Home / Romansa / Hasrat Terlarang Kakak Ipar / [26] Memperingatkan dengan Serius

Share

[26] Memperingatkan dengan Serius

Author: Kim Meili
last update publish date: 2025-12-04 20:59:55

“Bagaimana kondisimu sekarang, Elsa? Apa sudah membaik?” tanya Sean dengan sorot mata cemas.

Elsa yang saat itu hanya berbaring langsung menganggukkan kepala. Wajahnya tampak pucat dan lemah. Sejak pagi dia hanya berbaring dan tidak melakukan apapun.

“Perutmu juga masih sakit?” tanya Sean.

“Hanya sedikit. Tiduran sebentar, nanti juga sembuh,” jawab Elsa.

Sean membuang napas lirih. Wajahnya menunjukkan simpati dengan kondisi Elsa saat ini. Setiap kali datang bulan, wanita itu pasti merasakan sak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [102] Mulai Pengejaran

    “Untuk apa kamu mencariku, Sean?”Olivia yang sudah berada di dalam mobil Sean pun mulai membuka suara. Kedua tangannya disedekapkan, memasang raut wajah masam. Entah kenapa rasanya tidak suka dengan kehadiran Sean kali ini. Selain karena dirinya yang baru saja bertengkar dengan Simon, Olivia juga merasa kalau dirinya dan Sein tidak begitu dekat.“Aku ingin mengajakmu makan siang bersama,” jawab Sean. Makan siang bersama? Rasanya Olivia ingin sekali tertawa. Sekarang saja dia sudah menatap sinis dengan sebelah bibir terangkat. Dia menatap ke arah Sean dengan sorot mata mengejek. “Aku rasa kita tidak sedekat itu, Sean,” celetuk Olivia. Dia masih cukup ingat Seperti apa perlakuan pria itu terhadapnya. Selain menghina dan merendahkannya, sepertinya tidak ada kalimat manis yang pernah pria itu katakan. Hal itu juga yang membuat hubungan mereka menjadi renggang. Sebenarnya ucapan Olivia sudah cukup untuk menyulut amarah Sean, tetapi kali ini pria itu mencoba menahannya. Dia cukup sadar

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [101] Ingin Berubah Sepenuhnya

    “Olivia, aku bisa menjelaskan semuanya.”Simon yang melihat Olivia hendak meninggalkan ruangan langsung membuka mulut. Dia pun bangkit dan menatap ke arah wanita yang saat ini tengah membelakanginya. Meski begitu dia bisa merasakan kekecewaan yang Olivia rasakan. Hal yang membuatnya menjadi salah tingkah, juga ada sedikit penyesalan dalam hatinya. ‘Kenapa aku harus menyembunyikannya dari Olivia? Sebenarnya apa yang aku inginkan?’ batin Simon. Namun, Olivia tidak membalikkan tubuh sama sekali. Tangan yang masih menggenggam gagang pintu mengerat dengan sempurna. Rahangnya tampak mengeras, menahan air mata yang sejak tadi hendak jatuh. Kekecewaannya begitu dalam, membuatnya merasa hatinya hancur. “Aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu. Aku hanya merasa perlu memilih waktu yang tepat untuk mengatakannya denganmu,” ucap Simon kembali. Meski Olivia tidak menatap ke arahnya, tetapi dia yakin wanita itu mendengarkan, terbukti dari Olivia yang tidak berpindah dari tempatnya sama sek

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [100] Merasa Dikecewakan

    “Sial!”Sean yang berada di mobil masih memaki dengan ekspresi kesal. Setiap kali mengingat perkataan Elsa yang begitu meremehkannya, Sean ingin sekali menghabisinya. Hingga dia memukul kemudi, meluapkan emosi yang sejak tadi ditahan.“Aku benar-benar ingin menghabisimu, Elsa,” gumam Sean.Namun, dia tidak mungkin melakukannya. Negaranya adalah negara hukum. Kalau dia melakukan hal itu, jelas dia akan masuk jeruji. Hingga dia menarik napas dalam dan membuang kasar. Sean berusaha mengendalikan diri. Hingga dia teringat sebuah nama yang membuatnya semakin terdiam.Olivia. Sean yang mengingat hal itu langsung menelan saliva pelan. Wajahnya memucat, mengingat semua yang sudah dilakukannya terhadap wanita itu. Bukan hanya menghina, dia bahkan sering mengabaikannya.“Bagaimana aku harus menghadapinya nanti?” tanya Sean dengan diri sendiri.Sean terdiam sejenak, memikirkan cara untuk menebus semua kesalahan yang sudah diperbuatnya. Dia sudah melakukan begitu banyak kesalahan terhadap wanita

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [99] Jangan Pernah Muncul Lagi

    “Sean, dengarkan aku dulu.”Sean yang mendengar teriakan itu tidak mempedulikan sama sekali. Rahangnya tampak mengeras dengan kedua tangan mengepal, menunjukkan urat yang begitu jelas. Ditambah tatapan tajam yang menyimpan kekesalan. Hingga seseorang meraih pergelangan tangan, membuat Sean menghentikan langkah.“Sean, dengarkan aku dulu,” kata Elsa dengan suara tersengal. Sejak tadi dia mencoba mengejar pria itu. Dia bahkan berlari, mengabaikan luka di kakinya karena sempatterkulir.Namun, bukan perhatian dan tatapan lembut yang didapat. Dia malah melihat Sean yang menatapnya penuh emosi. Jelas terlihat kebencian dari sorot mata pria tersebut. Hingga Sean menyingkirkan tangan Elsa dengan asar, membuat Sean semakin tersentak kaget.“Jangan sentuh tanganku dengan tangan kotormu itu, Elsa,” kata Sean dengan nada suara tajam.Deg.Elsa yang mendengar hal itu benar-benar dibuat bungkam. Ini pertama kali Sean memperlakukannya dengan buruk. Hatinya pun merasa sakit, tetapi ini bukan waktu ya

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [98] Kebenaran yang Terungkap

    “Aku harus benar-benar minta maaf dengan Elsa. Jangan sampai dia marah dan menganggapku tidak tahu terima kasih.”Sean yang sudah berada di depan gedung apartemen Elsa langsung membuang napas kasar. Dia menatap buket bunga yang sudah disiapkan khusus untuk meminta maaf. Dia pun langsung membuka pintu mobil dan bersiap keluar. Namun, di waktu yang sama dia melihat Elsa yang baru saja keluar dan memasuki sebuah mobil. Melihat wanita itu pergi bersama sahabatnya, Sean mengurungkan niat. Dia mengerutkan kening dalam saat melihat Elsa yang terlihat baik-baik saja. Senyum wanita itu bahkan tampak jauh lebih mengembang daripada waktu bersama dengannya. “Apa dia tidak merasa sakit hati karena aku perlakukan seperti itu kemarin?” tanya Sean dengan diri sendiri. Sejenak, Sean berpikir, menatap mobil yang perlahan mulai menjauh. Tapi hal itu hanya berlangsung sejenak. Dia yang menyadari kesalahannya langsung menjalankan mobil dan meninggalkan tempat tersebut. Sean terus mengikuti mobil yang b

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [97] Memberi Pelajaran

    “Elsa, dari tadi ponselmu berbunyi. Kamu yakin tidak mau mengangkatnya?”Elsa yang masih menghabiskan sarapan di meja makan pun hanya diam. Dia hanya melirik ke arah ponsel yang menunjukkan nama Sean tertera di layar. Jangankan berniat mengangkat, memegang ponsel saja Elsa rasanya enggan. “Elsa, itu Sean,” kata Keisha lagi. “Biarkan saja. Aku sedang tidak ingin berbicara dengannya,” sahut Elsa dengan enteng. Dia bahkan seperti tidak merasa ragu saat mengatakannya.Keisha yang mendengar hal itu benar-benar dibuat terkejut. Setahunya dulu Elsa sangat mementingkan pendapat Sean. Wanita itu bahkan takut kehilangan, tetapi sikap cueknya hari ini benar-benar membuat Keisha geleng-geleng kepala. “Sebenarnya apa yang sudah terjadi sampai kamu begitu cuek dengan Sean? Setahuku dulu kamu selalu menjadikannya prioritas,” tanya Keisha dengan tatapan menyelidiki. Dia benar-benar penasaran dengan alasan sahabatnya itu. Elsa menghentikan acara sarapannya, meneguk susu dan menjawab, “Sean sudah s

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [96] Melakukan dengan Sengaja

    “Kamu yakin tidak mau menginap di rumahku saja?”Olivia yang hendak membuka pintu langsung berhenti ketika mendengar pertanyaan Simon. Dia mengurungkan niatnya sejenak, memperhatikan pria yang tengah menatapnya penuh harap. Melihat Simon begitu menantikan jawabannya, Olivia tersenyum tipis. Sebelah

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [95] Tidak Terjawab

    “Sebenarnya ke mana dia? Kenapa dari tadi tidak mengangkat panggilanku sama sekali?”Sean yang baru sampai rumah sudah menggerutu. Pasalnya sejak tadi Olivia tidak menjawab panggilannya sama sekali. Padahal sudah berulang kali dia menghubungi wanita itu, tapi tidak satupun yang diangkatnya. Sean me

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [94] Bagaimana Kalau Mereka Jahat?

    “Kenapa kamu tidak mengangkatnya?”Olivia yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap ke asal suara. Sebelah bibirnya terangkat, diikuti tawa kecil dan menggelengkan kepala. Dia memilih menyadarkan kepala di dada bidang Simon dan mengelus pelan. “Biarkan saja. Biar dia terus mencari di sana sam

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [93] Mulai Berbeda

    “Aish, dia ini ke mana? Kenapa dari tadi ditelepon tidak diangkat?”Sean yang sudah berulang kali menghubungi Olivia mulai merasa kesal. Pasalnya, wanita itu tidak mengangkatnya sama sekali. Sean juga sudah mencari ke semua tempat, tetapi tidak menemukannya sama sekali. Sean mendesah kasar dan ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status