Share

Bab 183

Author: Fortunata
last update Last Updated: 2025-11-19 19:00:24

"Gue harap lo tetep ngabarin gue kalo sampai itu terjadi," ucap Darren hati-hati.

Brian mengangkat bahu. "Gue gak bisa janji. Gue cuma bisa janji satu hal: gue hidup."

“Gak yakin gue… Yang ada pasti lo hidup kayak zombie… Gak jauh beda kayak sekarang,” batin Darren.

Darren mendesah panjang. "Lo gak mau nyoba selesain semuanya baik-baik sama mama?"

"Kalau bisa baik-baik, lo sama Roy gak mungkin cabut ke luar negeri," jawab Brian datar.

Darren terdiam. Benar. Ibu mereka bukan tipe yang mau mengalah. Ia dan Roy memilih pergi karena sudah menyerah.

"Sorry, jadi lo yang harus tanggung semuanya," gumam Darren pelan.

“Gue gak keberatan sebenernya, gue suka jalanin bisnis keluarga. Gue suka punya uang banyak. Enak bisa jalan-jalan kemana aja pas pengen jalan. Tapi cobaan berupa uang bukan segalanya itu dateng ke kita yang punya uang berlebih kan? Kantong aman, mental gak aman.”

“Atau

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri 24 Bulan Tuan Muda   Bab 223 : Sebuah Obrolan (END)

    “Hari ini mau jalan-jalan atau di sini aja?” tanya Brian sambil duduk di sisi ranjang.Ia membawa makanan dan menyuapi Lalita perlahan. Seharian ini Lalita hanya berbaring, ia tidak sanggup berjalan.“Di sini aja…” jawab Lalita lirih. “Masih sakit.”Brian langsung menyentil kening istrinya. “Nah, tuh kan! Apa aku bilang. Bandel sih.”“Ya… lagian kamu kok bisa tahu aku bakal kesakitan seharian?” protes Lalita, cemberut.Brian meletakkan piring di nakas, lalu mencondongkan tubuhnya, mencium bibir Lalita dengan lembut. “Karena kamu baru pertama kali. Dan aku juga paham betul sama diriku sendiri—aku pasti susah ngerem kalau udah sama kamu. Siapa suruh kamu terlalu cantik.”Brian kembali mencium bibir istrinya, memeluk dan kemudian meraba tubuh Lalita.“Yan…” Lalita pun menyingkirkan tubuh besar suaminya. “Bibir aku nanti bengkaakkkk…” rengek Lalita.Brian hanya tersenyum dan berbaring di sebelah Lalita, “Hari ini mau ngobrol aja?”“Hmmm…”Lalita menganggukkan kepalanya. Kemudian, ia menin

  • Istri 24 Bulan Tuan Muda   Bab 222 : Curiga

    Lalita terkekeh kecil, lalu tanpa ragu menghapus aplikasi kencan itu tepat di depan Brian.“Nah. Beres,” ucap Brian begitu melihat aplikasinya sudah tidak terinstall di ponsel Lalita.Brian menyipitkan mata, lalu menatap cincin di jarinya. “Tapi… kok cincin nikah aku bisa ada di kamu?”Brian merasa bodoh baru menyadari bahwa cincin nikahnya tidak ada.Wajah Lalita pun langsung berubah. “Dibuang Diana lah!” sahut Lalita ketus.Brian mengernyit. “Kok aku nggak sadar, sih?”“Ish! Mana aku tahu,” Lalita mendengus. “Waktu itu kamu kan sempat kecintaan sama dia. Habis itu hidup kita isinya dar der dor semua. Mana mungkin kamu masih inget soal cincin.”Jujur saja Lalita memaklumi itu. Hidup mereka saat itu bagai roller coaster.Brian terdiam sesaat, lalu tersenyum kecil. “Kalau gitu, sekarang aku janji bakal selalu pakai cincin ini. Tapi aku

  • Istri 24 Bulan Tuan Muda   Bab 221 : Selesaikan Urusan Kalian (2)

    “Mungkin banget,” ucap Brian mantap. “Aku masih suka sama kamu.”Dan kayaknya kedepannya juga bakalan tetep kamu – batin Brian.Lalita mendongak. Meski hatinya berbunga-bunga, tetap saja otaknya menolak percaya.“Aku gak kamu jadiin pelarian kan?”“Maksud kamu aku jadiin kamu pilihan terakhir karena gak dapet cewek yang aku mau gitu?” tanya Brian tak percaya. Matanya bahkan membesar, dan menggeleng sejenak.Lalita hanya mengangguk dengan polosnya.“Gak ada yang kayak gitu, Lita. Bukan kamu yang akan jadi pelarian, yang ada cewek lain jadi pelarian aku karena gak bisa dapetin kamu. Tapi, aku gak berniat jadiin siapapun pelarian karena yang aku mau cuma kamu. CUMA KAMU,” tegas Brian.Lalita masih terdiam.Brian sendiri mulai frustasi di titik ini. Mengapa Lalita tidak kunjung percayaaa? Harus bagaimana agar wanita ini yakin?Pria itu kembali menghembuskan nafas panjang perlahan.“Aku tahu kalau aku masih suka kamu karena aku masih cemburu setiap lihat kamu sama cowok lain. Gak ada tuh c

  • Istri 24 Bulan Tuan Muda   Bab 220 : Selesaikan Urusan Kalian

    Begitu tiba di kediaman Hadi, Brian kembali mengulang kalimat yang sejak tadi membuat kepala Lalita terasa berisik.Jika Lalita setuju, Brian ingin menikahinya—lagi.Hadi yang sedari tadi asyik menonton yutub di smart TV langsung hilang fokus, matanya membulat, rahangnya sedikit menganga.“Ehhmmm… e-ehhhmmm…” Ia berdeham canggung. “Oke… jadi kamu ceritanya lagi lamar anak om.”Hadi menatap Brian dari ujung kepala sampai kaki. “Tapi kenapa buru-buru banget? Kamu baru pulang dari Korea, sapa om sebentar, terus langsung lamar anak om. Lita-nya juga kayaknya kaget banget. Kalian kan bisa mulai lagi pelan-pelan.”Lalita memang masih mematung.Mendengar itu, Brian menoleh pada Lita, tatapannya lurus dan lembut, tanpa ragu sedikit pun.“Saya tadi udah bilang sama Lita, om. Kalo saya gak cepet lamar dia, nanti dia diambil orang.”Brian menghembuskan nafas panjang. “Saya cinta sama Lita, om. Mau berapa lama pun waktu yang udah lewat, atau banyaknya tempat yang saya singgahin, saya selalu keing

  • Istri 24 Bulan Tuan Muda   Bab 219 : Kami Setuju

    “Lo naik apa?” tanya Brian.Dia masih belum ingin berpisah dari Lalita.“Baru mau pesen ojol pulang. Gue gak bawa mobil. Pas berangkat tadi masih ngantuk, jadi gak berani nyetir,” jawab Lalita jujur.“Kalau gitu ayo, gue anterin pulang.”Belum sempat Lalita menolak, tangan Brian sudah lebih dulu menggenggam pergelangan tangannya.Ia ditarik masuk ke dalam mobil, lalu Brian dengan cekatan memasangkan sabuk pengaman di tubuhnya.“Yan… lo tuh gak nanya dulu gue mau atau enggak,” protes Lalita. “Main tarik aja.”Brian tersenyum kecil. “Gue masih mau ngobrol sama lo. Tadi keputus gara-gara ada Citra. Lo gak mau ngobrol sama gue? Kan udah lama gak ketemu.” Lalita terdiam.Ada bagian dalam dirinya yang ingin menolak. Tapi ada bagian lain yang jauh lebih jujur—rasa rindu. Akhirnya, ia memilih diam dan pasrah.Mobil melaju. Namun setelah beberapa menit, Lalita menyadari satu hal.“Yan… ini bukan jalan ke rumah papa.”Brian tetap fokus ke depan. “Iya.”“Terus kita mau ke mana?”“Ke rumah

  • Istri 24 Bulan Tuan Muda   Bab 218 : Bye

    Lalita menjelaskan situasi terakhir dari pertemuannya dengan Citra yang masih menggantung.Mengingat zaman sekarang berbagai hal mudah sekali tersebar di media sosial, Brian sangat paham akan kekhawatiran Lalita.Mungkin terdengar berlebihan, tapi belakangan ini terlalu banyak keributan kecil yang menjadi viral. Bahkan sampai diundang ke acara gosip.Ugh! Membaca berita-berita itu saja membuat kepala Lalita pusing.Mereka sepakat untuk tetap diam di tempat, menunggu sampai orang-orang itu pergi.“Yan… tolong perhatiin mereka ya,” bisik Lalita. “Jangan sampai salah satu dari mereka noleh ke arah kita.”Brian mengangguk pelan.“Tapi dia bisa sampai sewa pengacara begitu,” lanjut Brian. “Mereka emangnya punya uang?”“Gue juga gak tahu,” jawab Lalita singkat.Lalita menghela napas panjang. “Kasusnya jadi alot banget. Mereka tuh tipe yang gak segan-segan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status