Mag-log inTak lama kemudian, polisi masuk sambil membawa pimpinan yang sebelumnya itu. "Siapa Sherly?"Begitu mendengar itu, semua orang langsung mendorong Sherly ke depan. "Dia!"Polisi langsung memborgol Sherly. "Ikut kami."Dinginnya borgol itu membuat tubuh Sherly gemetar. Dia langsung panik, lalu menoleh ke arah Gibran dengan mata memerah dan tatapan memohon. "Gibran, tolong aku. Anak kita nggak bisa tanpa ibu. Tolong aku."Namun, Gibran sama sekali tidak memedulikan Sherly. Dia terus menatapku dan mengulurkan tangan ingin menyentuhku, tetapi dia menarik kembali tangannya saat melihat tatapanku yang dingin dan berjarak. Matanya memerah, lalu berkata dengan nada penuh penyesalan, "Anastasia, aku yang bersalah padamu ....""Aku kenal Sherly di bar setelah lulus kuliah. Hari itu aku mabuk .... Dia diam-diam melahirkan anak itu ... tapi aku mencintaimu ...."Mendengar itu, aku langsung tertawa. Ini adalah lelucon paling lucu yang pernah kudengar seumur hidupku. "Maksudmu, kamu mencintaiku. Tapi
Cinta, mana mungkin tidak.Sejak kecil, aku suka mengikuti Gibran. Hingga SMA, aku baru sadar perasaanku padanya adalah rasa suka pada seorang kekasih. Sejak saat itu, aku akan mengikutinya ke mana pun dia pergi.Saat Gibran melirik sebuah sepatu baru, aku langsung menggunakan uang jajanku sendiri untuk membelikannya. Karena dia menyukai Cristiano Ronaldo, aku bahkan pergi ke luar negeri sendirian untuk meminta tanda tangan dari pemain itu. Dia suka mobil sport, aku terus merengek pada orang tuaku agar membelikan mobil itu untuknya ....Dengan penampilan tampan dan pintar, Gibran menjadi siswa paling populer di sekolah dan banyak gadis menyukainya. Aku selalu mengira dia hanya menganggapku sebagai adik, sehingga aku tidak pernah berani melampaui batasan.Namun, saat liburan setelah lulusan SMA, Gibran yang biasanya suka berbagai permainan ekstrem justru berubah diam di rumah dan menuruti perkataanku. Dia mulai selalu berada di sekitarku, bahkan iku saat aku keluar menonton film dengan
Foto di tangan ayahku adalah foto saat Gibran dan Sherly sedang masuk ke kompleks. Namun, begitu melihat foto di tangan Lisa, ekspresinya langsung muram. Dia maju dan menampar Gibran."Bajingan! Aku sudah membesarkanmu, memberimu pekerjaan, dan bahkan menyerahkan perusahaan untuk kamu urus. Tapi, kamu malah memperlakukan putriku seperti ini? Berani-beraninya kamu selingkuh, bahkan hampir membuat putriku mati," kata ayahku dengan tangan yang gemetar karena marah.Ayahku memang membesarkan Gibran seperti anak kandungnya. Semua kebutuhan hidupnya disamakan denganku, hanya agar dia tidak merasa sebagai orang luar. Namun ....Gibran menjelaskan dengan mata memerah, "Ayah, maaf, aku yang bersalah pada Anastasia .... Tapi, semua ini karena Sherly yang menggodaku. Dia selalu mengirimkan isyarat seksual, merayuku secara terang-terangan maupun diam-diam. Aku mencintai Anastasia, aku hanya khilaf sesaat."Sherly tertegun sejenak, lalu menatap Gibran dengan ekspresi tidak percaya.Mendengar itu, s
Mendengar itu, semua orang langsung menoleh ke arah Sherly."Anastasia, kamu masih saja memfitnahku. Apa sih salahku?" kata Sherly yang matanya sampai memerah karena panik.Melihat Sherly hampir menangis, semua orang buru-buru membelanya."Anastasia, meskipun Pak Gibran nggak bawa pulang barang Sherly, itu juga nggak bisa membuktikan dia punya hubungan dengan Pak Gibran, 'kan? Sherly itu terkenal dingin dan nggak suka bicara.""Iya, Sherly biasanya hanya fokus kerja. Di luar pekerjaan, dia bahkan nggak bicara lebih dari satu kata dengan Pak Gibran. Mana mungkin mereka punya hubungan.""Sembilan sekretaris sebelumnya saja nggak ada hubungan dengan Pak Gibran, apalagi Sherly. Aku sudah kerja selama bertahun-tahun, baru kali ini aku lihat gadis yang begitu jujur. Saat itu dia bahkan pernah marahi Pak Gibran karena ada kesalahan di kerja.""Benar, Sherly dan Pak Gibran biasanya malah nggak akur. Mereka nggak mungkin bersama."" ...."Melihat semua orang berpihak padanya, Sherly langsung te
Melihat sembilan sekretaris lamanya muncul, ekspresi Gibran berubah. "Anastasia, apa maksudmu? Nggak cukup memfitnahku dengan Sherly, sekarang kamu mau menuduhku punya hubungan dengan sekretaris-sekretaris sebelumnya juga? Jelas-jelas kamu sendiri yang kotor, sekarang kamu malah terus menuduhku. Cerai saja. Meskipun sekarang kamu nggak mau, aku tetap akan menceraikanmu."Saat mengatakan itu, seluruh tubuh Gibran gemetar karena marah.Mendengar itu, orang tuaku segera maju untuk menenangkan Gibran. "Gibran, jangan marah. Cerai itu bukan hal kecil."Melihat ekspresi Gibran yang seperti itu, aku mendengus. "Kenapa terburu-buru? Kamu bilang aku yang usir sembilan sekretarismu itu, jadi aku tentu harus undang mereka kembali untuk ditanya, 'kan?"Atas isyaratku, kesembilan orang itu mulai bicara satu per satu."Aku undurkan diri atas kemauanku sendiri, nggak ada hubungannya dengan Kak Anastasia.""Aku juga undurkan diri atas kemauanku sendiri, Kak Anastasia bahkan memberiku tambahan gaji dua
Tak lama kemudian, kabar tentang aku menyebabkan perusahaan kehilangan kontrak ratusan miliar pun menyebar ke seluruh perusahaan.Kabar itu bahkan sampai ke telinga ibuku. "Anastasia, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba mau cerai? Sampai buat perusahaan kehilangan kontrak sebesar itu lagi. Kalau kamu terus bertindak sesukamu, Ibu juga nggak bisa membantumu. Jangan menindas Gibran lagi. Dia memang yatim piatu, tapi dia sudah datang ke Keluarga Marten sejak umur sepuluh tahun. Ayah dan Ibu yang membesarkannya.""Lagi pula, sejak kecil dia selalu menurutimu. Kamu sendiri juga yang bilang kamu suka padanya dan mau menikah dengannya, tapi sekarang ada apa denganmu? Baru lewat berapa lama saja, kamu sudah mulai menyiksanya seperti ini. Ibu beri tahu ya. Jangan bersikap nona muda dan menyusahkannya lagi, jangan bicara soal cerai juga.""Saat tadi Ibu meneleponnya, suaranya sampai tersendat .... Kamu dengar nggak? Kalau nggak, Ibu dan Ayah nggak akan tinggal diam."Aku terdiam cukup lama. Setel
Begitu surat perjanjian cerai itu muncul, suasana di ruangan itu langsung membeku.Ekspresi pimpinan itu bahkan terlihat muram, lalu menatap Gibran dengan dingin. "Pak Gibran, apa maksudnya ini?"Gibran buru-buru mengambil surat perjanjian cerai itu, lalu tersenyum dan menenangkan pimpinan itu. "Ngg
Demi menandatangani kontrak besar bernilai ratusan miliar, sekretaris suamiku yang dingin sibuk sampai tidak sempat makan. Suamiku mengupas tiga ekor udang untuk sekretaris itu dengan santai.Saat aku memergoki hal itu, aku langsung menelepon pengacara di depan suamiku, "Pak Herman, buatkan aku sura







