Share

Bab 2

Author: Junere
Semua orang menatapku dengan ekspresi tidak percaya.

Sherly bahkan terlihat marah. "Kak Anastasia, aku sudah setuju untuk undurkan diri, kenapa kamu masih mau cerai? Hari ini kamu harus menjadikanku sebagai selingkuhan baru bisa tenang? Aku sudah bilang aku nggak punya hubungan apa-apa dengan Pak Gibran. Nggak ada apa-apa. Aku Cuma mau cari uang untuk biayai keluarga, kenapa kamu harus mempersulit aku yang hanya seorang pekerja?"

Aku berkata dengan ekspresi datar. "Dia bahkan belum pernah mengupaskan udang untukku ...."

Semua orang menatapku dengan ekspresi tidak bisa berkata-kata.

Melihat aku benar-benar ingin bercerai hanya karena beberapa ekor udang, amarah Gibran langsung melonjak. "Anastasia, kalau kamu mau makan udang, bilang saja padaku. Aku akan kupas untukmu berapa banyak pun juga. Tapi, hari ini kamu benar-benar sudah menyentuh batas kesabaranku. Pergi dari sini. Aku nggak mau melihatmu untuk sementara ini."

Setelah mengatakan itu, Gibran menarikku menuju pintu perusahaan.

Namun, aku bersikeras ingin bercerai, sehingga aku mengambil surat perjanjian cerai yang sudah dicetak Herman dan meminta Gibran menandatanganinya. Saat saling mendorong itu, kepalaku tiba-tiba pusing dan langsung pingsan. Saat sadar kembali, aku sudah berada di rumah sakit. Gibran serta para karyawan perusahaannya mengelilingi tempat tidur dan menatapku dengan ekspresi khawatir.

Melihat aku bangun, Gibran maju sambil tersenyum untuk menggenggam tanganku dan menciumnya dengan ekspresi penuh kasih. "Anastasia, kamu hamil, kita sudah punya anak."

Tatapan Gibran dipenuhi kebahagiaan sebagai seorang ayah.

Tatapan para karyawan perusahaan pun menjadi lebih lembut saat menatapku.

"Aku sudah bilang Kak Anastasia itu pernah memimpin perusahaan. Dia terkenal sebagai wanita kuat, pasti ada sesuatu yang sudah memengaruhi emosinya."

"Iya, itu karena anak. Saat aku sedang hamil, aku juga sering gelisah dan selalu curiga yang macam-macam."

"Punya anak juga sebuah kabar bahagia. Lupakan saja hal tadi yang nggak menyenangkan."

....

Namun, saat mendengar kabar ini, aku sama sekali tidak bisa tersenyum.

"Anastasia, sudah delapan tahun, kita akhirnya punya anak."

Setelah mengatakan itu, Gibran menempelkan kepalanya ke perutku dan berkata sambil tersenyum lebar, "Nak, aku ini ayahmu, entah kamu ini perempuan atau laki-laki ...."

Semua orang tersenyum dan ikut menimpali, "Pak Gibran tampan dan Kak Anastasia cantik, anak laki-laki atau perempuan pasti juga cantik."

Suasana di kamar pasien langsung dipenuhi kehangatan.

Aku menyela ucapan orang-orang itu dengan dingin. "Ada anak atau nggak, pernikahan ini ... aku pasti akan cerai."

Mendengar itu, ekspresi semua orang langsung membeku.

"Apa yang dia pikirkan sih? Sudah punya anak masih mau cerai?"

Takut ucapan semua karyawan itu membuatku makin terpicu, Gibran buru-buru mengusir mereka keluar. "Kak Anastasia kalian mungkin masih belum bisa menenangkan emosinya, kalian kembali dulu ke perusahaan dan kerjakan apa yang harus dikerjakan. Mungkin besok pikirannya sudah jernih."

Namun, setelah hari kedua, ketiga, keempat ....

Aku tetap belum berubah pikiran.

Gibran tidak mau menandatangani surat perceraian, sehingga aku membawa surat perjanjian cerai itu dan terus mengikutinya. Mengikutinya keluar rumah, ke perusahaan, dan bahkan ke jamuan makan untuk urusan bisnis ....

Selain pimpinan dari pihak kerja sama dan Lisa yang menyiapkan kontrak, Sherly juga ada di jamuan makan itu. Gibran bilang pimpinan itu bersedia kerja sama dengan perusahaan mereka karena menghargai Sherly, sehingga dia harus hadir.

Beberapa orang di meja makan itu terus minum dan saling bercanda.

Saat pimpinan kerja sama itu sudah cukup mabuk, dia tersenyum sambil menunjuk Sherly, "Bu Sherly, hari ini aku mau kerja sama karena menghargaimu ...."

Saat mengatakan itu, pimpinan itu hendak mengambil pena untuk menandatangani kontrak.

Namun, sebelum pimpinan itu sempat menandatangani kontrak itu, aku sudah mengeluarkan surat perjanjian ceraiku terlebih dulu dan meletakkannya di depan Gibran. "Kebetulan sekali. Nggak butuh banyak waktu, jadi sekalian tanda tangan yang ini juga."

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 9

    Tak lama kemudian, polisi masuk sambil membawa pimpinan yang sebelumnya itu. "Siapa Sherly?"Begitu mendengar itu, semua orang langsung mendorong Sherly ke depan. "Dia!"Polisi langsung memborgol Sherly. "Ikut kami."Dinginnya borgol itu membuat tubuh Sherly gemetar. Dia langsung panik, lalu menoleh ke arah Gibran dengan mata memerah dan tatapan memohon. "Gibran, tolong aku. Anak kita nggak bisa tanpa ibu. Tolong aku."Namun, Gibran sama sekali tidak memedulikan Sherly. Dia terus menatapku dan mengulurkan tangan ingin menyentuhku, tetapi dia menarik kembali tangannya saat melihat tatapanku yang dingin dan berjarak. Matanya memerah, lalu berkata dengan nada penuh penyesalan, "Anastasia, aku yang bersalah padamu ....""Aku kenal Sherly di bar setelah lulus kuliah. Hari itu aku mabuk .... Dia diam-diam melahirkan anak itu ... tapi aku mencintaimu ...."Mendengar itu, aku langsung tertawa. Ini adalah lelucon paling lucu yang pernah kudengar seumur hidupku. "Maksudmu, kamu mencintaiku. Tapi

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 8

    Cinta, mana mungkin tidak.Sejak kecil, aku suka mengikuti Gibran. Hingga SMA, aku baru sadar perasaanku padanya adalah rasa suka pada seorang kekasih. Sejak saat itu, aku akan mengikutinya ke mana pun dia pergi.Saat Gibran melirik sebuah sepatu baru, aku langsung menggunakan uang jajanku sendiri untuk membelikannya. Karena dia menyukai Cristiano Ronaldo, aku bahkan pergi ke luar negeri sendirian untuk meminta tanda tangan dari pemain itu. Dia suka mobil sport, aku terus merengek pada orang tuaku agar membelikan mobil itu untuknya ....Dengan penampilan tampan dan pintar, Gibran menjadi siswa paling populer di sekolah dan banyak gadis menyukainya. Aku selalu mengira dia hanya menganggapku sebagai adik, sehingga aku tidak pernah berani melampaui batasan.Namun, saat liburan setelah lulusan SMA, Gibran yang biasanya suka berbagai permainan ekstrem justru berubah diam di rumah dan menuruti perkataanku. Dia mulai selalu berada di sekitarku, bahkan iku saat aku keluar menonton film dengan

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 7

    Foto di tangan ayahku adalah foto saat Gibran dan Sherly sedang masuk ke kompleks. Namun, begitu melihat foto di tangan Lisa, ekspresinya langsung muram. Dia maju dan menampar Gibran."Bajingan! Aku sudah membesarkanmu, memberimu pekerjaan, dan bahkan menyerahkan perusahaan untuk kamu urus. Tapi, kamu malah memperlakukan putriku seperti ini? Berani-beraninya kamu selingkuh, bahkan hampir membuat putriku mati," kata ayahku dengan tangan yang gemetar karena marah.Ayahku memang membesarkan Gibran seperti anak kandungnya. Semua kebutuhan hidupnya disamakan denganku, hanya agar dia tidak merasa sebagai orang luar. Namun ....Gibran menjelaskan dengan mata memerah, "Ayah, maaf, aku yang bersalah pada Anastasia .... Tapi, semua ini karena Sherly yang menggodaku. Dia selalu mengirimkan isyarat seksual, merayuku secara terang-terangan maupun diam-diam. Aku mencintai Anastasia, aku hanya khilaf sesaat."Sherly tertegun sejenak, lalu menatap Gibran dengan ekspresi tidak percaya.Mendengar itu, s

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 6

    Mendengar itu, semua orang langsung menoleh ke arah Sherly."Anastasia, kamu masih saja memfitnahku. Apa sih salahku?" kata Sherly yang matanya sampai memerah karena panik.Melihat Sherly hampir menangis, semua orang buru-buru membelanya."Anastasia, meskipun Pak Gibran nggak bawa pulang barang Sherly, itu juga nggak bisa membuktikan dia punya hubungan dengan Pak Gibran, 'kan? Sherly itu terkenal dingin dan nggak suka bicara.""Iya, Sherly biasanya hanya fokus kerja. Di luar pekerjaan, dia bahkan nggak bicara lebih dari satu kata dengan Pak Gibran. Mana mungkin mereka punya hubungan.""Sembilan sekretaris sebelumnya saja nggak ada hubungan dengan Pak Gibran, apalagi Sherly. Aku sudah kerja selama bertahun-tahun, baru kali ini aku lihat gadis yang begitu jujur. Saat itu dia bahkan pernah marahi Pak Gibran karena ada kesalahan di kerja.""Benar, Sherly dan Pak Gibran biasanya malah nggak akur. Mereka nggak mungkin bersama."" ...."Melihat semua orang berpihak padanya, Sherly langsung te

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 5

    Melihat sembilan sekretaris lamanya muncul, ekspresi Gibran berubah. "Anastasia, apa maksudmu? Nggak cukup memfitnahku dengan Sherly, sekarang kamu mau menuduhku punya hubungan dengan sekretaris-sekretaris sebelumnya juga? Jelas-jelas kamu sendiri yang kotor, sekarang kamu malah terus menuduhku. Cerai saja. Meskipun sekarang kamu nggak mau, aku tetap akan menceraikanmu."Saat mengatakan itu, seluruh tubuh Gibran gemetar karena marah.Mendengar itu, orang tuaku segera maju untuk menenangkan Gibran. "Gibran, jangan marah. Cerai itu bukan hal kecil."Melihat ekspresi Gibran yang seperti itu, aku mendengus. "Kenapa terburu-buru? Kamu bilang aku yang usir sembilan sekretarismu itu, jadi aku tentu harus undang mereka kembali untuk ditanya, 'kan?"Atas isyaratku, kesembilan orang itu mulai bicara satu per satu."Aku undurkan diri atas kemauanku sendiri, nggak ada hubungannya dengan Kak Anastasia.""Aku juga undurkan diri atas kemauanku sendiri, Kak Anastasia bahkan memberiku tambahan gaji dua

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 4

    Tak lama kemudian, kabar tentang aku menyebabkan perusahaan kehilangan kontrak ratusan miliar pun menyebar ke seluruh perusahaan.Kabar itu bahkan sampai ke telinga ibuku. "Anastasia, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba mau cerai? Sampai buat perusahaan kehilangan kontrak sebesar itu lagi. Kalau kamu terus bertindak sesukamu, Ibu juga nggak bisa membantumu. Jangan menindas Gibran lagi. Dia memang yatim piatu, tapi dia sudah datang ke Keluarga Marten sejak umur sepuluh tahun. Ayah dan Ibu yang membesarkannya.""Lagi pula, sejak kecil dia selalu menurutimu. Kamu sendiri juga yang bilang kamu suka padanya dan mau menikah dengannya, tapi sekarang ada apa denganmu? Baru lewat berapa lama saja, kamu sudah mulai menyiksanya seperti ini. Ibu beri tahu ya. Jangan bersikap nona muda dan menyusahkannya lagi, jangan bicara soal cerai juga.""Saat tadi Ibu meneleponnya, suaranya sampai tersendat .... Kamu dengar nggak? Kalau nggak, Ibu dan Ayah nggak akan tinggal diam."Aku terdiam cukup lama. Setel

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 3

    Begitu surat perjanjian cerai itu muncul, suasana di ruangan itu langsung membeku.Ekspresi pimpinan itu bahkan terlihat muram, lalu menatap Gibran dengan dingin. "Pak Gibran, apa maksudnya ini?"Gibran buru-buru mengambil surat perjanjian cerai itu, lalu tersenyum dan menenangkan pimpinan itu. "Ngg

  • Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku   Bab 1

    Demi menandatangani kontrak besar bernilai ratusan miliar, sekretaris suamiku yang dingin sibuk sampai tidak sempat makan. Suamiku mengupas tiga ekor udang untuk sekretaris itu dengan santai.Saat aku memergoki hal itu, aku langsung menelepon pengacara di depan suamiku, "Pak Herman, buatkan aku sura

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status