Short
Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku

Godaan Wanita Lain Di Kantor Suamiku

بواسطة:  Junereمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9فصول
3وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Demi menandatangani kontrak besar bernilai ratusan miliar, sekretaris suamiku yang dingin sibuk sampai tidak sempat makan. Suamiku mengupas tiga ekor udang untuk sekretaris itu dengan santai. Saat aku memergoki hal itu, aku langsung menelepon pengacara di depan suamiku, "Pak Herman, buatkan aku surat perjanjian cerai, aku mau cerai." Suamiku yang tidak tidur selama beberapa hari demi menandatangani kontrak besar itu pun menatapku dengan ekspresi tidak percaya. "Hanya karena aku mengupas tiga ekor udang untuk Sherly, kamu langsung mau cerai denganku?" "Ya," jawabku.

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Demi menandatangani kontrak besar bernilai ratusan miliar, sekretaris suamiku yang dingin sibuk sampai tidak sempat makan. Suamiku mengupas tiga ekor udang untuk sekretaris itu dengan santai.

Saat aku memergoki hal itu, aku langsung menelepon pengacara di depan suamiku, "Pak Herman, buatkan aku surat perjanjian cerai, aku mau cerai."

Suamiku yang tidak tidur selama beberapa hari demi menandatangani kontrak besar itu pun menatapku dengan ekspresi tidak percaya. "Hanya karena aku mengupas tiga ekor udang untuk Sherly, kamu langsung mau cerai denganku?"

"Ya," jawabku.

"Kak Anastasia, apa kamu harus bersaing dengan semua wanita?"

Sherly yang wajahnya halus pun bangkit dari kursi kantor dan tatapannya terlihat dingin sekaligus penuh keadilan. "Nggak semua orang seperti kamu yang selalu tenggelam dalam urusan cinta. Di perusahaan ini, semua orang sibuk sampai nggak sempat makan demi menandatangani kontrak besar ini. Bisa nggak kamu jangan mempersulit aku yang cuma pekerja?"

Karyawan lain di perusahaan pun saling melirik, lalu mulai berbisik membicarakanku.

"Sudah usir sembilan sekretaris, masih saja ribut."

"Hanya karena Pak Gibran memanjakannya. Kalau laki-laki lain, pasti sudah lama menceraikannya."

"Aku nggak tahan lihat wanita yang hanya bisa bersaing seperti ini, nasib karyawan juga berharga."

....

Melihat situasi itu, Gibran menarikku keluar. "Kita bicara di luar saja. Kamu mau beli tas edisi terbatas atau apa pun, aku setuju."

Aku menepis tangan Gibran, lalu menarik kursi dan duduk. "Kalau ada yang mau dibicarakan, di sini saja. Sebentar lagi Pak Herman akan mengantarkan surat perjanjian cerainya, masih harus ditandatangani."

Melihat sikapku yang tegas, Gibran yang biasanya lembut dan elegan pun matanya langsung memerah. "Anastasia, kita sudah menikah delapan tahun. Selama ini, aku akan berikan apa pun yang kamu mau. Aku bahkan nggak ikut campur saat kamu pecat sembilan sekretaris itu pun, hanya mengira kamu sedang manja padaku. Tapi, kenapa kamu malah mau cerai? Kenapa kamu begitu kejam?"

Saat mengatakan itu, Gibran terlihat hampir hancur. Dia memiliki sepasang mata yang indah, tetapi kini mata itu memerah dan menatapku dengan penuh cinta.

Orang-orang di sekitar yang melihat ekspresi Gibran menjadi merasa sangat iba.

Lisa, karyawan lama yang cukup dekat denganku, berlari ke sampingku dan membujuk dengan pelan, "Anastasia, Pak Gibran benar-benar mencintaimu. Sherly baru masuk tiga bulan, hubungan mereka cuma atasan dan bawahan. Selain urusan kerja, biasanya mereka juga nggak pernah berinteraksi. Anastasia, aku tahu kamu bukan orang yang nggak masuk akal."

Aku langsung terdiam sejenak.

Semua orang mengira aku sudah sadar.

Namun, aku hanya menatap tiga ekor udang yang sudah dikupas di atas meja. "Pernikahan ini ... aku pasti akan bercerai."

Saat aku sedang berbicara, Herman sudah mengantarkan surat perjanjian cerainya.

Aku menandatangani surat itu dengan tegas, lalu menyerahkannya bersama pena pada Gibran. "Sekarang giliranmu."

Melihat aku benar-benar menandatangani surat itu, mata Gibran langsung memerah. Dia merebut surat perjanjian cerai itu, lalu merobeknya hingga hancur berkeping-keping. "Anastasia, kamu sudah keterlaluan. Cemburu juga harus ada batasnya. Padahal kamu tahu aku sangat mencintaimu, aku nggak akan menceraikanmu. Tapi, kenapa kamu malah pakai ini untuk menyakitiku?"

Orang-orang menatap Gibran yang sepertinya kehilangan akal sehat karena cinta dengan tatapan kagum sekaligus iba.

Melihat situasinya mulai tak terkendali, Sherly menghela napas dan mengalah. "Sudahlah, aku undurkan diri saja. Anastasia, jangan cerai dengan Pak Gibran ya."

Saat mengatakan itu, Sherly mulai membereskan barang-barangnya.

Mendengar itu, semua orang menatapku dengan tatapan muak dan marah.

"Anastasia ini benar-benar keterlaluan, sampai paksa orang undurkan diri lagi."

"Wanita yang suka bersaing seperti ini benar-benar bodoh dan kejam. Yang sebelumnya biarlah berlalu, tapi Sherly ini kepala penjualan. Perusahaan bergantung padanya untuk menghasilkan uang."

"Sudah punya segalanya dan nggak perlu bekerja lagi, tapi tiap hari tetap bersaing dengan rekan kerja wanita di perusahaan. Benar-benar cari masalah."

Lisa yang biasanya berpihak padaku pun kali ini tidak membelaku, hanya menundukkan kepala.

Namun, ekspresiku tetap cuek, lalu menoleh ke arah Herman. "Surat perjanjian cerainya sudah nggak ada, tolong cetak satu lagi. Aku harus cerai hari ini juga."
توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
9 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status