Share

PERANG DINGIN

last update Last Updated: 2023-06-12 20:04:21
Pagi itu Henry terbangun saat ponselnya yang diletakan di meja nakas samping ranjangnya terus bergetar. Terganggu dengan suara getaran ponsel, Henry membuka matanya dengan berat. Masih enggan tubuhnya untuk beranjak, namun suara getaran ponsel itu terus mengganggu. Dengan enggan Henry menggapai benda pipih itu tanpa beranjak dari atas ranjang. Netra birunya menyempit saat melihat nomor tak dikenal yang menghubunginya. Walaupun ia tak mengenal nomor ponsel yang menghubungi, tetapi Henry bisa mene
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Veni N
kok ga lama ya up nya
goodnovel comment avatar
Ariana
Sengaja gk baca bbrp hari 5 apa 6 hari ya biar sekalin baca bnyk aja klo buka, kirain up sehari 1 bab eh taunya cuman 2 bab terbaru huft
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   EXTRA PART

    Tiga tahun telah berlalu sejak malam berdarah di griya tawang itu. Kini, aku berdiri di lobi utama Campbell Tower yang baru, menatap dinding marmer putih yang bersih dan logo keluarga yang kini bersinar lebih terang dari sebelumnya. Kami tidak hanya membangun kembali gedung... kami membangun kembali kepercayaan yang sempat hancur. ​"Semua laporan audit kuartal ketiga sudah bersih, Mrs. Campbell," suara asisten pribadiku memecah lamunanku. "Dan perwakilan dari yayasan pendidikan sudah menunggu di ruang rapat." ​Aku mengangguk, tersenyum tipis. "Terima kasih. Aku akan segera ke sana." ​Langkah kakiku bergema di koridor yang luas, namun langkah itu terhenti saat aku melihat siluet yang sangat kukenal keluar dari lift eksekutif. Axel. Ia mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, rambutnya tertata rapi, dan wajahnya memancarkan aura pemimpin yang tenang namun tegas. ​ ​Dulu, Axel adalah "hantu" yang bergerak di balik bayang-bayang. Sekarang, ia adalah Chief Operatin

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   KEMBALI BERSAMA

    Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden sutra di kediaman Campbell, membasuh lantai kayu ek dengan warna keemasan. Tidak ada lagi pecahan kaca, tidak ada lagi bau mesiu yang menyesakkan, dan yang paling penting, tidak ada lagi bayang-bayang ketakutan yang mengintai di balik setiap pintu yang terkunci.​Aku menyesap kopi pahitku, menatap ke arah taman belakang di mana tawa riuh rendah mulai terdengar.​Di sana, di atas rumput hijau yang dipangkas rapi, Axel sedang berlutut, membantu Andrew dan Damian merakit sebuah pesawat model yang rumit. Tangan Axel yang dulu hanya mengenal dinginnya logam senjata, kini bergerak dengan ketelatenan yang luar biasa, membimbing jemari kecil putra-putranya. Luka parut di punggung tangannya akibat gesekan kabel baja malam itu masih ada, sebuah tanda permanen tentang pengorbanannya, namun matanya tak lagi menyimpan kegelapan "sang hantu".​Ia telah kembali. Benar-benar kembali.​​Suara bel pintu mengalihkan perhatianku. Saat

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   PERLAWANAN DI AMBANG BATAS

    ​Aku meronta sekuat tenaga, memutar tubuhku untuk melepaskan diri dari himpitan tubuhnya. "Lepaskan aku, bajingan! Kau pengecut, Jeremy! Kau hanya bisa menggunakan kekerasan karena kau tahu kau tidak akan pernah memilikiku dengan cara lain!"​Satu tamparan keras mendarat di pipiku, membuat pandanganku berkunang-kunang dan rasa anyir darah memenuhi mulutku. Namun, rasa sakit itu justru membakar sisa keberanianku. Saat ia mencoba menyatukan tubuhnya denganku, tanganku yang sempat terhimpit berhasil meraih benda yang kucari sejak tadi, pembuka surat perak yang tajam.​Jemariku mencengkeram gagang dinginnya. Aku menunggu. Aku membiarkan dia merasa menang, membiarkan dia mengira aku telah menyerah saat ia membenamkan wajahnya di leherku dengan rakus.​"Matilah kau," desisku.​Dengan seluruh tenaga yang tersisa, aku menghujamkan ujung perak itu ke arah bahunya. Jeremy melolong kesakitan saat logam itu menembus jas mahalnya. Cengkeramannya mengendur seketika, memberiku ruang untuk menendang

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   OBSESI YANG MENGHANCURKAN

    Mansion Campbell kacau balau. Henry berteriak pada kepala keamanannya di lantai bawah, tapi Axel tidak peduli dengan ego Henry yang terluka. Axel berada di kamar Angelina, matanya memindai setiap jengkal ruangan yang kini terasa hampa.​Semuanya tampak bersih. Terlalu bersih. Unit Alpha Jeremy adalah profesional. Namun, Angelina mengenal Axel lebih baik dari siapa pun. Angelina tahu Axel tidak mencari jejak kaki, tapi mencari pesan.​Axel berlutut di samping tempat tidur Andrew. Di sana, di atas karpet bulu, Axel melihatnya. Sebuah pemandangan yang tak kasat mata bagi mata awam: tata letak mainan blok kayu Andrew.​Andrew tidak pernah menyusun baloknya secara vertikal saat tidur. Tapi sekarang, tiga balok merah berdiri tegak, diikuti oleh satu balok biru yang miring ke arah barat laut.Tiga balok merah: Kode darurat Axel dan Angelina untuk "Tiga penculik".Balok biru miring : menunjuk ke arah sektor koordinat yang pernah Axel dan Angelina diskusikan saat mempelajari peta kota.​Axel m

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   JERATAN JEREMY OLLANDS

    Cahaya kemerahan dari kebakaran di Gudang 44 terpantul di lensa kacamata Jeremy Ollands yang berdiri di balkon griya tawangnya. Ponselnya bergetar hebat—laporan kekalahan, kerugian jutaan dolar, dan yang paling fatal: hancurnya server data yang ia gunakan untuk memeras Henry. ​Jeremy meremukkan gelas kristal di tangannya hingga pecah. Darah segar menetes dari telapak tangannya, namun ia tidak meringis. Matanya hanya terpaku pada satu titik di kegelapan kota. ​"Axel... kau pikir kau bisa bermain catur denganku?" bisik Jeremy dengan suara yang bergetar karena amarah yang dingin. ​ ​Dezan melangkah masuk, kepalanya tertunduk. Ia tahu tuannya sedang berada di puncak kegilaan yang tenang. "Tuan, gudang itu habis. Henry Campbell sudah mengirim tim taktisnya ke sana setelah menerima pesan anonim. Mereka menemukan sisa-sisa logo Campbell di monitor yang terbakar. Henry sekarang mengira Anda sedang menyabotase asetnya sendiri." ​"Henry itu bodoh, tapi dia punya otot. Axel itu cerdas,

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   PENYUSUP TANPA JEJAK

    Pintu depan terbanting terbuka hingga menghantam dinding. Henry melangkah masuk dengan napas memburu, pistol masih tergenggam di tangannya. Di belakangnya, tim keamanan pribadinya segera menyebar, mengamankan perimeter yang sudah berantakan. ​Langkah Henry terhenti seketika saat melihatku berdiri mematung di tengah reruntuhan kaca. Matanya menyapu ruangan, dua pria tak sadarkan diri di lantai dan sisa-sisa perkelahian yang brutal. ​"Angelina!" Henry menerjang maju, mencengkeram bahuku dengan protektif sekaligus menuntut. "Kau terluka? Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?" ​Aku hanya diam, tanganku mengepal erat menyembunyikan alat penyadap itu di balik lipatan gaun tidur yang aku kenakan. Aku masih bisa merasakan sisa kehangatan ciuman Axel di kening, sebuah kontras tajam dengan cengkeraman Henry yang terasa seperti belenggu. ​Henry beralih menatap salah satu penyusup yang pingsan dengan leher membiru. "Teknik ini..." Henry bergumam, matanya menyipit penuh kecurigaan. Ia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status