Share

Bab 4

Penulis: Summer
Semakin jelas aku lihat wajah asli Daniel, semakin aku sadar betapa butanya aku selama lima tahun yang panjang itu.

Di sekeliling kita, para karyawan kantor mulai bisik-bisik sambil tunjuk ke arahku. Lihat Daniel sama sekali nggak berniat hentikan mereka, suara-suara itu pun semakin berani dan semakin keras.

"Pak Daniel sampai sembunyikan identitasnya sebagai anggota keluarga mafia hanya supaya Elena nggak merasa rendah diri. Dia juga perintahkan kita semua untuk rahasiakan identitasnya. Itu sudah buktikan betapa besar perhatiannya ke Elena."

"Dia sudah tinggal di apartemen milik Pak Daniel, tapi masih berani marah-marah?"

"Orang biasa yang mimpi masuk ke keluarga mafia demi harta, sebaiknya dia ngaca dulu. Kalau nggak ada Pak Daniel, dia bukan siapa-siapa."

Semakin ramai orang bergunjing, senyum puas di wajah Daniel semakin kentara. Sementara itu, Nadia terus siramkan minyak ke atas api, timpakan berbagai tuduhan palsu ke aku tanpa henti.

"Elena, bukannya kamu pernah pura-pura alami kecelakaan mobil hanya untuk manfaatkan kebaikan Daniel dan tipu dia demi uang? Kamu memang paling suka pura-pura jadi korban padahal sebenarnya cuma incar uangnya."

Ucapan Nadia bagaikan siram minyak ke kobaran api. Seketika seluruh kantor jadi gempar. Semua orang pandang aku dengan jijik, lalu lontarkan hinaan demi hinaan tanpa ampun.

Aku noleh ke arah Daniel. Wajahnya tetap tenang dan dingin, seolah-olah Nadia cuma sedang wakili seluruh penderitaan yang selama ini dia rasakan.

Perlahan senyum getir terukir di sudut bibirku. Namun sebelum sempat bicara, Daniel lebih dulu raih lenganku sambil pura-pura jadi penengah.

"Sudahlah, lupakan saja. Semuanya sudah terjadi, lagian aku juga nggak akan jatuh miskin hanya karena kehilangan sedikit uang. Aku nggak pinjamkan uang itu bukan karena pelit, tapi karena aku tahu kamu lagi bohong. Aku lakukan semua ini demi perbaiki kebiasaan burukmu agar keluargaku akhirnya bisa terima kamu."

Begitu Daniel selesai bicara, seluruh ruangan seolah dipenuhi semangat membela kebenaran. Semua orang semakin yakin aku adalah wanita nggak tahu diri yang telah sia-siakan ketulusannya.

"Benar sekali! Pak Daniel itu pewaris keluarga mafia yang sangat berkuasa. Kalau butuh uang, yah tinggal minta saja! Sampai pura-pura kecelakaan demi peras uangnya, benar-benar nggak punya hati nurani."

"Wanita benalu seperti dia memang pantas dicampakkan. Sebaiknya namanya diblokir dari seluruh kota ini!"

Aku pandangi rekan-rekan kerja yang dulu begitu akrab dengan aku, tetapi sekarang mereka berlomba-lomba injak harga diriku. Lalu aku pikirkan segala tipu daya Daniel. Tiba-tiba aku merasa membela diri sudah nggak ada gunanya lagi. Sekalipun sekarang aku lemparkan seluruh slip gajiku ke depan wajahnya, Daniel dan Nadia pasti akan ciptakan kebohongan baru demi terus permalukan aku.

Dalam diam, aku selipkan kembali slip-slip gaji itu ke dalam saku. Aku angkat kepala dan menatap Daniel sambil tersenyum dingin.

"Kita sudah pacaran selama lima tahun, Daniel. Kenapa kamu nggak duduk dan hitung sendiri setiap rupiah yang katanya telah kamu habiskan untuk aku?"

Tatapanku tembus kedua matanya.

"Kalau kamu nggak bisa buktikan kamu pernah keluarkan satu rupiah pun demi diriku, sebaiknya kamu segera kembalikan ratusan juta yang sudah kamu curi dari rekeningku. Kalau nggak, kamu dan perusahan kedokmu siap-siap terima gugatan dari aku."

Hubungan yang selama ini dia banggakan sebagai hubungan yang murni dan bebas dari uang, ternyata sejak awal justru dibangun di atas pencurian. Pewaris keluarga mafia yang dipandang semua orang sebagai pria kaya raya dan dermawan itu, selama ini justru hidup dari hasil jerih payah yang aku kumpulkan dengan susah payah.

Daniel terdiam kaku. Terlihat jelas ada rasa panik yang melintas di matanya. Dia nggak mampu ingat satu pun kejadian ketika dirinya benar-benar pernah keluarkan uang untuk aku. Bagi pria yang bahkan hitung biaya beli sebungkus kondom di minimarket secara patungan, tentu nggak ada bukti apa pun yang bisa dia tunjukkan.

Daniel buka mulut, berusaha selamatkan keadaan. Namun aku sudah nggak ingin lagi dengarkan sepatah kata pun darinya.

Saat aku berbalik hendak pergi, Nadia tiba-tiba terjang dari belakang dan dorong aku dengan keras. Karena hilang keseimbangan, tubuhku terhempas jatuh ke lantai.

"Elena, berhenti putar balikkan fakta! Mana mungkin Daniel utang ke benalu kayak kamu?!" teriak Nadia sambil menatapku dengan penuh kebencian. "Berani sekali kamu cemarkan nama baiknya! Apa kamu nggak takut kita masukkan kamu ke penjara karena coba peras dia?"

"Cepat berlutut dan minta maaf ke Daniel sekarang juga!"

Nadia benar-benar yakin dia masih punya sesuatu yang bisa digunakan untuk ngancam aku. Sayangnya, diriku yang sekarang sudah nggak punya kelemahan apa pun lagi di dunia ini.

Tepat pada saat itu, manajer divisi tempat aku kerja kebetulan lewat. Lihat Daniel dikelilingi banyak orang, dia segera terobos kerumunan sambil bawa sebuah map dokumen.

"Pak Daniel, Elena pulang lebih awal dari rumah sakit setelah jalani operasi keguguran karena nggak mampu bayar biaya rawat inap. Rumah sakit baru saja hubungi kita untuk kasih tahu kalau dia nggak datang ke pemeriksaan lanjutan, dan kondisi kesehatannya sekarang cukup kritis."

Sang manajer menghela napas panjang sambil gelengkan kepala pelan, lalu menatap Daniel.

"Selain itu, mengenai permohonan darurat Elena minggu lalu untuk cairkan uang muka gaji sebesar 16 juta rupiah. Pak Daniel yang perintahkan saya untuk tolak itu. Benar-benar tragis. Dia cuma kekurangan uang sebesar itu agar bisa segera jalani operasi darurat dan selamatkan bayinya."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia   Bab 11

    Jordan terkekeh pelan. Tatapannya menyapu Daniel dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu berhenti pada kotak cincin yang masih ada di tangannya."Berlian buatan khusus, ya?" katanya tenang. "Aku ingat kamu, Pak Daniel. Kita pernah ketemu di pelelangan kelas atas bulan lalu. Kita sempat saling berebut batu zamrud langka yang kemudian dijadikan bros milik Elena."Jordan menatap Daniel tanpa sedikit pun alihkan pandangannya."Dengan kekayaan keluargamu, seharusnya sangat mudah kalahkan aku. Tapi begitu harga mulai naik, kamu langsung mundur. Apa karena kamu memang nggak cukup peduli atau karena menurutmu Elena memang nggak sepadan dengan harga itu?"Ucapan Jordan buat aku tertegun. Jadi, dia beneran datang ke pelelangan hanya demi dapatkan zamrud untuk brosku?Aku noleh ke dia. Suara yang keluar campuran dari rasa terkejut dan bingung."Jordan, kamu sudah gila yah? Kamu habiskan uang sebanyak itu hanya untuk kasih aku hadiah?"Jordan menatapku lembut. Tangannya genggam jemariku dengan p

  • Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia   Bab 10

    Keesokan malamnya, aku berdiri di depan lemari pakaian sambil pandangi deretan gaun elegan yang selama beberapa minggu terakhir diam-diam dikirimkan Jordan untuk aku.Tanpa sadar senyum tipis terukir di bibirku. Jordan nggak pernah peduli pada tren mode. Dia juga nggak pernah berusaha bentuk aku jadi sosok yang dia inginkan. Yang selalu dia pikirkan hanya satu hal, apa aku merasa nyaman, percaya diri, dan bahagia saat pakai itu.Setelah pertimbangkan beberapa saat, aku pilih gaun sutra berwarna hijau tua dengan potongan sederhana namun anggun. Dengan hati-hati aku sematkan bros platinum berhias zamrud yang dia hadiahkan kemarin tepat di dekat tulang selangkaku. Kilau hijau zamrud itu pantulkan cahaya dengan begitu indah, menyatu sempurna dengan warna gaunku.Sebenarnya Jordan sudah tawarkan diri untuk jemput aku. Namun dengan lembut aku tolak. Aku ingin datang sendiri ke paviliun rumah kaca. Aku ingin kasih dia sebuah kejutan kecil. Dengan caraku sendiri, aku ingin tunjukkan betapa bes

  • Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia   Bab 9

    Nggak sampai lima belas menit kemudian, sepiring mie hangat yang mengepul telah tersaji dengan rapi di hadapanku.Saat aku hampir habiskan separuh porsinya, Jordan sandarkan tubuhnya ke pagar beranda sambil pandangi aku dengan senyum tipis yang menenangkan."Sudah kenyang?"Setiap kali perutku mulai penuh, tanpa sadar aku bakal makan semakin pelan. Tapi, karena sangat hargai jerih payah Jordan yang masak untuk aku, aku selalu berusaha habiskan makanan itu, meski harus suapkan itu sedikit demi sedikit."Kalau sudah kenyang, nggak usah dipaksa," ucap Jordan lembut sambil ulurkan tangannya ambil garpu dari jemariku. "Makan kebanyakan justru akan buat tubuhmu nggak nyaman setelah operasi."Aku gigit bibirku, lalu tertawa kecil."Jordan, apa kamu punya kemampuan baca pikiran? Gimana bisa kamu selalu tahu persis apa yang sedang aku pikirkan?"Jordan ikut tersenyum."Itu bukan sihir, Elena. Cuma, hatimu terlalu jujur. Semua yang kamu rasakan selalu terpancar jelas dari wajahmu. Mustahil untuk

  • Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia   Bab 8

    Sore itu, akhirnya aku sempatkan diri pergi ke klinik di kota untuk jalani pemeriksaan pascaoperasi yang selama ini terus aku tunda. Sejak kembali ke kota kecil di lembah ini, aku terus paksakan diri kerja tanpa kenal lelah, sama sekali abaikan peringatan dokter tentang kondisi tubuhku yang masih sangat lemah.Saat sedang duduk tunggu giliran di ruang tunggu, seseorang yang begitu aku kenal melangkah masuk ke dalam klinik.Jordan Halim.Dia datang untuk serahkan laporan keamanan air pertanian kepada petugas kesehatan daerah. Namun begitu matanya lihat sosokku yang duduk di deretan kursi plastik, raut wajahnya langsung dipenuhi kekhawatiran.Tanpa ragu, dia jalan hampiri aku, kesampingkan urusannya sendiri, lalu duduk di kursi di sampingku. Dia nggak ajukan pertanyaan yang buat aku nggak nyaman. Dia juga nggak paksa aku untuk cerita. Dia hanya tetap ada di sisiku, diam-diam temani aku jalani seluruh proses pemeriksaan. Ketika dokter dengan lembut tegur aku karena tubuhku alami kekuranga

  • Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia   Bab 7

    Selama tiga hari berikutnya, Daniel kerahkan seluruh jaringan pelacak milik sindikat mafianya, balikkan seluruh penjuru kota demi cari aku. Dia tempatkan jaringan intelijen keluarganya dalam status siaga penuh, mati-matian cari wanita yang berani kabur dari sangkar emas yang selama ini dia bangun.Namun aku kenal Daniel lebih baik daripada siapa pun. Justru karena itu aku nggak mungkin berdiam diri tunggu sampai dia temukan aku.Alih-alih sembunyi dalam ketakutan, aku buka kembali daftar kontak lama di HP-ku hingga akhirnya temukan nomor sahabat masa kecilku. Sekarang dia telah jadi seorang pengacara korporasi ternama, sama sekali nggak punya hubungan dengan dunia mafia yang dikuasai Daniel. Dengan tangan yang mantap, aku ketik sebuah pesan singkat lalu kirimkan melalui WhatsApp.Aku tahan napas sambil menatap layar HP, hingga dua tanda centang abu-abu perlahan berubah jadi biru. Dia nggak pernah hapus nomorku. Dia juga nggak pernah lupakan persahabatan kita. Berkat ikatan yang telah t

  • Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia   Bab 6

    "Daniel," isak Nadia. "Soal bayi itu kemungkinan besar cuma kebohongan Elena supaya kamu merasa bersalah. Jangan sampai kamu kena tipu! Kalaupun itu benar, memangnya kenapa? Nggak ada yang istimewa. Setidaknya sekarang dia nggak akan pernah bisa lagi pakai alasan murahan seperti itu untuk kuras harta keluargamu."Untuk sesaat, Daniel pandangi wanita di hadapannya seolah baru pertama kali kenal dia. Rasa asing yang begitu dingin perlahan menjalar di hatinya."Itu anak pertamaku," geram Daniel. Suaranya bergetar, simpan amarah yang begitu mengerikan. "Kamu tahu betapa besarnya keinginanku untuk punya seorang anak. Kamu juga tahu betapa keluargaku menjunjung tinggi garis keturunan keluarga kita!"Daniel hendak kejar aku, tetapi Nadia buru-buru tarik lengannya."Kalau sekarang kamu kejar dia, kamu cuma akan kasih dia kesempatan untuk permainkan kamu! Daniel, kalau bukan karena kamu kasih dia pekerjaan di perusahaan ini, Elena nggak akan punya tempat tinggal!"Daniel menatapnya tajam. Rasa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status