Home / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 153 Ini Gara-Gara Kamu!

Share

Bab 153 Ini Gara-Gara Kamu!

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-01-15 18:15:20

Mobil Dewi berhenti di depan Bu Evi. Dewi, Serina, Erlina, Shara, dan juga Pak RW, turun dari mobil.

Para wanita langsung menghampiri Bu Evi.

"Apa kamu gak apa-apa?" tanya Serina, buru-buru.

Bu Evi menggelengkan kepalanya, sambil terisak.

Semua wanita memeluk Bu Evi, mencoba menenangkannya.

Shara yang baru bertemu dengan Bu Evi pun ikut menenangkannya, karena tahu dari Erlina jika Bu Evi adalah Ibu Nayla, yang sudah pasti memiliki hubungan dengan Erfan.

Pak RW langsung berjalan ke tempat para warga yang sedang menghajar Pardi.

Kondisi Pardi sangat menyedihkan, wajahnya sudah seperti babi gemuk. Terlihat memar memenuhi wajahnya, darah segar mengalir keluar dari hidung, dan juga darah mengalir dari mulut karena ada beberapa gigi yang tanggal.

"Arggg, ampun! hentikan arghh!" pekik memilukan terus keluar dari mulut Pardi.

Pak RW datang, menghentikan para warga yang memukuli Pardi.

"Sudah! hentikan dulu!" teriak Pa RW, dengan nada penuh wibawa.

Semua warga berhenti, setelah mendengar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 153 Ini Gara-Gara Kamu!

    Mobil Dewi berhenti di depan Bu Evi. Dewi, Serina, Erlina, Shara, dan juga Pak RW, turun dari mobil. Para wanita langsung menghampiri Bu Evi. "Apa kamu gak apa-apa?" tanya Serina, buru-buru. Bu Evi menggelengkan kepalanya, sambil terisak. Semua wanita memeluk Bu Evi, mencoba menenangkannya. Shara yang baru bertemu dengan Bu Evi pun ikut menenangkannya, karena tahu dari Erlina jika Bu Evi adalah Ibu Nayla, yang sudah pasti memiliki hubungan dengan Erfan. Pak RW langsung berjalan ke tempat para warga yang sedang menghajar Pardi.Kondisi Pardi sangat menyedihkan, wajahnya sudah seperti babi gemuk. Terlihat memar memenuhi wajahnya, darah segar mengalir keluar dari hidung, dan juga darah mengalir dari mulut karena ada beberapa gigi yang tanggal."Arggg, ampun! hentikan arghh!" pekik memilukan terus keluar dari mulut Pardi.Pak RW datang, menghentikan para warga yang memukuli Pardi."Sudah! hentikan dulu!" teriak Pa RW, dengan nada penuh wibawa.Semua warga berhenti, setelah mendengar

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 152 Hanya Tubuhmu!++

    Bu Evi yang dibentak oleh pria itu, tidak tahan lagi, ekspresi wajahnya terlihat kesal. "Aku mencintai dia atau tidak, itu bukan urusanmu!" pekik Bu Evi, sambil hendak melangkah pergi. Tapi pria itu menahannya, lalu menekan Bu Evi ke ke batang pohon, yang ada di sisi mereka. Pria itu tertawa gila, ekspresi kejam terlukis di wajahnya. "Haha, jika kau tidak bisa menikah denganmu! biarkan aku mencicipi tubuhmu!" teriak pria itu, sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh Bu Evi. Bu Evi sangat ketakutan, dia memberontak. "Apa yang kau lakukan, bajingan!" teriak Bu Evi. Pria itu menghirup aroma tubuh Bu Evi dalam-dalam, seringai mesum tersungging di bibirnya. "Evi, aku selalu mendambakanmu tubuhmu ini. Malam ini aku akan mencicipi tubuhmu ini sampai aku puas!" ucap pria itu. Ekspresi penuh amarah dan rasa jijik terlukis di wajah Bu Evi. "Jadi selama ini, kau hanya mendambakan tubuhku? ternyata kau hanyalah bajingan!" umpat Bu Evi, sambil terus memberontak. "Haha, memang benar! hanya t

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 151 Keduanya Ingin enak++

    Bu Sandra berdiri, dia memosisikan tubuhnya membelakangi Erfan."Sayang, sambil berdiri enak kayaknya!" ucap Bu Sandra, sambil mengaitkan jarinya, memberi kode.Erfan tersenyum nakal. Dia menurunkan Bi Ayu yang baru saja mencapai puncak dari pangkuannya, lalu menghampiri Bu Sandra.PLAKKErfan menampar pantat BU Sandra, yang membuat Bu Sandra merintih nikmat."Jika melihat posisi seperti ini, tanganku suka ingin menampar pantatmu!" ucap Erfan, dengan nada main-main.Bu Sandra menatap Erfan dengan tatapan sayu, ekspresi wajahnya di penuhi hasrat."Tampar saja sayang! aku suka kok!" ucap Bu Sandra, dengan nada berat.Erfan menyeringai nakal."Kamu suka dikasari ternyata," Erfan memosisikan senjatanya di depan pintu gua wanita itu, setelah dirasa pas, dia langsung menusukkannya."Ahh..." desahan nikmat keluar dari mulut keduanya."Sangat dalam sayang!" ucap Bu Sandra, ada kepuasan di nada bicaranya.PLAKK....Erfan menampar kembali pantat wanita itu. Erfan merasakan senjatanya semakin di

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 150 Longgar karena Kecil++

    Di dalam kamar kos sederhana, tanpa da penerangan di sana, walau hari sudah malam. Remang-remang terlihat seorang wanita, yang sedang meringkuk di sudut sambil membenamkan wajahnya."Ibu, Erfan, maaf aku berbohong kepada kalian," ucap wanita itu. Wanita itu adalah Geya.Ponsel Geya menyala, ada pesan masuk ke dalam ponselnya. Geya mengambil ponselnya. Saat dia melihat siapa yang mengirim pesan, dan apa isi pesan tersebut, wajahnya menjadi pucat.Pesan tersebut di kirim oleh pria yang meniduri Geya. Pria itu meminta Geya untuk membuka pintu kosannya, karena dia ingin meminta jatah. Dia juga mengancam, jika Geya berani menolak permintaannya.Dengan gontai, Geya bangkit lalu membuka pintu kamar kosnya. Dia juga menyalakan lampin kamar kosnya, karena takut ada yang curiga jika lampunya tidak menyala, tapi pintu kamar kosnya terbuka.Geya kembali duduk di kasur. Ekspresi wajahnya sudah berubah menjadi dingin.Tidak lama, seorang pria masuk ke dalamkamar kos Geya, saat keadaan di luar aman

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 149 Bu Sandra Kebingungan

    Saat Erfan masih bermesraan dengan kedua wanita itu, pintu studio di buka. Bi Ayu dan Bu Sandra masuk ke dalam studio.Erfan menghentikan permainannya, dan langsung menatap ke arah Bu Sandra."Sayang, ada apa mencariku? apa kamu mau jatah?" tanya Bu Sandra, sambil berjalan menghampiri Erfan dengan langkah menggoda.Erfan menggelengkan kepalanya, ekspresi wajahnya sangat serius."Ada hal yang penting, yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucap Erfan."Hal apa sayang?" Bu Sandra menjadi serius, setelah melihat ekspresi Erfan yang sedang tidak bercanda."Ini masalah Geya! ayo kita obrolkan di luar saja! biarkan Tesa dan Frisa melanjutkan membuat konten, agar tidak mengganggu!" ucap Erfan, sambil bangkit berdiri.Tesa dan Frisa sangat penasaran, tapi mereka memilih diam, dan saja mereka bisa bertanya, kepada Bi Ayu atau ke Erfan secara langsung.Erfan, keluar dari studio di ikuti Bu Sandra, dan Bi Ayu."Kita di warung saja sayang, aku sudah tutup kok warungnya, biar sambil mengopi!" ajak B

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 148 Kabar Tentang Geya

    Sampai di vila. Erfan menggendong Nayla masuk ke dalam vila. "Ibu..." sapa Nayla, sambil melambai-lambai kepada para wanita. "Putri ibu pulang! sini, ibu mau gendong putri ibu," Dewi buru-buru mengambil Nayla dari gendongan Erfan. Erfan meletakkan 1 plastik besar jajanan Nayla di meja. "Sayang, kamu kebiasaan ihh! membelikan jajanan terlalu banyak!" tegur Bu Evi, dengan ekspresi serius. "Gak apa-apa, lagi pula hanya jajan, yang penting Nayla senang!" balas Erfan, sambil tersenyum konyol. "Kalo nanti Nayla jadi boros, kamu tanggung jawab yah!" ucap Bu Evi, tatapan tajam itu di tembakan ke wajah Erfan. "Tentu saja aku ayahnya, pastilah tanggung jawab! balas Erfan. Dia mendekatkan tubuhnya ke samping Bu Evi, merangkul pinggang, lalu menariknya ke pelukannya. "Sayang, tahu gak kamu, ada pria yang menemui Nayla tadi!" ucap Erfan, sambil menatap Bu Evi dengan tatapan main-main. "Pria....siapa?" tanya Bu Evi kebingungan. "Siapa lagi? kalo bukan pria yang menginginkanmu," bala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status