Partager

Bab 339

Auteur: Joker Sarjana
last update Date de publication: 2026-05-29 11:48:29

Malam itu, Kara tidur di tengah ranjang besar, diapit Radit dan Maya. Sementara Arka meringkuk di dekat kaki kakaknya seperti anak kecil yang takut kehilangan lagi.

Boneka kelinci kesayangan Kara akhirnya kembali ke pelukannya, telinganya yang putih sudah kusut karena terlalu sering dipeluk dan dibasahi air mata.

Namun, di tengah suasana tenang itu, Radit tetap tidak bisa memejamkan mata.

Ia hanya duduk bersandar di kepala ranjang, menatap wajah putrinya yang terlih
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Godaan Mama Muda   Bab 339

    Malam itu, Kara tidur di tengah ranjang besar, diapit Radit dan Maya. Sementara Arka meringkuk di dekat kaki kakaknya seperti anak kecil yang takut kehilangan lagi.Boneka kelinci kesayangan Kara akhirnya kembali ke pelukannya, telinganya yang putih sudah kusut karena terlalu sering dipeluk dan dibasahi air mata.Namun, di tengah suasana tenang itu, Radit tetap tidak bisa memejamkan mata.Ia hanya duduk bersandar di kepala ranjang, menatap wajah putrinya yang terlihat damai dalam tidur. Jemarinya menggenggam tangan kecil Kara erat, seolah takut gadis itu akan menghilang jika ia melepaskannya walau hanya sesaat.Setiap napas Kara terasa seperti anugerah yang nyaris direnggut darinya.Maya yang sejak tadi terjaga pelan menyentuh lengan suaminya.“Dia pulang, Radit,” bisiknya lembut. “Dia pilih kita.”Radit mengangguk pelan, tapi kegelisahan di matanya tak juga hilang.“Besok pagi semua rekaman itu bakal tayang lag

  • Godaan Mama Muda   Bab 338

    Kegelapan tiba-tiba menelan seluruh rumah mewah itu seperti mulut neraka yang terbuka lebar. Lampu kristal di langit-langit padam dalam satu kedipan, disusul seluruh cahaya di koridor dan kamar.Rumah megah itu berubah menjadi labirin hitam yang sunyi dan mencekam. Hanya suara generator cadangan dari basement terdengar samar, berdengung lemah tanpa mampu mengusir gelap.“Papa… gelap… Kara takut…!”Jeritan Kara pecah dari lantai dua.Suara kecil itu gemetar, penuh ketakutan yang begitu murni hingga menusuk dada siapa pun yang mendengarnya. Tangan mungilnya memukul-mukul pintu kamar yang terkunci rapat.“Papa!!! Kara di sini!!! Gelap banget!!!”Di luar gerbang rumah, Radit membeku sesaat ketika mendengar suara putrinya.Lalu amarah langsung membakar seluruh tubuhnya.Ia mendorong petugas polisi yang sedang mendobrak pintu utama dan ikut menghantamnya dengan bahu sekuat tenaga.“Kara!!! Papa datang!!! Tahan ya, Sayang!!! Papa di sini!!!”Suaranya pecah sampai serak.Di dalam mobil, Maya

  • Godaan Mama Muda   Bab 337

    Radit menginjak gas dalam-dalam hingga mesin mobilnya meraung protes. Jalan malam yang sepi di perbukitan itu terasa seperti lorong gelap tanpa ujung, hanya diterangi lampu sorot mobil dan sirene polisi yang meraung di belakang mereka. Cahaya merah-biru berkilat-kilat memantul di pepohonan gelap, seperti denyut nadi yang panik.Di kursi penumpang, Pak Budi—sahabat sekaligus pengacara keluarga—berbicara cepat di telepon dengan hakim darurat. Wajahnya tegang, keringat mengalir di pelipis meski AC mobil menyala maksimal. “Ya, Yang Mulia… kami sudah di lokasi. Surat perintah penggeledahan darurat sudah kami terima. Tolong tahan segala keputusan sampai kami bisa mengeluarkan Kara.”Radit menggenggam setir hingga buku jarinya memutih. Suaranya pecah berulang kali, “Kara bilang dia mau pulang! Dia pilih kami, Pa! Dia pilih Papa-nya! Dia nggak boleh dikurung di sana!”Di kursi belakang, Maya memeluk Arka yang menangis tersedu-sedu. Tangis kecil bocah itu menyayat

  • Godaan Mama Muda   Bab 336

    Kara menatap kertas dokumen di depannya dengan mata yang berkaca-kaca. Pena di tangan kecilnya bergetar hebat, ujungnya hanya berjarak beberapa milimeter dari tanda tangan yang sudah disiapkan dengan rapi. Huruf-huruf formal di atas kertas itu seolah menari kabur, seiring air mata yang terus menggenang di pelupuknya.Victor Lang Junior berdiri di sampingnya, tangannya menempel lembut di bahu Kara, suaranya dibuat selembut mungkin, penuh pengertian yang dipaksakan. “Tanda tangan saja, adik kecil. Setelah ini, kamu resmi menjadi bagian dari keluarga Lang. Kamu tidak perlu lagi pulang ke rumah yang penuh luka itu. Kamu tidak perlu lagi mendengar Papa Radit mengatakan bahwa dia menyesal kamu lahir.”Kata-kata itu menusuk tepat di dada Kara. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga terasa sakit. Air matanya akhirnya jatuh, menetes ke kertas dan membuat tinta sedikit luntur. Di layar tablet yang masih menyala di samping dokumen, wajah Radit terlihat hancur. Matanya bengkak, bahunya terg

  • Godaan Mama Muda   Bab 335

    Pagi itu, rumah mewah Victor Lang Junior terasa terlalu hening untuk Kara. Kamar tidurnya yang luas dengan langit-langit tinggi dan lampu kristal yang bergantung seperti bintang-bintang kecil, seharusnya membuatnya merasa seperti putri. Tapi Kara justru merasa seperti burung kecil yang terkurung dalam sangkar emas yang dingin.Ia duduk di tepi ranjang king-size yang baru, memeluk bantal besar beraroma lavender, matanya kosong menatap taman luas di balik jendela kaca besar. Pohon-pohon hijau tertata rapi, air mancur mengalir tenang, tapi semua itu tak mampu mengisi kekosongan di dada kecilnya.Pintu kamar terbuka pelan. Victor Junior masuk dengan senyum lembut, membawa nampan sarapan yang terlihat seperti dari restoran bintang lima: pancake fluffy dengan topping buah segar, sirup maple asli, dan secangkir cokelat panas yang mengepul harum.“Pagi, adik kecilku,” sapanya lembut sambil meletakkan nampan di meja kayu mahoni. “Kamu tidur nyenyak semalam?”Kara menggeleng pelan, rambutnya ya

  • Godaan Mama Muda   Bab 334

    Pagi itu datang dengan sinar matahari yang terlalu terang, menyusup melalui tirai sutra tebal dan menerangi setiap sudut kamar mewah yang terasa asing bagi Kara.Ruangan itu luas sekali, penuh dengan mainan dan boneka baru yang masih berlabel harga, seolah semuanya berusaha menggantikan kehangatan yang hilang.Namun bagi Kara, semua itu terasa dingin. Ia duduk meringkuk di tepi ranjang raksasa, lutut didekap erat ke dada, sementara tangannya sesekali meraba-raba sisi ranjang yang kosong—mencari boneka kelinci kesayangannya yang kini hanya tinggal kenangan.Ia belum memejamkan mata sejak semalam. Setiap kali mencoba, suara Papa yang mabuk kembali bergema di kepalanya: “Aku menyesal Kara lahir…”Kara menarik napas panjang, berusaha menahan sesak di dada. Pintu kamar diketuk pelan. Tiga ketukan yang sopan, tapi penuh perhitungan.Victor Lang Junior masuk dengan senyum lembut yang sudah terlalu sering Kara lihat—senyum yang dipaksakan, senyum yang menyembunyikan sesuatu. Di tangannya ad

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status