首頁 / Romansa / Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku / Bab 33: Kepergian yang Mendadak

分享

Bab 33: Kepergian yang Mendadak

last update publish date: 2026-06-24 23:11:44

Di pagi harinya, Selina kembali dengan aktivitasnya seperti biasa di dapur rumah utama. Dengan leher yang sengaja ditutupi oleh kerah kemeja tinggi demi menyembunyikan bekas cekikan Rafael semalam, tangan Selina bergerak mekanis mengelap deretan piring perak. Namun, fokusnya sama sekali tidak ada di sana.

Dalam hatinya, dia terus bertanya-tanya ke mana perginya Edgar? Sejak fajar menyingsing, dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan pria tegap itu.

Kenapa dia tidak terlihat di meja makan pagi i
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 34: Akan Pergi Lama

    Selina kembali ke rumah dengan langkah lelahnya. Beban di pundaknya terasa berkali-kali lipat lebih berat setelah rentetan kejadian yang menguras emosi dan tenaganya sejak semalam.Dengan sisa kekuatan yang ada, dia melangkah menuju area belakang, hendak menghampiri Lyra ke dapur yang sedang mencuci tumpukan piring dan perkakas memasak."Lyra," panggil Selina, suaranya terdengar sangat letih saat dia bersandar pada tepian konter dapur. "Terima kasih banyak ya sudah membantuku memegang cucian baju tadi. Aku benar-benar terbantu."Lyra menghentikan aktivitasnya, mematikan kran air, lalu berbalik sambil mengelap tangannya yang basah dengan selembar kain. Dia menatap Selina dengan pandangan tidak senang, bukan marah pada Selina, melainkan geram pada ketidakadilan di rumah ini."Selina, tolong stop. Jangan berterima kasih terus-menerus padaku," ujar Lyra dengan nada bersungut-sungut.Dia pun melangkah mendekati Selina, lalu berbisik tajam, "Melihatmu seperti ini membuat hatiku sakit. Posis

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 33: Kepergian yang Mendadak

    Di pagi harinya, Selina kembali dengan aktivitasnya seperti biasa di dapur rumah utama. Dengan leher yang sengaja ditutupi oleh kerah kemeja tinggi demi menyembunyikan bekas cekikan Rafael semalam, tangan Selina bergerak mekanis mengelap deretan piring perak. Namun, fokusnya sama sekali tidak ada di sana.Dalam hatinya, dia terus bertanya-tanya ke mana perginya Edgar? Sejak fajar menyingsing, dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan pria tegap itu.Kenapa dia tidak terlihat di meja makan pagi ini? Kursi yang biasanya ditempati Edgar tampak kosong melongpong, menyisakan kekosongan aneh yang membuat dada Selina terasa hampa sekaligus cemas.Brak!Lamunannya tersentak oleh Greta yang tiba-tiba masuk ke dapur dengan terburu-buru, membawa tas jinjing bermerek dan aroma parfum yang menyengat."Selina! Bagus, kau sudah di sini," seru Greta tanpa basa-basi, nadanya angkuh seperti biasa. "Antar Lucas ke sekolah hari ini seperti biasa. Aku harus datang ke acara bersama teman sosialitaku pagi in

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 32: Tekanan dari Suami Gila

    Malam kembali merayapi kediaman Theodore dengan keheningan yang mencekam. Di dalam kamarnya, Selina sedang bersiap untuk tidur, mencoba memejamkan mata demi mengusir bayang-bayang trauma yang bertubi-tubi menghantamnya. Namun, suara pintu yang dihentak kasar seketika membuyarkan usahanya.Rafael melangkah masuk. Setelan jasnya tampak kusut, dan raut wajahnya luar biasa dingin, memancarkan aura frustrasi yang pekat. Selina yang semula hendak membaringkan tubuh langsung mengurungkan niatnya, duduk tegak di tepi ranjang dengan tatapan penuh kebencian."Kau baru pulang?" tanya Selina, suaranya bergetar egois oleh amarah yang bergejolak, sembari mencengkeram sprei kasur dengan erat. "Puas telah menjualku pada investor gila itu?" ucapnya dengan suara datarnya.Rafael kemudian menghentikan langkahnya tepat di tengah kamar. Dia langsung menatap tajam wajah Selina, matanya menyipit penuh kilat kemarahan yang tertahan."Jaga mulutmu, Selina!" desis Rafael, melangkah mendekat dengan langkah-lang

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 31: Mau Bertaruh Denganku?

    Selina langsung terkekeh hambar mendengarnya. "Jangan bercanda, Lyra. Mana mungkin aku meminta bantuan padanya," ucap Selina sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan melanjutkan memotong sayuran yang sedang dia selesaikan itu dengan gerakan cepat, mencoba menutupi debaran aneh di dadanya."Kenapa tidak mungkin?" desak Lyra sambil merendahkan suaranya sembari melirik ke arah pintu. "Tuan Edgar itu berbeda, Selina. Dia memang jarang bicara, tapi jika dia sudah bergerak seperti semalam, itu artinya kau penting baginya.""Sudahlah, Lyra. Hubunganku dan dia tidak sepeti yang kau bayangkan. Jangan bahas ini lagi, kumohon," bisik Selina lirih, lalu menyudahi obrolan yang mulai terasa membahayakan bagi jantungnya.Beruntung, hari ini adalah hari Minggu, sehingga anak Greta tidak masuk sekolah dan suasana pagi terasa sedikit lebih longgar dari biasanya. Selina mempercepat gerakannya. Begitu seluruh sarapan selesai dibuat, dia dan Lyra segera menaruh menu-menu tersebut di atas meja makan kayu

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 30: Taktik Tangkas Edgar

    Tepat pukul delapan pagi, Selina sudah kembali ke rumah utama keluarga Theodore. Langkah kakinya terburu-buru, napasnya terengah-engah menahan kepanikan yang sejak tadi membuntuti sepanjang perjalanan bersama Edgar.Begitu berhasil menyelinap lewat pintu belakang, dia langsung menuju dapur dan mendapati Lyra, salah satu pelayan senior di rumah itu, sedang sibuk di depan kompor."Lyra," panggil Selina dengan suara parau, lalu buru-buru mengambil alih pisau pemotong sayur. "Maaf aku terlambat. Terima kasih banyak sudah membantuku pagi ini."Lyra menghentikan gerakannya membalik masakan di teflon. Dia menoleh, menatap heran wajah Selina yang tampak pucat sekaligus berantakan. Tatapan Lyra menyusuri Selina dari atas ke bawah."Lho, Selina? Kenapa kau sudah di dapur?" tanya Lyra dengan nada penuh keheranan. "Bukankah kau sedang sakit?" tanyanya kembali.Selina mengerutkan keningnya. Dia lalu menggelengkan kepalanya dengan pelan dan raut wajah bingung yang tidak bisa disembunyikan. "Sakit?

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 29: Hanya karena itu

    Di pagi harinya saat mereka sarapan, suasana di dalam suite room hotel mewah itu terasa sangat kontras. Selina tampak gelisah, jemarinya terus meremas garpu dengan tidak tenang.Di depannya, sepiring american breakfast hampir sama sekali tidak disentuh. Pikirannya benar-benar kalut, dipenuhi bayangan mengerikan tentang apa yang akan terjadi setelah ini."Edgar, bagaimana jika Rafael datang menjemputku ke sini?" tanya Selina dengan nada gemetar karena menahan kepanikan yang mendesak di dadanya."Atau ... atau bagaimana jika pria tua itu, David, mengadu pada Rafael bahwa aku bermalam denganmu? Hidupku bisa hancur hari ini juga!"Sementara Selina didera kecemasan yang sangat terlihat itu, Edgar dengan santai menyantap makanannya. Pria itu memotong daging kornet dan menyuapkannya ke dalam mulut dengan gerakan yang teramat tenang, seolah-olah obrolan mereka hanyalah angin lalu.Dia lalu menyesap kopi hitamnya perlahan, menikmati aroma kafein di pagi hari sebelum akhirnya mendongak menatap

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 23: Tuduhan Gila Rafael

    "Jangan gila, Edgar! Itu tidak akan mungkin!" Selina melarang Edgar untuk datang ke kamarnya dengan nada yang tertahan namun penuh kepanikan.Dia menepis pelan tangan Edgar yang mencengkeram dagunya, lalu membuang muka ke arah jendela. Napasnya memburu. "Kita sudah sepakat. Kita melakukan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 22: Datang lagi Malam ini

    Selama di perjalanan menuju sekolah Lucas, suasana di dalam kabin mobil mewah itu dipenuhi ketegangan yang sunyi namun pekat. Edgar terus menggenggam tangan kiri Selina dengan erat di atas tuas kendali, membiarkan jemari besarnya menaut telapak tangan wanita itu yang terasa dingin.Selina melirik t

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 21: Sindiran Halus

    Di pagi harinya, rumah besar keluarga Theodore kembali diselimuti atmosfer dingin yang biasa. Selina sedang menata piring di meja makan dengan gerakan kaku ketika langkah kaki berat yang sangat ia kenali terdengar mendekat.Begitu mendongak dan mendapati sosok Edgar yang sudah rapi dengan kemeja ke

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 20: Tak ingin Berhenti sampai di Sini

    Edgar lantas menunduk, lalu bibirnya menyentuh bibir Selina dengan lembut pada awalnya, seperti hembusan angin malam yang menggoda. Ciuman itu penuh tuntutan halus, lidahnya menyusup pelan, menari dengan lidah Selina yang masih ragu.Tapi dalam hitungan detik, kelembutan itu meledak menjadi hisapan

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status