Mag-log inEvery action has some consequences. David Throne, CEO of Emerging Technologies , is a arrogant and handsome multimillionaire that make women surround him like bees and men envy . He is a DEVIL that will make you regret ever crossing him. What happens when an average girl ,Bella, mess with him? He make sure she pays . "You will pay back but not in form of money but as my.........."
view moreDallas, US
22.10
Sebuah mobil putih yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa itu melaju pada lintasan drift yang hanya diterangi oleh cahaya lampu jalan.
Arshia Clarikson, sosok gadis muda berusia 19 tahun yang berada dalam mobil itu langsung membanting kemudi kearah kanan saat mendekati tikungan tajam didepannya.
Perempuan cantik yang biasa dipanggil Shia itu memasukkan mobil ke gigi satu. Kaki jenjangnya menginjak kopling dengan penuh dan mengencangkan mesin. Setelah menaikkan RPM hingga 5000-6000, Shia melepaskan rem pada tangannya sehingga menyebabkan roda belakang mobil berputar dengan sangat cepat.
Ketika Shia melepaskan koplingnya, mobil putih tersebut langsung dipenuhi dengan asap tebal sebelum akhirnya berhenti berputar. Shia membuka pintu dan keluar sambil melepaskan helm beserta hands-free pada telinganya. Dia melangkah ringan mendekati Evan, lawannya dalam Tandem drift.
“Bagaimana?” Tanya Shia disertai senyum tipis dan sebelah alis yang terangkat
“Aku kalah” Jawab Evan. Pria berambut gondrong itu meraih sebuah tas tangan berwarna hitam lalu menyerahkannya pada Shia. “Jika Emily tau kita melakukan Tandem dengan taruhan dia pasti akan memarahiku” Lanjut Evan
“Jadi kau ingin aku merahasiakannya?” Tanya Shia
“Tentu saja!” Seru Evan cepat, karena jika kekasihnya itu tau dia mengajak Shia, sahabat Emily untuk taruhan pasti Emily, kekasihnya itu akan memukuli dirinya hingga babak belur.
“Bagaimana kabar tim?” Tanya Shia, dia bertanya sambil memasukan tas hitam itu ke dalam mobil putihnya
“Cukup buruk, setelah kau pergi Mr. Walker merekrut Ruel lalu dia membakar semua poster dirimu di camp”
“Astaga pendendam sekali” Ucap Shia sambil menutup mulutnya dengan nada bercanda
“Tentu saja dia dendam, atlet drifting nomor 1 miliknya berhenti secara mendadak dan dengan senang hati justru membayar pinalti jutaan dollar” Sindir Evan yang membuat tawa renyah Shia terdengar
“Aku akan menyapanya Mr. Walker jika bertemu. Ngomong-ngomong sampaikan salamku pada Emily, mungkin aku akan mengunjunginya saat pesta pertunangan kalian nanti” Ucap Shia, membuat Evan mengerutkan dahinya
“Kau mau kemana? Tidak ingin menemuinya sekarang?” Tanya Jacob
“Tidak, aku harus ke bandara sekarang”
“Bandara? Kau mau kemana?”
“Ke Milan.” Jawab Shia setelahnya dia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Evan yang menghela nafas, sejak awal dirinya tau kepribadian Shia sejak mereka berada ditim yang sama, Evan sudah terbiasa dengan Shia yang pergi seenaknya.
30 menit berlalu sejak Shia melaju dengan kecepatan yang nyaris menyentuh angka 150 Km/Jam hingga akhirnya mobil putih itu memelankan laju mobilnya saat mata biru itu melihat sebuah Mobil Porsche berwarna hitam dalam keadaan terbalik tak jauh dari tempatnya berada saat ini.
“Oh God.” Shia menghentikan mobilnya. Dengan cahaya lampu mobil Shia dapat melihat ada dua orang pria dengan setelan jas hitam yang terkapar diaspal dengan tubuh bersimpah darah.
Shia keluar dari mobilnya yang memang dibiarkan menyala agar dapat melihat kondisi dua pria tersebut. Dengan sedikit berjongkok, Shia mengecek pernapasan pria itu, dia menjauh dengan tangan yang menutup mulut saat menyadari adanya luka tembakan pada kepala keduanya. Tangannya bergerak meraih ponsel yang berada disaku celananya
“Aku menemukan dua orang pria terkena tembakan dikepala, ku kirimkan lokasinya.” ucap Shia pada lawan bicaranya dipanggilan telponnya. Setelahnya SHia berdiri dan mengamati mobil Porsche tersebut
“Sebenarnya apa yang terjadi disini” Shia bergumam, dia yakin ada sesuatu yang besar sudah terjadi. Mobil dengan harga fantastis itu penuh dengan bekas tembakan peluru. Bahkan Shia bisa melihat sebuah peluru yang masih menancap di bagian pintu kemudi.
Merasa sudah cukup mengamati, Shia kembali menuju mobilnya. Yang penting dia sudah memberikan lokasi tempat ini pada Samuel, agar pria itu datang membantu.
Namun sesuatu terjadi saat Shia hendak membuka pintu mobil. Sebuah tangan besar mendorong pintu mobil hingga tertutup kembali. Shia secara spontan langsung menoleh dan membelalak kaget ketika ada seorang pria berdiri disampingnya dan menatap langsung tepat pada matanya.
“Siapa kau?!” tanya Shia sinis, dia menjauh dari lelaki itu, memberikan jarak aman antara dirinya dan pria asing itu. Feelingnya mengatakan ada sesuatu yang ganjil saat ini, belum lagi tatapan mata abu-abu pria itu yang membuat Shia merasa dalam bahaya.
“Bawa aku” Suara pria itu begitu berat dan, seksi?. Shia menggelengkan kepalanya, mungkin karena perawakan pria itu yang dewasa membuat suaranya menjadi demikian.
“Maaf Sir, tapi aku tidak tertarik membawa orang asing!” pria yang tidak Shia ketahui namanya itu berjalan mendekatinya membuat Shia melangkah mundur.
“Kau punya waktu 6 menit untuk membawaku pergi atau mati bersamaku” ucapnya tak nyambung
“Sudah ku katakan jika aku tidak tertarik membawa orang asin-“ Ucapan Shia terputus oleh suara pria itu yang mengintrupsinya
“Namaku Dante dan sayangnya kita kehabisan waktu”
“Apa maks-“ Ucapan Shia terhenti karena suara deruan mobil yang mendekat. Shia melotot. Mata biru gadis itu membola sempurna. Seorang pria dari salah satu mobil yang berjalan mendekat itu mengeluarkan sebagian badannya melalui jendela mobil dan mengarahkan sebuah senjata yang Shia tau sebagai sebuah sniper kearah mereka
“Shit!” Shia memasuki mobilnya “SEJAK KAPAN KAU DIDALAM MOBILKU?!” Shia berteriak keika mendapati pria itu duduk disampingnya. Pria itu duduk dengan santai bahkan membuka jendela dan menatap kaca spion, mengamati mobil yang berada 10 meter dibelakang mereka
“Jalankan, sepertinya dia akan menembak mobilmu” Ucap Dante membuat Shia melotot.
“Kau benar-benar menyebalkan” Ucap Shia bersamaan dengan mobilnya yang melaju dengan cepat. “Aku tidak percaya ini, aku berada dalam masalah karena dirimu” Gerutunya tanpa mengurangi kecepatan mobilnya. Sesekali Shia menatap Dante, pria itu menyenderkan tangannya pada jendela dengan tatapan yang masih mengarah pada spion. Shia melirik kaca, mobil hitam itu masih mengejar mereka.
“Perbaiki posisi dudukmu, aku tidak tanggung jawab jika kau terguncang atau apapun itu dan juga aku akan menurunkan di sheraton gateway” Ucap Shia setelahnya, gadis itu menaikkan RPM dan menginjak rem lalu membelok dengan tajam.
“Kau pandai mengemudi” Puji Dante dengan datar. Shia bahkan tidak yakin jika ucapan itu adalah pujian dengan nada suaranya. “Tapi sepertinya kau memang akan mati bersamaku” Lanjut Dante
“Mak-“ Ucapan Shia terpotong ketika mereka mendengar suara tembakan bersamaan dengan mobil yang hilang keseimbangan
“SHIT! mereka menembak ban mobilku!”
Nora POV:So things went better than I expected. I expected my parents to create some drama, screaming, crying, and actions. But what happened is that they are so happy and over the moon that they are going to be grandparents soon that they have forgotten their traditions and rules. The thought of me having a kid out of wedlock is not bothering them but though Xavier's parents are very happy, we wish for us to get married, which obviously I also want to but then marriage is a big decision. But when Xavier Alessandro asked me if I want to marry him? My reply was Yes without a hitch. No, it was not a romantic proposal or anything. I am already living in Xavier’s apartment and was in my PJs slumped on the sofa with Xavier watching the movie when Xavier out of blue asked me of marriage. I asked him why he wants to marry me? He said and I quote “Nora you are the girl I wish to spend my life with. I see how happy my parents are and I wish the same for us. Will you please marry me?” I
Ashley POV: 3 months later. Asher and Ashley were in super market buying grocery. Ashley was checking different brands of pasta to buy when she glanced at Asher who was staring with a smile, at the girl, standing in corner, picking different spices. Ashley anger flared up as she shook her head and double check the girl. The girl was wearing a crop top with tight jeans. When Ashley kept looking at Asher and he felt her staring, he very expertly looked other way. As they were on the checkout counter, Ashley decided to teach him a lesson. "Asher ....I was thinking of buying the crop top ...similar to that of that girl that was in shop. It was so cute." Asher looked at her and then frowned. "No Ashley ! Why would you wear such clothes." "I think they would look good on me..." Ashley said nonchalantly. "No Ashley there is no need to wear such revealing clothes." Asher said strictly as he paid the money for their purchases on checkout counter. "But I though
Ashley POV: It was evening and time for her husband to return. She had already prepared dinner for him. It consisted of all her favorite dishes. It had roast, egg fried rice, and curry. She went upstairs to get dressed in a new dress. She took a bath and wore a black mini dress. It looked beautiful on her. She blow-dried her hair and applied makeup. She applied red lipstick as her husband’s rule she should dress up formally like married women. She heard the bell and quickly rushed downstairs. As there was no servant in the house at the moment she will have to open the door. Opening the door, she was welcome by the handsome face of her husband. She smiled at him as she moved aside to let him in. “Welcome home,” She said as she took his laptop bag from his hand. Asher pulled her by her waist and kissed her lips passionately. She gripped his laptop bag tightly in case it might fall. Pulling back, he grinned at his wife and said with different emotions swirling in his eyes,
____________ They entered the mansion of Gian Miller and Oliver was first to greet them. Ferris introduced Hazel to Gian Miller and his wife Sara Miller. After introduction Hazel left with Natasha. She Natasha and Nora grouped together and talked and gossiped. Suddenly Hazel eyes drifted to her husband who was talking to a couple but what knocked her in stomach was the woman who was hugging her husband and sticking to her husband like a leech. Hazel gasped when she realised it was the same woman whom she has seen picture of a month back. The same woman who is her husbands Ferris ex wife..... "Whore! Bitch!" Hazel looked at Natasha who cursed. "Huh?" All the girls gave her a questioning look. "That woman beside your husband Hazel, I am cursing that whore!" Anna clarified. "What do you mean?" She asked curious. "If you are thinking they were in some sort of relationship than no, they were not. I won't deny the fact that your husband was in love with his ex wife but....this gi
Asher POV: It was so fun teasing her. The way her nose and cheek reddened, when she was embarrassed or angry, gosh it was so hard not to pinch the living daylight out of them. And yes, when he teased her with food , if they were alone, he fore sure have laughed out loud at her reaction. And the
“Dear the dress miss Sophia has sent has arrived.” Mrs Becca told her and she smiled as she took it from her hand. She opened the dress and looked at it is smiling brightly. It was exceptionally beautiful dress but had one error; it was black less and her husband will not approve it. Ashley looked
Hazel was concerned when her husband didn't returned at night. She after taking a sleeping pill, fell asleep. When she woke up in the morning she expected to see her husband beside her but found he hasn't returned last night. She prepared the breakfast along with mrs Shawn. She wondered where her h
"How does a 'child' sounds to you? Our child." He said as he kissed her neck softly nipping on it sensuously. Ashley moaned in the pleasure and closed her eyes as pleasureful sparks lit in her, sparking the fire. Different emotions brewed in her but the incident from before was still fresh in her












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
RebyuMore