Short
Gerimis Terakhir di Jianika

Gerimis Terakhir di Jianika

By:  C.HCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
194views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tepat pada tahun kesepuluh sejak aku terlempar ke dunia modern tanpa sengaja, sistem akhirnya menyadari keberadaanku sebagai sebuah anomali. Sistem bersiap mengirimku kembali ke dinasti asalku dan memberiku waktu tiga hari untuk berpamitan. Pada hari pertama, Viona Limawan memintaku merelakan pernikahan kami demi sahabat masa kecilnya. Aku tidak menangis atau membuat keributan. Aku hanya tersenyum, melepas cincin pertunangan, lalu mengembalikannya kepadanya. Hari kedua, dia membawa sahabat masa kecilnya pulang dan berkata ingin memberinya tempat tinggal. Aku menerimanya dengan tenang dan memilih mengalah. Hari ketiga, dia ingin mengajak sahabat masa kecilnya berbulan madu ke Jianika, tempat yang selama ini paling ingin kukunjungi. Aku tetap membantunya mengatur semua persiapannya dengan sabar. Namun, saat kendaraan yang membawa mereka melaju menuju Jianika, aku justru berbalik dan melangkah menuju arah pulangku sendiri. Mimpi yang bertahan selama sepuluh tahun akhirnya benar-benar usai.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku duduk di depan meja rias, menatap deretan foto diriku dan Viona di layar ponsel. Meski sudah berusaha tenang, dadaku tetap terasa nyeri.

Tak ada satu pun foto yang menunjukkan kemesraan di antara kita.

Sebagian besar hanya memperlihatkan dia yang menggandeng lenganku atau menyandarkan kepala di bahuku sambil tersenyum cerah.

Sudut-sudut kota yang pernah kami kunjungi bersama, matahari terbit dan terbenam yang pernah kami lihat, serta kereta bawah tanah sesak yang pernah kita naiki bersama.

Hampir semuanya diambil tanpa direncanakan.

Namun, di setiap foto, matanya selalu berbinar, seolah menyimpan cahaya bintang di dalamnya.

Aku kembali membuka pesan yang dikirim Viona setengah jam sebelumnya.

[Keenan, maaf. Aku nggak bisa biarin Dion pergi dengan membawa penyesalan.]

[Aku menikah dengannya cuma untuk memenuhi keinginan terakhirnya sebelum meninggal. Setelah semuanya selesai, kita akan langsung mendaftarkan pernikahan kita secara resmi. Kamu pasti mengerti, 'kan?]

Seandainya ini terjadi beberapa waktu lalu, saat Viona memintaku merelakan pernikahan kami hanya karena sahabat masa kecilnya mengirim surat yang menyatakan dirinya mengidap kanker tepat di hari pernikahan dan ingin menikah dengannya sebelum meninggal, mungkin aku sudah kehilangan kendali.

Namun sekarang, aku akan pergi dan kembali ke zamanku sendiri.

Dunia itu memang jauh tertinggal dibandingkan zaman modern. Teknologinya belum berkembang dan rakyatnya pun belum hidup berkecukupan.

Masih banyak orang yang bahkan kesulitan mendapatkan makanan dan pakaian hangat.

Karena itu, sebelum pulang, aku ingin mempelajari sebanyak mungkin hal agar bisa kubawa kembali ke dinastiku. Masih terlalu banyak yang harus kupelajari hingga aku bahkan tak punya waktu untuk larut dalam kesedihan.

Jariku sempat berhenti di atas kolom percakapan, tapi pada akhirnya, aku hanya mematikan layar ponsel perlahan.

Saat perias masuk sambil mendorong pintu, aku sedang berdiri di depan cermin merapikan dasi.

Dia tersenyum sambil bercanda. "Pak Keenan kelihatan santai sekali hari ini. Nggak seperti orang yang mau nikah, malah kayak mau pergi liburan."

Aku hanya tersenyum tipis tanpa menanggapi.

Pria di dalam cermin mengenakan setelan jas putih yang rapi. Ekspresinya tampak tenang, seolah sengaja dipaksakan. Hanya sudut matanya yang sedikit memerah, mengungkapkan lelah yang nyaris tak kentara.

Sudah sepuluh tahun berlalu.

Dari seseorang yang awalnya mengenakan jubah kain kasar dan panik di tengah hiruk-pikuk jalanan, hingga kini mahir menggunakan ponsel pintar dan mengenakan pakaian modern, aku sudah terbiasa dengan semua yang ada di sini.

Namun, Viona tetap menjadi jejak paling dalam dari seluruh prosesku beradaptasi, sekaligus ikatan yang paling sulit kulepaskan.

"Keenan, sudah siap?"

Suara Viona terdengar dari balik pintu, disertai sedikit getaran yang nyaris tak kentara.

Aku menarik napas panjang sebelum membuka pintu.

Dia berdiri di sana dengan gaun pengantin putih yang anggun, secantik sosok yang baru melangkah keluar dari sebuah lukisan.

Hanya saja, mata yang dulu selalu berbinar kini justru menghindari tatapanku.

Di sampingnya berdiri seorang pria berwajah pucat dengan setelan putih senada, sahabat masa kecilnya, Dion Johandi.

"Keenan, terima kasih."

Dion berbicara dengan suara lemah. "Aku tahu ini sangat nggak adil buat kamu, tapi aku ...."

"Nggak perlu dilanjutin."

Aku memotong ucapannya, lalu menatap Viona. "Aku sudah hafal seluruh rangkaian acaranya. Kalian tinggal menjalaninya seperti biasa. Kalau ada yang perlu kubantu, bilang saja."

"Kalau kepergianku bisa buat kamu lebih tenang, aku nggak keberatan."

Mendengar kata-kataku, wajah Viona yang biasanya tenang seketika dipenuhi kepanikan.

"Pergi? Keenan, kamu mau ke mana?"

Aku tidak menjawab. Namun, Dion yang berdiri di sampingnya lebih dulu berbicara.

Dia menatapku dengan sorot mata penuh sindiran, tetapi nada suaranya saat berbicara justru terdengar memelas.

"Aku tahu Kak Keenan pasti benci aku karena semua ini. Ini memang salahku. Viona, cepat hibur dia. Bagaimanapun juga, di zaman ini dia cuma punya kamu."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status