Home / Urban / Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas / 115. Keperluan Kaisar Negeri Heliox untuk apa?

Share

115. Keperluan Kaisar Negeri Heliox untuk apa?

Author: Al_Fazza
last update Last Updated: 2026-02-21 15:58:31

Ruangan VIP itu seketika sunyi. Bahkan suara AC yang berhembus pelan terasa jauh lebih jelas dibanding sebelumnya.

Candra seketika menundukkan kepala sedikit, berusaha mencerna maksud di balik kata-kata tuannya.

Berbeda dengan Lori yang justru tersenyum samar. Ia sudah terbiasa dengan gaya permainan Alex. Bukan menghancurkan secara frontal.

Melainkan membangun ilusi kemenangan, lalu meruntuhkannya dalam satu gerakan. Sama dengan apa yang Alex lakukan terhadapnya ketika berada dipenjara Naga..

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   121. Masalah keluarga Wang1.

    Alex hanya melirik Clara sekilas. Ekspresinya tetap datar. Namun tekanan di ruangan itu tidak berkurang sedikit pun.“Cukup.”Satu kata. Suasana langsung membeku. Alex menatap kembali wajah kepala keluarga Wang.“Aku tidak datang untuk berbasa-basi.”Nada suaranya dingin. Tegas. Tanpa emosi.“Kita langsung ke inti.”Kepala keluarga Wang menelan ludah. Tubuhnya semakin tegang.“Baik… Tuan.”Alex bersandar sedikit di sofa.“Kau mengelola sendiri tambang keluarga Wang?”Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun kepala keluarga Wang langsung gemetar.“Saya…”Tatapan Alex berubah tajam.“Jawab.”“Tidak.”Ruangan menjadi sunyi. Clara menyipitkan mata. Lori tetap diam di samping.Namun Alex telah melanjutkan.“Kenapa?”Pria itu menunduk.“Saya sudah tua. Tenaga dan waktu saya terbatas. Pengelolaan harian tambang diserahkan pada putra kedua saya.”“Namanya?”“Wang Zemin.”Lori mengangkat salah satu alis.“Kau percaya sepenuhnya padanya?”Kepala keluarga Wang terlihat sedikit ragu.“Saya… sela

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   120.

    Permen kecil itu masih berada di tangan Alex ketika ia melangkah keluar dari pesawat. Udara pegunungan langsung menyambut. Dingin, bersih, dan membawa aroma energi spiritual yang jauh lebih padat dibanding wilayah lain.Bandara Provinsi Naga Barat tidak terlalu ramai. Para penumpang masih menatap mereka dengan rasa hormat, namun Alex tidak memperdulikannya. Ia berjalan seperti orang biasa.Clara melirik permen di tangannya.“Kau benar-benar akan memakannya?”Alex tidak memakannya melainkan, memasukkannya ke dalam saku.“Untuk kenang-kenangan.”Lori tersenyum tipis. Bahkan membuat Candra hampir tertawa, namun ia segera menahan diri.*Beberapa menit kemudian, mereka keluar dari area bandara.Tidak ada penyambutan. Tidak ada orang keluarga Wang. Kedatangan mereka memang dirahasiakan.Candra segera mengurus penyewaan kendaraan pribadi. Mobil sederhana berwarna abu-abu, tidak mencolok akhirnya datang tak lama mereka menunggu.“Kendaraan ini cukup untuk menghindari perhatian,” lapornya.Al

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   119. Tiba di Provinsi Naga Barat.

    Teriakan itu menggema di kabin. Beberapa penumpang hampir histeris. Pramugari bahkan berpegangan pada kursi agar tidak jatuh.Namun Alex tetap duduk. Memperlihatkan wajah tenang seperti biasanya. Seolah benda yang sedang berdenyut di dalam kurungan energi emas itu hanyalah mainan anak kecil.Bom waktu itu juga terus berdetak.5…Clara menatapnya tajam. “Alex apa kau yakin…” Ia tahu. Jika Alex membiarkan ini, pasti ada alasan."Ledakannya tak seberapa dari serangan tinju dari ranah Penyatuan tubuh dengan Qi tingkat menengah yang sebenarnya... Kau tenang saja..."4…Candra sudah berdiri di sisi lorong, menghalangi pandangan sebagian penumpang agar tidak semakin panik.Lori justru tersenyum tipis. Dia menduga, tuan mudanya ini seperti tengah mempermainkan semua rasa takut para penumpang pesawat. Sama seperti ekspresi Alex saat sedang mempermainkan lawannya.Pembajak yang lumpuh itu menatap bom dengan wajah pucat, namun masih mencoba tertawa.“Kalian… semua akan mati! DAN KITA AKAN MATI B

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   118. Pembajakan pesawat 2.

    Perintah itu terdengar ringan. Namun bagi Lori dan Candra, itu adalah perintah mutlak.Udara di kabin seketika terasa membeku. Lori tidak menjawab. Ia hanya menarik napas pertama.Wuuuush!Aura dingin yang selama ini tersembunyi tiba-tiba memancar. Tidak liar. Tidak meledak. Namun tekanan itu membuat jantung para pembajak berdegup tak terkendali.Pria yang ditahan Lori langsung menyadari bahaya.“KAU ADALAH KULT...”WUUUUSH! KRAAACK!Belum selesai kata itu keluar, lehernya sudah dipelintir. Retakan tulang terdengar jelas. Tubuhnya jatuh tanpa suara.Tarikan napas pertama selesai.WUUUUUSH!Dua pembajak yang menodongkan senjata dari arah kokpit refleks menekan pelatuk.BAK! BAK! BAK!Namun…Sosok Lori telah berkelebat cepat nyaris terlihat menghilang. Hal itu hanya membuat peluru menembus kursi kosong.Satu detik kemudian...WIIISH!Ia muncul di depan mereka. Terlalu dekat. Terlalu cepat. Yang membuat sepasang mata kedua pembajak itu membesar.“Mustahil aku tidak bisa mengikuti kecepat

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   117. Pembajakan Pesawat.

    "Jangan terlalu terburu buru..." potong Alex tenang lalu menggandeng lengan Clara dengan lembut.Tapi tatapannya Lori masih tertuju ke arah beberapa pria di kabin VIP. Aura mereka mungkin tertutup rapi.Namun bagi orang yang pernah hidup di Penjara Naga selama puluhan tahun… penyembunyian aura seperti itu justru terlalu mencolok.“Kultivator ranah Penyatuan Qi tingkat menengah,” gumam Lori sangat pelan. “Jumlahnya empat orang. Dua di depan, dua di belakang.”Nada suaranya tenang. Namun niat membunuh samar semakin kuat muncul di matanya.“Tuan aku takut dia membahayakan kita? Aku akan menyelesaikan dalam tiga napas saja.”Kalimat itu kembali diulang. Seolah membunuh empat kultivator di dalam pesawat hanyalah urusan kecil.Candra yang berjalan di depan langsung menegang tanpa sadar. Clara juga menyipitkan mata, mulai mengamati penumpang lain dengan lebih teliti.Namun....Alex tidak berhenti berjalan.Ia tetap melangkah naik anak tangga pesawat dengan ritme santai. Lalu, tanpa menoleh,

  • Hidup Penuh Godaan Milik Alex Sang Penindas   116. Menuju ke Provinsi Naga Barat.

    suasana ruangan langsung kembali berubah menjadi berat.Namun anehnya... Orang yang menjadi pusat semua tekanan itu justru tetap berdiri tenang di dekat jendela. Tidak ada ekspresi terkejut. Tidak tegang. Tidak pula merasa terhormat reaksi sewajarnya seseorang yang dipanggil khusus oleh Penguasa satu negara.Kini Alex hanya menatap panorama kota di luar kaca, seolah pesan dari Kaisar Negeri Heliox tidak lebih dari sekadar angin pagi yang lewat.Suasana masih sunyi, beberapa detik berlalu tanpa jawaban.Kepala Sipir tetap menunduk hormat. Ia tidak berani mendesak. Tidak berani mengulang. Karena ia tahu, di hadapannya bukanlah tahanan biasa yang pernah keluar dari Penjara Naga.Melainkan seseorang yang bahkan membuat struktur penjara itu sendiri berubah sejak kedatangannya.Lori akhirnya yang pertama bereaksi.“Pemanggilan langsung dari Kaisar…” gumamnya pelan.Nada suaranya tidak lagi santai.“Ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Bahkan selama aku jadi penguasa Penjara Na

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status