Share

27. Kue Beruang

Penulis: Cherry Blossom
last update Tanggal publikasi: 2026-09-08 16:40:19

Chapter 27

Kue Beruang

Anran baru saja menyelesaikan sarapan sekaligus makan siang, ia kemudian memasukkan mangkuk dan bekas pembungkus makanan ke dalam plastik. Setelah sif malam yang cukup melelahkan kemarin, ia baru benar-benar bangun setelah matahari mulai condong ke barat.

Ketika memeriksa kulkas, ia mendapati tidak ada makanan yang benar-benar bisa dimakan dan hanya menyisakan makanan beku, Anran pun memutuskan untuk membeli makanan melalui aplikasi pengantar makanan. Ia kemudian memutusk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    37. Batas di Atas Tempat Tidur

    Chapter 37Batas di Atas Tempat TidurSetelah cukup lama beristirahat, Anran akhirnya memutuskan untuk mandi. Tubuhnya terasa sudah jauh lebih baik dibandingkan kemarin, meskipun kepalanya masih terasa sedikit berat dan tenggorokannya belum sepenuhnya nyaman. Anran mengambil tas belanja yang diletakkan Li Shuyan di atas meja ruang keluarga.Begitu melihat isinya, Anran sempat mengernyit karena bukan hanya satu set pakaian, Li Shuyan ternyata membelikan beberapa set pakaian rumahan untuknya lengkap dengan pakaian dalam bahkan di dalam tas belanja ada perlengkapan mandi, pelembap wajah, lotion, dan beberapa barang kecil yang menurut Anran sebenarnya tidak perlu dibeli sebanyak itu."Ini semua Bibi yang beli?" tanya Anran sambil melihat isi tas.Zeyan yang sedang duduk di sofa sembari membantu Nuonuo menyusun balok kayu yang beberapa kali roboh."Ya, mama yang beli."Anran terdiam beberapa saat karena merasa sedikit tidak nyaman menerima begitu banyak barang dari ibu Zeyan, terlebih bebe

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    36. Dua Gasis Kesayangan

    Chapter 36 Dua Gadis Kesayangan Kesadaran menghampiri Anran ketika merasakan lengan yang melingkar lembut di pinggangnya dan tubuhnya menegang. Namun, aroma yang dikenalinya sudah menjawab siapa yang memeluknya dari belakang. Anran belum pernah tidur bersama laki-laki sebelumnya, bahkan selama dua hubungan yang pernah dijalaninya, ia tidak pernah berbagi tempat tidur dengan siapa pun sehingga ingin bangun dan menyuruh Zeyan menjauh. Namun, kepalanya masih berat dan tubuhnya terlalu lelah untuk berdebat. Setelah beberapa detik, Anran hanya menghela napas pelan sembari berpikir akan memarahi Zeyan besok lalu kembali memejamkan matanya dan tidak lama ia kembali tertidur dalam pelukan Zeyan. Pagi harinya, Anran perlahan membuka mata dan mendapati Zeyan sudah berada di depannya. Pria itu tampaknya sudah bangun lebih dahulu dan sedang menatapnya dengan tenang. Begitu mata mereka bertemu, Zeyan langsung tersenyum tipis. "Selamat pagi," sapa Zeyan. Anran langsung membeku lalu melotot. "

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    35. Menjaga Kakak Dokter

    Chapter 35Menjaga Kakak Dokter Ketika Li Shuyan tiba, Zeyan sudah selesai bersiap untuk pergi ke restoran. Pria itu berdiri di dekat tempat tidur sambil memeriksa suhu tubuh Anran sekali lagi sebelum memperbaiki selimut yang menutupi tubuh wanita itu. Anran baru saja tertidur dan terlihat jauh lebih tenang dibandingkan beberapa jam lalu. Begitu mendengar suara pintu dibuka, Zeyan menoleh dan mendapati ibunya datang bersama Nuonuo, sementara Li Shuyan langsung mengenali Anran yang sedang tertidur di tempat tidur putranya, tetapi wanita itu tidak memberikan komentar apa pun. Ia hanya tersenyum senang lalu menatap Zeyan."Pergilah bekerja dengan tenang. Saya akan menjaganya," ucap Li Shuyan.Zeyan masih terlihat sedikit ragu. "Kalau demamnya naik lagi, segera hubungi saya.""Ya.""Dia juga tidak mau minum obat."Li Shuyan mengangkat alis. "Tidak mau minum obat?"Zeyan menghela napas dan menatap Nuonuo. "Dia tidak bisa menelan tablet dan takut disuntik."Li Shuyan hampir tertawa, tetap

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    34. Pacar Sakit

    Chapter 34Pacar SakitPagi itu, sekitar pukul sepuluh, Zeyan baru saja selesai melakukan olahraga ringan. Ia mengambil ponselnya dan membuka percakapan dengan Anran. Sejak mengantarkan wanita itu pulang kemarin sore, batuk kecil Anran terus teringat di kepalanya. Ia sebenarnya ingin menganggap batuk Anran hanya karena terlalu banyak minum minuman dingin setelah berjalan di bawah cuaca panas, tetapi perasaannya tidak terlalu tenang.Jari-jari Zeyan mengetik pesan: Sudah bangun?Beberapa menit kemudian, balasan Anran masuk: Sudah.Zeyan tersenyum tipis sebelum kembali mengetik: Mau sarapan di luar?Kali ini balasan Anran datang lebih cepat: Tidak selera.Alis Zeyan langsung berkerut dan menatap layar beberapa detik lalu mengetik: Kenapa?Namun, tidak ada balasan selama beberapa saat dan Zeyan kembali mengirim pesan: Anda sakit?Beberapa menit kemudian, ponselnya kembali bergetar.Anran: Sepertinya cuma tidak enak badan. Saya mau tidur lagi.Zeyan segera berdiri lalu mengetik: Saya ke

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    33. Kebanyakan Minum Es

    Chapter 33Kebanyakan Minum Es Biasanya setiap kali mendapat libur, Anran akan pulang ke rumah orang tuanya. Tidak peduli apakah ia hanya libur satu hari atau dua hari sekaligus, rumah keluarganya selalu menjadi tempat pertama yang terlintas di pikirannya. Namun, kali ini sedikit berbeda karena beberapa staf UGD yang kebetulan mendapatkan jadwal libur di hari yang sama sepakat mengadakan acara outdoor bersama. Setelah mempertimbangkannya, Anran akhirnya memutuskan untuk ikut karena merasa tidak ada salahnya sesekali melakukan sesuatu selain pulang, tidur, atau duduk di ruang keluarga sambil mendengarkan ibunya mengeluhkan kesibukan kakak-kakaknya.Pagi itu, sekitar pukul delapan, Anran sudah berdiri di depan rumah dengan pakaian santai. Ia mengenakan kaus berlengan pendek, celana panjang olahraga, sepatu yang nyaman untuk berjalan, serta topi yang sengaja dipilih karena cuaca Shanghai sedang sangat panas. Sebuah tas kecil berisi botol minum, tisu, dan beberapa barang pribadi menggan

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    32. Menjemput Pacar

    Chapter 32Menjemput Pacar Pukul empat sore, Anran akhirnya menyelesaikan pekerjaannya. Setelah menyerahkan beberapa catatan kepada dokter yang akan melanjutkan shift berikutnya, ia masuk ke ruang ganti untuk berganti pakaian. Tubuhnya terasa sedikit lelah, tetapi suasana hatinya justru cukup baik. Mungkin karena sejak kemarin ada seseorang yang menunggunya pulang. Anran baru saja memasukkan jas putihnya ke dalam tas ketika ponselnya bergetar dan saat melihat nama pengirim pesan di layar ponsel, bibirnya mengulas senyum samar. Chef Wang : Sudah selesai?Senyum Anran menjadi semakin jelas dan membalas : Ya.Balasan Zeyan muncul tidak sampai satu menit kemudian : Saya di depan.Senyum Anran langsung melebar dan memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu meninggalkan ruang ganti dengan langkah yang lebih cepat. Begitu sampai di lobi rumah sakit, matanya langsung menemukan pria tinggi yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk. Zeyan mengenakan kemeja hitam sederhana dengan celana panjang be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status