Beranda / Romansa / Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan / 254. Tuan Lucas Tidak Bisa Mengampuni Anda Lagi!

Share

254. Tuan Lucas Tidak Bisa Mengampuni Anda Lagi!

Penulis: Inura Lubyanka
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-24 22:45:07
“Brengsek!” Giselle mengumpat saat berpaling pada Peter.

Dia berniat menghempas cekalan lelaki itu, tapi sialnya Peter langsung menariknya ke dinding.

“Nona—”

“Menyingkir!” decak Giselle menyambar. “Jangan menghalangiku, atau kau akan menyesal!”

“Nona, sebelumnya Anda berjanji menyerahkan diri. Tapi mengapa Anda masih berniat menculik Nona Ava?! Tuan Lucas tidak bisa mengampuni Anda lagi!” sahut Peter sambil mengeluarkan borgol. “Hentikan tindakan Anda dan menyerahlah!”

“Bajingan! Kau pikir siapa dirimu, hah?!” Giselle mendengus murka.

Dirinya menampik keras tangan Peter yang berniat memborgolnya. Tapi Peter yang lebih sigap, lagi-lagi merengkuh lengan Giselle yang hendak kabur.

“Nona, saya mohon bekerja samalah!” sergah Peter menekan empati.

Ya, dia berusaha keras membuang rasa simpati yang pernah membuatnya bodoh di hadapan Giselle. Peter tak ingin tertipu wanita ini lagi.

Namun, diam-diam Giselle membuka bagian tajam belati lipatnya. Begitu berbalik, dia langsung menusuk perut sampi
Inura Lubyanka

Happy reading, Kakak-kakak! Hari minggu cepet amat ya. Masa besok udah senin lagi, hehe ...

| 7
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan   258. Selama Hamil, Aku Akan Menggendongmu

    “Siapa kau sebenarnya?!” tanya Giselle memicing.Ini sungguh mencurigakan, di Linberg tak ada yang tahu nama masa kecilnya. Tapi saat wanita asing itu berbalik dan menunjukkan wajah, Giselle seketika tersentak. “Da-daisy!” ujarnya terbata. Wanita itu tersenyum, tatapannya jadi lekat seiring langkah menuju bangku pertemuan. “Ternyata ingatanmu tidak buruk, Sasha!” tukas Daisy berdiri di seberang. Giselle masih tertegun. Sorot matanya jatuh pada bekas luka di leher Daisy. Kilas balik ingatan muncul. Dulu Giselle kecil hanya membeku saat Daisy menangis, sebab darah mengucur deras dari lehernya. Di ruang bawah tanah panti asuhan Ceko, mereka ditemukan pingsan setelah hampir 20 menit hilang. “Aku sudah baik-baik saja. Kau juga dengar, aku bisa bicara ‘kan?” ujar Daisy yang menyadari arah tatapan Giselle. Lawan bincangnya diam. Dulu orang-orang mengira Daisy akan bisu, karena pita suaranya rusak. Bahkan dia yang dikenal pintar menyanyi, harus merelakan mimpinya membawakan lagu balad d

  • Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan   257. Mulai Hari Ini Kau Menjadi Budakku!

    “Sialan! Ternyata kau tidak bisu atau tuli. Kenapa malah mengabaikanku, hah?!” Narapidana keriting itu menyeringai sinis.Giselle mengernyit dengan tangan mengepal geram. Terlebih rambutnya basah dan lengket, membuatnya semakin ingin menghajar wanita keriting tadi.Namun, belum sampai mengangkat tangan, narapidana itu malah menjambak rambut Giselle.“Argh! Lepaskan a—”Alih-alih melepas, wanita keriting tadi malah kian menariknya hingga Giselle mendongak kesakitan.Disertai mata yang memicing, Giselle langsung meludahi wajah si keriting.“Aish, brengsek!” Narapidana itu langsung mengumpat tajam.Bahkan semua orang yang ada di tempat makan itu membelalak was-was. Apalagi si keriting adalah bos para narapidana di sana.“Jalang itu cari mati!” tukas perempuan berbibir tebal.Temannya yang gemuk pun menyahut, “matilah, wanita sialan! Bos tidak akan mengampunimu!”Benar saja, detik berikutnya sang bos langsung menggampar wajah Giselle dengan berang.“Hah?!” Giselle tertegun, tubuhnya pun te

  • Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan   256. Ava Mau Banyak Adik!

    “Benar, Tuan. Saat ini usia kandungan istri Anda menginjak minggu ke empat,” tukas Dokter menjelaskan. Lucas langsung berbinar. Ini memang kabar yang dia nantikan bersama Ariella. Entah sebahagia apa saat istrinya tahu. “Masa di awal kehamilan sangat rentan, pasien harus lebih berhati-hati.” Dokter tadi menambahkan. “Ya, saya mengerti, Dokter. Terima kasih,” sahut Lucas antusias. “Kami akan memindahkan pasien ke ruang perawatan. Anda dan keluarga bisa membesuknya secara bergantian,” tukas Dokter, lalu mangkir dari area IGD.Begitu para medis pergi, Belatia langsung menghampiri menantunya. “Luke, Ariella benar-benar hamil?” tanya Nyonya Diorson itu. “Benar, Ibu mertua. Dia sudah lama menantikan anak kedua kami,” balas Lucas menjelaskan. Mendengar itu, Belatia dan Bjorn malah mengernyit.Dengan ragu, Bjorn pun memastikan. “Anak kedua? Sebelumnya kalian sudah punya anak?”“Ya, Ayah. Ava, usianya lima tahun. Cucu kalian sangat cantik seperti Ariella.”Bjorn menatap istrinya. Sambil

  • Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan   255. Kau Pikir Bisa Membunuhku Semudah Itu?

    ‘Sial!’ Ariella membatin tegang saat orang itu berbalik. Meski wajahnya tertutup topi dan masker, tapi dia sangat mengenali sepasang matanya. Ya, Giselle! “Apa yang kau lakukan?!” tukas Ariella memicing. Tatapannya tertuju pada botol air yang dipegang wanita tersebut. Dalam situasi ini, Giselle tak mungkin membawanya untuk minum. ‘Brengsek! Apa itu air keras?!’ batin Ariella menerka. Mengingat tindakan Giselle yang semakin gila, mungkin tebakannya benar. Giselle sengaja membawa air keras untuk melukainya. “Mengapa? Kau takut, jalang sialan?!” cecar Giselle berjalan mendekat. Ariella diam-diam merogoh pepper spray dari tasnya, berjaga-jaga jika Giselle tiba-tiba menyerang lebih dulu. Sialnya gelagat Ariella bisa dibaca Giselle. Wanita itu tertawa, bahkan semakin terbahak-bahak saat Ariella mulai tertekan. “Giselle—” “Berisik!” Giselle langsung menggampar wajah Ariella. Dengan kasar dia menyambit tas Ariella hingga barang-barang di dalamnya jatuh berhamburan, termasuk pon

  • Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan   254. Tuan Lucas Tidak Bisa Mengampuni Anda Lagi!

    “Brengsek!” Giselle mengumpat saat berpaling pada Peter.Dia berniat menghempas cekalan lelaki itu, tapi sialnya Peter langsung menariknya ke dinding.“Nona—”“Menyingkir!” decak Giselle menyambar. “Jangan menghalangiku, atau kau akan menyesal!”“Nona, sebelumnya Anda berjanji menyerahkan diri. Tapi mengapa Anda masih berniat menculik Nona Ava?! Tuan Lucas tidak bisa mengampuni Anda lagi!” sahut Peter sambil mengeluarkan borgol. “Hentikan tindakan Anda dan menyerahlah!”“Bajingan! Kau pikir siapa dirimu, hah?!” Giselle mendengus murka.Dirinya menampik keras tangan Peter yang berniat memborgolnya. Tapi Peter yang lebih sigap, lagi-lagi merengkuh lengan Giselle yang hendak kabur.“Nona, saya mohon bekerja samalah!” sergah Peter menekan empati.Ya, dia berusaha keras membuang rasa simpati yang pernah membuatnya bodoh di hadapan Giselle. Peter tak ingin tertipu wanita ini lagi.Namun, diam-diam Giselle membuka bagian tajam belati lipatnya. Begitu berbalik, dia langsung menusuk perut sampi

  • Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan   253. Ternyata Cintamu Hanya Untuk Giselle yang Asli

    “Ibu pasti bercanda!” Giselle mendecak tak percaya.Maniknya melirik Ariella, lantas melanjutkan dengan sinis. “Wanita itu hanya pelayan rendahan yang menjadi parasite keluarga Baratheon. Bagaimana mungkin dia—”“Hah?!”Ucapan Giselle sekejap terhenti saat Belatia menamparnya amat keras.“Sudah aku bilang, jangan sakiti putriku!” sentak Belatia menatap murka. “Baik ucapan maupun fisik. Aku tidak akan mengampuni siapapun itu, termasuk dirimu!”Giselle membeku. Wajahnya serasa kebas selaras dengan telinganya yang penuh dengung. Ini sulit dipercaya, tapi ekspresi Belatai tak menunjukkan sedikitpun candaan.‘Mustahil! Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa Ariella putri kandung Ibu?!’ batin Giselle menampik fakta.Namun, yang lebih membuatnya tercengang saat melihat Belatia beranjak mendekati Ariella. Tanpa ragu, dia langsung memeluk Ariella yang mematung.Belatia mendekapnya semakin erat sambil berbisik, “Ariella, putriku.”Ariella hanya diam. Dia sendiri sangat bingung mengapa Belatia tiba-ti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status