Gerettet Von Dem Verbotenem CEO

Gerettet Von Dem Verbotenem CEO

last updateÚltima atualização : 2026-06-16
Por:  Janne VellamourEm andamento
Idioma: Deutsch
goodnovel18goodnovel
Classificações insuficientes
10Capítulos
248visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Eine durchzechte Nacht, ein verbotener Mann und ein unbändiges Verlangen. Theresa Michaels hat gerade ihre anderthalbjährige Verlobung gelöst, nachdem sie ihren Verlobten in einer kompromittierenden Situation erwischt hat. Um ihren Kummer zu ertränken, betrinkt sie sich in einem Luxus-Nachtclub, fest entschlossen, ihr gebrochenes Herz zu vergessen. Doch was sie nicht erwartet hat: Hector, ein unwiderstehlicher Mann, eilt ihr zu Hilfe. Er ist beschützend, dominant und der beste Freund ihres Vaters. Was passiert, wenn die Anziehungskraft zwischen ihnen überhandnimmt?

Ver mais

Capítulo 1

Kapitel 1

Aku terdiam sejenak, kurang lebih sudah paham apa yang terjadi.

Kupandang mereka dengan tatapan menenangkan, lalu menunduk dan melangkah masuk ke dalam balai.

Di dalam ruangan, Ratih Pradipta bersandar santai di atas dipan empuk, sementara dayang pribadinya memijat kakinya.

Aku segera membungkuk memberi hormat dengan sopan, lalu bertanya, "Nona Ratih, bolehkah hamba tahu kesalahan apa yang para dayang ini lakukan hingga membuat Nona murka?"

Mendengar suaraku, dia menoleh dan menatapku dengan senyum meremehkan. "Mereka tidak melakukan kesalahan apa-apa. Aku cuma merasa risih melihat wajah mereka. Melihat mereka berlutut ramai-ramai seperti ini justru membuatku senang."

Selesai bicara, dia menunjuk sebuah tempat di sampingnya dengan sikap angkuh, lalu menyuruh dayangnya mengambil sebuah anglo arang.

"Kebetulan kamu datang. Aku sudah siapkan tempat untukmu."

"Berlututlah di sana. Kamu baru boleh bangun setelah dua jam."

Api di dalam anglo menyala sangat membara. Jika aku berlutut di atasnya, tak lama kemudian lututku pasti akan hangus dan berdarah. Mana mungkin aku sanggup bertahan selama dua jam?

Namun aku tahu, suka tidak suka, aku tidak bisa menentang perintahnya.

Kalau aku menolak, bisa-bisa para dayang lainnya malah ikut terseret hukuman.

Maka, aku hanya terdiam dan perlahan berlutut di atas anglo yang membara itu.

Meski di musim dingin aku mengenakan pakaian tebal, hanya dalam beberapa saat, lututku terasa terbakar hangus oleh bara arang yang panas membara. Rasa sakitnya sungguh tak tertahankan.

Hukuman di istana ini ada banyak macamnya, dan ini bukan pertama kalinya aku menerima hukuman. Sekeras apa pun rasa sakitnya, aku hanya bisa menggigit bibir dan menahannya agar tidak sampai berteriak.

Melihatku kesakitan, tetapi harus menahannya dalam diam, suasana hati Ratih justru membaik. Dia tertawa puas dan penuh kemenangan.

"Yang Mulia telah tiba!"

Seiring terdengarnya suara kasim yang melengking, Ratih segera bangkit dari dipan. Wajah angkuhnya seketika berubah lembut dan penurut, lalu dia merendahkan tubuhnya untuk memberi hormat.

Bagas bergegas maju membantunya berdiri. Setelah berbalik, pandangannya akhirnya jatuh kepadaku.

Melihat wajahku yang pucat pasi dan peluh mengucur di dahi, raut wajahnya sempat menegang sejenak. Dia lalu menoleh dan bertanya pada Ratih apa yang sebenarnya terjadi.

Ratih panik. Dalam kebingungannya, dia buru-buru mengarang alasan, "Para dayang ini melakukan kesalahan. Maya bukan hanya membela mereka, tetapi juga berani membantahku dan menyiramkan air panas ke tubuhku."

"Aku benar-benar tidak bisa menahan amarah, jadi cuma memberi mereka sedikit pelajaran."

"Yang Mulia, tidak akan menyalahkanku, 'kan?"

Bagas menggenggam tangan gadis itu dengan penuh kasih, lalu berkata lembut, "Tidak perlu tegang. Aku sudah bilang, kamu boleh melakukan apa pun yang kamu mau."

Ratih seolah terbuai oleh perlakuan penuh kasih itu, lalu bertanya lagi, "Benarkah ... aku boleh melakukan apa saja?"

Dia tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja. Janji seorang Raja tak boleh diingkari."

"Selama kamu mau, menghukumku pun boleh, apalagi sekadar menghukum para dayang itu."

Mendengar ucapan manis sang Raja, wajah cantik Ratih merona merah padam. Mereka bergandengan tangan dan berjalan ke balik tirai. Aku tak bisa lagi melihat ekspresi mereka, hanya bisa mendengar percakapan mereka dari sini.

"Yang Mulia, ini kue yang kubuat sendiri. Silakan dicicipi."

"Ini pertama kalinya aku membuatnya. Aku tidak tahu apa cocok dengan selera Yang Mulia."

Bagas sejatinya bersikap dingin. Sejak menjadi Raja, dia makin tak menunjukkan emosi di wajahnya. Namun, kali ini aku justru mendengar nada bergetar dan penuh kejutan dalam suaranya, "Kue ini kamu buat sendiri untukku?"

Ratih mengangguk malu-malu. "Iya. Yang Mulia terlalu baik padaku. Aku tak punya apa-apa untuk membalasnya, jadi cuma bisa membuat kue ini sebagai balasan."

Nyala lilin berkedip-kedip, memantulkan bayangan mereka yang saling bersandar di atas tirai, bagaikan sebuah lukisan yang sungguh indah.

Entah kenapa, saat menatap mereka, mataku perlahan mulai berkaca-kaca.

Mungkin karena aku sadar, pria yang sangat kucintai ini kini makin menjauh dariku.

Dulu, dia hanyalah seorang pangeran yang tak diperhatikan. Ibunya difitnah hingga tewas dan dia harus tumbuh di Istana Dingin.

Ibuku adalah dayang kepercayaan yang melayani ibu Bagas. Setelah menjaganya selama beberapa tahun, ibuku pun meninggal karena sakit.

Sejak saat itu, hanya ada kami berdua yang saling bergantung untuk bertahan hidup.

Kehidupan di Istana Pengasingan sungguh menyedihkan. Perut selalu lapar, tubuh selalu kedinginan. Demi mendapatkan sepotong roti kukus, aku rela mencuci pakaian para dayang hingga tangan ini penuh dengan luka radang dingin. Luka itu bahkan masih sering kambuh setiap musim dingin.

Ketika kasim-kasim muda menindasnya, aku menerjang mereka seperti anjing gila. Aku menerima pukulan demi pukulan, sambil menggigit dan mencakar mereka sekuat tenaga.

Hampir separuh nyawaku kukorbankan hanya untuk melindunginya agar dia bisa bertahan hidup di tempat itu.

Namun, hanya karena Ratih memberinya sehelai jubah saat dia dihukum berlutut, dia langsung terpikat dan mencintainya mati-matian.

Setelah naik takhta, hal pertama yang dia lakukan adalah membawanya masuk ke istana, memanjakannya bagaikan permata yang sangat berharga.

Dia keluar sebagai pemenang dalam perebutan takhta yang berdarah. Membunuh ayah, saudara, dan sahabatnya sendiri, membuat nama Bagas Abimana dikenal sebagai sosok yang kejam dan tak kenal ampun di luar istana.

Mendengar kabar tersebut, Ratih awalnya sangat ketakutan. Dia menolak menjadi permaisuri dan setiap hari hanya bersembunyi di istana dalam sambil menangis.

Sosok yang biasanya bertindak cepat, tegas, dan tak kenal ampun itu, untuk pertama kalinya menampakkan tatapan selembut sutra saat melihat gadis itu menangis.

Dia tidak memaksanya menjadi Ratu, melainkan perlahan menaklukkan hatinya, mencari segala cara demi melihat senyum di wajah gadis itu.

Jika Raja terdahulu memiliki tiga ribu selir di istana dalam, maka istana Bagas hanya diisi oleh Ratih seorang.

Demi memudahkannya beraktivitas di istana dalam, dia bahkan 'menghadiahkan' diriku, yang selama ini selalu berada di sisinya kepada Ratih, agar aku bisa mengurus segala kebutuhan hidupnya.

Lama-kelamaan, Ratih akhirnya menyadari betapa dalamnya cinta Bagas padanya, dan mulai bersikap angkuh karena merasa paling disayang.

Tersadar dari lamunan, aku menatap siluet mereka yang saling bersandar di balik tirai, lalu mengukir senyum getir yang penuh ejekan untuk diriku sendiri.

Sudah bertahun-tahun, aku menemani pria ini melewati masa-masa tersulitnya.

Namun, dia tak lagi ingat bagaimana aku menerjang badai hingga ke luar kota hanya demi mencari obat untuknya.

Dia tak ingat bagaimana kakiku nyaris patah demi memohon ampun untuknya.

Dia tak ingat malam-malam kami saling menghangatkan tubuh, hari-hari penuh gairah dan keintiman yang kami lalui bersama.

Dia justru hanya mengingat sehelai jubah luar yang diberikan Ratih kepadanya.

Namun, tak apalah. Jika dia lupa, biarlah.

Aku pun akan melupakannya. Karena sebentar lagi, aku akan pergi untuk selamanya.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos
Sem comentários
10 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status