MasukKediaman Perdana Menteri terasa sangat mencekam pada malam ini, di Aula Tingyue seorang gadis kecil tengah berlutut dengan kedua tangan yang mengadah ke atas.
Plakk
Suara tamparan itu menggema di seluruh aula, para pelayan yang berdiri di depan aula menunduk ketakutan. Yan Su sebagai pelayan pribadi Ma Mingzhu tidak bisa menahan rasa getir di hatinya.
Sejak lima tahun yang lalu kehidupan sang nona berbanding terbalik. Dulu seluruh Kerajaan Hualing tidak ada yang tidak iri dengan kehidupan nonanya. Sang Perdana Menteri, Tuan Ma walau terkenal tegas namun sangat melindungi anak - anaknya. Para Tuan Muda selalu bergantian menjaga adiknya. Nyonya Lin ibu Ma Mingzhu berhati lembut dan sangat menyayangi anak - anaknya terutama terhadap si bungsu. Ibarat kata dulu hidup majikannya bagai di selimuti oleh madu. Tak ada sedetikpun merasakan ketidakadilan.
Lima tahun lalu, Kerajaan Hualing sedang berada dalam keadan krisis. Para pangeran saling berseteru, terjadi kerusuhan di mana - mana. Kerajaan tetangga pun tak tinggal diam mengetahui adanya krisis internal di kerajaan Hualing, mereka terang - terangan memicu konfilik. Perang di perbatasan meletus, tekanan yang terjadi di luar dan dalam membuat Kaisar yang sedang sakit harus turun dari peraduannya demi membahas pemerintahan.
Perdana Menteri di kirim ke perbatasan untuk membicarakan kesepakatan perdamaian, kekacauan internal berhasil di tekan oleh kaisar untuk sementara waktu. Dalam perjalanan tersebut Perdana Menteri terlibat konspirasi dan terluka. Tak ada yang tahu pasti cerita di baliknya, namun Ma Fu hanya mengatakan bahwa anak yang di bawanya saat itu Li Ziyu adalah penyelamatnya.
Sejak saat itu kehidupan putri bungsu yang dulu di sayang berubah terbalik. Dulu di manja menjadi kesayangan sekarang keadaannya pun tak sebaik para pelayan.
Plakk
Penggaris rotan itu menghantam telapak tangan seorang gadis berusia tujuh tahun. Tak ada ekspresi yang terlihat di raut wajahnya. Jika hal ini terjadi lima tahun yang lalu ia akan merasa sedih atau bahkan menangis. Namun saat ini Ma Mingzhu tak dapat merasakan apapun seluruh tenaganya seolah terkuras habis, kini dirinya lebih seperti seorang yang
'Mati rasa'
Terdapat bercak darah di telapak tangannya akibat pukulan tersebut, namun tak menyurutkan sang ayah untuk menghentikan hukuman tersebut.
Dulu walaupun ayahnya terkenal tegas ia tak sampai hati memberikan hukuman yang dapat menimbulkan luka, sekarang kalaupun dirinya jatuh sakit tak ada jejak raut bersalah di wajahnya.
Pukulan itu terus menghantam telapak tangannya. Ayahnya tak akan menghentikan hukuman sampai pada hitungan yang telah di sepakati. Setelah hukuman itu berhenti Yan Su membantu nonanya berdiri untuk kembali ke Paviliun Fuzheng.
"Tunggu" Suara Tuan Fu menghentikan langkah mereka berdua.
'Apakah sekarang Tuan Fu sudah sadar dan mulai perduli dengan nonanya?'
"Jika tangan itu tidak di pergunakan dengan benar maka potong saja. Putri kediaman Perdana Menteri ketahuan mencuri? Huh, memalukan!" Ucap Tuan Fu dengan mengibaskan tangan dan wajah yang menghina.
'Sepertinya ia terlalu berharap' batin Yan Su dalam hati.
Ketika suara ayahnya menghentikannya sebenarnya ia ingin menutup telinganya rapat - rapat, karena ia tahu yang diucapkan selanjutnya pasti menimbulkan luka baru di hatinya. Walaupun ia berusaha untuk tidak peduli ia tetaplah seorang anak berusia tujuh tahun masih mengharapkan kasih sayang dari orang tuanya seperti dulu.
Ma Mingzhu melanjutkan langkah untuk kembali ke paviliunnya, tak ingin memikirkan apapun saat ini.
Setelah sampai di paviliun Ma Mingzhu lansung menuju ruang dalam, keinginannya hanya cepat kembali ketempat tidurnya, ia hanya ingin membenamkan diri ke alam mimpi berharap apa yang di alaminya hanyalah mimpi buruk.
"Nona lukanya harus di obati terlebih dahulu" mengetahui nonanya ingin segera tidur Yan Su mencegahnya. Luka separah ini jika tidak segera di obati akan berinfeksi.
"Cepatlah" ucap Ma Mingzhu tidak sabar, ia duduk bersandar di tempat tidurnya memunggu Yan Su untuk segera mengoleskan obat di telapak tanganya.
Ma Mingzhu melihat Yan Su berlutut di depannya, membuka porselen obat dan mengoleskannya dengn hati - hati.
Memperhatikan baik - baik wajah pelayannya itu, dari dua puluh pelayan di halamannya kini tinggal Yan Su seorang. Semuanya telah di pindahkan oleh ayahnya ke halaman Lanyun milik Li Ziyu.
"Su Su, jika suatu saat aku meninggalkan kediaman Perdana Menteri kamu harus jaga diri baik - baik" Ma Mingzhu tak mengetahui mengapa ia mengatakan hal ini, tetapi ia meyakini satu hal firasatnya tak pernah salah.
Yan Su tersentak mendengan ucapan dari nonanya. Selama lima tahun melayani majikanya ini, walaupun tak ada interaksi khusus namun dia tahu bahwa apa yang di katakan oleh nonanya cepat atau lambat akan menjadi kenyataan.
"Nona, apa yang anda bicarakan? Seberapa seriusnya permasalahan bukankah kediaman Perdana Menteri itu rumahmu? Nona tidak mudah hidup di luar perlidungan Perdana Menteri"
"Aku tidak akan kabur" ucap Ma Mingzhu. Yan Su mengira nonanya telah berubah pikiran, ia segera menyelesaikannya tugasnya lalu merapikan tempat tidur supaya majikannya segera beristirahat. Mengira tuannya telah tertidur ia segera menutup pintu perlahan dan berjaga di luar.
Sepasang mata terbuka di tengah remang - remang cahaya kamar. Dirinya memang tidak akan kabur dari kediaman Perdana Menteri. Bagaimanapun ini adalah rumahnya, namun kabur dengan di usir adalah lain cerita.
***
Di bagian barat kediaman Perdana Menteri tepatnya di Paviliun Lanyun tempat tinggal Li Ziyu, anak perempuan yang menolong Perdana Menteri lima tahun lalu. Tak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui latar belakangnya. Namun, entah kepercayan darimana Ma Fu dengan mudahnya menjadikan Li Ziyu sebagai anak angkatnya.
Gadis itu sedang memandangi wajahnya melalui cermin giok kaca, bukan lagi cermin tembaga yang biasanya di gunakan oleh para bangsawan.
Cermin giok kaca ini sebening air, dapat memantulkan wajahnya secara sempurna. Jika di lihat secara sepintas seperti dua orang perempuan kembar yang duduk secara berhadapan.
Li Ziyu membelai wajahnya secara perlahan memastikan tak ada satupun cacat yang tampak. Raut wajahnya yang tenang dan sorot matanya yang memancarkan kedewasaan yang tak sesuai usianya.
Sebenarnya usianya sama dengan Ma Mingzhu bahkan dia lebih muda dua bulan, lalu mengapa? Inilah yang menjadi senjatanya. Bukankah Ma Mingzhu di sayang karena anak bungsu, maka sekarang dirinyalah yang harus lebih di sayang karena lebih muda dari Ma Mingzhu itu.
Seorang pelayan memasuki kamar dalam menghampiri Li Ziyu, setelah menunduk untuk memberi penghormatan ia lalu berbisik menyampaikan pesannya.
Mendengar pesan yang di sampaikan pelayan Li Ziyu tak bisa menahan wajahnya untuk tersenyum puas, kemudian memerintahkan pelayan itu untuk keluar.
"Akhirnya.. tinggal satu langkah terakhir aku akan menjadi satu - satunya putri di kediaman Perdana Menteri" bisiknya lirih namun tak menghapus raut kepuasan yang terpancar di wajahnya.
***
Setelah berendam di telaga warna tubuh Ma Mingzhu telah menjadi sumber racun. Ma Mingzhu dapat mengolah racun dengan darah, atau sentuhan. Ya, semudah itu. Pada kenyataannya Ma Mingzhu belum bisa mengontrol racun didalam tubuhnya, efek dari racun yang belum terkontrol tak berbeda dengan terkena racun itu sendiri.'Mungkin ini yang ibu rasakan saat itu'Baju yang basah kuyup menunjukan keringat mengalir deras di seluruh badan Ma Mingzhu. Kemarin adalah tepat tujuh hari Ma Mingzhu menyerap racun di telaga warna, dengan badan yang di penuhi rasa sakit Zhao Yue menyeretnya pulang untuk segera berkultivasi.Benua Xuantian merupakan benua kelas rendah yang mengandung sedikit energi spiritual.Walaupun banyak orang yang menekuni beladiri di Benua Xuantian mereka bukanlah seorang kultivator, mereka hanyalah seorang praktisi beladiri. Seorang praktisi beladiri berbeda dengan kultivator. Seorang praktisi beladiri menguasai teknik beladiri tanpa menggunakan energi spiritual, sedangkan seorang k
Tok.. Tok...Sebuah bambu satu ruas yang di beri lubang kecil berbentuk persegi panjang sedang di pukul kencang oleh seorang lelaki tua yang sedang berdiri di atas menara."Cepat lari cepat... ada moster bermata merah" "Bagaimana bisa? Bukankah moster mata merah selalu muncul saat matahari terbenam?""Siapa yang tahu kapan dia datang, cepat kunci pintunya"Suara auman yang mengegelegar membuat bulu kuduk berdiri. Ada seorang penduduk yang penasaran dengan rupa moster tersebut, mencoba mengintip dari celah lubang. Moster itu berkepala singa dengan tanduk iblis di atasnya, badan manusia namun berukuran lima kali lipat lebih besar dari manusia pada umumnya, matanya merah menyala. Selama dua tahun terakhir, entah bagaimana di Desa Hu mengalami lonjakan kelahiran hampir dua puluh kali lipat di bandingkan penduduk desa lainnya. Namun kabar gembira beriringan dengan duka, tak ada yang tahu darimana datangnya moster bermata merah. Setiap kali moster datang akan selalu ada anak di bawah umur
Di benua Xuantian terbagi menjadi empat wilayah besar, yaitu Kerajaan Hualing, Kerajaan Xiling, Kerajaan Dongling, dan hutan kematian. Kerajaaan Hualing terletak di dataran tengah, merupakan tempat yang letak geografisnya paling diuntungkan dalam sektor pertanian, sehingga di sebut sebagai wilayah paling subur di seluruh benua Xuantian.Kerajaan Xiling memiliki tempat yang sebagian besar berisi gurun pasir, hanya sepertiga wilayah berisi padang rumput. Seluruh penduduk Xiling bersifat nonmaden, hal ini di kerenakan cuaca buruk yang tak menentu. Sistem kerajaan berdasarkan yang terkuat yang memimpin, jika ingin menduduki tahta tertinggi hanya perlu menaklukan seratus dua puluh suku untuk mendapat pengakuan sebagai Penguasa Agung. Lingkungan yang begitu keras menjadikan Kerajaan Xiling terkenal sebagai kerajaan dengan kekuatan militer yang buas dan tangguh.Kerajaan Dongling, terkenal sebagai kerajaan terkaya diantara tiga kerajaan. Karena letak geografisnya yang di kelilingi oleh pegun
"Nikmat.... gurihh....... masih hangat....... Ayo mampir kastanye panggang....... kastanye panggang..... kastanye panggang.....""Hei Guogan, kau berdagang atau mau mengajak anak gadis masuk rumah bordil? ""Pak Tuo pikiranmu itu buruk sekali, apa yang salah dengan caraku berdagang? Katanye ini memang baru saja di angkat dari panggangan masih hangat, rasanya juga gurih nikmat""Ahh nona manis, jangan pedulikan para laki - laki bau yang sedang berdebat itu. Bagaimana jika nona beli saja manisan buah persik ini, sama manisnya dengan nona" Ma Mingzhu yang sedang mengamati suasana pasar terkejut mendengar ucapan salah satu pedagang yang menawarkan manisan buah persik. Berapa tahun Ma Mingzhu tak memakan manisan buah persik? Mungkin lima tahun? Semenjak sang ibu meninggal Ma Mingzhu hanya makan untuk menyambung hidup. Bahkan makanan pelayan jauh lebih baik dari apa yang Ma Mingzhu makan sehari - hari. Terkadang juga Ma Mingzhu harus menahan lapar seharian. Sekarang melihat manisan buah p
Di kedalaman hutan yang tak pernah tersentuh manusia, terdapat sebuah rumah sederhana dengan satu halaman. Asap yang mengepul menyatu dengan angin yang berhembus membuktikan jika didalam rumah terdapat kehidupan.Seorang laki - laki tengah merebus obat dengan tungku bara api, tangannya terus bergerak tak mengenal lelah. Terkadang ia mengipasi bara api agar tetap menyala atau terkadang menambahkan beberapa bahan obat - obatan.Melihat obat telah di masak dengan sempurna ia menuangkan ke dalam mangkuk. Laki - laki itu melangkahkan kaki ke dalam kamar lalu duduk bersandar di tepi ranjang, menenggak obat yang di bawanya dengan sekali minum. Ada yang berbeda dengan cara laki - laki itu meminum obat, ia tak langsung menelannya justru menggerakkan salah satu tanggannya untuk membuka mulut seorang gadis yang sedang tidur di sampingnya. Kemudian ia menundukkan kepalanya mengalirkan cairan pahit ke dalam mulut sang gadis sedikit demi sedikit.Sepuluh hari gadis ini tertidur, sebenarnya luka ya
Lin Ziyu merasakan hawa dingin menyergap dirinya, saat tersadar lehernya telah di cekik. Namun bukan merasakan ketakutan Lin Ziyu tertawa terbahak - bahak. "Kamu yang membunuh ibuku?""Jika iya mengapa? Bisakah kamu membalaskan dendam ibumu?" Jawab Lin Ziyu dengan santai, bahkan saat tangan yang mencekik leher Lin Ziyu semakin mengerat namun tak ada takut sedikitpun di matanya."Hahaha.. akh.. biar aku ceritakan bagaimana ibumu mati, di paksa menenggak racun lalu tubuh bagian dalamnya membusuk. Kau ingin tahu bagian yang paling seru? Rasanya seperti di sayat, di tusuk, dibakar, gatal panas dan sakit di saat bersamaan, mungkin lebih baik mati? Kakak, aku sudah berbaik hati membiarkan ibumu mati dalam keadaan tubuh yang utuh""Apa kamu juga ingin tahu kabar kakakmu yang jatuh ke jurang kematian? Oh.. bagaimana yaa keadaan mayatnya? Kepala pecah? Atau di makan binatang buas? Kakak.. menurutmu bagaimana? Akhh.... auu.. mungkin jika aku menemukan mayatnya aku sambung dengan kepala anjing s







