Home / Romansa / Godaan Mantan Istri / [36] Sadari Perasaan

Share

[36] Sadari Perasaan

Author: Kim Meili
last update Huling Na-update: 2025-10-14 19:19:06

Ketukan pintu terdengar. Arga yang sejak tadi sibuk dengan tumpukan dokumen pun langsung mengalihkan pandangan, membiarkan tamunya untuk masuk. Setelah pintu terbuka, Saka masuk dan melangkah ke arah Arga berada.

“Ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani, Arga,” ucap Saka semari meletakan dokumen di hadapan sahabatnya sekaligus atasannya.

Arga yang mendengar hanya diam. Dia mengambil dokumen di depannya, membaca isi di dalamnya dengan wajah serius. Dia tidak memperhatikan Saka yang sejak tadi duduk di hadapannya.

“Arga, tadi kenapa kamu berangkat siang? Tumben banget,” tanya Saka dengan wajah penuh selidik. Dia penasaran, apa yang terjadi dengan sahabatnya? Pasalnya, tidak biasanya Arga datang terlambat, terlebih saat ada rapat di pagi hari.

“Aku mengantar Ivana ke kantor,” jawab Arga tanpa mengalihkan pandangan.

Mendengar itu, Saka cukup terkejut. Bibirnya mengulum senyum dan menganggukkan kepala beberapa kali. Terlihat wajah bahagia melihat hubungan keduanya yang semakin me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Godaan Mantan Istri   [121] Sama Sepertimu

    “Apa aku harus kerja di perusahaan Arga? Tapi aku malas kalau ujung-ujungnya cuma diperlakukan seperti putri yang gak boleh ngapa-ngapain.”Ivana masih memikirkan mengenai tawaran Arga. Rasanya tetap saja tidak nyaman kalau harus bergantung dengan suaminya itu. Sejak awal ivana sudah mandiri. Semua hal dilakukan sendiri.Namun, sekarang Arga malah membuatnya seperti ketergantungan. Kalau bekerja di perusahaan pria itu juga terasa sama saja. Ivana tidak bisa memulai karirnya sendiri. Dia tidak bisa melakukan apapun Kalau nantinya hubungan dia dan Arga bermasalah. “Tapi kalau aku tidak bekerja di perusahaannya, dia tidak akan membiarkanku bekerja. Terus aku harus bagaimana? Masa iya aku harus minta terus sama dia?”Ivana benar-benar dilanda kebingungan. Dia merasa gundah dan tidak menemukan jawaban sama sekali. Hal itu karena Arga yang sudah memberikan keputusan final. Suaminya itu tidak akan mengubah keputusan begitu saja. ‘Sekarang aku harus mencari cara supaya bisa membujuk Arga,’

  • Godaan Mantan Istri   [120] Keputusan Final

    Ivana membuka mata secara perlahan. Dia mengalihkan pandangan, menatap ke sisi sebelah ranjang. Tempat itu sudah kosong, membuat Ivana membuang nafas kasar. “Sepertinya Arga sudah berangkat,” gumam Ivana. Ivana menarik nafas dalam dan membuang secara perlahan. Entah kenapa hari ini dia merasa enggan untuk bangkit dari tidurnya. Selimut yang sempat turun pun langsung dinaikkan. Ivana malah memiringkan tubuh dan berniat menutup mata kembali. Namun, di waktu yang sama pintu kamarnya terbuka. Ivana pun mengurungkan niatnya dan mengalihkan pandangan, menatap asal suara. Hingga dia melihat sang pelaku, membuatnya membuang nafas kasar.“Sayang, Kamu sudah bangun?”Ivana yang ditanya pun menganggukan kepala. Dia langsung duduk dan bersandar dengan punggung ranjang. Padahal dia berniat ingin istirahat kembali.“Aku sudah menyuruh Kevin menyiapkan posisi yang tepat untukmu,” kata Arga. ‘Jadi, dia benar-benar menyuruhku bekerja di perusahaannya?’Ivana membuang nafas lirih. Rasanya tidak ses

  • Godaan Mantan Istri   [119] Rencana Kembali Bekerja

    Hening. Ruang kamar Ivana terasa begitu sunyi. Tidak ada yang membuka percakapan sama sekali. Keduanya sibuk dengan urusan masing-masing. Ivana sibuk dengan ponsel. Sedangkan Arga hanya sibuk memeriksa dokumen. Sampai Ivana meletakkan ponsel dan membuang napas kasar, membuat Arga mengalihkan pandangan.“Kamu kenapa?” tanya Arga dengan sorot mata bingung. Padahal tadi istrinya terlihat baik-baik saja, tetapi sekarang Arga melihat jika wanita itu seperti kesal. ‘Apa dia kesal karena aku yang sibuk dengan pekerjaan?’Arga pun langsung menutup dokumen di pangkuannya. Dia meletakkan dokumen tersebut di nakas dan mulai fokus dengan istrinya. Dia menatap lekat, memperhatikan istrinya itu lekat-lekat. “Sayang, apa aku membuatmu kesal?” tanya Arga lagi. Ivana pun menatap ke arah Arga berada dan menggelengkan kepala dan menjawab, “Tidak.”“Kalau begitu, Kenapa kamu terlihat seperti kesal?” Arga benar-benar bingung. Kenapa istrinya bisa berubah secara tiba-tiba? “Aku hanya merasa bosan saja.

  • Godaan Mantan Istri   [118] Menemukanmu!

    “Apa memang aku sudah keterlaluan? Apa memang seharusnya aku bertanya lebih dulu dengan Noah dan tidak mengambil keputusan seperti ini?”Anika yang masih berada di tempat persembunyiannya mulai memikirkan ucapan Ivana. Dia memang langsung pergi begitu saja setelah melihat Noah bersama dengan wanita lain. Anika seakan tidak membutuhkan penjelasan dari suaminya itu. Saat merasa kesal dan sakit hati, dia bahkan memilih pergi dan menjauh seperti sekarang. “Aku rasa memang aku yang salah. Tidak seharusnya aku bersikap seperti ini. Aku harus minta maaf dengan Noah,” kata Anika pada akhirnya. Dia sadar dengan kesalahannya kali ini. Anika langsung mengambil ponsel dan siap menghubungi sang suami, tetapi di waktu yang sama ponselnya tidak menyala. Hal yang membuat Anika semakin cemas. Dia pun membuang nafas kasar, merasa tidak berdaya. “Baterai ponselku habis. Bagaimana aku bisa menghubungi Noah? Dia pasti sedang mencemaskanku.”Anika benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Tempatnya bers

  • Godaan Mantan Istri   [117] Terasa Sedikit Berbeda

    “Sayang, kamu yakin tidak ingin berubah pikiran?” tanya Arga sembari menatap ke arah Ivana, “kalau kamu mau berubah pikiran, kita bisa mengubahnya. Mumpung kita belum pulang juga.”Namun, Ivana yang duduk di sebelah Arga langsung menggelengkan kepala. Sejak dia menyetujui pilihan suaminya itu, Ivana hanya diam dan memilih untuk pergi lebih dulu. Dia bahkan tidak mendengarkan Arga yang sedang berdiskusi dengan desain interior yang sudah mereka pilih. “Tapi aku melihat kamu sepertinya tidak suka,” ucap Arga tanpa mengalihkan pandangan. Dia masih memperhatikan istrinya itu lekat-lekat. Ivana memang tidak suka, tetapi dia akui pilihan suaminya memang cukup bagus. Tidak terlalu banyak gambar dan terkesan ceria. Hingga akhirnya Ivana membuang nafas kasar dan menatap ke arah suaminya berada. “Tenang saja, aku suka. Aku merasa kalau desain yang kamu pilih cukup bagus dan menarik,” kata Ivana. “Kalau memang kamu suka, terus kenapa tadi kamu diam saja?” tanya Arga lagi. ‘Tidak mungkin aku

  • Godaan Mantan Istri   [116] Perbedaan Pendapat

    “Terima kasih.”Noah yang baru saja membeli kelapa muda langsung membalikkan tubuh dan siap melangkah pergi, tetapi gerakannya terhenti ketika seorang wanita berdiri tepat dihadapannya. Noah tidak mengenal wanita itu, tetapi manik matanya menatap lekat. Pasalnya, sejak tadi sang wanita berdiri tepat di belakangnya.Namun, Noah tidak ambil pusing semua itu. Dia jauh lebih memilih segera kembali dan bersama dengan Anika, tetapi niatnya lagi-lagi terhenti ketika wanita itu menghadangnya. Jelas Noah kesal, membuatnya menatap dengan sorot mata tidak terima. “Permisi, saya harus pergi,” kata Noah memulai pembicaraan. Tidak ada jawaban, tetapi wanita itu juga tidak menghindar. Noah benar-benar Seperti diuji kesabarannya. Dia memilih kembali melangkah ke arah lain, berniat menjauh dari wanita itu. Sayangnya, lagi-lagi langkahnya dihentikan. Hal yang membuat Noah semakin kesal. “Kamu ada urusan denganku?” tanya Noah pada akhirnya. Wanita yang masih menundukkan kepala itu tetap tidak menjaw

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status