تسجيل الدخولDi kehidupanku yang lalu, adikku yang bernama Sesil Ananta melarikan diri ke Monaka pada malam sebelum pernikahannya, dan keluargaku langsung memaksaku untuk mengenakan gaun pengantinnya sebelum fajar menyingsing. Doni Luwasa, seorang Bos Besar mafia yang masih muda dari Kota Nuyakos, telah menunggunya di altar. Saat pria itu mengangkat tudung pengantin dan melihat wajahku yang ada di sana, kehangatan di sorot matanya berubah seketika menjadi sedingin es. Selama lima tahun, aku menjadi istri rahasianya. Seluruh dunia mafia tahunya dia sudah menikah, tetapi tidak ada yang tahu menikah dengan siapa. Orang tuaku justru menyalahkanku, mereka menuduhku karena sudah mencuri posisi Sesil namun tetap gagal memenangkan hati Doni. Kemudian, Sesil kembali. Pada Natal tahun itu, Doni membawa Sesil dan orang tuaku ke vilanya yang berada di daerah pegunungan. Ketika badai salju melanda, anak buahnya segera mengevakuasi semua orang menggunakan helikopter. Tapi tidak ada satu orang pun yang mengingatku. Akhirnya aku meninggal di vila yang terisolasi itu dalam keadaan hamil tiga bulan. Ketika aku membuka mata kembali, Sesil baru saja kembali ke Nuyakos. Kali ini, aku tidak akan pernah memohon untuk cinta pria itu lagi. Hanya ketika aku benar-benar pergi, tak ada seorang pun dari mereka berhak menyesalinya.
عرض المزيدKlarifikasi resmi itu akhirnya keluar pada Jumat pagi.Klarifikasi itu menyebut tindakan Sesil sebagai hal yang sembrono. Dokumen itu mengakui bahwa aku telah menjadi istri sah Doni Luwasa selama lima tahun dan bahwa seluruh anggapan yang sebaliknya adalah salah.Klarifikasi itu terdengar kaku, buruk, dan ditulis oleh pengacara.Menjelang siang, pesan pertama ibuku tiba.[Erin, tolong telepon aku. Ini sudah keterlaluan.]Kemudian pesan dari ayahku.[Kita perlu bicara sebagai keluarga.]Aku langsung menghapus keduanya.Malam itu, mereka muncul di kantorku tanpa membuat janji terlebih dahulu karena orang tuaku tipe yang percaya bahwa ikatan darah adalah kunci utama yang bisa membuka segalanya.Ibuku masuk lebih dulu, dia terlihat lebih kurus dari yang kuingat, dengan mengenakan sebuah mantel krem yang membuatnya tampak lebih lembut daripada sifat aslinya. Ayahku menyusul dengan wajah kaku yang sama seperti yang biasa dia gunakan setiap kali hendak meminta sesuatu dan menyebutnya sebagai
Doni tiba di kantor pengacaraku pada pukul sembilan lewat lima puluh delapan menit.Dia datang sendirian. Tidak ada pengawal di lorong, tidak ada anak buah yang menunggu di dekat lift, tidak ada supir yang menghalangi jalan di bawah. Aku tetap memeriksanya, karena memulihkan diri tidak berarti menjadi bodoh. Setelah puas, aku masuk ke ruang rapat dan duduk di samping Marta Tarina, pengacara yang telah membangunkan jalan keluar untukku sementara semua orang di Nuyakos sibuk memuji Sesil.Doni berdiri saat aku masuk.Marta membuka map dokumen di depannya. "Pertemuan ini direkam. Tuan Doni, Anda berada di sini sebagai calon orang tua bersama, bukan sebagai suami, pelindung, atau otoritas keluarga bagi Nyonya Erina. Jika tidak sepakat dengan batasan itu, maka pertemuan ini akan kita akhiri sekarang."“Aku mengerti.”"Bagus. Perjanjian perceraian ini sah berdasarkan hukum Nuyakos. Tanda tangan Anda sudah disaksikan secara elektronik melalui paket otorisasi pelabuhan. Anda boleh menentangnya
Sudut Pandang Erin.Kota Lisrona tidak bertanya tentang siapa aku dan masa laluku.Nuyakos mengenalku sebagai pengantin pengganti, istri yang disembunyikan, putri sulung Keluarga Ananta yang tidak pernah tersenyum cukup lebar untuk terlihat menawan. Di Lisrona, aku adalah Erina Kuala, seorang konsultan prosedur pengiriman logistik secara legal dengan sebuah kantor sewaan di atas toko roti, dan seorang dokter yang memanggil nama pilihanku tanpa ragu sedikit pun.Apartemenku menghadap langsung ke arah laut.Apartemen itu kecil, terang, dan sepenuhnya milikku. Aku membeli sebuah teko biru, tiga gaun katun yang muat untuk perutku yang semakin membesar, dan sebuah meja bekas dengan goresan di salah satu kakinya. Setiap pagi, aku membuat teh, membalas email, dan mengingatkan diriku sendiri bahwa kedamaian tidak harus terasa dramatis untuk bisa menjadi nyata.Pada minggu ketiga, perusahaanku sudah memiliki empat klien, dan semuanya adalah perempuan yang cukup kaya untuk menjadi incaran, sekal
Sudut Pandang Pihak Ketiga.Keluarga Luwasa dapat membuat sebagian besar masalah menghilang sebelum menjelang pagi. Mayat-mayat bisa lenyap. Saksi-saksi bisa berubah pikiran. Catatan bank pun bisa dipaksa untuk berubah baik.Namun, Erin tidak menghilang seperti sebuah masalah.Menjelang fajar, ponsel Doni berdering tanpa henti. Panggilan pertama datang dari serikat pekerja pelabuhan. Pengiriman logistik musim dingin ditahan karena dana medis darurat yang selama ini diam-diam dikelola Erin terkunci di bawah otorisasi dana perwalian. Panggilan kedua datang dari akuntan di Tuski, yang menolak untuk merilis laporan keuangan triwulanan tanpa adanya tanda tangan dari Nyonya Erin. Panggilan ketiga datang dari seorang anggota dewan kota yang ingin tahu apakah Keluarga Luwasa masih cukup kuat atau apakah dia harus mulai mengadakan pertemuan dengan pihak lain.Mario berdiri di ruang kerja Doni dengan membawa tiga map di bawah lengannya. "Anda harus melihat ini."Doni tidak perlu bertanya apakah
Seorang asing dari pesta membawaku ke Rumah Sakit Sinar Medika. Keluarga Luwasa yang mengendalikan tempat itu, tetapi ketika perawat mendorongku ke ruang gawat darurat, tempat itu sudah hampir kosong.Perawat melakukan tiga panggilan telepon. Setiap kali menelepon, wajahnya akan tampak semakin pucat
Pesta penyambutan diadakan di Klub Luwasa di Manhure. Dari luar, bangunan itu tampak seperti sebuah teater yang terbengkalai. Namun di dalamnya, sudah dipenuhi oleh para penjahat paling terhormat di Kota Nuyakos dari berbagai profesi seperti politisi, pengacara, bos pelabuhan, bankir, dan setiap sek
Separuh isi kamarku sudah dikosongkan. Gaun-gaun milik Sesil yang berwarna krem lembut sudah tergantung di lemari, dan botol-botol parfumnya sudah berjejer rapi di atas meja riasku. Sementara itu, buku-buku, foto-foto, dan mantel-mantel lamaku telah dilemparkan begitu saja ke dalam kotak kardus di s
"Nyonya Erin, selamat. Usia kandungan Anda sudah masuk minggu kedua belas."Dokter keluarga itu menggeser selembar laporan medis ke hadapanku di seberang meja. Dia berbicara dengan pelan, tetapi tetap tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. "Detak jantung bayinya sangat kuat. Anak ini sangat bera


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات