로그인Malikh seorang bapak rumah tangga yang berganti peran dengan sang istri menggantikan dirinya menjadi tulang punggung keluarga. Kesepian sering menyelimuti hubungan rumah tangga ini, Angel-istri Malikh harus berjuang mengais rejeki di negeri sebrang demi menopang ekonomi keluarga. Bak air susu dibalas tuba, Malikh larut dalam kesepian hingga mencari kenyamanan pada adik kandung Angel-Tasya. Angel memercayakan keluarganya pada adik kandungnya-Tasya, tetapi hal tersebut justru mengundang petaka. Hubungan Malikh dan Tasya pun semakin memanas seiring dengan lamanya Angel dirantauan. Apa jadinya jika salah menitipkan keluarga pada orang yang telah dipercaya? Alih-alih menjaga, suami pun digoda!!!
더 보기“Hemhhp, ahhh ... kamu wangi banget hari ini dek!” pujinya sembari mengendus pakaian yang dikenakan Tasya.
“Ya dong, ini berkat hadiah parfum dari Mas jadi aku bisa wangi terus kalau deket-deket sama Mas!”
“Bagus, kalau gini kan Mas jadi makin betah berduaan sama kamu!” ucapnya, sedang tangan kanannya berusaha mengusap rambut Tasya.
“Ekhmm, Mas anak-anak datang!”
Malikh segera menghempaskan tangannya.
“Ayo anak-anak habiskan sarapannya, nanti jangan sampai kalian kelaparan di kelas!” titah Tasya.
“Siap tante, makasi ya udah nyiapin sarapan kesukaan aku,” ucap Aira senang.
“Iya, sama-sama sayang! Nanti di sekolah yang pinter ya, Kakak Rafa juga,” pesannya.
“Siap lapan nam!”
Sementara itu pandangan Malikh terpatri dengan tingkah Tasya yang sangat keibuan, Tasya memang selalu memerhatikan lebih keponakannya itu semenjak Angel-Kakak kandungnya pergi menjadi tenaga kerja asing di negeri seberang, hampir semua pekerjaan rumah tangga Tasya yang mengurusnya, mulai dari pagi hingga ke petang ia selalu memastikan pekerjaannya selesai dengan baik termasuk melayani Malikh.
“Sayang! Kok kamu perhatian banget sih ke anak aku? Kamu capek ndak sini aku pijitin!” ucap Malikh mesra, sembari tangan kanannya melingkar di pinggang Tasya.
“Mas! Jangan sekarang, nanti Ibu lihat!” ucapnya ketakutan.
“Ibu lagi di belakang, kenapa kamu ketakutan begitu sih? Kan sudah biasa gini!”
“A-aku takut saja kalau Ibuk mergokin kita lagi, Ibuk bakalan ngelapor langsung ke Mbak Angel!” keluhnya.
Malikh mendengus, “Hah, ada benernya juga kamu ... tapi maaf dek Mas suka ndak tahan lihat kamu! Lagian sih, siapa suruh menggoda begitu!”
“Hushh Mas! Udahlah takut diliat Ibuk!” Tasya gelisah. Pasalnya Tasya pernah dipergoki bermesraan dengan Malikh oleh ibunya.
“Ya sudah iya, tapi nanti jangan lupa ya seperti biasanya!” pintanya.
“Iya Mas iya.”
Perasaan itu tumbuh begitu saja di antara mereka, seakan tak tahu arti benar pun salah hubungan terlarang pun terus terjalin seiring dinginnya kesepian semakin menyelimuti, mencari kehangatan lain saat yang lain pergi.
*
“Mas, urusan dengan Mbak Angel masih aman kan?”
“Aman dek, kamu tenang saja! Kamu aman sama Mas, dek ndak usah khawatir karena Mas sudah janji kan bakalan tetap sayang dan jagain kamu sampai kapan pun!”
“Tapi kalau semisal nanti Mbak Angel tahu bagaimana Mas?” tanyanya khawatir.
“Kok kamu akhir-akhir ini sering khawatir begitu dek? Kamu kenapa sebenarnya cerita ke Mas!”
“Aku takut Mas, hubungan kita sudah jauh sekali takut saja nanti tiba-tiba Mbak Angel tahu tentang semua ini, nanti ke depannya bakalan kayak bagaimana? Apalagi sekarang Ibuk selalu waspada dengan kita berdua,” keluhnya.
“Tasya, hubungan kita ini sudah bertahun-tahun loh, nyatanya sampai sekarang Mbakmu itu ndak pernah tahu kan, itu artinya masih aman-aman saja ... ayolah sayang jangan buat Mas ikutan khawatir juga!” bujuknya.
“Mas, apa ndak sebaiknya kita sudahi hubungan kita sampai di sini saja? Takut ke depannya semakin buruk.”
“APA? Kok mendadak sih dek? Kok kamu tiba-tiba jadi gini, kamu sudah bosan sama Mas yo?”
“Bukan begitu Mas tapi memangnya Mas sudah benar-benar ndak punya perasaan lagi sama Mbak Angel?”
“Dek, kita kan sudah berkali-kali ngomongin masalah hubungan kita ini, menurut Mas hubungan kita ndak salah kok! Mas suka sama kamu begitu juga sebaliknya memang apa salahnya kita sama-sama cinta kok ... terus masalah mengakhiri hubungan ini dari awal sudah terlambat dek hubungan kita sudah terlanjur terjalin sampai sejauh ini dan satu lagi yang Mas ingin tegaskan ke kamu, kalau Mas ndak mau mengakhiri hubungan ini karena Mas ndak mau kehilangan kamu, Mas sayang banget sama kamu dek!” jelasnya.
“Tapi Mas ....”
“Tapi apa? Kamu kan sudah tahu sendiri Mas sudah pernah coba buat menghilangkan perasaan ini ke kamu tapi semakin Mas berusaha keras buat menghilangkannya, cinta Mas semakin besar ke kamu dek! Jangan dek ya, Mas sayang banget sama kamu.”
“Terus bagaimana dengan Mbak Angel? Dia kan masih jadi istri sahnya Mas Malikh.”
“Oh jadi itu masalahnya, kamu cemburu ya dek? Sayang dengerin Mas, Mas itu sayangnya cuma ke kamu ... kamu kan tahu sendiri Angel sudah bertahun-tahun di rantauan, Mas sudah berasa ndak punya istri tapi ... untung saja di sini ada kamu yang mengobati rasa kehilangan Mas, ada kamu Mas berasa diurusin sama istri, coba kamu pikir bagaimana caranya Mas ndak sayang ke kamu setelah semua ini?”
“Terus hubungan kita ini disebut apa Mas? Aku capek ngerasa was-was terus kayak gini, aku butuh kepastian dari Mas!” tegasnya.
“Sayang dengerin Mas, Mas janji akan mendiskusikan hubungan kita dengan Angel! Kamu kan adiknya dia to? Pasti dia bakalan mengerti tentang kondisi kita, lagian jadi madu dengan saudara sendiri sepertinya ndak buruk-buruk amat!”
“Jadi maksud Mas ... Mas tetap mau mempertahankan hubungan Mas dengan Mbak Angel terus tetap nikahin aku juga? Mas, kamu gila ya! Mana mau seorang istri dimadu apalagi dengan saudara kandung sendiri, Mbak Angel ndak mungkin setuju begitu saja.”
“Dek, Mas minta tolong ke kamu jangan pernah lagi buat Mas tertekan kayak gini ... jujur untuk saat ini kondisinya masih sulit kasi Mas waktu untuk membuktikan semuanya ke kamu!” tegasnya.
“Sampai kapan aku nunggu Mas? Dari dulu juga Mas selalu bilang kayak begitu tapi sampai sekarang masih begini-begini saja!”
Malikh mendengus, “Hah, Mas janji ini bakalan menjadi omongan Mas yang terakhir kalinya setelah ini kamu ndak perlu khawatir lagi tentang hubungan kita kedepannya!” yakinnya.
Mata Tasya berbinar, “Janji ya Mas?”
“Iya Mas janji sayang!” ucapnya, sembari mencium kening Tasya.
Tasya seakan kehilangan seluruh rasa malunya, ia bahkan tak segan meminta sebuah janji ke suami kakak kandungnya sendiri. Tasya seperti tak punya pilihan lelaki lain, seluruh hatinya telah dipenuhi oleh buaian mulut Malikh yang manis seperti janji-janjinya. Malikh yang sangat butuh seseorang untuk mengusir rasa sepinya tentu saja Tasya akan menjadi santapan yang empuk untuk dirinya yang haus akan kasih sayang dari seorang pasangan.“Tapi....”
“Tapi apa dek, kamu masih ragu sama Mas?”
“Tapi, saat ini yang aku butuhin bukan janji Mas tapi kepastian! Aku capek gini terus, sekarang gini saja ... seandainya Mas cuma punya dua pilihan Mas pilih aku atau Mbak Angel?!”
Bersambung ...
“Buk aku ke rumah sakit dulu yo! Loh, semua orang pada ke mana kok ndak ada siapa-siapa? Anak-anak juga ndak ada tumben pergi ndak ada bilang-bilang.” Pagi ini Angel tampak kemas namun terburu-buru, ia seperti kebingungan melihat kondisi pagi ini rumahnya sepi melompong tak ada siapa pun yang biasanya pagi-pagi akan diisi suara riuh pertengkaran dari Rafa dan Aira.“Hmm, aku lagi buru-buru anak-anak pasti ikut Ibuk aman! Mudah-mudahan Erik ndak kenapa-napa.” Rupanya yang membuat pagi Angel was-was adalah sesosok yang tengah mengisi hatinya. Pagi-pagi sekali Angel yang panik bergegas pergi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Erik baik-baik saja. Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi, semua orang yang dihubungi Angel pagi ini seakan enggan mengangkat telepon darinya. Ia merasakan ada sesuatu hal yang aneh, pasalnya saat ia pergi ke rumah sakit tak ada nama pasien atas nama Erik di sana, perasaan Angel pun makin tak karuan.TINGG! [Suara pesan masuk]“Loh,
“Astagfirullahalazim Buk! Apa ini? Kok banyak banget dari siapa?”“Loh, bukan kamu yang mesen? Tadi Ibuk kira kamu yang mesen jadi Ibuk terima saja, terus kalau bukan kamu siapa?”Drrrt! Drrrt! Drrrt! [Gawai Angel berdering][Halo, assalamualaikum Rik! Ada apa tumben nelpon pagi-pagi sekali?][Waalaikumsalam, a-anu Ngel ... emmmm][Kamu mau ngomong apa to Rik? Kok ndak jelas gini!][Ekhmm, itu barangnya sudah sampai?][Barang? Maksudmu barang yang pagi ini baru sampai di rumahku itu kamu yang ngirim?][Lebih tepatnya sih Mama Ngel! Aku juga sudah ngasi tahu kalau memang mau ngasi secukupnya saja tapi ya taulah Mama ndak dengerin aku, maaf yo jadi menuh-menuhin rumah kamu.][Yak ampun, aku kira tadi paket nyasar! Ini kok banyak banget, sampai repot-repot begini loh aku jadi ndak enak ... lain kali tolong bilangin mama kamu jangan repot-repot begini lagi!][Aku tahu kamu bakalan bilang kayak begini Ngel makanya aku sudah ngasi tahu Mama duluan tapi tetap saja ya seperti yang kamu lihat
“Aku penasaran deh bagaimana caranya kamu bisa nanganin ini semua? Padahal Malikh itu termasuk orang yang sangat nekat!”“Bagaimana yo jelasinnya? Ya intinya karena itu kamu! Aku rela ngelakuin apa pun itu demi kamu.”“Ndak mungkin karena itu saja kan! Malikh itu bukan orang yang mudah dibodoh-bodohi apa lagi cuma sekadar diancam.” Angel merasa ragu dengan penjelasan sederhana dari Erik.“Hah, panjang ceritanya nanti kamu juga bakalan tahu sendiri pelan-pelan.” Erik masing enggan mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.“Tapi bener kan kamu ndak papa? Kevin, ibuk sama nenek?”“Aku dan mereka semua baik-baik saja Ngel kamu tenang saja!”“Bagaimana aku bisa tenang Rik saat orang-orang terdekatku dalam bahaya! Aku bahkan sampai mikir yang enggak-enggak karena Malikh itu orangnya nekat banget, aku cuma mau mastiin kalau kalian sudah bener-bener aman sekarang!”***“Nduk! Kenapa hal sebesar ini kamu ndak cerita ke Ibuk sih!” sesalnya.“Maaf Buk, bukannya aku ndak mau cerita tapi aku cuma nd
Erik sudah menanti hari ini karena saatnya ia menyudahi pertanyaan-pertanyaan yang telah bersarang di benaknya beberapa hari ini, ia akan segera menyelesaikan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.“Jadi bener to kamu orangnya!” tekannya.Malikh menatap tajam seakan menantang, “Kenapa? Kamu nyariin aku selama ini? Oh selamat akhirnya kita ketemu!”“Jangan banyak basa-basi! Aku ke sini mau menyelesaikan urusanku denganmu! Jauhi Angel!” ucapnya tanpa langsung ke intinya.Dahi Malikh mengerinyit, “Heh! Harusnya kamu yang jauhi Angel karena dia adalah istriku!”“Tepatnya mantan istri! Dia sekarang adalah calon istriku, berhenti menghayal Malikh!”“Kamu yang harusnya berhenti menghayal! Aku dan Angel sudah punya anak dua dan anak-anak itu ingin orang tuanya kembali lengkap! Apa kamu tega merusak kebahagiaan mereka?”“Ini yang aku bilang menghayal! Mereka itu sudah lupakan kamu Malikh, mana mau mereka mengingat kejadian kejam yang sudah menimpa mereka selama hidup sama kamu!”“Dasar lic
“Pak, Rafa mau minta uang saku.”“Bukannya kemarin Bapak sudah kasih to?”“Biasanya kan Bapak ngasi Rafa uang saku sekalian untuk seminggu to kenapa sekarang cuma sehari saja ndak cukup Pak,” keluhnya.“Kamu itu harus belajar hemat dari sekarang jangan nyusahin jadi anak!”“Tapi Pak, sekarang Rafa
“Mas, menurut Mas kira-kira dari seratus persen kemungkinan berapa persen Mbak Angel ndak bakalan curiga dengan hubungan kita?”“Kamu ini kenapa khawatir terus tentang itu sih dek?”“Ya kita kan ndak bisa meramal masa depan Mas, ya syukur-syukur kalau kita bisa mesra-mesraan terus kayak gini!”“Kam
“Mbak, apa tindakanku ini bener yo?” tanya Angel ragu.“Kamu iki kita sudah mau berangkat masih saja ragu, mbak kan sudah bilang kalau ada apa-apa mbak berani tanggung jawab! Mbak sudah banyak punya pengalaman begini Ngel, kamu mulai sekarang ndak usah takut begitu mentalmu harus kuat jangan mau ka
***“Bagaimana Ngel kamu sudah siap?”“Sudah mbak,” jawabnya lesu.“Kamu kenapa to lemes sekali? Kamu sakit yo?”“Ndak kok mbak, aku baik-baik saja cuma sedikit tegang sudah lama ndak pulang!” jelasnya.“Yang kuat dek, kamu harus tegar demi anak-anak dan ibukmu!”“Iya mbak makasi ... oh iya barang-












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰