Share

Bab 15

Author: Joker Sarjana
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-10 22:10:59

Setelah membuka pintu, aku kembali mengangkat baskom berisi air, lalu melangkah masuk ke dalam.

Aku menundukkan kepala, menatap lantai yang kupijak. Pemandangan di dalam kamar mandi sebenarnya tidak terlalu gelap. Ada sedikit cahaya yang masuk melalui celah ventilasi dinding kamar mandi.

Namun Mama Jessica, mungkin tidak bisa kemana-mana, dikarenakan matanya perih karena sabun, belum lagi dengan licinnya lantai. Membuatnya mematung di dekat shower.

Aku melangkah pelan, hati-hati agar tidak terp
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Godaan Mama Muda   Bab 348

    Kara berdiri di tengah ballroom mewah yang penuh lampu kristal berkilauan. Gaun hitam sederhana yang dikenakannya terasa biasa saja di antara gaun-gaun mewah para tamu. Semua mata keluarga Lang tertuju padanya. Ada yang melihat dengan iri, ada yang curiga, dan ada pula yang tersenyum palsu seolah-olah mereka mendukungnya.Mira, wanita yang kemarin mengajaknya ke sini, berdiri di samping Kara sambil menyentuh bahu gadis itu dengan lembut. “Kamu pewaris tunggal sekarang, Kara. Semua milik kakekmu, Victor Lang, jatuh ke tanganmu. Ratusan miliar rupiah, rumah-rumah besar, perusahaan-perusahaan, bahkan saham di luar negeri. Tinggal bilang ‘ya’, dan kamu tidak perlu lagi hidup susah di rumah kecil itu.”Kara menunduk, melihat surat wasiat asli yang masih dipegangnya. Tulisan tangan kakeknya yang dulu terasa dingin kini seperti janji kekayaan yang menggoda. Ia ingat bagaimana hidupnya selama ini—rumah kecil yang bocor kalau hujan deras, makan seadanya, dan ibunya yang selalu capek bekerja.

  • Godaan Mama Muda   Bab 347

    Waktu berlalu cepat. Sudah dua belas tahun berlalu sejak Kara kecil dulu diselamatkan dari situasi sulit di keluarga asalnya. Kini Kara sudah berusia 12 tahun.Gadis yang dulu rapuh dan sering menangis diam-diam itu kini telah tumbuh menjadi remaja yang cantik. Rambutnya panjang sebahu, hitam dan lurus, biasanya diikat rapi saat berangkat sekolah.Matanya masih menyimpan kedalaman luka masa kecil, tapi sekarang ada kekuatan dan ketegasan di sana yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa kagum.Arka, adik laki-lakinya yang sekarang berusia 9 tahun, sudah menjadi bocah yang sangat aktif dan nakal. Ia selalu mengikuti kakaknya ke mana-mana, seperti bayangan kecil yang ribut. Rumah mereka yang dulu kecil dan sederhana sudah diganti dengan rumah dua lantai yang lebih nyaman di pinggiran kota. Meski lebih besar, rumah itu tetap terasa hangat.Ada taman kecil di belakang, ruang keluarga yang selalu penuh mainan Arka, dan dapur yang menjadi pusat kegiatan setiap pagi.Radit masih memimpi

  • Godaan Mama Muda   Bab 346

    Pagi itu Radit belum memejamkan mata sama sekali. Sejak subuh, ia duduk diam di teras depan rumah kecil mereka, sebatang rokok menyala di antara jari-jarinya yang kasar. Asap tipis mengepul pelan di udara dingin pagi.Matanya lelah, lingkaran hitam tebal menggantung di bawah kelopak, tapi tatapannya tetap waspada. Sesekali ia melirik ke dalam rumah melalui jendela kaca yang buram.Di kamar utama, Kara tidur meringkuk di tengah, dipeluk Maya di satu sisi dan Arka di sisi lain. Ketiganya terlihat seperti sedang berjaga-jaga, seolah takut ada sesuatu yang datang dan mengganggu ketenangan yang rapuh itu.Radit menghela napas panjang. Sudah berhari-hari ia seperti ini—gelisah, takut, dan penuh penyesalan. Kehidupan mereka yang baru mulai membaik kembali terguncang setelah rekaman lama itu beredar. Rekaman yang membuat Kara menangis berhari-hari, yang membuatnya mempertanyakan segalanya tentang ayahnya.Pukul 08.45, sebuah mobil hitam mengkilap berhenti tepat di depan gerbang rumah. Radit l

  • Godaan Mama Muda   Bab 345

    Pagi itu udara terasa dingin. Radit sudah berdiri di teras rumah sejak subuh, matanya terus tertuju ke arah gerbang. Sesekali ia melirik jam di ponselnya. Kara masih tidur di dalam rumah, tapi Radit sudah merasa gelisah sejak bangun. Hari ini rasanya akan jadi hari yang berat.Pukul 09.15, terdengar suara motor mendekat. Seorang kurir ojek online turun sambil membawa kotak kecil berwarna hitam. Kotak itu diikat dengan pita merah yang mencolok. Tidak ada nama pengirim. Hanya ada tulisan tangan rapi di atasnya:Untuk Kara, Dari Seseorang yang Tahu Semua Rahasia PapamuRadit merasa tangannya dingin saat mengambil kotak itu. Tak lama kemudian, Maya keluar dari rumah dengan wajah tegang. “Buka di luar saja, Dit. Jangan dibawa masuk dulu,” kata Maya pelan.Mereka membuka kotak itu di teras. Di dalamnya hanya ada sebuah flashdisk kecil dan selembar kertas lipat.Radit membaca surat itu dengan suara pelan:“Kara, ini hadiah terakhir dariku. Rekaman malam ketika papamu memutuskan untuk menin

  • Godaan Mama Muda   Bab 344

    Paket itu datang keesokan paginya, tepat pukul 09.00. Sebuah amplop cokelat tebal tanpa perangko, hanya ditulis tangan dengan huruf besar menggunakan tinta hitam.Untuk Kara Pranata, Dari Kakekmu, Victor Lang.Radit yang menerima paket dari kurir langsung membeku di teras rumah. Tangannya gemetar saat memegang amplop itu. Maya muncul di belakangnya, wajahnya langsung pucat.“Kita buang saja,” bisik Maya cepat. “Nggak usah dibuka.”Tapi Kara sudah muncul di pintu, masih memakai piyama kuningnya. Boneka kelinci kesayangannya didekap erat di dada. “Itu untuk Kara ya, Pa?” tanyanya polos.Radit tidak bisa bohong. Ia berlutut di depan putrinya, memegang amplop tebal itu dengan tangan yang terasa dingin. “Ini surat dari kakekmu, Kara. Orang yang dulu pernah bilang hal-hal buruk tentang kamu. Kamu nggak harus baca kalau nggak mau. Papa nggak maksa.”Kara menatap amplop itu cukup lama. Matanya berkaca-kaca, tapi ada tekad yang sudah kuat di sana. “Kara mau baca, Pa. Kara mau tahu semuanya. Su

  • Godaan Mama Muda   Bab 343

    Pagi sidang darurat itu datang dengan suasana yang berat. Langit mendung menggantung di atas kota sejak subuh, membuat udara terasa dingin dan menekan. Di rumah kecil keluarga Pranata, tidak ada satu pun yang benar-benar bisa menikmati sarapan.Maya berkali-kali memeriksa tas Kara, memastikan semua kebutuhan putrinya sudah lengkap. Arka yang biasanya cerewet hanya duduk diam di meja makan sambil sesekali melirik kakaknya.Sementara itu, Kara berdiri di depan cermin kamarnya.Gadis kecil itu mengenakan baju putih sederhana yang dipilih Maya malam sebelumnya. Rambutnya disisir rapi, dan di kedua tangannya ia memeluk boneka kelinci kesayangannya dengan erat.Meski berusaha terlihat kuat, wajah Kara menunjukkan kegelisahan yang sulit disembunyikan.Saat pintu kamar terbuka, Radit masuk perlahan."Kamu sudah siap, Sayang?" tanyanya lembut.Kara menoleh. Matanya tampak sedikit merah karena kurang tidur."Pa..." suaranya lirih. "Kara takut."Jantung Radit terasa diremas.Ia berlutut hingga s

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status