Short
Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia

Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia

Par:  SummerComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapitres
0Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Pacarku adalah pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Selesar. Untuk tes kesetiaanku, selama lima tahun kita pacaran, dia nggak pernah keluarkan uang sepeser pun untuk aku. Bahkan saat beli kondom, dia tetap bersikeras agar kita bayar masing-masing setengah. Minggu lalu aku alami kecelakaan mobil. Demi selamatkan bayi yang sedang aku kandung, aku sangat butuh uang 16 juta rupiah untuk jalani operasi darurat. Dari ranjang rumah sakit, aku telepon dia sambil mohon bantuan. Namun yang aku dapat hanyalah tuduhan kalau aku lagi bohong untuk peras uangnya, sebelum akhirnya sambungan telepon diputus begitu saja. Dalam keputusasaan, aku hubungi semua teman dan kenalan yang aku miliki, mohon bantuan ke sana sini. Saat akhirnya uang itu berhasil aku kumpulkan, rasa sakit yang luar biasa robek perutku. Detak jantung bayiku telah berhenti. Setelah makamkan bayiku, aku kembali ke apartemen untuk kemasi barang-barangku. Di sana aku nggak sengaja temukan daftar hadiah ulang tahun yang telah dia siapkan untuk Nadia, tetangga sekaligus sahabat masa kecilnya. Sebuah kapal pesiar mewah. Sebuah bintang yang dinamai atas namanya. Dan sederet barang bermerek. Saat itu juga, suara Daniel Marwan terdengar dari ruangan sebelah. Dia sedang bicara melalui telepon dengan para anak buah kepercayaannya. "Bos, apa benar Elena sampai mohon 16 juta rupiah ke kamu?" Daniel Marwan mendengus sinis penuh kesombongan. "Iya. Dan aku tetap tolak itu. Nadia memang benar. Elena itu cuma anak yatim piatu yang nggak mungkin sanggup tinggalkan aku. Tapi kalau dia ingin jadi bagian dari keluargaku, dia harus lulus ujian yang ketat. Sebentar lagi semuanya selesai. Nanti dia akan ngerti kalau semua ini aku lakukan demi kebaikannya sendiri." Jadi lima tahun pengabdianku, dan nyawa anakku, semuanya hanya sekadar ujian menjijikkan demi dapatkan pengakuan sebagai nyonya keluarga mafia. Apa pun alasannya, sekarang semuanya sudah nggak berarti lagi. Sejak dokter nyatakan bayiku sudah meninggal, saat itulah aku putuskan untuk tinggalkan Daniel selamanya.

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Pintu depan terbuka tepat saat aku selesai kembalikan daftar hadiah ke tempatnya. Daniel Marwan masuk dengan aroma tembakau mahal yang melekat di tubuhnya, lalu jatuhkan diri ke sofa di sampingku dengan gaya angkuhnya yang seperti biasa.

"Jadi akhirnya kamu pulang juga," katanya sambil kuliahi aku seperti anak kecil. "Masih ngambek cuma karena aku nggak kasih kamu uang itu? Coba belajar dari Nadia dan bersikap lebih dewasa, Elena. Nanti kamu bakal ngerti kalau semua ini demi masa depan kita."

Daniel tampak begitu tulus, seolah semua yang dia lakukan benar-benar lahir dari cinta yang murni. Namun, makna sesungguhnya begitu singkat sekaligus kejam: dia terus-terusan uji aku untuk pastikan kalau aku bukan wanita yang incar hartanya, cuma untuk buktikan aku pantas diterima oleh keluarganya.

Daniel merapat hendak peluk aku, tetapi aku bergeser menjauh, tanpa ragu hindari pelukannya. Dia terdiam sesaat, menatap kedua tangannya yang kosong sebelum lemparkan tatapan tajam ke aku. Di matanya, aku cuma lagi ngambek kayak anak kecil gara-gara uang 16 juta rupiah yang dia anggap remeh.

"Jangan kayak anak kecil. Aku sudah capek kerja. Pergi buatkan makan malam untuk aku," perintahnya, seketika kembali pakai nada seorang bos mafia.

Dulu, lima tahun yang lalu saat kejar aku, sikapnya sama sekali nggak seperti ini. Waktu itu dia pura-pura jadi pegawai kantoran miskin yang terlilit pinjaman kuliah dan utang perusahaan.

"Elena, aku nggak punya apa-apa, dan aku nggak bisa janjikan masa depan yang mapan," katanya waktu itu dengan wajah yang tampak begitu tulus. "Tapi kita bisa kerja keras dan bangun kehidupan bersama."

Aku percaya dengan dia dan mengangguk. Aku memang miskin, tetapi aku mampu hidupi diriku sendiri. Aku pilih Daniel semata-mata karena ingin bangun kehidupan dari nol bersamanya. Namun, seiring berjalannya waktu, topengnya mulai retak. Dia benar-benar sampai alergi terhadap barang-barang murah, dan nggak lama kemudian mulai perlakukan aku seperti pembantu, suruh aku lakukan hal-hal yang sebenarnya bisa dia kerjakan sendiri.

Kebenaran itu akhirnya tersingkap pada suatu hari saat aku lagi kerja. Aku lihat Daniel turun dari limusin antipeluru, dikawal para pengawal bersenjata lengkap ketika masuki sebuah klub ilegal eksklusif. Selama ini hubungan kita nggak lebih dari kebohongan. Selama lima tahun, dia jalankan permainan yang begitu penuh sandiwara hanya karena takut aku incar kekayaan keluarganya.

Suara Daniel buyarkan lamunanku.

"Kalau nanti kamu butuh uang, tinggal minta saja. Nggak usah pura-pura alami kecelakaan mobil hanya untuk peras uang dari aku," ejeknya sinis. "Perbuatan kayak gini rusak harga dirimu, dan keluargaku paling benci wanita yang seperti itu."

Kata-katanya terdengar seperti lelucon yang begitu kejam. Seketika bayangan itu kembali hantui pikiranku, rasa sakit yang nggak tertahankan di perutku, dan suara dokter yang dingin ketika bilang jantung bayiku telah berhenti berdetak.

Aku sudah lelah jelaskan. Bahkan lihat wajahnya sedetik lebih lama pun sudah nggak sanggup.

Baru saja aku berdiri untuk pergi, pintu depan kembali terbuka. Nadia Hutami masuk sambil lepaskan jaket desainer yang dikenakannya, perlihatkan gaun ketat yang membalut tubuhnya dengan menggoda. Begitu lihat aku, dia pura-pura kaget lalu buru-buru pakai jaketnya lagi.

"Elena? Ngapain kamu ada di sini?"

Aku menatap Daniel dengan dingin. "Kalau aku nggak salah ingat, apartemen ini kita sewa berdua. Jadi kenapa orang asing bisa punya kode keamanan apartemen ini dan keluar-masuk sesuka hatinya?"

Seketika itu, Nadia pasang wajah seakan dia korban. Dia bergegas hampiri, duduk rapat di sisi Daniel, lalu peluk lengannya erat.

"Daniel, gimana bisa dia sebut aku orang asing? Aku cuma lupa bawa kunci dan butuh tempat untuk nginap. Lagian, kalau bukan karena kamu setuju sewa apartemen ini dengan dia, Elena pasti sudah tidur di jalan. Dia bahkan nggak mampu tinggal di lingkungan semahal ini. Justru dia yang selama ini nikmati kebaikanmu dengan cuma-cuma."

Nggak tahu sudah berapa banyak racun yang telah Nadia bisikkan ke telinga Daniel selama bertahun-tahun. Yang jelas, Daniel sama sekali nggak lihat ada yang salah. Baginya, semua ucapan Nadia terdengar masuk akal.

"Nadia benar. Sebenarnya aku punya rumah sendiri. Kalau bukan karena kencan dengan kamu, aku nggak akan buang-buang uang hanya untuk patungan sewa apartemen murah demi sesuaikan keadaanmu. Ini benar-benar bikin aku rugi," ujar Daniel sambil keluarkan HP-nya dan sodorkan layar rekening bank tepat ke depan wajahku.

"Kamu nggak mau keluargaku anggap kamu wanita matre, kan? Kalau gitu, kembalikan bagian uang sewaku selama lima tahun terakhir."

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
11
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status