تسجيل الدخولSetelah pengakuan publiknya, Mario menghubungiku. Dia ingin bertemu."Hana, aku tahu kau tidak ingin bertemu denganku, tapi ... ada beberapa hal yang perlu kukatakan padamu secara langsung."Aku menolak.Dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk bisa memengaruhiku.Namun keesokan harinya, saat aku meninggalkan gedung, sebuah mobil tiba-tiba kehilangan kendali dan melaju kencang ke arahku, bannya sampai berdecit.Dalam sepersekian detik itu, sesosok tubuh menubrukku, mendorongku dengan keras ke trotoar.Brak!Suara benturan itu sangat mengerikan. Dia terlempar ke aspal, darah gelap langsung menggenang di bawahnya.Para pengawal Keluarga Valenda bereaksi seketika, dan mengepung mobil itu.Pintu terbuka dan Ruri bergegas merangkak keluar, rambutnya acak-acakan, matanya melotot. Dia seperti orang yang tidak waras."Hana! Ini semua salahmu! Dasar wanita jalang! Kau rebut segalanya dariku! Kenapa kau boleh hidup?!"Dia menjerit histeris, sorot matanya dipenuhi kebencian yang meluap-luap.Para p
Kupikir Ruri akan menghilang begitu saja. Namun, ternyata aku salah. Dia belum menyerah.Suatu hari, Gery memberiku sebuah gawai."Kau lihatlah ini," katanya dengan suara dingin. "Benar-benar tidak tahu malu!"Aku melihatnya. Sebuah unggahan anonim beredar di forum-forum web gelap dan saluran-saluran pribadi di dunia mafia. Judulnya sederhana: [Dia Mencuri Hidupku].Itu adalah kisah panjang dan menyedihkan tentang kehidupannya yang tragis.Ruri mengklaim bahwa aku telah menindasnya sejak kami masih kecil, dan menggunakan statusku sebagai anak angkat untuk mendapatkan simpati dan mencuri semua miliknya.Dia mengklaim aku adalah seorang yang manipulatif, berpura-pura manis sambil memaksanya untuk menyerahkan segalanya.Dia mengatakan itu semua adalah salahku, bahwa dia dipaksa menikah dengan Keluarga Kayana setelah aku membatalkan semuanya.Dia mengklaim bahwa aku sekarang menggunakan kekuatan Keluarga Valenda untuk mengamuk, menghancurkan hidupnya, mengambil anaknya, dan merusak reputas
Tentu saja bayi yang dibawa Ruri bukanlah anak Haris.Entah dari mana dia menemukan anak sembarangan itu dan mencoba menjadikannya sebagai ahli waris.Setelah hasil Tes DNA keluar, Ruri diusir oleh Keluarga Kayana.Dahulu dia begitu tinggi dan berkuasa, kini sudah tidak punya apa-apa.Dia melangkah gontai kembali ke kediaman Keluarga Milano, matanya merah, hidupnya berada di ambang kehancuran total.Tetapi, kediaman itu kosong.Dia mengeluarkan ponsel dengan panik, lalu menelepon ibu angkatnya.Kali ini, Tiara menjawab."Mama! Ma, ini aku! Mama di mana? Aku butuh bantuan!"Ada keheningan panjang di ujung telepon."Ruri." Suara Tiara terdengar dingin hingga seolah dapat membekukan darah. "Kau masih berani menelepon ke sini?""Ma, aku ....""Diam!" teriak Tiara. "Ini semua salahmu! Dasar gadis bodoh dan ceroboh!"Ruri terkejut.Ibunya tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar kepadanya selama ini."Kami sekarang tinggal di kontrakan murahan!" Suara Tiara penuh kebencian. "Rekening bank ki
Bibir Ruri gemetar, sebuah penyangkalan terbentuk namun tak bisa dia ungkapkan.Namun, Ketua Johan bukanlah orang bodoh. Di antara kepanikan Ruri dan pertanyaanku, potongan teka-teki itu mulai saling terhubung.Suaranya sedingin es saat menoleh ke arah putranya. "Haris ... ceritakan yang sebenarnya soal anak ini?"Tatapan bingung Haris tertuju pada Ruri."Tentu saja aku yang melahirkannya!" Ruri menjerit, suaranya bergetar. "Ayah, bagaimana kau bisa meragukanku?" Dia memeluk bayi itu erat-erat ke dadanya seolah-olah aku akan merebutnya.Dia bersikap terlalu berlebihan, sehingga hanya membuatnya terlihat semakin bersalah.Mata Ketua Johan melihat ke arah perutnya, terlalu rata untuk seorang ibu yang baru melahirkan, dan tatapannya berubah menjadi batu. "Kita akan lakukan Tes DNA," katanya perlahan. "Besok."Tubuh Ruri pun goyah, wajahnya seperti topeng penuh ketakutan.Tepat saat itu, Haris mendekat. Pria yang meninggalkanku demi adikku sendiri.Wajahnya dipenuhi berbagai emosi, alisnya
Aku melangkah maju satu langkah, tapi sebuah tangan mencengkeram pergelangan tanganku dengan keras."Kamu mau apa?!""Dasar jalang kecil!" Kuku Tiara menancap ke kulitku, matanya menyala-nyala. "Apa kau belum cukup membuat keributan?!"Para tamu lain menoleh ke arah kami.Bisik-bisik pun semakin keras."Apa kau tidak akan puas sebelum bisa menghancurkan masa depan Ruri?" Tiara mendesis melalui gigi yang terkatup rapat. "Kami sudah membesarkanmu selama dua puluh tahun, apa begini caramu membalas budi?"Aku menatapnya, sorot mataku sedingin es."Lepaskan.""Tidak akan!" Dia meremas lebih keras. "Kalau kau berani buat keributan hari ini, aku akan …."Plak!Sebuah tamparan keras memotong ucapannya.Vicky bergegas mendekat dengan wajah merah padam."Cukup!" Dia meraung, lalu menunjuk ke arahku. "Seharusnya kami tidak pernah membawamu dari panti asuhan itu!"Seluruh katedral menjadi hening.Membawa dari panti asuhan? Kata-kata itu menghantamku seperti sambaran petir.Jadi, itu alasannya. Aku
Setelah pulih, Komisi Kelompok Mafia menyetujui pembatalan pernikahanku.Aku tidak merasakan apa pun. Rasanya seperti terbangun dari mimpi buruk yang panjang dan konyol. Dan, akhirnya aku terbebas."Pesan tiket pesawat ke Nerpata," kataku pada Marco. "Aku akan memulai hidup baru.""Kau yakin?" tanya Marco dengan nada khawatir. "Meninggalkan Lilagos, itu berarti ….""Itu berarti aku akhirnya bisa menjadi diriku sendiri."Tiga hari kemudian, aku sudah berada di Nerpata.Ruang pameran Slovanos dipenuhi dengan aroma uang dan ambisi yang tenang.Aku berdiri di depan sebuah lukisan minyak abad ke delapan belas, mengenakan gaun sutra hitam yang sangat lembut."Penanggalan pada lukisan ini salah," kataku pada kurator di sebelahku. "Berdasarkan oksidasi cat dan tekstur kanvasnya, lukisan ini berasal dari awal abad ke sembilan belas."Kurator itu menatapku kaget, dia lalu memeriksa lukisan itu dengan seksama."Ya Tuhan, kau benar!"Orang-orang di sekitar mulai memperhatikanku.Hana Milano, seora







