Jerat Ambisi Killian

Jerat Ambisi Killian

last updateآخر تحديث : 2026-07-15
بواسطة:  Cheryl Cherieمستمر
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
6فصول
12وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Mia Ruby tidak pernah menyangka bahwa hubungannya dengan Killian Ludovic—yang selama ini ia anggap berakhir saat pria itu meninggalkannya begitu saja satu tahun yang lalu—nyatanya tidak sama sekali. Dan justru setelah takdir mempertemukan mereka kembali, Killian  datang padanya dengan membawa segala ambisinya. "Dengar, Mia Ruby. Saat itu aku hanya 'meninggalkanmu', bukan 'mengakhiri' semua hal yang ada diantara kita berdua." "Tapi saat kau berselingkuh dengan adik tiriku, aku menganggap semua hal diantara kita sudah berakhir!" "Kau menganggapnya begitu? Baiklah ... tapi aku tidak, tidak ada kata 'berakhir' diantara kita. Baik dulu, sekarang, ataupun nanti."

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

"Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa?!"

Hari itu, Mia Ruby berteriak penuh amarah pada sosok pria yang dicintainya. Satu fakta yang berhasil membuatnya kehilangan kendali atas segala perasaannya. Marah, kecewa, sakit hati, sedih, cemburu, dan benci. Dan penyebabnya adalah perselingkuhan kekasihnya—Killian Ludovic dengan adik tirinya yang bernama Nancy.

Mia mencengkeram kerah kemeja Killian. "Kau berselingkuh dengannya," kata Mia sembari menunjuk Nancy. "Padahal kau jelas tahu kalau aku membencinya!"

"Kenapa Killian? Kenapa?!" Mia mengguncang tubuh tegap kekasihnya.

Mia Ruby, gadis itu menangis dan meraung sembari memukili dada kekasihnya—Killian Ludovic—yang tampak terlalu tenang untuk menghadapi amukan kekasihnya.

Sedangkan di dalam mobil milik Killian, sosok Nancy—adik tiri Mia Ruby itu tersenyum penuh kemenangan.

Killian mencengkeram erat kedua lengan Mia, menghentikan aksinya itu. "Karena aku mau," jawabnya.

Mia tercengang, hatinya mencelos. "Kau ... kau serius dengan alasanmu?"

"Tentu saja, aku bebas melakukan semua hal yang aku suka. Kau tahu sendiri jika hal seperti ini bukan sesuatu yang tabu dikalanganku.”

"Iya! Aku juga memakluminya,” sahut Mia. “Tapi itu tidak berlaku untukmu! Kau berjanji jika aku satu-satunya wanita yang akan kau sentuh sampai kapan pun!” ujar Mia penuh penekanan. “Dan sekarang ... kau malah berselingkuh—bahkan dengan orang yang aku benci!"

Killian masih bertahan dengan sikap tenangnya, salah satu tangannya beralih menjambak rambut Mia, membuat wanita itu memekik kesakitan. "Sebelum menyalahkanku seperti ini, baiknya kau bercermin, Mia."

"Apa maksudmu?" tanya Mia kebingungan, ia berusaha melepas tangan Killian dari rambutnya.

"Kau yang lebih dulu mengkhianatiku, kau berselingkuh dengan pria lain."

Kedua mata Mia terbelalak, jelas terkejut dan tak menyangka dengan tuduhan yang Killian layangkan padanya. Kapan ia berselingkuh? Padahal hanya Killian satu-satunya pria yang dekat dengannya.

"Killian, aku tidak—"

"Ya! Kau dan pria itu!" sentak Killian. "Jadi jangan menyalahkanku jika berbuat hal yang sama sepertimu!" Setelahnya, Killian mendorong Mia hingga membuat wanita itu terjatuh ke jalanan.

Mia menggeleng keras, ia berdiri hendak mengejar Killian yang kini sudah masuk ke dalam mobil. Mia menggedor-gedor pintu dan kaca mobil, ia terus berteriak dan berusaha menghentikan Killian.

Namun, dirinya tak berdaya saat mobil itu melaju kencang meninggalkannya sendirian di tepi jalanan yang sepi.

Mia menangis, meraung dengan keras. Dan terus menyerukan nama 'Killian'. Ia bahkan mengabaikan telapak tangan dan lututnya yang berdarah karena dorongan Killian hingga membuatnya terjatuh dan bergesekan dengan jalanan aspal yang keras.

***

Malam harinya, Mia melangkah masuk ke dalam rumah mewahnya. Tatapannya kosong, wajahnya memucat, dan rambutnya berantakkan. Tampilannya benar-benar tampak kacau.

Sayup-sayup ia mendengar suara ayah dan ibunya dari arah ruang tamu, ia yang penasaran berjalan mendekat.

"Dia tidak akan mendekati Mia lagi," ucap ayahnya.

"Kau yakin dia akan percaya dengan kebohongan kecilmu itu? Dia bukan orang picik," sahut ibunya.

Mia mengerutkan keningnya, 'Dia' yang dimaksud ayahnya pasti Killian. Ia semakin menajamkan pendengarannya dan mengintip di balik dinding. "Kebohongan apa?" gumamnya.

"Aku sangat yakin. Saat sedang jatuh cinta, logika seseorang akan berhenti sesaat, mereka akan mengesampingkannya dan memilih fokus pada hati dan perasaan."

"Maksudnya?"

"Maksudnya, saat si keparat itu patah hati, dia tidak akan menggunakan logikanya untuk memikirkan semua yang terjadi dalam hubungan mereka, dia akan sibuk dengan rasa kecewa dan amarah karena merasa dikhianti."

"Bagaimana kalau dia menuntut penjelasan pada Mia?" tanya ibunya. "Dan Mia menjelaskan semuanya."

"Aku jamin dia tidak akan membiarkan Mia menjelaskan semuanya, dia sudah dibutakan api cemburu dan tidak akan mendengarkan orang lain," jawab ayahnya.

Mia berusaha mencerna inti dari semua percakapan kedua orang tuanya. Dimulai dari Killian yang cemburu, kebohongan ayahnya, lalu ia teringat pada tuduhan Killian tadi sore yang menuduhnya berselingkuh dengan pria lain.

Mia kebingungan, padahal ia tidak pernah dekat dengan pria lain. Ia kembali mengingat kapan terakhir kali ia dekat dengan seorang pria, tidak ada pria lain selain ....

Kedua mata Mia membelalak, ia teringat jika satu bulan yang lalu kakak sepupunya datang berkunjung ke rumah mereka, dan Mia hendak mengenalkannya pada Killian. Mereka sempat membuat janji temu, namun Killian tak kunjung datang. Mungkinkah kekasihnya melihatnya terlalu akrab dengan sepupunya itu hingga membuatnya salah paham?

Dan mengenai kebohongan ayahnya pada Killian, apa mungkin ayahnya itu mengatakan hal yang membuat Killian cemburu tentang kedekatannya dengan sepupunya? Sekarang semuanya terdengar masuk akal, jadi karena itulah Killian berselingkuh demi melampiaskan sakit hati dan cemburunya.

Dengan dada yang kembang kempis, Mia berjalan cepat menuju keduanya, wajahnya tegang.

"Jadi Ayah yang merencanakan semua itu? Membuat hubunganku dengan Killian hancur?!"

Kedua pasangan paruh baya itu tampak terkejut dengan kedatangan putri mereka. Keduanya serentak berdiri.

"Kenapa Ayah melakukan itu?!" Mia mulai menangis, ia kembali mengingat perselingkuhan Killian dengan adik tirinya. "Apa Ayah tahu, apa yang dilakukan Killian dibelakangku karena perbuatan Ayah? Dia berselingkuh dengan anak tiri kesayangan Ayah itu!"

Damon, Ayah dari Mia itu tercengang. Jelas ia tahu siapa yang dimaksud putrinya.

Nancy.

Putri semata wayang dari mantan istri ke duanya. Meski bukan putri kandung, namun ia tak keberatan memperlakukannya layaknya putri kandungnya sendiri, memberinya kasih sayang dan segala kebutuhan hidupnya—melebihi Mia, putri kandungnya sendiri.

Miranda juga sama terkejutnya, ia menoleh melihat reaksi suaminya. Dadanya terasa nyeri saat nama putri dari perebut suaminya dulu kembali terdengar.

"Tidak mungkin, Nancy gadis yang baik." Damon membantah, ia menggeleng pelan.

"Kenapa tidak? Baru saja tadi siang aku menemui mereka berdua, asal Ayah tahu saja jika anak tiri kesayanganmu itu lebih buruk dariku! Dia sering berganti-ganti laki-laki saat keluar masuk sebuah hotel—"

Plak!

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
6 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status