مشاركة

Enam Puluh Delapan

مؤلف: Aura_Aziiz16
last update آخر تحديث: 2026-01-29 20:21:32

Keduanya pun serentak menoleh kaget dan mengernyitkan kening.

"Kalian siapa?" tanya Bu Marni dengan suara lemah. Sementara Farid menatap penuh rasa ingin tahu.

"Kami dari perusahaan pinjaman online PT. Money Cash. Menurut catatan kami, sudah hampir dua bulan ini, Saudari Marni tidak melunasi kewajiban membayar angsuran. Untuk itu kami minta itikad baiknya, kapan angsuran akan dibayarkan, Bu? Pak?" tanya salah seorang dari rombongan tak dikenal itu yang seketika membuat Bu Marni tersentak kaget
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • ISTRIKU TERNYATA KONTEN KREATOR TERKENAL    Tujuh Puluh

    Bu, aku mau ke rumah Mbak Niken sekarang juga ya, Bu. Mau nanyain benar nggak dia yang sudah salah gunakan KTP Ibu! Kalau iya, awas saja dia! Aku akan bikin perhitungan dengannya!" ujar Farid setelah untuk kesekian kalinya panggilannya ke Niken tak juga diangkat.Ia menurunkan ponselnya dengan napas memburu. Rahangnya mengeras, urat di pelipisnya menegang menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.Bu Marni mendongak pelan. Wajahnya masih pucat, matanya sembap akibat terlalu banyak menangis.“Sekarang, Rid?” tanyanya lirih.“Iya, Bu. Kalau ditunda-tunda, Mbak Niken akan makin berani ngumpet. Farid mau dengar langsung dari mulutnya. Kenapa dia tega ngelakuin semua ini ke Ibu.”Bu Marni terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepalanya.“Iya, Rid… kalau benar Niken yang udah ngambil pinjaman itu, suruh dia kembalikan, Rid! Ibu nggak rela dibeginikan sama menantu sendiri! Nyesel Ibu selama ini baikin dia, banggain dia, ternyata dia seperti ini, Rid...." Bu Marni kembali tergugu.Farid pun kembal

  • ISTRIKU TERNYATA KONTEN KREATOR TERKENAL    Enam Puluh Sembilan

    Ancaman itu seperti petir di siang bolong di telinga Bu Marni dan Farid. Bu Marni langsung sesak. Tangannya gemetar keras, keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya. Sementara Farid langsung meletakkan gelas di tangannya ke atas meja kecil di dekatnya lalu menatap tajam pada pria penagih hutang itu. “Apa, Pak? Penjara? Tolong jangan ancam-ancam kami seperti itu, Pak! Ibu saya baru saja pingsan! Kami juga belum dapat info siapa sebenarnya yang sudah menggunakan nama Ibu saya untuk mengajukan pinjaman itu! Jadi tolong beri kami waktu dan berhenti mengancam kami seperti itu!" bentak Farid tak terima. “Iya, Pak. Kami belum tahu siapa sebenarnya yang sudah menggunakan nama saya untuk mengambil pinjaman itu. Jadi tolong.... jangan paksa kami mengembalikan uang yang kami sama sekali nggak pernah merasa menerimanya, Pak," ucap Bu Marni pula dengan suara bergetar. Tubuhnya kembali lunglai. Farid buru-buru memeluk bahu ibunya agar tidak jatuh lagi. Salah satu pria bertubuh besar d

  • ISTRIKU TERNYATA KONTEN KREATOR TERKENAL    Enam Puluh Delapan

    Keduanya pun serentak menoleh kaget dan mengernyitkan kening."Kalian siapa?" tanya Bu Marni dengan suara lemah. Sementara Farid menatap penuh rasa ingin tahu."Kami dari perusahaan pinjaman online PT. Money Cash. Menurut catatan kami, sudah hampir dua bulan ini, Saudari Marni tidak melunasi kewajiban membayar angsuran. Untuk itu kami minta itikad baiknya, kapan angsuran akan dibayarkan, Bu? Pak?" tanya salah seorang dari rombongan tak dikenal itu yang seketika membuat Bu Marni tersentak kaget bahkan membeku di tempatnya. Sementara Farid menatap tak mengerti."Ma... maksudnya apa, Pak? Kapan saya berhutang? Bapak pasti salah alamat."Bu Marni yang baru saja sadar dari pingsannya kembali merasakan tubuhnya lemas tak bertenaga mendengar ucapan orang tak dikenal itu, jantungnya berdebar kencang dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Sementara Farid menggelengkan kepala tak percaya."Iya, Pak... angsuran apa, Pak? Kapan Ibu saya berhutang sehingga Bapak-bapak datang kesini meminta

  • ISTRIKU TERNYATA KONTEN KREATOR TERKENAL    Enam Puluh Tujuh

    "Bu, bangun, Bu! Bangunnn!" teriak Farid panik sembari mengguncang-guncang tubuh ibunya yang diam tak bergerak karena pingsan. Namun, Bu Marni tak bergeming. Masih saja terkulai layu di atas lantai.Farid pun menoleh ke arah Nadira."Dira, tolong ambilkan minyak angin! Jangan bengong aja kamu! Lihat Ibu pingsan malah bengong aja!" hardik laki-laki itu pada Nadira.Nadira tak membantah, gegas masuk ke kamarnya yang bekas gudang lalu mengambil minyak angin yang diminta suaminya itu untuk menyadarkan ibunya dari pingsannya.Bagi Nadira tak apa mengalah dan bertingkah laku bak kucing yang jinak sementara waktu ini karena sebentar lagi ia pastikan ia akan segera meninggalkan rumah ini untuk menggapai mimpinya sendiri.Nadira pun menyerahkan minyak angin di tangannya pada suaminya yang segera dioleskan Farid ke hidung ibunya sembari terus mengguncang-guncang tubuh Bu Marni agar segera sadar kembali dari pingsannya.Akhirnya setelah beberapa saat berusaha menyadarkan kembali ibunya dari pin

  • ISTRIKU TERNYATA KONTEN KREATOR TERKENAL    Enam Puluh Enam

    "Apa, Rid? Laila ditangkap kejaksaan karena kasus korupsi? Yang benar saja, Rid! Kok bisa? Memangnya Laila beneran korupsi di kantornya kok bisa ditangkap? Gawat kalau iya! Gawat, Rid!" Bu Marni meremas rambutnya dengan perasaan gundah dan kesal.Namun, Farid justru menyeringai kecil."Biar aja deh, Bu. Biar kapok! Gara-gara Mbak Laila, Farid jadi nikah sama Sinta yang Ibu tahu sendiri kan, matrenya luar biasa! Kalau nggak gara-gara dia, sampai saat ini gaji Farid masih utuh, Bu. Tapi gara-gara dia, sekarang kita jadi susah begini," jawab Farid tiba-tiba enteng.Bu Marni meremas rambutnya semakin kesal."Rid, ini bukan sekedar gaji kamu yang diambil Sinta, tapi mengenai rumah ini, Rid! Kalau Laila ditangkap kejaksaan dan dipenjara terus dipecat dari pekerjaan, bagaimana dengan rumah ini? Rumah ini juga akan disita bank karena surat tanah dan rumah ini kemarin dipinjam Laila untuk mengajukan pinjaman di bank, Rid! Kita mau tinggal di mana kalau rumah ini disita bank?" ujar Bu Marni lag

  • ISTRIKU TERNYATA KONTEN KREATOR TERKENAL    Enam Puluh Lima

    "Nadira, sini kamu!" panggil Bu Marni esok harinya pada Nadira yang tengah menyiapkan sarapan pagi.Hari ini rencananya Nadira akan keluar rumah agar bisa bekerja kembali seperti biasanya dengan lebih tenang dan bebas. Akan tetapi baru saja hendak bersiap pergi usai menghidangkan sarapan pagi di meja makan, ibu mertuanya sudah lebih dulu datang memanggilnya.Nadira mendekat lalu membuka mulutnya."Ada apa, Bu?" tanyanya."Nadira, mana gaji kamu bekerja selama ini? Ini kan sudah sebulan lebih kamu kerja! Nggak mungkin kan belum gajian! Sini! Ibu minta gaji kamu!" ujar Bu Marni tanpa perasaan sambil menatap tajam ke arahnya.Nadira menghela napas. Sudah mendapat karma dari perbuatannya yang tega menikahkan suaminya dengan menantu baru yang ternyata tak sesuai ekspektasi nya, akan tetapi bukannya sadar, justru ibu mertuanya masih saja berusaha menindasnya.Padahal tadinya dia berpikir, ibu mertuanya sudah mulai insyaf dan bertaubat dari kesalahan dan sikap buruknya. Buktinya kalau tak sa

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status