Share

Bab 751

Penulis: Rina Safitri
Ada kehidupan yang dipenuhi kebahagiaan hingga ke puncaknya, namun ada pula kehidupan yang terasa seperti terus-menerus terendam dalam air pahit.

Eric adalah tipe yang pertama, sementara Indra adalah tipe yang terakhir.

Cakra menopang Indra yang mabuk berat untuk masuk ke dalam mobil.

Cakra nggak ngerti, padahal nggak ada yang maksa dia minum, namun Indra justru minum terus-terusan, menenggak apa pun yang datang hingga benar-benar mabuk.

Sepanjang perjalanan pulang, Cakra terus perhatikan keadaa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan   Bab 784

    Sebuah bola karet menggelinding dan berhenti di celah bawah kursinya.Pemilik bola itu adalah seorang anak laki-laki berusia lima atau enam tahun, bertubuh kekar, pipinya cempluk, jelas terlihat ia dirawat dengan sangat baik oleh keluarganya.“Paman, boleh minta tolong geser kakinya sebentar?” pinta anak itu sopan.Indra ambilkan bola itu untuknya.“Terima kasih, Paman,” kata anak itu dengan ceria.Indra tersenyum tipis dan jawab, “Sama-sama.”Anak itu nggak langsung pergi setelah dapatkan bolanya.Ia menatap Indra dengan rasa ingin tahu.“Paman sendirian yah?”Indra yang memang sedang nggak ada kegiatan, ajak anak itu ngobrol, “Iya.”“Terus istri Paman ke mana? Istri Paman juga sibuk kerja yah? Sama seperti ibuku. Ayahku juga lagi infus, tapi ibu nggak bisa datang karena kerja, jadi tugas nemenin papa dikasih ke aku.”Senyum tipis di sudut bibir Indra seketika membeku.“Iya, dia lagi sibuk.”Anak itu menghela napas seperti orang dewasa kecil.“Huh, nanti kalau aku besar, aku nggak mau

  • Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan   Bab 783

    Puspa timpali hal itu sambil tersenyum, “Iya, iya, aku tahu kamu nggak suka aku.”Setelah keterusterangan itu, cara mereka berinteraksi jadi jauh lebih alami, lebih dekat satu sama lain.Yang lebih banyak mendekat adalah Indra, karena sejak awal Puspa memang sudah berdiri di tempat itu tunggu dia.Di antara mereka nggak ada pertengkaran, yang ada hanya hati yang semakin mendekat.Bersama Puspa, Indra selalu merasa seolah dapatkan berkah di balik musibah.Ketika perasaan semakin hangat, kehamilan dan kelahiran anak pun jadi harapan semua orang, termasuk Indra.Pada tahun ketiga pernikahan mereka, Puspa hamil.Kedatangan kehidupan baru buat seluruh Keluarga Wijaya diselimuti kebahagiaan.Senyum di wajah Indra semakin sering terlihat, aura seorang ayah baru kian terasa.Anak yang dikandung Puspa lahir di tengah harapan dan cinta semua orang.Seorang bayi laki-laki. Beratnya tiga koma empat kilogram, sehat, dan sangat ganteng.Indra abaikan bayi yang diserahkan ke perawat, ia lebih dulu ra

  • Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan   Bab 782

    Puspa jalani pekerjaan sebagai perawat dengan sangat profesional.Keluarga Wijaya sangat puas dengan perhatiannya, dan Indra akhirnya biarkan Puspa tetap berada di sisinya.Dalam hati Indra berpikir, jika suatu hari ia nggak butuh bantuan wanita itu lagi, ia akan kasih Puspa sejumlah uang. Nggak pantas biarkan orang kerja tanpa imbalan.Tapi perubahan terjadi di sebuah jamuan makan malam. Ada seseorang yang nggak punya otak kasih obat ke Indra.Tujuannya sederhana namun menjijikkan, biar dia bisa mengandung anaknya Indra.Dengan anak itu sebagai sandaran, ia berharap bisa “naik kelas”, kuras uang Indra, dan hidup nyaman seumur hidup.Tentu saja rencana itu gagal.Namun justru karena kejadian itu, buat hubungan Indra dan Puspa benar-benar jadi hubungan suami istri.Meski hubungan suami-istri itu telah terjadi, Puspa justru hibur dia agar Indra nggak merasa bersalah.“Nggak apa-apa. Aku tahu kamu nggak sengaja. Kalau kamu masih ingin cerai, aku selalu siap,” kata Puspa dengan lembut.Res

  • Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan   Bab 781

    Berita kalau Puspa tolak niat baik itu dengan tegas segera sampai ke telinga Indra.Sebenarnya Indra sudah duga, kalau Puspa akan tolak itu mentah-mentah, namun tetap saja hatinya terasa perih.Depresi yang menumpuk berubah jadi penyakit.Indra demam tinggi, dan pada suatu malam, ia mimpi.“Sudah bangun?”Begitu buka mata, yang pertama ia lihat adalah wajah seorang wanita cantik, namun sama sekali asing.“Kamu siapa?”Belum sempat dapat jawaban, wanita itu tersisih oleh Keluarga Wijaya yang bergegas datang bersama para dokter.Ia segera dibawa jalani serangkaian pemeriksaan. Di wajah ibunya dan anggota keluarga lain, ia lihat kegembiraan karena ia berhasil lolos dari maut. Di telinganya, terdengar isak tangis terus-menerus.Di luar kerumunan, wanita cantik itu masih berdiri di sana, matanya basah oleh air mata, menatap Indra dengan perasaan yang begitu dalam.Indra merasa aneh. Sungguh membingungkan.Indra nggak kenal dia. Lalu kenapa wanita itu menangis seakan hatinya hancur?Belakang

  • Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan   Bab 780

    Stabilitas yang akhirnya Puspa miliki bukanlah sesuatu yang mudah diraih. Karena itu, Indra berharap segalanya berjalan lancar.Dan memang, pernikahan itu berlangsung dengan sangat mulus.Setelah janji suci diucapkan, Eric angkat kerudung di kepala Puspa. Di bawah limpahan doa restu para tamu, ia membungkuk dan cium bibir istrinya.“Istriku, aku cinta kamu.”Puspa angkat tangan dan peluk pinggangnya. Senyum merekah di sudut bibirnya.“Aku juga.”Dahi saling bersentuhan, pandangan bertaut. Di mata masing-masing hanya ada satu sama lain, kilau bintang dan samudra luas, terlihat harapan akan masa depan yang panjang....Di luar aula.Wira lirik pesan dari Tania, lalu simpan HP-nya.“Upacara sudah selesai.”Dengar itu, tangan Indra yang bertumpu di pangkuannya mengepal perlahan. Dadanya terasa hampa.Selesai. Segalanya benar-benar berakhir.Lihat wajah Indra yang pucat pasi, Wira nggak sanggup berkata lebih banyak.Ia hanya suruh Cakra antar dia pergi.Kali ini Indra nggak menolak. Tenagan

  • Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan   Bab 779

    Sonya nggak melebih-lebihkan apa pun ke Puspa.Kondisi Indra pasca operasi memang benar-benar nggak baik.Operasinya memang berhasil, namun secara mental, ia justru menyiksa dirinya sendiri.Ia terus-menerus lakukan pembunuhan perlahan terhadap jiwanya sendiri.Indra suruh orang selidiki seluruh kehidupan Puspa selama di luar negeri, pengalaman hidupnya, penderitaannya, luka-luka yang ia tanggung.Indra tahu semua itu dengan sangat jelas.Tulisan-tulisan laporan itu dingin dan nggak bernyawa, namun melalui kata-kata kaku itu, Indra justru bisa rasakan betapa hidup Puspa jauh lebih dingin daripada sekadar deretan huruf.Rasa bersalah dan penyesalan mencengkeramnya dengan erat.Ia akhirnya ngerti, utangnya ke Puspa terlalu banyak, begitu banyak hingga seluruh hidupnya pun nggak akan cukup untuk tebus itu,Semua orang dapat lihat kalau kondisi Indra nggak normal. Namun, nggak satu pun dari mereka mampu bantu.Satu-satunya orang yang bisa selamatkan Indra, justru adalah orang yang sama sek

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status