Home / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 326 Drama di Meja Makan

Share

Bab 326 Drama di Meja Makan

Author: Cynta
last update Last Updated: 2026-02-18 23:38:01

Pagi itu semua sudah berkumpul di ruang makan, anggota keluarga tampak bertambah karena kehadiran Sarah yang kini duduk di samping Trustin. Wajah pria itu tampak lebih bahagia, sesekali menoleh ke arah Sarah.

​Denzel duduk di kursi sisi lain Trustin, wajah tampak serius, sesekali juga melirik Sarah dengan tatapan menyelidiki. Audrey, yang duduk di sampingnya, tampak sibuk mengatur piring-piring makanan, berusaha bersikap ramah untuk menutupi sifat kaku suaminya.

​"Bu Sarah, silahkan dicicipi s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 340 Ketegangan yang Tersisa

    ​Suasana di lorong VVIP rumah sakit itu perlahan mulai mendingin, namun sisa-sisa ketegangan masih begitu terasa. Bau mesiu yang tadi menyengat kini mulai tersamarkan oleh aroma pembersih lantai yang digunakan petugas rumah sakit di bawah pengawasan ketat tim elit Shaquille. Denzel berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke arah gedung parkir, lokasi di mana helikopter Viktor meledak beberapa jam lalu. Ponsel di sakunya bergetar. Sebuah panggilan dari Aksa. ​[Denzel, pembersihan di area dermaga dan gudang distribusi air sudah selesai. Tidak ada satupun anak buah Viktor yang dibiarkan lolos. Kami sudah memastikan jalur mereka terputus total,] suara Aksa terdengar serak di seberang telepon. ​Denzel menghembuskan napas panjang, matanya yang tajam menatap sisa-puing yang masih berasap di kejauhan. [Bagaimana dengan jasad Viktor? Aku ingin konfirmasi visual, Aksa. Aku tidak butuh laporan 'mungkin' atau 'kemungkinan'.] ​[Tim identifikasi sedang berada di titik jatuhnya bangkai he

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 339 Keluarga Shaquille Berduka

    Trustin tidak tega melihat kesedihan Aiden. Ia hanya menahan Aiden agar tidak terus menerobos masuk kedalam ruang penanganan. Namun Suara denging panjang dari monitor jantung di dalam ruang operasi itu seolah-olah terus terngiang ditelinga Aiden. Ia terus meronta, berusaha melepaskan diri dari dekapan Denzel dan Trustin. Kekuatannya yang biasanya besar kini terasa liar karena didorong rasa putus asa yang mendalam. ​"Lepaskan aku, Pa! Elena memanggilku! Dia butuh aku di dalam sana!" teriak Aiden dengan suara parau yang menyayat hati. ​"Aiden, tenang! Biarkan dokter menanganinya!" bentak Denzel sambil mempererat tangannya yang menahan bahu Aiden. Mata Denzel sendiri berkaca-kaca melihat putra angkatnya hancur seperti itu. Sementra didalam ruangan, melalui celah pintu yang terbuka sedikit, terlihat Dokter Maya sedang melakukan kompresi dada pada Elena. "Satu, dua, tiga... Charge ke 200 joule! Clear!" ​DUG! ​Tubuh Elena terpental di atas meja operasi, namun monitor masih menunjukkan

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 338 Bagaimana Keadaan Mereka?! 

    Denzel segera berbalik dan berlari secepat kilat menuju ruangan sebelah. Di koridor, ia melihat tumpukan mayat musuh yang sudah dilumpuhkan tim elitnya. ​"Jaga pintu ini! Siapa pun yang berani mendekat tanpa izin, tembak di tempat!" perintah Denzel pada dua anggota tim elit yang berjaga di depan kamar Audrey. ​Denzel membuka pintu kamar Audrey dengan kasar. "Audrey!" ​Di dalam, ruangan Denzel melihat Audrey sedang duduk di pojok tempat tidur, meringkuk sambil mendekap erat bayi Kenneth di dadanya. Tubuhnya gemetar hebat, air mata membasahi wajahnya yang pucat. ​"D-Denzel?" suara Audrey bergetar, hampir tidak terdengar di tengah isak tangisnya. ​Denzel langsung menjatuhkan senjatanya ke lantai dan berlari ke arah istrinya. Ia naik ke atas tempat tidur, melingkarkan lengan kokohnya di sekeliling Audrey dan Kenneth. Ia memeluk mereka begitu erat, seolah ingin menyatukan tubuh mereka ke dalam dadanya. ​"Aku di sini, Sayang... Aku di sini. Maafkan aku, aku terlambat," bisik Denzel pa

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 337 Kekacauan di Ruang VVIP

    ​Jendela kamar yang berada di lantai lima itu sudah pecah. Dua orang pria bertopeng sedang mencoba menarik Elena yang berontak di atas tempat tidur, sementara Sarah tergeletak pingsan di lantai dengan luka di kepalanya. ​"LEPASKAN ISTRKU!" teriak Aiden menggelegar. Aiden mencabut pistol dari balik jasnya dan melepaskan tembakan presisi yang menghantam bahu salah satu penculik. Namun, penculik yang satu lagi dengan cepat menarik Elena dan menodongkan pisau tepat di leher istrinya yang sedang pucat pasi. ​"Mundur! Atau istrimu dan bayi di perutnya akan mati sekarang juga!" teriak si penculik dengan suara parau. ​Elena menatap Aiden dengan mata yang penuh ketakutan. "Aiden... Tolong..." ​Di saat yang sama, Denzel dan Trustin sampai di pintu. Trustin langsung berlari menghampiri Sarah yang tidak sadarkan diri, sementara Denzel berdiri di samping Aiden dengan senjata teracung. ​Namun, sesuatu yang lebih mengerikan terjadi. Dari arah luar jendela, terdengar suara helikopter yang mende

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 336 Pemandangan yang Menegangkan

    ​Dokter Maya melepas stetoskopnya dan menatap Aiden dengan ekspresi serius. "Tekanan darahnya sedikit rendah, mungkin karena syok dan kelelahan fisik semalam. Tapi ada hal lain yang perlu kita perhatikan. Elena, apakah kamu merasa ada rasa nyeri di perut bagian bawah?" ​Elena mengangguk pelan. "Sedikit, Dok. Seperti kram." ​Wajah Aiden semakin pucat. Ia menatap Denzel, seolah mencari pegangan. Denzel hanya mengangguk kecil, memberikan kekuatan pada putranya itu. ​"Kita harus melakukan USG ulang untuk memastikan kondisi janinnya. Kejadian pengejaran di hutan semalam pasti memberikan tekanan yang luar biasa pada rahimnya yang masih sangat muda," jelas Dokter Maya. ​Aiden bangkit, ia hendak menggendong Elena menuju ruang radiologi, namun pintu kamar tiba-tiba terbuka kembali. Trustin dan Sarah muncul dengan napas yang sedikit terengah-engah, wajah mereka tampak berseri namun seketika berubah saat melihat situasi di dalam ruangan. ​"Ada apa ini? Kenapa Elena diperiksa?" tanya Trustin

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 335 Cukup Rasakan Milikku

    ​Trustin mendengus keras setelah membaca pesan masuk dari Auden, ia melempar ponselnya kembali ke atas nakas dengan perasaan campur aduk antara kesal dan geli. Pesan dari Aiden benar-benar merusak suasana romantis yang baru saja ia bangun kembali bersama Sarah. ​"Ada apa, Trustin? Kenapa wajahmu jadi merah begitu?" tanya Sarah sambil menarik selimut untuk menutupi dadanya, matanya menatap Trustin dengan rasa ingin tahu yang polos. ​Trustin menoleh, menatap Sarah yang tampak begitu cantik dengan rambut berantakan di atas bantal. Ia menghela napas panjang, lalu menarik Sarah kembali ke dalam pelukannya. "Anak itu... Aiden benar-benar tidak punya sopan santun. Dia menyuruhku mengambil 'pengaman' di kamarnya. Dia pikir papanya ini sudah tidak sanggup mengurus hal seperti itu sendiri?" ​Sarah tertegun sejenak, lalu tawa renyahnya pecah. Ia menutupi mulutnya, mencoba meredam tawa yang membuat bahunya berguncang. "Astaga, Aiden benar-benar perhatian dengan caranya sendiri. Tapi Trustin, m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status