LOGINAku tak menyangka istri yang selama ini kuhina dan kurendahkan karena kukira hanya seorang pengangguran ternyata konten kreator terkenal berpenghasilan besar. Penyesalan memang selalu datang belakangan...
View MoreBu, aku mau ke rumah Mbak Niken sekarang juga ya, Bu. Mau nanyain benar nggak dia yang sudah salah gunakan KTP Ibu! Kalau iya, awas saja dia! Aku akan bikin perhitungan dengannya!" ujar Farid setelah untuk kesekian kalinya panggilannya ke Niken tak juga diangkat.Ia menurunkan ponselnya dengan napas memburu. Rahangnya mengeras, urat di pelipisnya menegang menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.Bu Marni mendongak pelan. Wajahnya masih pucat, matanya sembap akibat terlalu banyak menangis.“Sekarang, Rid?” tanyanya lirih.“Iya, Bu. Kalau ditunda-tunda, Mbak Niken akan makin berani ngumpet. Farid mau dengar langsung dari mulutnya. Kenapa dia tega ngelakuin semua ini ke Ibu.”Bu Marni terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepalanya.“Iya, Rid… kalau benar Niken yang udah ngambil pinjaman itu, suruh dia kembalikan, Rid! Ibu nggak rela dibeginikan sama menantu sendiri! Nyesel Ibu selama ini baikin dia, banggain dia, ternyata dia seperti ini, Rid...." Bu Marni kembali tergugu.Farid pun kembal
Ancaman itu seperti petir di siang bolong di telinga Bu Marni dan Farid. Bu Marni langsung sesak. Tangannya gemetar keras, keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya. Sementara Farid langsung meletakkan gelas di tangannya ke atas meja kecil di dekatnya lalu menatap tajam pada pria penagih hutang itu. “Apa, Pak? Penjara? Tolong jangan ancam-ancam kami seperti itu, Pak! Ibu saya baru saja pingsan! Kami juga belum dapat info siapa sebenarnya yang sudah menggunakan nama Ibu saya untuk mengajukan pinjaman itu! Jadi tolong beri kami waktu dan berhenti mengancam kami seperti itu!" bentak Farid tak terima. “Iya, Pak. Kami belum tahu siapa sebenarnya yang sudah menggunakan nama saya untuk mengambil pinjaman itu. Jadi tolong.... jangan paksa kami mengembalikan uang yang kami sama sekali nggak pernah merasa menerimanya, Pak," ucap Bu Marni pula dengan suara bergetar. Tubuhnya kembali lunglai. Farid buru-buru memeluk bahu ibunya agar tidak jatuh lagi. Salah satu pria bertubuh besar d
Keduanya pun serentak menoleh kaget dan mengernyitkan kening."Kalian siapa?" tanya Bu Marni dengan suara lemah. Sementara Farid menatap penuh rasa ingin tahu."Kami dari perusahaan pinjaman online PT. Money Cash. Menurut catatan kami, sudah hampir dua bulan ini, Saudari Marni tidak melunasi kewajiban membayar angsuran. Untuk itu kami minta itikad baiknya, kapan angsuran akan dibayarkan, Bu? Pak?" tanya salah seorang dari rombongan tak dikenal itu yang seketika membuat Bu Marni tersentak kaget bahkan membeku di tempatnya. Sementara Farid menatap tak mengerti."Ma... maksudnya apa, Pak? Kapan saya berhutang? Bapak pasti salah alamat."Bu Marni yang baru saja sadar dari pingsannya kembali merasakan tubuhnya lemas tak bertenaga mendengar ucapan orang tak dikenal itu, jantungnya berdebar kencang dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Sementara Farid menggelengkan kepala tak percaya."Iya, Pak... angsuran apa, Pak? Kapan Ibu saya berhutang sehingga Bapak-bapak datang kesini meminta
"Bu, bangun, Bu! Bangunnn!" teriak Farid panik sembari mengguncang-guncang tubuh ibunya yang diam tak bergerak karena pingsan. Namun, Bu Marni tak bergeming. Masih saja terkulai layu di atas lantai.Farid pun menoleh ke arah Nadira."Dira, tolong ambilkan minyak angin! Jangan bengong aja kamu! Lihat Ibu pingsan malah bengong aja!" hardik laki-laki itu pada Nadira.Nadira tak membantah, gegas masuk ke kamarnya yang bekas gudang lalu mengambil minyak angin yang diminta suaminya itu untuk menyadarkan ibunya dari pingsannya.Bagi Nadira tak apa mengalah dan bertingkah laku bak kucing yang jinak sementara waktu ini karena sebentar lagi ia pastikan ia akan segera meninggalkan rumah ini untuk menggapai mimpinya sendiri.Nadira pun menyerahkan minyak angin di tangannya pada suaminya yang segera dioleskan Farid ke hidung ibunya sembari terus mengguncang-guncang tubuh Bu Marni agar segera sadar kembali dari pingsannya.Akhirnya setelah beberapa saat berusaha menyadarkan kembali ibunya dari pin












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews