LOGINChapter 38
Armistice
"Tolong, antarkan aku ke rumah Mommy," ucap Vanilla tanpa menatap Nick yang baru saja memasang seat belt-nya. Nadanya terdengar datar.
"Mi Amor...." Nick menjeda ucapannya sebentar, ia menatap Vanilla. "Kita perlu berbicara berdua, aku akan menjelaskan semuanya."
"Aku perlu waktu sendiri," sahut Vanilla. "Untuk berpikir dengan jernih."
Nick menghidupk
Epilogue
Chapter 57
Chapter 56
Chapter 55
Chapter 54
Chapter 53
Chapter 31Mr. Playboy"Akhir-akhir ini kau sangat sibuk dan jarang datang ke sini," keluh Sophie sambil meletakkan cangkir yang berisi kopi di meja lalu duduk di samping Beck.Beck mengelus sebelah alisnya menggunakan ujung ibu jarinya. "A
Chapter 33Thank You, BeckMilan.Vanilla membungkuk untuk menyapukan bibirnya di bibir pria yang ia cintai. "Kau mengatakan jika aku boleh menanyakan apa saja padamu. Apa hal itu masih berlaku?"
Chapter 32Second OptionCharlotte meletakkan sebuah kotak makanan berisi sarapan untuk Beck. "Apa-apaan kau ini? Merepotkan saja memintaku membawakan sarapan."Aku tidak sempat sarapan."Charlotte memutar bola matanya. "Ke
Chapter 30Crazy PartyCharlotte memutar bola matanya karena jengah. Bagaimana tidak jengah? Klien yang makan malam ber







