Share

25. PESTA

Author: Mystique
last update publish date: 2026-02-04 21:46:45

[ Malam my handsome sugar daddy. ]

Aurora mengirim pesan pada Darius. Hari ini dia pulang sedikit malam. Ia mampir ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas bersama Chika.

[ Malam, my baby. Sudah sampai rumah? Gimana tadi tugasnya? Sudah beres. ] tanya Darius.

Ia membalas chat Aurora sembari duduk di sofa depan televisi. Tempat yang dulu biasa ia pakai saat mengobrol bersama dengan Aurora.

[ Beres dong. Selain cantik, lucu, dan seksi. Aku ini juga pinter, Om. ]

Begitu percaya dirinya Aurora menyo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) MIMPI DI BALIK SERAGAM

    Apartemen The Penthouse di jam dua pagi terasa seperti akuarium raksasa yang sunyi. Cahaya lampu kota dari balik jendela kaca raksasa memantul di lantai marmer, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari mengikuti gerak awan. Dewa sudah masuk ke kamar utamanya setelah sesi "nasi goreng gila" yang ganjil itu, meninggalkan Chika sendirian di ruang tengah yang luas.Chika tidak bisa tidur. Adrenalin dari ancaman detektif Argo dan sisa kehangatan dari sentuhan tangan Dewa tadi masih menyengat saraf-sarafnya. Ia berjalan menuju perpustakaan pribadi Dewa yang terletak di sayap kiri apartemen. Ruangan itu berdinding kayu jati gelap, penuh dengan buku-buku tebal tentang makroekonomi, biografi tokoh dunia, dan tumpukan majalah bisnis internasional.Di sudut ruangan, sebuah meja kerja kecil tampak berdebu, seolah jarang disentuh. Di atasnya, tersampir sebuah seragam biru OG Dewangga Corp yang masih bersih—seragam cadangan milik Chika yang dibawa Rahmat semalam.Chika mengusap kain polies

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 20. DINNER NASI GORENG

    Gedung apartemen The Penthouse berdiri angkuh tepat di sebelah gedung kantor Dewangga Corp, dihubungkan oleh lorong bawah tanah eksklusif yang hanya bisa diakses oleh pemilik unit tertinggi. Di sinilah Chika sekarang—berdiri di tengah ruang tamu minimalis yang didominasi warna abu-abu dan kaca. Apartemen Dewa sangat mencerminkan pemiliknya: luas, dingin, sangat teratur, dan sedikit angkuh.Di dinding ruang tamu, sebuah layar monitor besar menampilkan live feed dari beberapa kamera tersembunyi yang dipasang Rahmat di area parkir dan lobi kantor. Chika menatap layar itu dengan perasaan tidak menentu.Di layar, ia melihat Dewa keluar dari lobi utama. Pria itu tampak sangat tampan dengan setelan jas hitam tanpa dasi. Di sampingnya, seorang wanita cantik dengan gaun merah menyala dan tas branded keluaran terbaru sedang menggandeng lengannya dengan mesra."Sherly," gumam Chika lirih.Ia mengenali wanita itu. Sherly adalah putri dari pemilik bank swasta besar, salah satu teman lama Chika di

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 19. DILEMA IDENTITAS

    Cahaya fajar yang merayap masuk dari celah tirai kantor tidak pernah terasa seberat ini bagi Chika. Ia kini tidak lagi mengenakan seragam biru OG-nya. Sebagai gantinya, ia memakai kemeja oversized putih dan celana bahan berwarna krem—pakaian yang dibelikan Rahmat atas perintah Dewa agar ia tampak seperti staf administrasi biasa.Namun, identitas barunya sebagai "asisten bayangan" di ruangan Dewa justru membuatnya merasa lebih terkurung daripada saat ia memegang sapu."Fokus, Chika. Kalau angka ini tidak sinkron, Barata punya celah untuk menggugat balik di pengadilan niaga minggu depan," suara Dewa memecah lamunan Chika.Dewa duduk di kursi kebesarannya, sementara Chika duduk di meja kecil di sudut ruangan yang kini dipenuhi laptop dan berkas-berkas audit. Sejak insiden di ruang arsip kemarin, suasana di antara mereka berubah. Ada profesionalisme yang sangat kaku, namun sesekali, saat mata mereka bertemu, bayangan napas yang beradu di ruang sempit itu kembali menghantui.Tiba-tiba, pon

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 18. NAFAS DI RUANG ARSIP

    Dunia seolah berhenti berputar bagi Chika. Suara langkah sepatu pantofel yang tegas terdengar bergema di koridor luar, semakin mendekat ke arah pintu jati ruang kerja Dewa. Itu adalah irama langkah yang sangat ia kenal—langkah kaki Dion Adiwangsa, pria yang tidak pernah menerima kata "tidak" dan selalu mendapatkan apa yang ia inginkan."Sembunyi," bisik Dewa tajam.Chika panik. Matanya menyapu ruangan. Kolong meja kerja Dewa terlalu terbuka. Lemari buku? Terlalu sempit. Satu-satunya jalan keluar adalah pintu samping yang menghubungkan ruang kerja langsung ke ruang arsip pribadi Dewa yang kedap suara.Tanpa membuang waktu, Chika melesat masuk ke ruang arsip tersebut tepat saat pintu depan ruangan Dewa terbuka dengan dentuman pelan namun mengintimidasi.Klik.Chika menutup pintu ruang arsip dari dalam. Ruangan itu gelap, hanya diterangi cahaya biru dari indikator mesin penghancur kertas dan barisan rak besi yang penuh dengan map rahasia. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia taku

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 17. SI PINTAR YANG DICARI

    Kemenangan Dewangga Corp atas Grup Barata menjadi tajuk utama di semua portal berita bisnis pagi ini. Judul-judul bombastis seperti "Manuver Jenius Dewangga: Titik Balik di Lentera Logistik" menghiasi layar televisi di lobi kantor. Dewa berhasil memukul mundur hiu-hiu Barata tepat di menit terakhir, membekukan proses merger dengan gugatan administrasi yang tak terduga.Namun, di lantai tiga puluh, sang pemenang justru tidak terlihat merayakan apa pun. Dewa duduk di kursi kebesarannya, mengabaikan tumpukan bunga ucapan selamat yang memenuhi meja sekretaris di luar. Matanya tertuju pada sebuah papan tulis putih di ruang rapat kecil yang terhubung langsung dengan ruang kerjanya."Rahmat, panggil semua staf yang punya akses ke lantai ini semalam. Semuanya. Tanpa kecuali," perintah Dewa lewat interkom. Suaranya datar, tapi mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah."Termasuk tim kebersihan, Pak?" suara Rahmat terdengar ragu."Semuanya, Rahmat."Sepuluh menit kemudian, ruangan itu penuh.

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   (S2) 16. MEMO RAHASIA

    Ketegangan di lantai tiga puluh Dewangga Corp tidak mereda meski Nyonya Martha telah pergi. Justru, atmosfer di sana berubah menjadi lebih pekat dan dingin. Dewa mengurung diri di ruangannya selama berjam-jam. Rahmat mondar-mandir dengan wajah sepucat kertas, membawa tumpukan dokumen hukum yang tebalnya nyaris menyamai bantal tidur. Chika, yang kini memiliki akses lebih bebas ke lantai eksekutif, mencium aroma "darah" di udara bisnis. Sebagai putri Adiwangsa, ia tahu bau ini: bau pemangsa yang sedang mencoba menelan mangsanya bulat-bulat. "Rahmat, ada apa sebenarnya?" tanya Chika saat Rahmat keluar dari ruangan Dewa dengan bahu merosot. Rahmat menoleh, ragu sejenak, lalu berbisik pelan. "Grup Barata. Mereka melakukan hostile takeover. Mereka sudah menguasai empat puluh persen saham di pasar dan sekarang memaksa Pak Dewa untuk menandatangani perjanjian merger paksa. Kalau Pak Dewa menolak, mereka akan menjatuhkan nilai saham kita besok pagi." Chika tertegun. Grup Barata adalah r

  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   38. SALAH HATI

    "Sedang apa kalian?" Suara Darius menyadarkan Dean dan Marion."Eh," Dean langsung melepas pegangan tangannya pada Marion."Sorry, Dar. Tangan Marion kena kuah bakso. Gue bantu bersihin biar nggak melepuh," Dean menjelaskan."Iya, Sayang." Tambah Marion. Tidak ada raut mencurigakan dari mereka ber

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   39. PILIHAN TERBAIK DARI YANG TERBURUK

    Marion terkejut. Matanya membulat melihat Dean. Sahabat Darius itu menatap sayu pada Marion. Seolah meminta maaf karena telah mengambil keputusan ini."Bagaimana Marion? Kamu setuju menikah dengan anak saya?" tanya Tuan Harisson.Marion tidak menjawab. Dalam hati dan pikirannya saat ini hanya Dariu

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   46. PERMINTAAN MAAF

    [ Ra, besok temani saya bertemu dengan ayahmu. ]Darius mengirim sebuah pesan.Aurora langsung membuka pesan itu begitu suara notif ponsel berbunyi. Ia terdiam sebentar. Pikirannya menerka-nerka. Kenapa Darius ingin menemui ayahnya. Tetapi, barangkali ini salah satu jalan keluar agar kesalah pahama

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • ISTRIKU SUGAR BABYKU   41. RINDU

    Aurora terus memainkan ponselnya. Beberapa hari ini setelah kejadian Dean memergoki mereka, Darius juga tidak mengirim pesan kepadanya.Apa Om Darius benar-benar tidak memiliki rasa kepadanya. Mengingat hubungan mereka terjadi seperti keisengan belaka. Tapi beberapa waktu bersama saat itu. Semua te

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status