Compartir

Bab 289

last update Fecha de publicación: 2026-05-06 09:41:12

Radit dan Maya duduk di teras belakang setelah Kara tertidur. Lampu taman menyala redup, angin malam membawa bau tanah basah dari hujan siang tadi.

Mereka tidak banyak bicara. Hanya duduk berdampingan, tangan saling genggam, mata menatap kegelapan halaman.

"Dia kirim screenshot chat Kara," kata Maya pelan, suaranya hampir hilang ditelan angin. "Seolah ingin kita tahu bahwa mereka masih punya akses. Bahwa kita nggak bisa kendalikan semuanya."

Radit mengangguk. Jarinya mengusap punggung tangan Ma
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Godaan Mama Muda   Bab 290

    Malam itu adalah malam terpanjang yang pernah Radit dan Maya alami sejak Radit sadar dari koma.Mereka duduk di ruang tamu sampai larut, lampu hanya menyala redup. Draft perjanjian masih tergeletak di meja, bersama amplop fotokopian surat Victor dan screenshot chat Kara dengan Mira. Tidak ada yang disentuh. Hanya dua cangkir teh yang sudah dingin dan ponsel Maya yang sesekali bergetar, notifikasi grup orang tua sekolah."Dia benar-benar kirim," kata Maya untuk kesekian kalinya, suaranya serak karena sudah hampir habis bicara. "Foto gambar Kara dengan Tante Lena. Caption-nya, "Adik baru Kara lucu banget ya! Keluarganya besar sekali."Radit mengusap wajahnya kasar. Matanya merah karena kurang tidur. "Besok pagi seluruh orang tua kelas Kara akan komentar. Besok siang guru mungkin panggil kita. Dan Kara... dia akan ditanya-tanya."Maya menarik lututnya ke dada, memeluknya erat. "Aku takut dia pulang sekolah nangis. Atau lebih buruk, dia senang karena merasa keluarganya besar dan mulai cer

  • Godaan Mama Muda   Bab 289

    Radit dan Maya duduk di teras belakang setelah Kara tertidur. Lampu taman menyala redup, angin malam membawa bau tanah basah dari hujan siang tadi.Mereka tidak banyak bicara. Hanya duduk berdampingan, tangan saling genggam, mata menatap kegelapan halaman."Dia kirim screenshot chat Kara," kata Maya pelan, suaranya hampir hilang ditelan angin. "Seolah ingin kita tahu bahwa mereka masih punya akses. Bahwa kita nggak bisa kendalikan semuanya."Radit mengangguk. Jarinya mengusap punggung tangan Maya dengan gerakan lambat. "Besok kita bawa Pak Budi. Diam-diam. Dia bisa duduk di meja sebelah, dengar semuanya. Kalau Lena mulai main kotor lagi, kita punya saksi."Maya menoleh. Cahaya lampu taman menyentuh wajahnya, membuat matanya tampak lebih gelap. "Kamu yakin? Kalau mereka tahu kita bawa pengacara, mereka bisa bilang kita nggak percaya keluarga.""Memang kita nggak percaya," jawab Radit tegas tapi suaranya tetap rendah. "Mereka sudah ancam, sudah kirim chat diam-diam, sudah pakai nama Kar

  • Godaan Mama Muda   Bab 288

    Radit duduk di meja makan dengan laptop terbuka, jarinya mengetik cepat sambil sesekali melirik ponsel. Maya berdiri di belakangnya, tangannya bertumpu di bahu suaminya, membaca draft perjanjian yang Pak Budi sudah kirimkan balik lewat email."Bagian klausul pertemuan ini cukup ketat," kata Maya pelan. "Hanya di tempat umum, maksimal dua jam, harus ada salah satu dari kita. Nggak ada chat langsung dengan Kara. Menurutmu mereka mau tanda tangan?"Radit menghela napas. "Kalau motif mereka benar-benar soal anak-anak, seharusnya iya. Tapi kalau ada yang lain... kita akan tahu dari reaksi mereka."Ia menekan tombol kirim. Email dengan draft perjanjian itu meluncur ke alamat Lena, dengan cc ke Alya dan Mira, plus Pak Budi sebagai saksi. Subjek email hanya satu kalimat, "Perjanjian Pengaturan Pertemuan dan Dana Pendidikan Kara & Arka"."Sudah terkirim," kata Radit. Ia menutup laptop dan memutar kursi menghadap Maya. "Sekarang kita tunggu."Maya mengangguk, tapi matanya tidak lepas dari layar

  • Godaan Mama Muda   Bab 287

    Radit terbangun sebelum alarm berbunyi. Jam di nakas menunjukkan pukul lima lewat empat puluh. Di sampingnya, Maya masih tidur, tapi alisnya sedikit berkerut, seolah mimpi buruk ikut menemani malamnya.Radit memandangi wajah istrinya sebentar, lalu bangun pelan-pelan. Ia tidak mau membangunkannya dulu. Hari ini terlalu penting untuk dimulai dengan kekhawatiran tambahan.Di dapur, udara pagi masih sejuk. Radit membuat kopi hitam pekat untuk dirinya sendiri, lalu duduk di meja makan sambil membuka ponsel. Ia mencari nomor pengacara yayasan yang pernah membantu kasus hak asuh Kara dulu, Pak Budi, pria paruh baya yang tenang dan teliti.Pesan singkat ia ketik, "Pak Budi, selamat pagi. Ada urusan mendesak soal hak asuh dan ancaman pencemaran nama baik. Bisa bicara pagi ini?"Pesan terkirim. Radit menyesap kopinya, rasa pahitnya cocok dengan suasana hatinya.Tak lama kemudian, Maya keluar dari kamar. Rambutnya diikat asal, mata masih agak bengkak karena kurang tidur. Ia tersenyum tipis saat

  • Godaan Mama Muda   Bab 286

    Makan malam berjalan seperti biasa. Kara bercerita panjang lebar tentang teman sekolahnya yang baru dapat adik bayi, tentang gurunya yang lucu, dan betapa ia ingin punya adik laki-laki yang bisa dia ajari main mobil-mobilan.Radit dan Maya mendengarkan, sesekali tersenyum, mengangguk, dan memberi respons yang tepat. Tapi di balik setiap senyum, ada beban yang tak terucapkan.Setelah makan, Kara mandi, lalu mereka bertiga duduk di karpet ruang keluarga lagi. Kara memaksa main "rumah-rumahan" dengan boneka dan mobil-mobilan. Radit jadi ayahnya, Maya jadi ibunya, dan Kara jadi kakak yang super keren. Tawa kecil Kara memenuhi ruangan, tapi Radit merasa setiap tawa itu seperti pengingat yang menyakitkan, betapa rapuhnya kebahagiaan polos ini.Jam delapan lewat, Kara mulai menguap. Maya menggendongnya ke kamar, membacakan cerita pendek tentang kelinci yang mencari teman. Radit berdiri di ambang pintu, memandang istrinya yang duduk di tepi tempat tidur, suaranya lembut dan tenang seolah tida

  • Godaan Mama Muda   Bab 285

    Mobil melaju pelan di tengah kemacetan sore. Radit memegang setir dengan kedua tangan, tatapannya lurus ke depan, tapi pikirannya jauh sekali.Di sampingnya, Maya duduk diam, amplop cokelat fotokopian itu masih digenggam erat di pangkuannya. Udara AC terasa terlalu dingin, tapi tak satu pun dari mereka yang bergerak untuk mengubah suhunya.Sepuluh menit berlalu tanpa ada yang bicara. Hanya suara klakson samar dari luar dan deru mesin yang mengisi keheningan.Akhirnya Maya menghela napas panjang. Suaranya rendah, hampir seperti bicara pada diri sendiri. "Dia beneran bawa itu ke meja. Catatan pribadi. Foto. Transfer uang." Ia tertawa kecil, tapi tidak ada kebahagiaan di dalamnya. "Seolah kita ini musuh yang harus dihancurkan."Radit melirik sekilas, lalu kembali fokus ke jalan. "Aku nggak pernah tidur lagi sama Alya setelah kita nikah, Maya. Itu bohong. Yang terjadi dulu... itu sebelum semuanya runtuh. Sebelum Singapura. Sebelum kamu."Maya mengangguk pelan. Ia tidak langsung menjawab.

  • Godaan Mama Muda   Bab 136

    Aku bangun dengan pikiran yang masih kalut. Cek satu miliar dari Bu Siska tersimpan di laci meja, tersembunyi di balik tumpukan buku lama.Aku ingin bicara dengan Pak Darma hari ini. Tapi tidak tahu bagaimana cara membuka pembicaraan tanpa terlihat tidak sopan atau tidak percaya.Mama Jessica sudah

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Godaan Mama Muda   Bab 181

    Radit sudah menghabiskan empat malam berturut-turut tidur di kamar tamu. Dinda tidak mengusirnya lagi, tapi juga tidak mengizinkannya masuk ke kamar utama.Mereka hidup di rumah yang sama tapi seperti dua orang asing.Sarapan bersama tanpa bicara. Makan malam dengan ponsel masing-masing. Sesekali b

    last updateÚltima actualización : 2026-04-02
  • Godaan Mama Muda   Bab 177

    Radit duduk di tepi ranjang hotel dengan kepala tertunduk, kedua tangannya menutupi wajahnya. Dia tidak tahu harus ke mana setelah keluar dari rumah. Tidak bisa ke rumah Mama Jessica, dia tidak siap menghadapi tatapan kecewa Mama. Tidak bisa ke kantor, sudah terlalu malam. Tidak bisa ke tempat tem

    last updateÚltima actualización : 2026-04-02
  • Godaan Mama Muda   Bab 212

    Keesokan paginya, Radit, Rara, dan Maya (yang terbang ke Jakarta semalam setelah panggilan video, mengambil cuti darurat) duduk di ruang rapat kecil dengan laptop, dokumen, dan kopi yang sudah dingin."Oke," kata Maya sambil membuka laptop. "Kita punya 36 jam sebelum batas waktu Bima. Kita butuh st

    last updateÚltima actualización : 2026-04-05
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status