Partager

Hati Yang Terkunci

Auteur: Money Angel
last update Date de publication: 2026-09-05 17:32:42

Matahari yang makin meninggi menembus celah tirai kamar, membangunkan Evelyn dari tidur lelapnya. Rasa mualnya sudah berkurang, namun rasa penasaran akan situasi di luar ruangan membuat wanita itu enggan berbaring lebih lama.

Secara perlahan, Evelyn menurunkan kakinya dari tempat tidur. Ia mencoba berjalan sendiri, merayap pelan sembari berpegangan pada dinding koridor. Ia menahan rasa nyeri di paha dan punggungnya, menolak untuk terus bertumpu pada Xavier.

Langkah Evelyn membawanya menuju ruan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Hukuman Manis

    Sementara itu, kehangatan terpancar di rumah megah keluarga Sterling. Rumah besar yang selama bertahun-tahun sepi tanpa celoteh anak-anak—karena sering ditinggal pergi pemiliknya—malam ini mendadak penuh dengan gelak tawa.Sepasang suami istri berusia senja tengah duduk berdampingan di sofa, memperhatikan kedua cucu mereka, Ethan dan Xander, yang sedang asyik bermain gim konsol sambil tertawa lepas."Apa kau ingat, Sayang? Sudah berapa lama rumah ini tidak dipenuhi suara anak kecil?" tanya Nyonya Victoria pada suaminya dengan mata berkaca-kaca."Terakhir kali waktu Alexander dan Julian masih kecil, sebelum Julian dikirim orang tuanya ke sekolah kedokteran di Inggris," bisik Tuan Richard Sterling lirih, air mata menetes mengaliri pipinya yang berkerut. "Demi Tuhan... aku sangat merindukan masa-masa saat mereka masih kecil, saat mereka tertawa dan menangis bebas di rumah ini."Nyonya Victoria merengkuh lengan suaminya, merapatkan tubuh untuk saling menguatkan. Bayangan masa lalu mendada

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Jerat Sumpah

    "Jadi, apa boleh aku mengambil kesimpulannya sekarang? Apa kau akan menerima semua keputusanku untuk hubungan kita?" tanya Alexander, matanya menatap lurus menembus manik mata Evelyn."Tergantung apa yang kau putuskan, Alexander," jawab Evelyn pelan namun tegas. "Aku tidak bisa menuruti keinginanmu yang kuanggap tidak masuk akal. Dan kalau yang kau inginkan adalah kita kembali bersama seperti dulu... aku rasa itu tidak mungkin.""Kenapa tidak?" pangkas Alexander cepat, suaranya naik satu oktav. "Kau tahu betapa aku berharap kita bisa memperbaiki segalanya. Kita bisa memulai kembali hubungan ini dari awal bersama Xander.""Aku telah mengikat sumpah pada Xavier. Sumpah itu tidak bisa kucabut begitu saja," potong Evelyn, matanya mulai menampakkan kesakitan. "Xavier sudah banyak berkorban untuk hidupku dan juga anakmu. Kalau bukan karena pertolongan Xavier saat aku pendarahan hebat melahirkan Xander dulu, mungkin kau tidak akan pernah melihatku maupun Xander hidup di dunia ini."Evelyn me

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Pengakuan

    "Apa terasa sakit? Jangan lakukan hal bodoh lagi setelah ini," ucap Evelyn tenang usai selesai membersihkan dan membebat ulang luka di tangan Alexander. Evelyn hendak beranjak berdiri, namun tangannya mendadak ditahan dari belakang oleh Alexander. "Jangan mencoba menghindar lagi, Evelyn. Aku bisa gila dan melakukan apa pun yang kumau saat ini," peringat Alexander dengan tatapan dalam, menahan gerakan wanita itu agar tidak lagi mengulur waktu. Evelyn akhirnya kembali duduk. Saat ini mereka berhadapan secara intim, saling menatap iris mata masing-masing yang menyimpan riak emosi membendung. "Apa yang ingin kau dengar begitu penting? Bukankah kau sudah tahu siapa Xander dan hubungan di antara kalian? Lalu apa lagi, Alexander?" tanya Evelyn tenang. "Semuanya. Alasanmu meninggalkanku yang masih kuanggap ganjil, serta kenyataan yang kau tutupi tentang Xander dariku," jawab Alexander te

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Kisah Singkat Felix

    Giselle dengan kejam menghina putri kandungnya sendiri serta Felix, pria yang selama bertahun-tahun ini telah mengorbankan segalanya demi melindunginya. "Bahkan kehidupan menjijikkan yang kami jalani jauh lebih bahagia dan penuh kedamaian daripada hidupmu yang cuma dipenuhi dendam busuk!" balas Felix lantang, lalu bangkit berdiri seraya menyambar jaket lusuhnya. "Tunggu, mau ke mana kau?" tanya Giselle curiga saat melihat pergerakan Felix. "Mencari putri kecilku yang sangat berharga, anak yang bahkan oleh ibu kandungnya sendiri dianggap menjijikkan," jawab Felix dingin. "Tenang saja, aku tidak akan mengadukan keberadaanmu pada Alexander Sterling untuk mengurungmu kembali di panti sakit jiwa, meskipun seharusnya hal itu sudah kulakukan sejak kemarin. Dan sekarang aku sangat menyesal telah membawamu ke rumah kami." Tanpa menunggu balasan lagi dari Giselle, Felix melangkah kasar menghentakkan kaki, meninggalkan Giselle seorang diri di dalam gubuk reot yang dingin. Secara singk

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Tega Sekali

    Evelyn melepaskan pegangan tangannya dari tubuh Alexander secara seketika. Tubuhnya membeku kaku. Wajah cantiknya nampak sangat terperangah mendengarkan setiap patah kata yang keluar dari mulut pria itu. Air matanya menetes makin deras tanpa sanggup ditahannya lagi. "Kau kaget dan sedang menerka-nerka dari mana aku mengetahui semua kenyataan ini?" tanya Alexander tanpa mendapatkan sepatah kata pun jawaban dari Evelyn yang membisu. "Dari ucapan yang tidak sengaja kau lontarkan saat itu... Dari kemiripan fisik dan kesenangan yang sama antara aku dan anak itu... Bahkan wajah kami berdua terlihat bagaikan cermin." Alexander menghentikan ucapannya sejenak, menarik napas dalam yang terasa sesak. "Dan satu hal yang paling tidak bisa kuterima dalam hidupku," lanjut Alexander dengan nada berat nan tegas, menatap lurus ke dalam mata Evelyn. "Kau tidak hanya menyembunyikan fakta hubungan ayah dan anak di antara kami dariku. Tapi kau juga membuat Xander kebingungan tanpa pernah memberikanny

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Luka Tanpa Darah

    ‘Brengsek! Di saat seperti ini saja dia masih bisa menggodaku. Alexander, kau memang tidak berubah sama sekali,’ rutuk Evelyn dalam hati, mencoba menata detak jantungnya yang berdebar tak karuan di tengah keremangan. "Bisakah kau serius, Alexander? Aku mencium aroma darah di dekat kita," ucap Evelyn tegas, menuntut keseriusan dari pria di hadapannya. Samar-samar Evelyn melihat siluet hitam tubuh Alexander berhenti di dekat dinding. Tap! Tap! Tap! Tap! Satu per satu rangkaian lampu di ruangan bangunan itu menyala terang mendadak, seketika membuat pandangan Evelyn silau usai beberapa saat berada dalam kegelapan pekat. Bersamaan dengan cahaya benderang yang kini menerangi seluruh ruangan, Alexander menjawab omelan Evelyn barusan dengan tatapan matanya yang sangat dalam. "Aku serius, Evelyn. Hanya aroma tubuhmu yang memabukkanku yang terus membayangi pikiran ini," ucap Alexander pelan namun menusuk tajam. Alih-alih mendengarkan rayuan Alexander, mata Evelyn langsung terbel

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status