Tidurlah, baby. Besok akan menjadi hari yang menyenangkan untukmu," bisik Denzel lembut.​Audrey tersenyum kecil, ia menyamankan posisinya di dada bidang Denzel. "Sebenarnya... Rencana apa yang kamu bicarakan dengan Fiona tadi di ruang kerja? Aiden sangat penasaran, dan sejujurnya aku juga."​Denzel terkekeh, tangannya mengusap ra

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 244 Ancaman Di Tengah Gairah

    Denzel tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Audrey untuk bernapas tenang. Setelah lumatan panas di bibir, pria itu mulai menanggalkan piyama sutra Audrey dengan gerakan yang terampil namun penuh tuntutan. ​Saat kulit halus Audrey bersentuhan langsung dengan udara dingin kamar, Denzel segera merapatkan tubuhnya yang panas, memberikan sentuhan yang membuat Audrey tersentak kecil. ​"Denzel... Mmmhh, pelan-pelan..." rintih Audrey saat merasakan bibir suaminya kini beralih menjelajahi area dadanya yang kian sensitif. ​Denzel tidak menjawab, ia justru semakin gila mengeksplorasi setiap jengkal tubuh istrinya. Ia melahap squishy Audrey secara bergantian, memberikan isapan-isapan dalam yang membuat Audrey meremas sprei satin di bawahnya dengan kuat. Jemari Denzel pun tidak tinggal diam, tangannya merambat turun ke paha bagian dalam Audrey, memberikan usapan yang menciptakan getaran listrik di sekujur tubuh wanita itu. ​"Kamu begitu indah dalam kegelapan ini, Audrey," bisik Denzel de

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 243 Desahan Tengah Malam

    Suasana taman belakang yang sunyi tiba-tiba pecah oleh teriakan Aiden. Tangannya sudah mengepal, siap melakukan serangan kalau saja yang muncul adalah ancaman. Namun, begitu matanya memperhatikan sosok yang berdiri di di belakangnya, Aiden segera menurunkan tangannya.​"Papa?" gumam Aiden kaget.​Ternyata itu adalah Trustin. Pria itu berjalan perlahan dengan bantuan tongkat kayu mahoninya. Suara gesekan kaki dan ujung tongkat di atas rumput itulah yang tadi memancing insting Aiden. Melihat Papa kandungnya berjalan tertatih, Aiden segera berlari kecil menghampiri dan memapah lengan Trustin.​"Kenapa Papa keluar malam-malam begini? Udaranya sangat dingin, tidak baik untuk kesehatan Papa," kata Aiden dengan nada khawatir yang tulus.​Trustin tersenyum tipis, membiarkan putranya membantunya berjalan menuju bangku taman yang tadi diduduki Aiden. "Papa hanya ingin menghirup udara segar, Aiden. Di kamar rasanya sangat sesak. Kadang, suara keheningan di dalam rumah justru lebih berisik daripa

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 242 Rahasia di Balik Malam

    Di ambang pintu, Aiden berdiri dengan dahi berkerut, menatap satu per satu wajah Denzel, Aksa dan Fiona. ​"Kalian sedang bicara apa sebenarnya?" tanyanya dengan nada penasaran. Aiden menyipitkan matanya, menatap Denzel, Aksa, dan Fiona secara bergantian. "Aku sedang lewat untuk memeriksa keamanan koridor dan mendengar suara kalian. Sepertinya ada yang sangat rahasia sampai harus berkumpul jam segini." ​Denzel, Aksa, dan Fiona sempat saling pandang selama beberapa detik. Mereka menghela napas lega secara bersamaan karena mengira seseorang yang datang itu penyusup atau Audrey yang terbangun. ​"Aiden, kamu mengejutkan kami," ujar Aksa sambil mengendurkan dasinya. "Kami hanya membicarakan detail operasional yang tertunda." ​Aiden tidak semudah itu percaya. Ia melangkah masuk, tangannya bersedekap di dada. "Operasional apa? Bukankah semuanya sudah stabil? Dan kenapa Fiona harus mencatat keinginan Audrey kalau ini masalah operasional pekerjaan?" ​Belum sempat Denzel menjawab pertan

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 241 Gairah yang Tertahan

    Wajah ​Audrey langsung merona hebat, ia memukul bahu Denzel dengan manja. "Denzel! Aksa dan Fiona masih di sana. Jangan mulai lagi.. Ini tempat umum, jangan membuatku malu!"​Denzel tidak mempedulikan protes istrinya. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Audrey, menghirup aroma parfum vanila yang selalu membuatnya gila. Bibirnya mulai memberikan lumatan-lumatan panas, berpindah dari leher menuju telinga Audrey.​"Mmmhh... Denzel... ahh," Audrey mendesah lirih, ia mencengkeram kemeja Denzel saat merasakan lidah suaminya bermain di titik sensitifnya.​"Katakan padaku, Audrey. Apa kamu menyukai kejutan dariku hari ini?" tanya Denzel sambil terus menciumi bahu Audrey yang sedikit terbuka.​"Aku menyukainya... Sangat menyukainya. Terima kasih, sayang," balas Audrey dengan napas yang mulai memburu.​Denzel mengangkat wajahnya, menatap bibir Audrey yang merah dan sedikit terbuka. Tanpa membuang waktu, ia melumat bibir itu dengan penuh gairah. Ciuman mereka menjadi semakin dalam dan panas,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status