Beranda / Fantasi / Iblis Level Nol / 16 - Di Kamar Lyria

Share

16 - Di Kamar Lyria

Penulis: Jenang gula
last update Tanggal publikasi: 2026-09-15 11:51:13

Kael membawa hati itu keluar. Melihat iblis agung berubah menjadi awan abu-abu, sepertinya sedang menyerang sesuatu dan yang ada di sini hanya Evelyn. Kael melesat cepat ke sana dan masuk ke awan abu-abu bersama dengan hati di tangannya.

"Jadilah mainanku! Jadilah mainanku! Hahahaa."

Pelindung tubuh Evelyn pecah, dia mrasakan dadanya sakit, dan langsung meringkuk sambil memeluk dirinya sendiri.

Kael mencari sebuah titik di tengan awan abu-abu, saat inti pusat terlihat, mengulurkan tangan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Iblis Level Nol   18 - Kedatangan Leon

    Baru saja masuk, bahkan belum sepenuhnya, dan Kael berhenti bergerak sambil menatap Lyria bingung. "I-iya, Ibu! Aku sedang... sedang ganti baju!" Kael tertawa kecil. Dia cukup tahu diri. Mengambil kembali miliknya, merapikan baju Lyria, memagut bibir itu singkat, dan keluar lewat jendela sambil memamerkan celana dalam Lyria yang sengaja dibawa. Lyria menarik napas beberapa kali sambil merapikan pakaiannya meski tanpa celana dalam, lalu membuka pintu, "A-ada apa, Bu?" Ibu Lyria menatap putrinya curiga, "Bukankah itu baju yang kamu pakai tadi?" Masuk kamar, memperhatikan sekeliling, dan kembali menoleh ke Lyria. "Iya, Bu." Membuka lemari, "Aku masih bingung mau pakai baju yang mana." Mengambil baju sembarang dan ditempetkan ke tubuhnya sendiri, "Aku tidak tahu pangeran Leon seperti apa." Tersenyum, "Pakai apa pun yang membuatmu nyaman, Lyria. Pangeran Leon baik, meski pun dia mengemban tanggung jawab berat, dia tak pernah mengabaikan semua hal yang terjadi di sekitarnya." Me

  • Iblis Level Nol   17 - Ramuan Baru

    "Apa yang kau lakukan di sini?!" Lyria tak percaya dengan kelancangan Kael. Kael tersenyum, mendekati Lyria lagi, dan saat berada tepat di depan Lyria, saat Lyria berpaling darinya, dia berbisik tepat di telinga Lyria, "Aku merindukan desahanmu." Ucapan itu sukses membuat Lyria menoleh, Kael tepat di hadapannya, dan dia benci kalimat itu. "Itu bukan kalimat yang pantas diucapkan oleh seorang pangeran." "Lalu siapa yang pantas mengucapkannya?" Kael menunjukkan celana dalam Lyria dengan tangan kirinya, "Aku akan menyimpannya dengan baik." Sambil menunjukkan senyumnya yang manis. "Kembalikan!" Lyria meraihnya dengan susah payah. Namun, Kael yang licik terus mempermainkannya, "Terserah kau saja, Kael. Pulanglah dari rumahku." Membuang muka dan bersedekap dada. "Mengusir pangeran adalah sebuah kejahatan, Lyria." "Kau!" Lyria menunjuk Kael tepat di depan wajah. Kael malah tertawa kecil mengetahui Lyria kesal padanya. Berbaring dan memejamkan mata begitu saja, "Tetapi aku bisa

  • Iblis Level Nol   16 - Di Kamar Lyria

    Kael membawa hati itu keluar. Melihat iblis agung berubah menjadi awan abu-abu, sepertinya sedang menyerang sesuatu dan yang ada di sini hanya Evelyn. Kael melesat cepat ke sana dan masuk ke awan abu-abu bersama dengan hati di tangannya. "Jadilah mainanku! Jadilah mainanku! Hahahaa." Pelindung tubuh Evelyn pecah, dia mrasakan dadanya sakit, dan langsung meringkuk sambil memeluk dirinya sendiri. Kael mencari sebuah titik di tengan awan abu-abu, saat inti pusat terlihat, mengulurkan tangan yang membawa hati, dan awan itu seketika menjadi kemerah-mudaan. Pusaran angin tak terlalu kencang dan perlahan menyusut tak sebesar tadi. Iblis agung jadi pohon besar lagi, memegangi inti pohon yang berubah menjadi kemerah-mudaan, dan menoleh ke Kael. "Kau membuka gua itu?!" Kael mengangguk, "Ya." Berlari ke arah gua, masuk untuk mencari sesuatu, dan keluar lagi. Dia melesat cepat ke inti hutan kekosongan. Evelyn masih pingsan dan Kael tak terlalu khawatir, dia mengikuti ke arah mana ib

  • Iblis Level Nol   15 - Kekosongan Hati Iblis Agung

    Lunara mencabut paksa bulu di sampinh pusar dan memberikannya ke Kael, "Simpanlah ini. Hutan kekosongan sangat berbahaya, banyak yang terjebak dan tidak bisa kembali hidup-hidup, kau sangat baik padaku." Kael menerima bulu itu, "Terima kasih." Lanjut menuju hutan kekosongan dan meninggalkan Lunara. Evelyn terus menjaga jarak. Tak banyak yang dibicarakan dengan Kael. Saat hutan berwarna abu-abu terbentang begitu luas di depannya, Evelyn berhenti berjalan, "Setelah kita masuk, tidak ada kesempatan untuk menyerah." Kael mengangguk, "Aku tidak akan menyerah." Melangkah lebih dulu dan seketika semua pakaian yang digunakan, bahkan waena bola mata Kael berubah jadi abu-abu. Evelyn merapatkan jarak, hutan ini aneh, tidak ada suara dan angin, dia seperti berada di dunia lain. "Kael." Mendekat dan merangkul lengan Kael. "Jangan khawatir, Evelyn. Tidak ada yang harus ditakuti." Evelyn malah mendorong Kael, "Ya, karena kau yang harusnya ditakuti!" Berjalan lebih dulu meninggalkan Kael

  • Iblis Level Nol   14 - Jilatan Serigala Lunara

    Evelyn berdiri dengan daging masih di tangan kanan, sedangkan tangan kirinya mengeluarkan bola sihir, dan bersiap melempar. Wanita asing itu menoleh untuk menatap tajam Evelyn, "Aku sangat lapar, aku sudah beberapa hari tidak makan, kalau kau tidak memberiku makan, aku akan mati." Menekan perut dan meringkuk di tanah. [Target ditemukan. Klan : Serigala. Level : 34] Kael mengambil bagian paha atas dari daging rusa yang dibakar, lalu dilempar ke wanita itu, "Kau terpisah dari kawananmu?" Wanita itu makan dengan rakus, "Aku lebih suka menyendiri. Dagingnya sangat lezat, terima kasih, namaku Lunara." "Kael. Dia temanku, Evelyn." Lunara menoleh ke Evelyn, tersenyun tipis, dan menoleh lagi ke Kael. "Sudah lama aku tidak bertemu iblis asing di sini. Kalian mau ke mana?" "Bukan urusanmu." Evelyn tidak suka dengan kehadiran Lunara. Bukannya marah, Lunara malah tertawa, "Kamu benar, itu memang bukan urusanku, aku tidak ikut campur kalau kamu tidak suka." "Hutan kekosongan." Ka

  • Iblis Level Nol   13 - Kesalahan dan Kekecewaan

    "Akh, Kael. Sakit. Pe-lan-pelan." Lyria menahan pinggul Kael agar tak terus bergerak. Kael menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, lalu memagut bibir Lyria, menggigit bibir itu juga sampai mengeluarkan darah, membiarkan semuanya bercampur di mulut Lyria. Amis yang semakin lama memenuhi mulutnya, Lyria menelan darah itu, dan ternyata malah membuatnya rileks. Dia mengalungkan kaki di pinggul Kael dan membiarkan Kael kembali memasukinya. Sedangkan Azreal... dia sedang membaca buku, wangi lili dan pinus yang memenuhi ruangan tiba-tiba, Azreal meletakkan buki, dan keluar dari kamar. Wangi samar itu santer dari labirin, dia hanya tersenyum, dan masuk kamar lagi. Namun, tidak menyelesaikan bukunya, memilih untuk berbaring di samping Seraphina, dan memeluk istri tercintanya dari belakang. *** Kael mengercit saat matahari muncul ke permukaan. Lyria masih terlelap di sebelahnya, tubuh gadis itu terbungkus pakaian tanpa dikenakan. Kael mengangkat Lyria perlahan dan melesat ke kastil

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status