Share

Bab 209

Author: Joker Sarjana
last update publish date: 2026-03-14 22:01:29
Maya pulang dari kantor sekitar jam 8 malam, lebih larut dari biasanya karena ada tenggat proyek. Dia menemukan Radit duduk di meja makan dengan laptop terbuka, dikelilingi dokumen-dokumen yayasan yang di-print, dengan wajah yang sangat tertekan.

"Radit? Kamu kenapa?"

Radit mengangkat kepalanya, matanya merah, jelas dia sudah menangis atau hampir menangis.

"Maya, duduk. Aku perlu cerita sesuatu."

Maya langsung merasa kecemasan naik. Dia duduk dengan hati-hati.

Radit menceritakan semuan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Mama Muda   Bab 222

    Enam bulan berlalu dengan campuran kemajuan dan kemunduran.Radit berkomitmen pada terapi individu dua kali seminggu. Sesi yang menyakitkan yang memaksanya untuk menghadapi bukan hanya trauma, tapi juga pola kepribadian yang merusak.Terapi pasangan setiap minggu dengan Dr. Chen, terapis yang blak-blakan tapi efektif. Ada sesi yang berakhir dengan air mata. Ada sesi yang berakhir dengan terobosan.Kara berkembang pesat di sekolah barunya. Ada teman. Ada rutinitas. Ada kestabilan.Hubungannya dengan Bima perlahan membaik, menjadi tidak terlalu beracun. Bima masih manipulatif kadang, tapi konseling pengasuhan bersama yang diwajibkan pengadilan benar-benar membantu.Hubungan Kara dengan Radit juga semakin dalam. Dia mulai memanggilnya "Om Dit" dengan penuh kasih yang tulus.Radit menemukan keseimbangan, perjalanan bulanan ke Jakarta, kehadiran virtual yang kuat, dan Rara yang membuktikan dirinya sebagai pemimpin operasional yang luar biasa.Yayasan justru berkembang, sekarang mendukung 1

  • Godaan Mama Muda   Bab 221

    Pengadilan, pukul 15:15 WIB, setelah musyawarah.Satu jam lima belas menit terasa seperti seumur hidup.Ketika panitera akhirnya memanggil mereka kembali ke ruang sidang, tangan Maya gemetar begitu hebat sampai Radit harus membantunya berdiri.Hakim Sari masuk dengan wajah yang tegas, mustahil dibaca."Sidang dilanjutkan. Setelah meninjau semua bukti, kesaksian, dan perkembangan baru yang signifikan, pengadilan telah mencapai keputusan."Hening total di ruangan."Pertama, mengenai klaim Bapak Bima Prakasa bahwa Ibu Maya Kusuma tidak layak sebagai orang tua pengasuh utama: pengadilan menolak klaim ini. Bukti menunjukkan bahwa Ibu Maya adalah ibu yang penuh kasih dan mampu, dan bahwa sebagian besar 'bukti' yang dipresentasikan oleh pemohon adalah hasil dari manipulasi dan pengasingan orang tua."Maya menangis, kelegaan yang luar biasa.Tapi Hakim belum selesai."Namun, pengadilan juga khawatir dengan ketidakstabilan dalam kondisi tempat tinggal Ibu Maya. Hubungan dengan Bapak Radit Pram

  • Godaan Mama Muda   Bab 220

    Permohonan diajukan jam 6 pagi. Pada jam 8, mereka menerima tanggapan.Hakim setuju untuk meninjau bukti baru. Sidang darurat dijadwalkan untuk hari itu juga. Jam 2 siang."Sial," napas Radit. "Cepat sekali.""Hakim ingin penyelesaian," kata Ibu Ratna. "Dia mungkin sudah frustrasi dengan bolak-balik kasus ini. Ini akan jadi sidang terakhir. Setelah hari ini, keputusan akan final."Mereka punya 6 jam untuk bersiap.Tapi ada satu masalah.Alya perlu hadir untuk memverifikasi bukti. Untuk memastikan keasliannya dan menjelaskan bagaimana dia mendapatkannya."Dia tidak akan datang," kata Maya. "Dia punya perintah penahanan. Secara hukum dia tidak bisa berada di ruangan yang sama dengan kita.""Perintah penahanan bisa dicabut sementara untuk proses pengadilan," jelas Ibu Ratna. "Kalau dia setuju untuk bersaksi.""Jadi seseorang harus menghubunginya," kata Radit.Semua orang menatap Radit."Oh tidak," kata Radit. "Aku sudah cukup bermasalah dengan Maya karena bertemu dia sekali, ""Kamu satu

  • Godaan Mama Muda   Bab 219

    Hotel - Jam 4 SoreRadit kembali ke hotel dengan tablet. Maya dan Mama Jessica sedang menonton TV dengan hampir tanpa perhatian."Radit!" Maya langsung berdiri saat melihat dia. "Bagaimana pertemuannya?"Radit menarik napas dalam."Tidak ada pertemuan dengan donor. Aku berbohong."Maya terdiam. Mama Jessica menegang."Kamu... apa?""Aku bertemu seseorang. Seseorang yang punya informasi tentang Bima. Dan aku tidak memberitahumu karena aku tidak tahu apakah informasi itu valid atau jebakan.""Siapa?" suara Maya dingin."Alya."Keheningan yang memekakkan.Lalu Maya meledak:"Kamu ketemu Alya?! Setelah semua yang dia lakukan?! Setelah kamu berjanji untuk tidak menyimpan rahasia?!""Maya, dengar...""Tidak!" Maya gemetar karena marah dan sakit hati. "Kamu bohong ke aku! Kamu melakukan ini diam-diam di belakangku! Kamu...""Dia punya bukti!" Radit meninggikan suaranya, menunjukkan tablet. "Bukti bahwa Bima berselingkuh! Ini bisa mengubah kasus hak asuh!"Maya berhenti, menatap tablet."Apa?

  • Godaan Mama Muda   Bab 218

    Radit terbangun dengan leher yang kaku, dia tertidur di sofa hotel karena tidak mau mengganggu Maya yang akhirnya bisa tidur setelah minum obat penenang yang diresepkan dokter.Ponselnya menunjukkan 47 panggilan tak terjawab dan 89 pesan belum dibaca.Sebagian besar dari media yang minta wawancara atau komentar.Beberapa dari donor yayasan yang khawatir.Satu dari nomor tidak dikenal dengan pesan yang membuat darahnya dingin:Tidak Dikenal: Radit, ini sudah di luar kendali. Kita perlu bicara. Temui aku. Sendiri. - AAlya.Sialan Alya.Dia hampir menghapus pesan itu tanpa baca lebih lanjut, tapi ada lampiran, sebuah foto.Foto Bima... dengan wanita yang bukan Maya. Di restoran. Intim. Penanda waktu: dua minggu lalu.Radit memperbesar foto. Wanita itu... dia tidak kenal. Tapi bahasa tubuh mereka jelas lebih dari sekadar makan malam bisnis.Pesan lain masuk:Tidak Dikenal: Aku punya lebih banyak. Video. Pesan. Bima sudah berselingkuh selama berbulan-bulan. Aku bisa membantumu. Tapi kamu

  • Godaan Mama Muda   Bab 217

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan - Jam 9 PagiRuang sidang ternyata penuh. Ada media (terbatas yang diizinkan masuk), ada anggota keluarga dari kedua pihak, ada juga pengamat yang entah kenapa tertarik.Radit duduk di barisan belakang, dia secara teknis bukan pihak dalam kasus ini jadi dia tidak bisa duduk bersama Maya di depan.Maya duduk dengan Ibu Ratna di sisi penggugat (secara teknis Bima adalah pemohon jadi Maya adalah termohon, tapi istilahnya bisa berbeda-beda).Bima duduk di sisi berlawanan dengan tim pengacaranya, tiga pengacara untuk satu kasus, menunjukkan sumber daya yang dia miliki.Hakim masuk, Ibu Hakim Sari Kusuma, perempuan di usia 50-an dengan reputasi tegas tapi adil."Sidang dibuka. Kasus permohonan perubahan hak asuh, Bima Prakasa melawan Maya Kusuma Prakasa."Pengacara Bima berdiri, menyampaikan argumen dengan sangat profesional:"Yang Mulia, kami mengajukan permohonan darurat karena ada perubahan signifikan dalam keadaan yang memengaruhi kesejahteraan anak. Se

  • Godaan Mama Muda   Bab 179

    "Radit," bisik Alya pelan. "Kamu... kamu menyesal?"Radit tidak langsung menjawab.Karena dia tidak tahu jawabannya.Apakah dia menyesal?Secara moral... iya. Sangat menyesal.Tapi secara emosional... dia merasa sesuatu yang sudah lama tidak dia rasakan.Dicintai. Diinginkan. Dihargai."Aku gak tah

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Godaan Mama Muda   Bab 175

    Radit tidak tidur di kamar utama malam itu. Dinda tidak mengizinkannya masuk.Pintu kamar masih terkunci dari dalam. Radit sudah mengetuk beberapa kali, memanggil nama Dinda dengan lembut, meminta maaf berkali-kali.Tapi tidak ada jawaban.Hanya keheningan yang menyakitkan.Akhirnya Radit menyerah.

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Godaan Mama Muda   Bab 174

    Radit berdiri di sana beberapa detik, menatap istrinya yang sekarang menangis dengan tubuh gemetar.Lalu dia mengambil bajunya dan keluar dari kamar.Menutup pintu dengan pelan.Dan mendengar suara Dinda menangis dari dalam, tangisan yang sangat menyakitkan, tangisan yang membuat dadanya hancur ber

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Godaan Mama Muda   Bab 177

    Radit duduk di tepi ranjang hotel dengan kepala tertunduk, kedua tangannya menutupi wajahnya. Dia tidak tahu harus ke mana setelah keluar dari rumah. Tidak bisa ke rumah Mama Jessica, dia tidak siap menghadapi tatapan kecewa Mama. Tidak bisa ke kantor, sudah terlalu malam. Tidak bisa ke tempat tem

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status