Short
Melepaskan Semua yang Menyakitiku Dengan Lapang Dada

Melepaskan Semua yang Menyakitiku Dengan Lapang Dada

By:  Sarah LaneCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
2.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Adik perempuanku, Rosa, merebut sembilan pacarku berturut-turut. Aku begitu trauma hingga tak pernah berani jatuh cinta lagi. Sampai akhirnya, Nikolas melamarku. Dia memanjakanku seolah aku adalah harta paling berharga. Aku sungguh percaya akhirnya telah menemukan belahan jiwaku. Kupikir aku ditakdirkan menjadi istrinya, menjalani hidup yang damai dan penuh rasa aman di sisinya. Pada malam menjelang pernikahan kami, Nikolas mengirim Rosa ke luar negeri. Empat tahun setelah kami menikah, aku bertemu lagi dengan Rosa di sebuah acara makan. Seorang tamu menyeringai. "Selama empat tahun Nikolas membuangmu ke luar negeri, apa kamu nggak membencinya?" Rosa tersenyum penuh godaan. "Dia ayah dari anak-anakku. Untuk apa aku membencinya?" Ruangan itu seketika menjadi sunyi senyap. "Kakakku benar-benar bodoh dan polos, sampai percaya Nikolas benar-benar membenciku!" Dia mencibir dengan tatapan penuh penghinaan. "Padahal kenyataannya, aku yang melahirkan ahli warisnya, tinggal di rumah mewahnya, mengendarai mobil-mobil supernya, dan menghabiskan uangnya." Begitu dia selesai berbicara, semua mata di ruangan itu langsung tertuju kepadaku. Sebagai istri sah Nikolas, aku sama sekali tidak tahu-menahu tentang semua yang baru saja diucapkannya. Namun, aku tidak menangis ataupun membuat keributan. Aku hanya menekan tombol "kirim" pada email yang sudah lama kususun. Balasannya datang dengan sangat cepat. [ Kami dengan senang hati menyambut Anda bergabung dengan tim medis kami. Kami sudah lama menunggu Anda. ] Menatap balasan itu, senyuman tulus perlahan kembali menghiasi bibirku. 'Nikolas, mulai saat ini, kamu nggak perlu lagi berpura-pura mencintaiku.'

View More

Chapter 1

Bab 1

Setelah pulang ke rumah, aku menghapus semua unggahan media sosial yang berkaitan dengan Nikolas dan berhenti mengikuti setiap gerak-geriknya. Aku seolah-olah telah melupakan identitasku sebagai istrinya, mencurahkan seluruh tenaga dan waktuku hanya untuk pekerjaan.

Sehari sebelum aku berencana meninggalkan Nikolas untuk selamanya, akhirnya dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres dan datang mencariku.

"Vivian!" Nikolas memanggilku dari ambang pintu. Suaranya dipenuhi kelembutan yang dibuat-buat.

Namun, aku tidak menoleh. Nada suaraku ringan, nyaris tanpa emosi. "Ada apa?"

Aku tidak berbalik dan menyambutnya seperti biasanya, bahkan tidak meliriknya sedikit pun.

"Vivian, yang dikatakan Rosa hari itu cuma omong kosong orang mabuk. Kamu tahu dia selalu iri dengan prestasi akademismu, makanya dia merebut pacar-pacarmu satu per satu sebagai balasan."

"Dia hanya ingin memancing emosimu. Kamu harus percaya, sama sekali nggak ada hubungan apa pun antara aku dan dia. Aku cuma bantu dia karena kasihan. Dia nggak punya uang ...."

Tanpa mengangkat kepala, aku menjawab dengan dingin, "Aku nggak peduli."

Nikolas mengernyit pelan. "Vivian, kamu ngambek? Kita sudah beberapa hari nggak bicara."

Dia tiba-tiba menahan amarahnya yang hampir meledak. "Vivian! Aku lagi bicara denganmu!"

Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, ponselnya berdering. Dari seberang telepon terdengar suara Rosa yang dipenuhi isak tangis.

"Nikolas, kue ulang tahunku tadi nggak sengaja jatuh. Bisa beliin yang baru waktu kamu ke sini? Kalau nggak, ulang tahunku rasanya nggak akan lengkap ...."

Nikolas menyipitkan mata, tampak sedikit kesal. Namun, tubuhnya justru mengkhianatinya. Dia langsung berbalik dan berjalan menuju pintu. Tepat sebelum keluar, dia berhenti sejenak.

"Aku akan segera kembali. Jangan bersikap kekanak-kanakan, Vivian."

Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, pintu sudah tertutup rapat. Dia pergi. Suara langkah kakinya yang makin menjauh bergema di lorong yang sunyi, menjadi pengingat yang begitu nyata tentang betapa mudahnya posisiku tergantikan.

Dia bahkan tidak menyadari bahwa istrinya yang katanya kekanak-kanakan itu telah lebih dulu mengemas hatinya dan bersiap pergi.

Di sudut studioku, Audrey mencoba membelaku. Suaranya bergetar menahan amarah. "Gimana bisa Nikolas merayakan ulang tahun Rosa? Kamu 'kan istrinya!"

"Aku nggak peduli," gumamku dengan nada yang tetap ringan. Namun, naskah di atas mejaku sudah berantakan, dipenuhi noda air mata yang telah mengering.

Nikolas ternyata sudah lama jatuh cinta kepada Rosa, hanya saja selama ini dia menyembunyikannya dariku. Mereka bahkan sudah memiliki anak bersama.

Aku menyeka air mataku hingga kering, lalu bersumpah dalam hati. Aku tidak akan pernah lagi meneteskan air mata setitik pun untuk Nikolas. Perempuan yang mencintainya telah mati saat mendengar kebenaran itu.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

M--G
M--G
Rosa itu adiknya Vivian atau wanita bar? *bab 9
2026-08-03 01:03:43
1
1
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status