Se connecterPacarku adalah pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Selesar. Untuk tes kesetiaanku, selama lima tahun kita pacaran, dia nggak pernah keluarkan uang sepeser pun untuk aku. Bahkan saat beli kondom, dia tetap bersikeras agar kita bayar masing-masing setengah. Minggu lalu aku alami kecelakaan mobil. Demi selamatkan bayi yang sedang aku kandung, aku sangat butuh uang 16 juta rupiah untuk jalani operasi darurat. Dari ranjang rumah sakit, aku telepon dia sambil mohon bantuan. Namun yang aku dapat hanyalah tuduhan kalau aku lagi bohong untuk peras uangnya, sebelum akhirnya sambungan telepon diputus begitu saja. Dalam keputusasaan, aku hubungi semua teman dan kenalan yang aku miliki, mohon bantuan ke sana sini. Saat akhirnya uang itu berhasil aku kumpulkan, rasa sakit yang luar biasa robek perutku. Detak jantung bayiku telah berhenti. Setelah makamkan bayiku, aku kembali ke apartemen untuk kemasi barang-barangku. Di sana aku nggak sengaja temukan daftar hadiah ulang tahun yang telah dia siapkan untuk Nadia, tetangga sekaligus sahabat masa kecilnya. Sebuah kapal pesiar mewah. Sebuah bintang yang dinamai atas namanya. Dan sederet barang bermerek. Saat itu juga, suara Daniel Marwan terdengar dari ruangan sebelah. Dia sedang bicara melalui telepon dengan para anak buah kepercayaannya. "Bos, apa benar Elena sampai mohon 16 juta rupiah ke kamu?" Daniel Marwan mendengus sinis penuh kesombongan. "Iya. Dan aku tetap tolak itu. Nadia memang benar. Elena itu cuma anak yatim piatu yang nggak mungkin sanggup tinggalkan aku. Tapi kalau dia ingin jadi bagian dari keluargaku, dia harus lulus ujian yang ketat. Sebentar lagi semuanya selesai. Nanti dia akan ngerti kalau semua ini aku lakukan demi kebaikannya sendiri." Jadi lima tahun pengabdianku, dan nyawa anakku, semuanya hanya sekadar ujian menjijikkan demi dapatkan pengakuan sebagai nyonya keluarga mafia. Apa pun alasannya, sekarang semuanya sudah nggak berarti lagi. Sejak dokter nyatakan bayiku sudah meninggal, saat itulah aku putuskan untuk tinggalkan Daniel selamanya.
Voir plusJordan terkekeh pelan. Tatapannya menyapu Daniel dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu berhenti pada kotak cincin yang masih ada di tangannya."Berlian buatan khusus, ya?" katanya tenang. "Aku ingat kamu, Pak Daniel. Kita pernah ketemu di pelelangan kelas atas bulan lalu. Kita sempat saling berebut batu zamrud langka yang kemudian dijadikan bros milik Elena."Jordan menatap Daniel tanpa sedikit pun alihkan pandangannya."Dengan kekayaan keluargamu, seharusnya sangat mudah kalahkan aku. Tapi begitu harga mulai naik, kamu langsung mundur. Apa karena kamu memang nggak cukup peduli atau karena menurutmu Elena memang nggak sepadan dengan harga itu?"Ucapan Jordan buat aku tertegun. Jadi, dia beneran datang ke pelelangan hanya demi dapatkan zamrud untuk brosku?Aku noleh ke dia. Suara yang keluar campuran dari rasa terkejut dan bingung."Jordan, kamu sudah gila yah? Kamu habiskan uang sebanyak itu hanya untuk kasih aku hadiah?"Jordan menatapku lembut. Tangannya genggam jemariku dengan p
Keesokan malamnya, aku berdiri di depan lemari pakaian sambil pandangi deretan gaun elegan yang selama beberapa minggu terakhir diam-diam dikirimkan Jordan untuk aku.Tanpa sadar senyum tipis terukir di bibirku. Jordan nggak pernah peduli pada tren mode. Dia juga nggak pernah berusaha bentuk aku jadi sosok yang dia inginkan. Yang selalu dia pikirkan hanya satu hal, apa aku merasa nyaman, percaya diri, dan bahagia saat pakai itu.Setelah pertimbangkan beberapa saat, aku pilih gaun sutra berwarna hijau tua dengan potongan sederhana namun anggun. Dengan hati-hati aku sematkan bros platinum berhias zamrud yang dia hadiahkan kemarin tepat di dekat tulang selangkaku. Kilau hijau zamrud itu pantulkan cahaya dengan begitu indah, menyatu sempurna dengan warna gaunku.Sebenarnya Jordan sudah tawarkan diri untuk jemput aku. Namun dengan lembut aku tolak. Aku ingin datang sendiri ke paviliun rumah kaca. Aku ingin kasih dia sebuah kejutan kecil. Dengan caraku sendiri, aku ingin tunjukkan betapa bes
Nggak sampai lima belas menit kemudian, sepiring mie hangat yang mengepul telah tersaji dengan rapi di hadapanku.Saat aku hampir habiskan separuh porsinya, Jordan sandarkan tubuhnya ke pagar beranda sambil pandangi aku dengan senyum tipis yang menenangkan."Sudah kenyang?"Setiap kali perutku mulai penuh, tanpa sadar aku bakal makan semakin pelan. Tapi, karena sangat hargai jerih payah Jordan yang masak untuk aku, aku selalu berusaha habiskan makanan itu, meski harus suapkan itu sedikit demi sedikit."Kalau sudah kenyang, nggak usah dipaksa," ucap Jordan lembut sambil ulurkan tangannya ambil garpu dari jemariku. "Makan kebanyakan justru akan buat tubuhmu nggak nyaman setelah operasi."Aku gigit bibirku, lalu tertawa kecil."Jordan, apa kamu punya kemampuan baca pikiran? Gimana bisa kamu selalu tahu persis apa yang sedang aku pikirkan?"Jordan ikut tersenyum."Itu bukan sihir, Elena. Cuma, hatimu terlalu jujur. Semua yang kamu rasakan selalu terpancar jelas dari wajahmu. Mustahil untuk
Sore itu, akhirnya aku sempatkan diri pergi ke klinik di kota untuk jalani pemeriksaan pascaoperasi yang selama ini terus aku tunda. Sejak kembali ke kota kecil di lembah ini, aku terus paksakan diri kerja tanpa kenal lelah, sama sekali abaikan peringatan dokter tentang kondisi tubuhku yang masih sangat lemah.Saat sedang duduk tunggu giliran di ruang tunggu, seseorang yang begitu aku kenal melangkah masuk ke dalam klinik.Jordan Halim.Dia datang untuk serahkan laporan keamanan air pertanian kepada petugas kesehatan daerah. Namun begitu matanya lihat sosokku yang duduk di deretan kursi plastik, raut wajahnya langsung dipenuhi kekhawatiran.Tanpa ragu, dia jalan hampiri aku, kesampingkan urusannya sendiri, lalu duduk di kursi di sampingku. Dia nggak ajukan pertanyaan yang buat aku nggak nyaman. Dia juga nggak paksa aku untuk cerita. Dia hanya tetap ada di sisiku, diam-diam temani aku jalani seluruh proses pemeriksaan. Ketika dokter dengan lembut tegur aku karena tubuhku alami kekuranga


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.