Compartilhar

BAB 18

Autor: Rhiana
last update Data de publicação: 2026-08-05 19:56:42

“Juno…”

Yoza, Arman dan Bik Siti terkejut melihat Arjuno mengamuk tidak jelas. Berulangkali Arjuno memukul lantai marmer dengan keras. Hingga punggung tangannya mengeluarkan cairan merah.

“Jun, stop!” seru Yoza menahan tangan dan juga memeluk tubuh Arjuno yang bergetar hebat.

Yoza tidak mengatakan apa-apa, selain mengusap menepuk pelan punggung sahabatnya dan juga melontarkan kata-kata yang membuat Arjuno tenang. Dia juga memberi kode kepada Bik Siti dan Arman untuk meninggalkan mereka berdua.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 25

    Arga kembali ke kamarnya dengan hati penuh rasa heran dan bingung. Di satu sisi dia merasa pemuda yang bernama Arjuna itu sangat mirip dengan kakak angkatnya. Akan tetapi di sisi lain, dia tetap percaya kalau pemuda itu hanya sekedar pemuda yang beruntung. Hanya karena memiliki nama yang sama dengan nama kakak angkatnya, cuma beda satu huruf diakhir namanya.“Tetapi kenapa dia tahu kalau aku jadi ketua muda? Apa mungkin dia cari tahu semuanya sebelum masuk ke keluarga Dergantara?” gumam Arga.“Tidak mungkin, gue yakin dia hanya bocah sombong yang kebetulan tahu tentang bang Juno. Iya, itu kemungkinan yang masuk akal! Dan bisa juga dia salah satu bawahan bang Juno yang memang mau menjatuhkan gue!”“Oke, Arga! Lo harus tenang. Lo bisa menyingkirkan tuh bocah dengan halus. Seperti lo singkirkan Arjuno!”Laki-laki muda terus berbicara sendiri tanpa henti. Merencanakan sesuatu kemudian menggantinya, begitu terus sampai waktu memasuki dini hari.“Sial, karena terlalu semangat gue sampai lup

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 24

    Bik Siti dan para pekerja lainnya tidak ada yang keluar dari kamar mereka. Sesuai dengan titah dari Yoza dan Arman, jika mendengar suara berisik dan kehebohan, jangan ada yang keluar dari kamar. Karena lehebohan itu terjadi karena sebagai bentuk pembalasan yang Arjuna lakukan untuk melindungi mereka semua.Awalnya, keluar kecil Joni tidur dengan nyenyak dan merasa penuh kemenangan karena Arjuna memilih untuk tidak pulang. Namun kenyenyakan tidur mereka tidak berlangsung lama. Rasa gatal dan sakit mulai terasa. Membuat mereka semua harus membuka matanya.Dimas adalah orang yang pertama yang merasakan hal itu. Ketika dia terbangung, dia melihat tubuhnya penuh dengan bentol yang berwarna merah. Rasanya jangan ditanya, pasti gatal bercampur sakit. Tidak tahan dengan apa yang dia rasakan, Dimas pun berteriak kencang. Dia memanggil orangtuanya, berharap orangtuanya bisa membantunya. Tanpa dia tahu kalau orangtua serta adeknya merasakan hal yang sama.Bahkan adeknya yang belum sepenuhnya sem

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 23

    Meja makan yang jarang terisi penuh, sekarang penuh dengan berbagai macam makanan. Sudah lama tidak terjadi, dan terakhir terjadi saat keluarga Dergantara mengangakat Arga sebagai seorang anak. Dan sekarang terjadi lagi, saat pengakatan Arjuna menjadi anak angkat keluarga Dergantara.“Ma, ada apa ini? Tumben mama masak banyak!” seru Arga terkejut melihat meja makan. Saat dia keluar dan bersantai di teras, meja makan itu masih kosong. Tetapi saat dia masuk sambil mengikuti pemuda yang mengaku sebagai Arjuna itu, meja makan sudah penuh.“Ini syukuran untuk nyambut adek kamu, Ga. Sekarang Arjuna akan menjadi adek kamu.”“Arjuna…”“Iya, Arjuna. Itu dia yang ada di dekat kamu!” tunjuk mama Mayang kearah Arjuna yang berdiri tidak jauh dari Arga. “Arjuna, mama boleh minta satu permintaan tidak? Mungkin terkesan berat dan akan menyinggung kamu. Tapi, boleh gak kalau mama panggil kamu dengan nama Arjuno?”“Mama!!!” seru papa Sanusi serta Arga secara bersamaan.Bibir Arjuna alias Arjuno tersen

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 22

    Kamar yang sekarang sudah kembali ditempati oleh Arjuno, telah tidak berbentuk lagi. Semuanya menjadi berantakan. Dan itu ulah satu orang, yaitu Dimas.Disaat Arjuno keluar, Yoza dan juga Arman keluar. Pemuda itu memaksa masuk ke dalam kamar itu. Bik Siti, mang Ujang serta para pekerja lain sudah mencaoba untuk menghentikannya. Namun usaha mereka gagal. Dimas mengeluarkan ancaman, yang langsung membuat mereka semua terdiam dan hanya bisa melihat perbuatan Dimas.“Ini akibatnya sudah berani mengganggu gue! Kalau kalian masih tetap ingin aman, DIAM! Jangan banyak bacot. Paham!!!”“Pa-paham, tuan.”“Bagus! Pergi dari sini, kerjakan apa yang menjadi tugas kalian! Ingat jalan sekali-kali kalian mengadu. Ancaman gue kagak main-main!” seru Dimas sambil menunjuk kearah para perkerja di rumahnya.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Bik Siti dan pekerja lainnya berbalik badan meninggalkan Dimas yang sedang menatap puas kamar Arjuno. Jika beberapa waktu lalu, Arjuno menghancurkan barang-barangny

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 21

    Arjuno tidak bisa menolak permintaan tante Mayang, yang sekarang tidak mau lagi di panggil tante. Dia sekarang mau dipanggil dengan sebutan mama. Seperti Arjuno dahulu menuju memanggilnya.Mama Mayang mengajaknya berjalan menuju taman yang berada tidak jauh dari restoran. Mama mayang tidak peduli dengan panas matahari yang menyengat kulitnya. Dia percaya, jika di taman itu akan terasa sejuk. Dan di sana juga dia bisa menilai pemuda yang bernama Arjuna.Ketika masuk arean taman, mama Mayang melakukan sesuatu yang tidak terduga. Sehingga tubuhnya tampak oleng, dan hendak jatuh ke tanah. Namun, Arjuno menahan tubuh mama Mayang. Hingga tidak sampai jatuh menyentuh tanah.“Mama bisa hati-hati gak sih? Kalau mama terluka, siapa yang disalahkan? Pasti aku, ma? Mama tahu kan, gimana papa protektifnya sama mama. Sedangkan sama aku aja, papa gak peduli. Dia hanya berikan aku uang, uang dan uang. Sedangkan sama mama, papa selalu perhatian!” seru Arjuno tanpa sadar.“Arjuno…” lirih mama Mayang.

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 20

    Yoza menepati janjinya kepada papanya Arjuno. Sekarang dia dan Arjuno yang berada di dalam raga Arjuno, tengah melesat menuju kantor papanya. Jantung pemuda itu berdetak cepat. Sudah sangat lama dia tidak melihat papanya secara langsung. Selama ini, dia berkomunikasi dengan papa serta mamanya melalui panggilan video. Namun, dia baru bisa melihat dan bertemu sang papa setelah dirinya meninggal atau setelah dirinya berada di tubuh orang lain.“Za, nyokap dan bokap gue sehat kan? Mereka baik-baik saja kan? Si bajingan tak tahu diri itu kagak nyakiti mereka kan? Waktu lo ke rumah gue, bajingan itu ada gak? Lo sempat masuk ke kamar gue gak? Lo sempat nanyain masalah pesan yang di kirim sama bajingan itu gak? Lo…”“Jun! Dari kemaren gue pulang, hingga sekarang. Lo udah ratusan kali nanya hal yang sama, dan gue udah jawab ratusan kali pula. Kagak usah lo tanya lagi lah! Sumpah, gue udah muak!” potong Yoza melirik kesal kearah sahabatnya.“Gue hanya mastikan doang, Za!”“Kalau hanya mastikan,

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status