Home / Fantasi / Geger Kahyangan / 941.Sembilan Ribu Dewi

Share

941.Sembilan Ribu Dewi

Author: Gibran
last update publish date: 2026-02-18 18:28:05

Dewi Hijau bernama Hamsika menatap tajam kearah Bara Sena dengan mata yang menyala hijau. Kecantikannya menjadi semakin meningkat saat wanita itu terlihat marah. Kulit putihnya, merona merah membuatnya menjadi semakin mempesona.

"Kau begitu percaya diri! Aku ingin melihat, sampai dimana batas kesombonganmu itu!" ucap Hamsika lalu kemudian dia mengangkat tangan kanannya ke atas.

Dari atas langit sana muncul sembilan selendang yang bersinar hijau. Tak ada suara apa pun kecuali hembusan angin yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Geger Kahyangan   976.Jurus Pembalik Waktu

    Bara Sena dan Pangeran Langit Tian Shan tampak bergerak dengan kecepatan yang sama, seolah-olah mereka menari dalam pertempuran yang menegangkan. Masing-masing melancarkan serangan dan pukulan dengan ketelitian tinggi, berusaha memaksimalkan setiap kesempatan yang ada. Berbeda sekali dengan pengalaman Bara sebelumnya saat berhadapan dengan Gong Yi dan Ning Yi di mana pertempuran terasa begitu mudah dan di bawah kendalinya. Kali ini, di hadapan calon Kaisar Muda Kahyangan Utara, Bara menghadapi perlawanan yang jauh lebih sengit, seolah bertemu lawan yang sebanding dengan dirinya. "Anak kaisar tentu berbeda," gumam Bara dalam hati, mencatat keunggulan yang nyata pada Tian Shan. "Dia mendapatkan perhatian khusus dan pelatihan dari ayahnya serta mendapatkan sumber daya yang seolah tak terbatas. Semua itu menjadikannya lawan yang sangat mematikan, sangat berbeda dibandingkan dengan dua lawanku sebelumnya," lanjut Bara dalam benaknya sambil lihai menghindari serangan kilat dari Tian Shan.

  • Geger Kahyangan   975.Pangeran Langit Tian Shan

    Tubuh Gong Yi sempat menempel pada penghalang raksasa Poseidon yang berdiri megah dan mendominasi pandangan semua orang di arena, sebelum akhirnya jatuh dengan keras ke lantai arena yang dingin dan keras. Dalam keberanian yang tersisa dalam dirinya, tangannya masih bergerak berusaha untuk bangkit dari posisi jatuhnya. Namun begitu, dia merasakan rasa sakit yang luar biasa di perutnya, seakan-akan bagian tubuh itu telah hancur berkeping-keping, membuat dirinya benar-benar tak berkutik dan lumpuh oleh rasa sakit yang menular sampai ke seluruh tubuhnya. Perasaan putus asa dan ketidakberdayaan menyelimuti dirinya, menyadari betapa sulitnya untuk bangkit kembali dari kondisinya yang parah tersebut.. Akhirnya dia memilih untuk menyerah karena dirinya tidak bisa bangkit untuk melanjutkan pertarungannya lagi. "Aku kalah hanya dengan satu pukulan saja... Apa-apaan orang ini..." batin Gong Yi. "Pemenang di pertarungan kedua babak satu lawan satu kembali di menangkan Bara Sena dari Kahyangan

  • Geger Kahyangan   974.Satu Pukulan

    Blam! Tubuh Ning Yi menghantam lantai arena dengan keras. Bara Sena masih melayang di udara sambil menatap kearah wanita tersebut. Beberapa bagian tulang belakang wanita itu patah oleh serangan darinya. Semua dewa yang ada disana menyaksikan aura merah menyelimuti tubuh Ning Yi. Tulang yang patah itu secara aneh tersambung kembali membuat mereka semua menatap takjub tak terkecuali dengan Bara Sena yang ada di arena tersebut. "Inikah kekuatan Tiga Teratai Kehidupan?" ucap Dewa Cahaya tersebut. "Benar. Kemampuan ini sangat unik. Bisa menyembuhkan luka separah apa pun dalam waktu singkat selama dia masih menggunakan jurus tersebut. Jadi, selain kecepatan dan serangan yang meningkat hingga tiga kali lipat, kemampuan penyembuhan diri miliknya juga sama. Melawan orang-orang dari Keluarga Ning Yi sangat merepotkan." kata Jiao Fang. "Kemampuan Ning Yi saja sudah sehebat ini, bagaimana dengan para leluhurnya? Pasti tak kalah hebatnya," kata Bara. "Benar Tuan. Leluhur Ning Yi yang sudah m

  • Geger Kahyangan   973.Tiga Teratai Kehidupan

    Sepuluh Dewa itu saling berhadapan di pinggiran arena. Sun Wukong yang menjadi ketua dari kelompok kahyangan utara tertegun menatap kearah Bara dan kawan-kawan nya. "Sepertinya kita sedang bernasib sial... Kalau melawan Kahyangan Timur atau Kuil Naga Api, mungkin kita masih ada sedikit harapan. Tapi... Kenapa kita harus melawan orang-orang gila ini...?" gumam Sun Wukong. "Apakah kita akan menyerah? Sepertinya, melawan satu orang saja akan sulit bagi kita. Apalagi melawan mereka berlima. Kita sudah tahu, seperti apa kekuatan Bara Sena dan Sukma Geni," sahut Hong Xuan berbisik. Dia tak mau ada yang mendengar percakapan memalukan tersebut. Karena secara tidak langsung Hong Xuan telah mengakui kekuatan lawan dan merendahkan dirinya sendiri. Hal itu bukan tanpa sebab. Karena sebelumnya Hong Xuan pernah dipecundangi oleh Bara Sena padahal waktu itu dirinya sudah bersekutu dengan Triton dan Musai. Namun tetap saja, mereka semua tunduk di kaki sang Dewa Cahaya. "Menyerah? Apa itu terlihat

  • Geger Kahyangan   972.Menyerah

    Dua kelompok yang tengah bertarung memperebutkan nilai, saat ini saling berhadapan di tengah arena pertarungan. Oge, Kong Li dan Yukari berdiri di depan Empat dewa naga petir yang tentu saja memiliki kekuatan misterius. Alessa dengan kemampuan berpindah tempat secara singkat, dan tiga rekannya masih menjadi pertanyaan bagi Oge dan rekan-rekannya. "Pertarungan kelompok, DIMULAI!" seru Poseidon. Alessa yang sudah sejak tadi memendam kekesalan, tanpa banyak berpikir langsung melesat kearah Oge yang berada di posisi paling depan. Dewa Kerbau Gila itu menyeringai lebar kemudian mengeluarkan senjata andalan miliknya berupa gada bulat raksasa. Wung! Gada bulat itu menghadang pergerakan Alessa. Namun tiba-tiba saja wanita itu lenyap tepat disaat gada itu menerjang. Dum! Dentuman dahsyat mengawali pertarungan antar kelompok tersebut. Yukari yang merupakan Dewi Phoenix Biru segera merapal kekuatan miliknya untuk melacak tubuh Alessa. Lingkaran biru raksasa pun tercipta setelah mantra s

  • Geger Kahyangan   971.Tak Ada Lawan

    Tinju Raksasa Basundari menghujam ke lantai arena dengan keras, menciptakan dentuman yang mengguncang dan menyebar ke seluruh penjuru. Suara tersebut menggema dengan dahsyat, diikuti oleh gelombang kekuatan yang sangat kuat sehingga seolah-olah menyeret semua yang ada di sekitarnya, menyapu hingga ke tiap sudut arena pertarungan itu sendiri. Kejadian ini menambah ketegangan dari suasana pertandingan yang sudah mencekam, membuat setiap penonton menahan napas. Alessa yang saat itu tengah berdiri dengan penuh keberanian, langsung merasakan tekanan dahsyat yang tak terhingga dari Medan Pembunuh milik Dewi Raksasa tersebut, seolah-olah ada kekuatan luar biasa yang mendesak dirinya dari segala arah dan membuat udara di sekitarnya menjadi berat dan mencekam. Efek dari kekuatan ini menciptakan suasana yang menakutkan, menimbulkan kengerian yang mengguncangkan jiwanya, seperti berada di bawah bayang-bayang ancaman yang tak terlihat namun sangat nyata."Medan Pembunuh ini tidak hanya mengurang

  • Geger Kahyangan   535.Dunia Ilusi Sang Ratu Iblis

    Bara mengedarkan pandangannya ke segala arah. Pemuda itu cukup terkejut dengan apa yang dia lihat di depannya. Tempat yang sebelumnya gerbang dan hancur mendadak berubah sesaat setelah dia memasuki kubah hitam milik Mayadwipa tersebut. Dia pun menoleh ke kanan dan kekiri mencari sesuatu. "Kemana t

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Geger Kahyangan   560.Penunggu Batu Kuno

    Tubuh Dewi Nagini memancarkan kekuatan yang luar biasa besar. Bahkan tak hanya satu saja tornado air yang tercipta karena kekuatan dari tubuhnya tersebut. Ada sepuluh tornado air raksasa yang muncul dengan suara bergemuruh dahsyat di kawasan Lembah Kabut Biru. Kabut yang ada di sana pun ikut terser

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Geger Kahyangan   557.Sebuah Kejutan

    Sementara itu di Dunia Penyimpanan...Bara Sena bangkit berdiri dengan napas yang terengah-engah. Aura petir merah nampak membungkus tubuhnya. Wajahnya mengernyit menahan rasa sakit karena kekuatan Batara Geni tersebut. Namun kekuatan petir itu tak membuatnya terluka parah."Meski kedua Iblis telah

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Geger Kahyangan   539.Kesal

    Batara Geni menatap tubuh Kahiyang Dewi yang tergeletak di atas lantai Istana Abadi. Matanya pun menatap rambut putih wanita tersebut. Kedatangan sang Batara cukup mengejutkan para pengikut Bara Sena yang sudah ada disana beberapa waktu yang lalu. Lu Xie adalah orang yang paling merasa senang karen

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status