Share

Bab 82

Author: Joker Sarjana
last update Last Updated: 2026-01-09 23:15:08

Mataku membelalak hebat. Tak menyangka bahwa si jantan telah berada di dalam gua lunak miliknya.

Namun diriku tak kuasa mengelak. Selain karena tubuhnya yang menindih ku, juga karena kuncian kuat yang berasal dari liang senggama-nya. Membuat si jantan tak berkutik di dalam sana.

Mataku kembali merem melek, bahkan kini terasa begitu susah untuk terbuka lebar. Tepatnya saat Siska melakukan gerakan naik-turun seirama.

Sensasi itu begitu nikmat dan baru kali ini si jantan merasakannya.

"Uhh..." Mulutku spontan mendesah.

Siska hanya tersenyum melihatku, pinggulnya bergoyang indah, menikmati tegangan kuat dari si jantan.

Beberapa saat kemudian, ia akhirnya berhenti. Dadanya naik turun, napasnya terdengar berat, seolah seluruh energinya baru saja terkuras.

"Gantian, ya? Capek soalnya," ucapnya pelan.

Aku tidak menjawab. Mataku hanya mengikuti setiap geraknya ketika Siska perlahan bangkit dari posisinya.

Rambutnya sedikit berantakan, pipinya memerah, dan ada kilau lelah sekaligus manja di mat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Mama Muda   Bab 85

    Ia berbalik menatapku sepenuhnya, lalu mengusap air matanya sendiri dengan punggung tangan."Dan… aku akan ingat ini selamanya," ucapnya pelan. "Walaupun kamu akan lupa."Aku menggeleng cepat, reflek."Aku… aku gak akan lupa, Siska," ucapku. "Aku akan ingat. Selamanya."Ia menatapku ragu, seakan takut berharap."Beneran?" tanyanya lirih."Eum, iya."Siska tersenyum, lalu memelukku tiba-tiba."Makasih, Radit. Makasih... udah kasih aku momen terindah dalam hidup aku."Aku membalas pelukannya. Tanganku bergerak pelan di punggungnya. Pelukan itu bukan karena cinta, bukan juga karena hasrat, melainkan karena rasa kasihan yang jujur dan rasa bersalah yang dalam.Dalam pelukan itu, aku menyadari satu hal yang menyakitkan.Walaupun kaya raya, memiliki harta yang melimpah ruah, ternyata wanita ini benar-benar kesepian.Dan aku… tanpa sadar, telah menjadi satu-satunya tempat ia menggantungkan perasaan, walau hanya sementara.***Malam tiba.Langit di atas villa berubah menjadi hitam pekat, bert

  • Godaan Mama Muda   Bab 84

    Kami tiba kembali di villa sekitar pukul empat sore. Matahari masih tinggi, tapi panasnya tak lagi menyengat seperti siang tadi. Siska langsung melangkah naik ke lantai atas tanpa banyak bicara."Aku istirahat dulu ya," katanya singkat, senyumnya tipis tapi matanya terlihat lelah.Aku hanya mengangguk. Langkah kakinya menghilang di balik tangga kayu, meninggalkanku sendirian.Aku kembali duduk di teras, di kursi yang sama seperti pagi tadi.Laut terbentang di hadapanku, warnanya mulai berubah. Biru cerah bergeser menjadi gradasi jingga keemasan. Ombak berkejaran lembut ke pasir, seolah tak peduli dengan kekacauan di kepalaku."Hmm..."Aku menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.Tiba-tiba ponselku bergetar di genggamanku. Satu pesan masuk.Nomor itu tidak kusimpan, tapi aku tak perlu melihat lebih lama untuk tahu siapa pengirimnya. Jantungku langsung berdegup tak beraturan."Radit... aku kangen kamu. Papa makin ketat jagain aku. Aku gak bisa keluar kamar. Besok... Papa b

  • Godaan Mama Muda   Bab 83

    Aku turun ke bawah pukul tujuh pagi, tepatnya setelah mandi dan berganti pakaian.Udara pagi masih sejuk, menyisakan aroma laut yang asin dan segar.Siska masih tidur di kamar, tubuhnya terbaring menyamping, selimut menutup sebagian bahunya. Wajahnya terlihat sangat damai, seolah tak ada beban sedikit pun yang mengganggu pikirannya.Berbanding terbalik denganku.Aku melangkah ke teras dan berhenti di sana cukup lama. Pantai di hadapanku terlihat tenang, ombak kecil bergulung lembut menyapu pasir putih, memantulkan cahaya matahari pagi yang baru naik.Burung-burung camar beterbangan rendah, sesekali mengeluarkan suara nyaring yang memecah kesunyian.Pemandangan terlihat begitu indah. Namun tidak dengan perasaan hatiku."Apa yang sudah ku lakukan semalam..." gumamku sambil memegang pagar teras dengan erat.Bayangan semalam terus berputar di kepalaku. Sentuhan Siska, ciumannya, dan... pertarungan sengit itu."Tapi... ini demi Kiara," bisikku mencoba meyakinkan diri sendiri.Angin laut me

  • Godaan Mama Muda   Bab 82

    Mataku membelalak hebat. Tak menyangka bahwa si jantan telah berada di dalam gua lunak miliknya.Namun diriku tak kuasa mengelak. Selain karena tubuhnya yang menindih ku, juga karena kuncian kuat yang berasal dari liang senggama-nya. Membuat si jantan tak berkutik di dalam sana.Mataku kembali merem melek, bahkan kini terasa begitu susah untuk terbuka lebar. Tepatnya saat Siska melakukan gerakan naik-turun seirama.Sensasi itu begitu nikmat dan baru kali ini si jantan merasakannya."Uhh..." Mulutku spontan mendesah.Siska hanya tersenyum melihatku, pinggulnya bergoyang indah, menikmati tegangan kuat dari si jantan.Beberapa saat kemudian, ia akhirnya berhenti. Dadanya naik turun, napasnya terdengar berat, seolah seluruh energinya baru saja terkuras."Gantian, ya? Capek soalnya," ucapnya pelan.Aku tidak menjawab. Mataku hanya mengikuti setiap geraknya ketika Siska perlahan bangkit dari posisinya.Rambutnya sedikit berantakan, pipinya memerah, dan ada kilau lelah sekaligus manja di mat

  • Godaan Mama Muda   Bab 81

    Kami masuk kamar. Siska menutup pintu perlahan, lalu mengunci dari dalam.Deg!Jantungku berdegup kencang, mataku tak bisa lepas dari pemandangan yang jujur begitu indah dari belakang.Gundukan di bawah pinggangnya tampak jelas di balik piyama rok yang ia kenakan.Kain tipis itu bergerak mengikuti setiap langkah kecilnya, memperlihatkan sesuatu yang membuat tenggorokanku terasa kering.Paha mulusnya tersingkap samar, bukan dengan cara yang vulgar, justru dengan cara yang membuat imajinasi bekerja lebih liar daripada seharusnya.Aku menelan ludah.Entah kenapa, seakan-akan aku baru saja terbangun dari tidurku. Dan menyadari bahwa ada pemandangan indah yang hampir saja terlewati.Ia berbalik, menatapku dengan tatapan penuh hasrat."Radit..." bisiknya lembut, lalu perlahan mendekat ke arahku.Aku tidak menjawab, seluruh tubuhku menegang. Termasuk sesuatu di balik celanaku, si jantan.Ia semakin mendekat, tangannya menyentuh dadaku. Merasakan detak jantungku yang sangat cepat."Jantung ka

  • Godaan Mama Muda   Bab 80

    Pukul lima sore, setelah ganti baju dengan kaos santai dan celana pendek, aku turun ke bawah. Langkahku melambat begitu sampai di ruang tamu.Siska sudah menunggu.Ia berdiri di dekat jendela besar yang menghadap laut, tubuhnya disinari cahaya matahari sore yang keemasan.Dress pantai putih yang dikenakannya tipis, ringan, dan bergerak pelan mengikuti hembusan angin.Dari balik kain itu, bayangan bikini merahnya terlihat jelas. Cukup untuk membuat napasku tertahan sesaat.Rambutnya digerai begitu saja, jatuh di bahu, berkilau saat ia menoleh ke arahku. Makeup-nya sederhana, tapi justru itu yang membuatnya terlihat alami.Dan jujur, ia terlihat begitu menggoda.Tatapan kami bertemu beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya."Radit," ucapnya sambil tersenyum, suara lembutnya seperti menyusup pelan ke telingaku. "Ayo. Kita jalan ke pantai."Aku hanya mengangguk, mencoba terlihat biasa saja walau dadaku terasa sedikit lebih sempit.Kami keluar dari villa, menuruni beberapa anak tangg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status