LOGINKeesokan harinya, berita tentang kehancuran Keluarga Rex menyebar luas di ke seluruh dunia. Semua orang yang mengenal Keluarga Rex tentu saja sangat terkejut. Apalagi, berita itu secara langsung di umumkan oleh Tuan Edward, sebagai pemimpin dari Negara A. Jadi, itu bisa di pastikan sebuah kebenaran.Tuan Edward tidak gegabah. Dia menyertakan banyak bukti kejahatan Keluarga Rex ke berita tersebut. Langkahnya itu, tentu saja untuk menjaganya martabat Negara A.Banyak orang yang pernah di rugikan oleh Keluarga Rex merasa sangat gembira dan puas. Namun, bagi orang yang memiliki hubungan dengan Keluarga Rex merasa sangat tertekan sekaligus khawatir. Apalagi, beredar rumor dari para pengamat ~ bahwa Keluarga Purnama lah yang berada di balik kehancuran Keluarga Rex. Meski hanya tebakan para pengamat, tapi mereka punya alasannya. Karena tepatnya hari ini, beredar foto Paris bersama Erfan di media sosial pribadi milik Paris.Paris tidak menyembunyikan sama sekali hubungannya dengan Erfan. Bah
Erfan menatap Pemimpin Keluarga Rex. "Orang tua, istrimu ini terlalu cantik! Gak cocok kalau jari istri pria tua sepertimu! Jadi buat aku saja yah," ucapnya dengan nada main-main sambil memeluk tubuh Clara dengan erat. "Suami, maaf yah... aku sudah mendapatkan pria yang aku cintai! Dia juga jauh lebih hebat dari kamu," ucap Clara dengan nada main-main. Setiap perkataan Clara itu seperti pukulan telak untuk Pemimpin Keluarga Rex. "Clara... Clara, kau jalang! Kau... kau..." sebelum perkataannya selesai, seteguk darah segar menyembur dari mulut pria tua itu. "Uhukk... uhuk..." Tubuh Pemimpin Keluarga Rex goyang dan dia langsung terduduk di kursi. Beberapa anggota keluarga di sebelahnya, buru-buru memastikan kondisi pria tua itu. "Clara, dasar jalang! Kau berani sekali mengkhianati ku!" teriak Pemimpin Keluarga Rex menggunakan seluruh tenangnya sampai urat di leher dan pelipisnya menonjol. "Tentu saja aku berani, pria tersayang ku ini akan melindungiku. Lagi pula, kalian sudah buk
Wajah semua anggota Keluarga Rex terasa sangat panas. Terutama Tuan Muda Keluarga Rex. Wajah pemuda itu sangat merah matang. Nafasnya berpacu cepat karena amarah yang sudah sangat memuncak. "Kau... kau siapa kau!" teriak Tuan Muda Rex sambil menunjuk Erfan. "Menjauhlah dari Nona Paris, atau kau... atau kau akan menyesal!" Paris menatap tajam pemuda itu. "Kau lancang sekali, berani mengancam priaku di depanku," ucapnya dengan suara dingin. "Di-dia... priamu? Kamu pasti bercanda kan?" tanya Tuan Muda Rex sambil bangkit berdiri. "Tuan Edward, sebenarnya apa maksudnya ini? Siapa sebenarnya pria ini?" tanya Pemimpin Keluarga Rex. "Orang tua, apa kau tuli?" tanya Paris dengan ekspresi sinis. "Bukannya tadi aku sudah bilang, dia priaku!" Meski mendapatkan sedikit hinaan, tapi Pemimpin Keluarga Rex berusaha menekan rasa marahnya. "Nona, anda pasti bercanda kan?" tanya Pemimpin Keluarga Rex. "Iya. Pasti Nona Paris lagi bercanda," ucap Tuan Muda Rex. "Buat apa aku bercanda.
Tak terasa, beberapa hari pun berlalu. Malam itu, Erfan sedang berenang di kolam renang rumahnya, ditemani Jessy, Monica, dan Paris. Suasana begitu santai hingga tiba-tiba ponselnya berdering. Erfan mengangkat panggilan itu. Ternyata, yang menghubunginya adalah Tuan Edward. Pria tua itu meminta Erfan segera datang ke vilanya yang berada di kawasan perbukitan di pinggiran kota. Erfan tersenyum tipis. Sorot matanya tampak sangat tajam. "Akhirnya, waktunya tiba!" gumamnya di dalam hati. Erfan menatap para wanitanya dan berkata. "Ayo, kita berangkat!" Para wanita yang sudah mendengar percakapan Erfan dan Tuan Edward tidak banyak bertanya lagi. Mereka hanya mengangguk, setelah itu mereka pun pergi dari kolam. === Di sebuah vila yang tampak megah, terlihat beberapa mobil mewah masuk ke halamannya. Dari mobil mewah itu, turun para anggota Keluarga Rex. Bahkan Clara pun ada di antara mereka. Seorang pelayan menyambut mereka, setelah itu mereka masuk ke dalam vila di bawah arahan pe
Tanpa ragu sama sekali, Erfan memberitahukan rencana penyerangannya kepada Tuan Edward. Mendengar kalau Erfan ingin menyerang Keluarga Rex langsung di kediamannya ~ hanya dengan mengandalkan 10 bawahannya, dua wanitanya, dan dirinya sendiri, Tuan Edward merasa sangat ragu. "Nak, kamu jangan gegabah! Mereka itu sangat kuat! Apalagi kamu mau menyerang langsung ke kediamannya," ucap Tuan Edward. "Aku sudah tahu pasti kekuatan mereka, jadi walau aku ada sedikit orang aku gak takut!" ucap Erfan sambil tersenyum lebar. Tuan Edward mengangkat alisnya. "Kamu tahu? Emangnya kamu memasukkan mata-mata?" tanya Tuan Edward. "Aku kasih tahu yah. Nyonya Muda Keluarga Rex itu, sudah jadi wanitaku juga. Bahkan sekarang sebenarnya Keluarga Rex itu sudah jadi cangkang kosong!" ucap Erfan dengan nada main-main. "Apaaaa?" teriak Tuan Edward dan Nyonya Rosalie dengan wajah penuh keterkejutan. Bahkan Paris merasa terkejut, karena dia belum tahu masalah itu. "Sayang, kamu serius? Nyonya Clara wanita
Tuan Edward menatap Erfan dan Paris secara bergantian, lalu berhenti di Erfan. Sesaat kemudian, dia berkata. "Kamu mau aku berpihak sama kamu terus membantu kamu menghancurkan Keluarga Rex, atau gimana?" tanyanya. Erfan menggelengkan kepalanya. "Gak perlu. Aku cuma mau pihak Tuan gak ikut campur!" "Memangnya kamu percaya 100% bisa menang melawan mereka?" tanya Tuan Edward. "Kalau perang terbuka, aku sangat percaya bisa melenyapkan mereka. Tapi karena aku gak mau orang lain terkena dampaknya, aku memutuskan pakai cara lain. Walau peluang menang lebih rendah, tapi gak akan melibatkan banyak orang," ucap Erfan. Tuan Edward mengangkat alisnya. "Kalau perang terbuka, aku pasti gak akan tinggal diam. Kamu gak memperhitungkan aku?" Erfan menyeringai. "Tentu saja memperhitungkan. Tapi, kalau Tuan turun tangan, yang akan jadi lawan Tuan Negara Chine. Mau gak mau Negara Chine harus turun tangan, Keluarg







