Tak Sengaja Mencintaimu

Tak Sengaja Mencintaimu

last updateLast Updated : 2026-01-05
By:  Zizara GeoveldyUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
28 ratings. 28 reviews
145Chapters
27.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Vanka dan Shankara pernah menikah lalu berpisah karena kesalahpahaman. Vanka pergi dari hidup Shankara tanpa pria itu tahu bahwa Vanka mengandung anaknya. Setelah tujuh tahun, Vanka terpaksa mencari Shankara karena anak mereka mengidap penyakit mematikan yang membutuhkan donor dari ayah kandungnya. Vanka dan Shankara kembali dekat karena anak mereka, membuat cinta lama bersemi kembali di antara keduanya. Hanya saja keadaan sudah berubah. Vanka sudah menikah lagi dengan Reza. Sementara Shankara sudah memiliki pengganti dan akan menikah. IG Author: distrakzii

View More

Chapter 1

Part 1

"Bu Vanka, hasil evaluasi kemoterapi anak Ibu sudah keluar."

Suara dokter Dini terdengar berat di ruang konsultasi yang sepi itu. Ia menatap Vanka dengan lekat sebelum meneruskan.

"Sayangnya respons tubuh Lengkara terhadap obat tidak sebaik yang kita harapkan."

Vanka mengembuskan napas. Ia sudah menduga, tapi tetap saja tidak siap mendengarnya. Sudut-sudut matanya menghangat mendengar informasi itu. Terbayang olehnya tubuh lemah sang putri, wajah pucatnya dan rintihan kesakitan yang keluar dari bibir mungilnya.

Berbulan-bulan putrinya yang bernama Lengkara menjalani pengobatan akibat leukimia atau kanker darah. Rambutnya sudah habis, tubuhnya semakin kurus, hari-harinya lebih banyak dihabiskan di tempat tidur. Setiap kali melihat anaknya kesakitan, Vanka merasa hatinya retak sedikit demi sedikit.

Sering Vanka bertanya di dalam hati, kenapa harus Lengkara yang mengidap penyakit itu? Kenapa bukan dirinya saja? Lengkara masih terlalu kecil untuk menanggung derita sebesar itu.

"Jadi apa langkah selanjutnya, Dok?" tanya Vanka lesu. Ia tahu jawabannya karena dirinya juga seorang dokter, tapi butuh mendengarnya secara langsung.

Dokter Dini, spesialis anak hematologi onkologi, menatapnya penuh iba. "Pilihan terbaik kita sekarang adalah transplantasi sumsum tulang, Bu. Leukemia anak Ibu tipe yang cukup agresif. Kalau tidak segera kita lakukan, peluang sembuhnya akan turun dengan drastis."

Vanka terdiam sepersekian detik, mencoba memahami dengan kepala seorang dokter, bukan sebagai ibu.

"Biasanya siapa yang menjadi donor?" tanyanya kemudian.

"Biasanya kita cari kecocokan HLA dari keluarga sedarah dulu. Idealnya adalah saudara kandung. Tapi karena Lengkara anak tunggal, kita perlu cek orang tuanya. Anda dan ayah biologisnya," tutur dokter Dini menjelaskan.

Vanka terdiam setelah mendengar penuturan dokter Dini.

Orang-orang hanya tahu bahwa Lengkara adalah anak kandungnya dengan Reza. Tidak ada yang tahu ayah biologis Lengkara sebenarnya bukan Reza. Termasuk Reza sendiri.

Bertahun-tahun Vanka menyimpan rahasia besar itu dari suaminya.

Ingatan Vanka terseret mundur pada waktu tujuh tahun yang lalu. Malam itu adalah malam pertamanya sebagai suami istri dengan Shankara. Tapi karena sebuah kesalahpahaman yang menyesakkan dada, mereka pun berpisah setelah melakukan hubungan suami istri. Bukan Shankara yang salah. Tapi Vanka. Semua ini murni kesalahannya.

Dan Shankara tidak tahu sampai detik ini bahwa percintaan satu malam itu membuahkan seorang putri.

Lantas, bagaimana kabar mantan suaminya itu sekarang?

Sudah tujuh tahun Vanka tidak pernah bertemu dengannya. Dulu, setelah menikah dengan Reza dalam keadaan hamil anak Shankara, mereka pindah ke daerah yang jauh dari kota. Di sana Reza membuka cabang usahanya dan Vanka meneruskan pekerjaan idaman sebagai dokter.

Idaman orang tuanya lebih tepatnya.

Vanka menutup semua pintu masa lalu. Ia menenggelamkan diri dalam pekerjaan, mencoba jadi istri dan ibu yang baik, seolah cinta lama itu tidak pernah ada.

Tapi kini, hidup menuntunnya kembali ke arah yang sama.

Ke arah lelaki yang dulu pernah menjadi bagian dari dirinya. Lelaki yang tanpa sadar masih mengalir dalam darah anaknya.

Apa Shankara baik-baik saja?

Apa pernah ingat pada Vanka?

Ah, mana mungkin masih mengingatnya. Shankara pasti sudah menikah lagi. Tidak mungkin tetap menduda. Dan bisa jadi saat ini juga sudah memiliki anak. Entah dua atau tiga.

"Bu Vanka, Anda baik-baik saja?" tanya dokter Dini menyaksikan Vanka diam termangu.

Vanka tersentak dari lamunan mengenai masa lalu. "Iya, Dok, saya dengar."

Dokter Dini menatapnya lekat-lekat, menyadari raut wajah Vanka yang berubah. "Saya tahu ini berat. Tapi saya harus menjelaskan semua kemungkinannya secara terbuka."

"Iya, saya mengerti. Biar saya yang jadi donornya, Dok."

Dokter Dini mengangguk. "Langkah pertama, kita periksa kecocokan Anda dulu melalui tes HLA. Kalau hasilnya tidak cocok, baru kita periksa suami Ibu."

Kata 'suami' membuat perut Vanka terasa mual. Ia lalu menganggukkan kepala. "Baik, Dok."

"Semoga hasilnya cocok ya," ujar dokter Dini lembut sebelum menutup berkas.

"Semoga," jawab Vanka begitu penuh harap. Kesembuhan putrinya adalah harapan terbesarnya saat ini.

Setelah mengucapkan terima kasih, Vanka keluar dari ruangan itu.

*

Tiga hari kemudian.

Vanka kembali duduk di ruang yang sama, di hadapan dokter Dini. Suasananya tidak banyak berubah. Sunyi dan dingin. Hanya ada dirinya dan sang dokter di ruangan tersebut.

"Bu Vanka," panggil dokter Dini pelan. "Hasil tes HLA-nya sudah keluar."

"Bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Vanka tidak sabar.

Dokter Dini menghela napas sebelum membuka map hasil laboratorium. "Sayangnya, hasilnya tidak cocok, Bu. Tingkat kecocokan HLA Anda dengan Lengkara terlalu rendah, jadi Anda tidak bisa menjadi pendonor."

HLA atau Human Leukocyte Antigen adalah penanda genetik yang menentukan seberapa cocok jaringan tubuh seseorang dengan orang lain. Kalau HLA-nya tidak cocok, tubuh penerima bisa menolak donor, dan itu berakibat fatal.

Vanka terdiam karena terlalu kecewa. Tidak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya. Ia menatap kertas di tangannya dengan perasaan sedih. Kertas yang seharusnya membawa harapan tapi justru membuatnya kecewa.

"Tidak cocok." Ia menggumam lirih.

"Tapi jangan sedih dulu, Bu. Kita bisa melakukan langkah selanjutnya. Masih ada harapan untuk kesembuhan Lengkara," kata dokter Dini memberi semangat.

"Jadi apa langkah selanjutnya, Dok?" tanya Vanka lesu dengan tubuh lunglai.

"Kita bisa coba tes suami Ibu," jawab dokter Dini hati-hati. "Kalau hasilnya tidak cocok juga, satu-satunya jalan adalah mencari donor dari luar keluarga. Tapi Ibu tahu sendiri, peluangnya sangat kecil. Kurang dari tiga puluh persen, bahkan lebih kecil lagi kalau tidak ada kecocokan genetik yang kuat."

Vanka mengembuskan napas berat. Ia menatap dinding ruangan seolah ada solusi di sana. Sesaat setelahnya ia mengembalikan pandangan pada wajah dokter Dini.

"Tes suami saya ya ...," ucapnya lirih, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri.

Dokter Dini mengangguk. "Saya tahu ini tidak mudah. Tapi kita harus mencoba semua kemungkinan untuk kesembuhan Lengkara."

"Baik, Dok. Saya akan bicarakan dengan suami," ujar Vanka.

Namun, di dalam hatinya, suaranya sendiri memberontak. Bahkan, jika Reza mau dites, hasilnya tidak akan pernah cocok. Karena darah yang mengalir di tubuh Lengkara bukanlah darahnya.

Dan itu berarti hanya ada satu orang yang berkemungkinan bisa menyelamatkan anaknya.

Satu nama yang sudah tujuh tahun tidak pernah ia sebut.

Ayah biologis anaknya.

Shankara.

Begitu keluar dari ruang konsultasi, Vanka berjalan dengan langkah lunglai di koridor rumah sakit. Langkahnya terasa begitu berat. Setiap kali melewati ruang anak, dadanya semakin sesak.

Ia melihat beberapa anak dengan kepala botak duduk di kursi tunggu, sebagian tertawa, sebagian diam dengan wajah pucat. Bau antiseptik dan cairan desinfektan terhirup olehnya. Bau yang dulu terasa biasa baginya karena dirinya juga dokter, tapi kini justru membuatnya ingin menangis.

Ia berhenti di depan pintu kamar Lengkara. Dari balik kaca, ia melihat putrinya sedang menggambar sesuatu di atas meja kecil. Tubuhnya tampak lemah, tapi ada senyum tipis di bibirnya.

Senyum itu menghancurkan hati Vanka.

Ia menekan dadanya sendiri, mencoba menahan air mata yang mulai tumpah. Anak sekecil itu tidak pantas menanggung penderitaan sebesar ini.

"Lengkara …," bisiknya sedih.

Ia lalu masuk ke dalam kamar.

Putrinya menoleh dan tersenyum begitu melihatnya.

"Mama, coba lihat, aku menggambar pelangi. Bagus, kan, Ma?"

Vanka berusaha tersenyum sambil memandangi gambar tersebut. "Bagus banget, Sayang."

Lengkara menatap mata Vanka yang sedikit merah. "Mama habis nangis ya?"

"Nggak, Sayang. Mama cuma capek sedikit."

Tapi sepertinya Lengkara tidak percaya karena ia terlalu sering menyaksikan pemandangan tersebut.

"Nanti kalau aku sembuh, Mama jangan nangis lagi ya."

Ucapan sederhana itu begitu menohok hati Vanka. Ia tak sanggup menjawab. Ia hanya mengusap kepala botak anaknya, membiarkan air matanya jatuh diam-diam.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ratings

10
100%(28)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
28 ratings · 28 reviews
Write a review

reviewsMore

Aditya Erlangga
Aditya Erlangga
bagus jdi penasaran
2026-01-04 23:58:20
3
0
Aurora Aurora
Aurora Aurora
Siap² HANCUR LAGI USAHA LO SHANKARA, KALO SAMPE KHIANATIN VANKA..!!! Vanka yg udah TULUS, SABAR, UDAH DI KDRT SAMA REZA, SIAP DI HUKUM..
2025-12-31 10:35:32
0
0
Aurora Aurora
Aurora Aurora
Ga rela Klo SHANKARA SMPE KEPINCUT CEWE LAEN LAGI, THOR, Biar SHANKARA sama Vanka aja, udah ckup mndrita Vanka, Emng Vanka salah, Itu smua kn dulu GARA2 Shankara juga, yg ga mau dngr pnjlasan Vanka saat itu, Bilang SELESAI GITU AJA, Vanka kaya terombang-ambing GA ADA yg LINDUNGIN GADA YG RANGKUL..
2025-12-31 10:31:08
0
0
Utari Pantura
Utari Pantura
cerita inti baru dimulai apa thor? please biarin vanka sama shankara ya thor...udah baper inih...
2025-12-30 18:45:47
1
0
Jeo Anne
Jeo Anne
besok pagi update yah Thor lg seru nih
2025-12-18 02:04:06
0
0
145 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status