author-banner
Fortunata
Fortunata
Author

Novels by Fortunata

Pengantin sang Raja Naga

Pengantin sang Raja Naga

Joana tidak menyangka bahwa orang tua yang selama ini dia kenal, bukanlah orang tua kandungnya. Ketika dia mengetahui itu, semua sudah sangat terlambat baginya untuk melarikan diri. Joanna pun terpaksa menikah dengan Chandra, pengusaha tua kaya raya dari negeri tetangga. Anehnya, saat malam pernikahannya, justru Alex--sang anak--yang masuk ke kamarnya dan mengajak Joanna pergi kabur. Seketika Joanna dibawa ke Kerajaan Naga Laut dan dinyatakan sebagai ratu di sana. Sebenarnya, apa yang terjadi? Mengapa dirinya dijadikan Ratu di sana. Lalu, siapakah Alex dan Chandra sebenarnya? Bukankah dia sudah menikah dengan Chandra?! For seeing an update from author : IG : @fortunata_story
Read
Chapter: Epilog
"Kau yakin hanya ingin mampir ke sini di waktu istirahat kita yang sudah susah payah kita dapatkan?" tanya Alex pada istrinya saat tiba di rumah mereka, di dunia manusia."Selamat datang Yang Mulia Raja dan Ratu," ucap Robert menyambut mereka dari pintu portal."Hai, Robert! Bagaimana kabarmu?" ucap Anna menyapa Robert."Saya sangat baik, Yang Mulia."Robert kemudian mengulurkan tangannya untuk mengambil mantel yang Anna dan Alex kenakan. Di dunia mereka sedang musim dingin."Ya, aku yakin," jawab Anna mantap pada Alex.Robert kemudian mengarahkan mereka ke ruang makan karena Anna sudah membuat daftar makanan apa saja yang ingin dia makan."Kau tak ingin coba mendaki gunung? Kau pernah bilang ingin mencobanya sesekali," jawab Alex. Pria itu sedang berusaha membuat istrinya senang. Entah mengapa beberapa hari ini raut wajah istrinya kurang baik.Ada sesuatu yang membuat Anna kesal, dan ia belum siap mengatakan itu pada suaminya.
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: Bab 122
Warning 18+Di bab ini akan ada adegan yang menampilkan kekerasan sehingga mungkin tidak nyaman untuk sebagian pembaca.***Anna mencium dahi sang suami dan langsung menyerang Steven lagi."Alirkan sihir ke dua tangan dan kakimu. Itu akan sangat membantu, mengingat kau tak mahir bela diri."Itu adalah pesan Harry pada Anna sebelum Anna menuju dunia manusia."Wowww, kemajuanmu sangat pesat! Kau memang sangat menarik!" ucap Steven memuji Anna.Anna merasa mual mendengar pujian Steven, "Aaahhh, kenapa aku harus mual dan merinding di saat bersamaan begini."Jujur saja Anna kesal karena harus mengingat siksaan demi siksaan yang dilakukan pria itu padanya."Fokus Anna, fokus. Kau akan punya waktu menangis dan berteriak saat semua ini selesai.""Fokus...""Fokus..."Anna terus mengulangi kalimat yang sama seperti merapal mantra. Ia punterus m
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: Bab 121
"Keluar kalian! Jemputlah ajal kalian sekaranggggg!" teriak Steven.Booooooommmmmmmmm!!!Pria itu lagi-lagi menyerang tenda medis secara brutal. Tenda ini tidak akan bisa lagi beroperasi."Sial!!" umpat Alex sembari memijat dahinya pelan."Kurang ajar sekali dia!" ucap Sean geram.Boooommmm!!Booooommmmmm!!Boooooommm!!Brent mengintip dari sisi tenda yang lain, "Sepertinya dia menjalankan rencananya seperti terakhir kali kita melawannya.""Lagi-lagi dia memecah pasukan?" tanya Alex memastikan dugaannya.Brent mengangguk, "Sepertinya begitu, lokasinya sangat jauh dari sini. Mereka pasti sudah menghabisi manusia sekitar sini.""Paman, kuharap kau bisa mengevakuasi tenaga medis dan para pasian," ucap Sean pada Noah.Noah pun menolah pada Alex dan Brent, "Kalian bertiga yakin bisa menghadapinya?""Kita tidak punya pilihan sekarang bukan, Grand Duke?" ucap Brent
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: Bab 120
Dewi Exi memandangi adiknya yang sudah berlinang air mata, "Jangan sedih.""Sebaiknya kau pergi sekarang, waktu kita sedikit. Kau hanya perlu berjalan lurus ke depan," ucap Dewi Exi lagi. Ia tak bisa menahan Anna lebih lama. Jika dia melakukannya, Anna tidak akan bisa mencapai tujuannya.Anna kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Wajah Dewi Exi masih terlihat tidak rela melepas kepergian Anna."Kau bisa menemuiku kapan saja saat semua ini selesai, bukan?" tanya Anna.Wajah sedih itu berubah ceria. Senyum Dewi Exi mengembang."Tentu saja! Kita bisa bertemu lagi di laut ini. Aku akan memberitahumu lewat mimpi."Anna tersenyum, "Kalau begitu sampai jumpa... kakak."Dewi Exi hanya melambaikan tangan. Anna sendiri kemudian berjalan lurus terus ke depan dan berhasil keluar dari ruangan serba putih."Haaaaahhhhhhh..."Anna membuka matanya dan sudah kembali lagi ke laut. Ia mendapati dirinya terbaring di
Last Updated: 2025-05-12
Chapter: Bab 119
Anna yang asal bertanya itu membuat Dewi Exi tertawa. Wanita itu hanya berpikir apa yang salah dari pertanyaannya, bukankah kakak dan adik memiliki DNA yang sama?"Maaf... maaf... Hahahaha.""Aku hanya merasa pertanyaamu lucu saja, benar-benar on point," lanjut Dewi Exi masih dengan tawanya.Anna pun mengerucutkan bibirnya."Kau pun juga seorang Dewi, tapi itu dulu, sebelum kau terlahir kembali," ucap Dewi Exi."Dan mengapa aku jadi terlahir kembali? Apakah kau suatu saat akan terlahir kembali?"Dewi Exi tertawa sangat kencang hingga matanya berair."Suatu saat pun aku akan bisa mati dan terlahir kembali. Dulu, kau adalah Dewi yang menciptakan bangsa ular laut. Kau punya kemampuan meramal. Maka dari itulah bangsa ular memiliki firasat yang bagus. Di saat kau mati, di saat itu pula kemampuan bangsa ular meredup. Dan meski tak bisa kembali sepenuhnya, kemampuan bangsa ular sedikit kembali saat kau terlahir," jelas Dewi Exi.
Last Updated: 2025-05-12
Chapter: Bab 118
Setelah melihat situasi tak menguntungkan itu dari batu perekam, Noah dan Sean langsung berlari melewati portal menuju arena pertarungan para raja."Halo, pangeran. Sudah lama kita tidak bertemu," ucap Steven menyapa Noah basa-basi.Tanpa berbicara satu patah kata pun, Noah langsung menyerang Steven dengan sihirnya. Noah rasanya tidak sudi berbicara dengan orang yang telah menyakiti putrinya. Melihat jelasnya wajah pria itu hanya mempertebal kebencian Noah."Wow! Wow! Tunggu dulu! Tunggu dulu!" ucap Steven sambil menangkis serangan Noah. Pria itu bahkan menangkis dengan santai, seolah serangan Noah tak ada apa-apanya.Mereka kini seperti ayah yang mengajari anaknya bermain, dengan posisi Noah sebagai anak. Grand Duke Hillary terlihat seperti pemula."Buruk sekali," batin Noah.Noah kini menyerang Steven dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya memberi aba-aba untuk Sean mengamankan sekitar satu atau dua orang.Sean membawa ayahny
Last Updated: 2025-05-11
Istri 24 Bulan Tuan Muda

Istri 24 Bulan Tuan Muda

Lalita memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adik tirinya. Sayangnya, tidak ada seorang pun mempercayai gadis itu, kecuali... Brian. Teman masa kecilnya itu mendadak datang dan menawarkan bantuan untuk membalas dendam--dengan 1 syarat: menjadi istrinya selama 24 bulan. Akankah Lalita menerima penawaran Brian?
Read
Chapter: Bab 223 : Sebuah Obrolan (END)
“Hari ini mau jalan-jalan atau di sini aja?” tanya Brian sambil duduk di sisi ranjang.Ia membawa makanan dan menyuapi Lalita perlahan. Seharian ini Lalita hanya berbaring, ia tidak sanggup berjalan.“Di sini aja…” jawab Lalita lirih. “Masih sakit.”Brian langsung menyentil kening istrinya. “Nah, tuh kan! Apa aku bilang. Bandel sih.”“Ya… lagian kamu kok bisa tahu aku bakal kesakitan seharian?” protes Lalita, cemberut.Brian meletakkan piring di nakas, lalu mencondongkan tubuhnya, mencium bibir Lalita dengan lembut. “Karena kamu baru pertama kali. Dan aku juga paham betul sama diriku sendiri—aku pasti susah ngerem kalau udah sama kamu. Siapa suruh kamu terlalu cantik.”Brian kembali mencium bibir istrinya, memeluk dan kemudian meraba tubuh Lalita.“Yan…” Lalita pun menyingkirkan tubuh besar suaminya. “Bibir aku nanti bengkaakkkk…” rengek Lalita.Brian hanya tersenyum dan berbaring di sebelah Lalita, “Hari ini mau ngobrol aja?”“Hmmm…”Lalita menganggukkan kepalanya. Kemudian, ia menin
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 222 : Curiga
Lalita terkekeh kecil, lalu tanpa ragu menghapus aplikasi kencan itu tepat di depan Brian.“Nah. Beres,” ucap Brian begitu melihat aplikasinya sudah tidak terinstall di ponsel Lalita.Brian menyipitkan mata, lalu menatap cincin di jarinya. “Tapi… kok cincin nikah aku bisa ada di kamu?”Brian merasa bodoh baru menyadari bahwa cincin nikahnya tidak ada.Wajah Lalita pun langsung berubah. “Dibuang Diana lah!” sahut Lalita ketus.Brian mengernyit. “Kok aku nggak sadar, sih?”“Ish! Mana aku tahu,” Lalita mendengus. “Waktu itu kamu kan sempat kecintaan sama dia. Habis itu hidup kita isinya dar der dor semua. Mana mungkin kamu masih inget soal cincin.”Jujur saja Lalita memaklumi itu. Hidup mereka saat itu bagai roller coaster.Brian terdiam sesaat, lalu tersenyum kecil. “Kalau gitu, sekarang aku janji bakal selalu pakai cincin ini. Tapi aku
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 221 : Selesaikan Urusan Kalian (2)
“Mungkin banget,” ucap Brian mantap. “Aku masih suka sama kamu.”Dan kayaknya kedepannya juga bakalan tetep kamu – batin Brian.Lalita mendongak. Meski hatinya berbunga-bunga, tetap saja otaknya menolak percaya.“Aku gak kamu jadiin pelarian kan?”“Maksud kamu aku jadiin kamu pilihan terakhir karena gak dapet cewek yang aku mau gitu?” tanya Brian tak percaya. Matanya bahkan membesar, dan menggeleng sejenak.Lalita hanya mengangguk dengan polosnya.“Gak ada yang kayak gitu, Lita. Bukan kamu yang akan jadi pelarian, yang ada cewek lain jadi pelarian aku karena gak bisa dapetin kamu. Tapi, aku gak berniat jadiin siapapun pelarian karena yang aku mau cuma kamu. CUMA KAMU,” tegas Brian.Lalita masih terdiam.Brian sendiri mulai frustasi di titik ini. Mengapa Lalita tidak kunjung percayaaa? Harus bagaimana agar wanita ini yakin?Pria itu kembali menghembuskan nafas panjang perlahan.“Aku tahu kalau aku masih suka kamu karena aku masih cemburu setiap lihat kamu sama cowok lain. Gak ada tuh c
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Bab 220 : Selesaikan Urusan Kalian
Begitu tiba di kediaman Hadi, Brian kembali mengulang kalimat yang sejak tadi membuat kepala Lalita terasa berisik.Jika Lalita setuju, Brian ingin menikahinya—lagi.Hadi yang sedari tadi asyik menonton yutub di smart TV langsung hilang fokus, matanya membulat, rahangnya sedikit menganga.“Ehhmmm… e-ehhhmmm…” Ia berdeham canggung. “Oke… jadi kamu ceritanya lagi lamar anak om.”Hadi menatap Brian dari ujung kepala sampai kaki. “Tapi kenapa buru-buru banget? Kamu baru pulang dari Korea, sapa om sebentar, terus langsung lamar anak om. Lita-nya juga kayaknya kaget banget. Kalian kan bisa mulai lagi pelan-pelan.”Lalita memang masih mematung.Mendengar itu, Brian menoleh pada Lita, tatapannya lurus dan lembut, tanpa ragu sedikit pun.“Saya tadi udah bilang sama Lita, om. Kalo saya gak cepet lamar dia, nanti dia diambil orang.”Brian menghembuskan nafas panjang. “Saya cinta sama Lita, om. Mau berapa lama pun waktu yang udah lewat, atau banyaknya tempat yang saya singgahin, saya selalu keing
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Bab 219 : Kami Setuju
“Lo naik apa?” tanya Brian.Dia masih belum ingin berpisah dari Lalita.“Baru mau pesen ojol pulang. Gue gak bawa mobil. Pas berangkat tadi masih ngantuk, jadi gak berani nyetir,” jawab Lalita jujur.“Kalau gitu ayo, gue anterin pulang.”Belum sempat Lalita menolak, tangan Brian sudah lebih dulu menggenggam pergelangan tangannya.Ia ditarik masuk ke dalam mobil, lalu Brian dengan cekatan memasangkan sabuk pengaman di tubuhnya.“Yan… lo tuh gak nanya dulu gue mau atau enggak,” protes Lalita. “Main tarik aja.”Brian tersenyum kecil. “Gue masih mau ngobrol sama lo. Tadi keputus gara-gara ada Citra. Lo gak mau ngobrol sama gue? Kan udah lama gak ketemu.” Lalita terdiam.Ada bagian dalam dirinya yang ingin menolak. Tapi ada bagian lain yang jauh lebih jujur—rasa rindu. Akhirnya, ia memilih diam dan pasrah.Mobil melaju. Namun setelah beberapa menit, Lalita menyadari satu hal.“Yan… ini bukan jalan ke rumah papa.”Brian tetap fokus ke depan. “Iya.”“Terus kita mau ke mana?”“Ke rumah
Last Updated: 2026-01-07
Chapter: Bab 218 : Bye
Lalita menjelaskan situasi terakhir dari pertemuannya dengan Citra yang masih menggantung.Mengingat zaman sekarang berbagai hal mudah sekali tersebar di media sosial, Brian sangat paham akan kekhawatiran Lalita.Mungkin terdengar berlebihan, tapi belakangan ini terlalu banyak keributan kecil yang menjadi viral. Bahkan sampai diundang ke acara gosip.Ugh! Membaca berita-berita itu saja membuat kepala Lalita pusing.Mereka sepakat untuk tetap diam di tempat, menunggu sampai orang-orang itu pergi.“Yan… tolong perhatiin mereka ya,” bisik Lalita. “Jangan sampai salah satu dari mereka noleh ke arah kita.”Brian mengangguk pelan.“Tapi dia bisa sampai sewa pengacara begitu,” lanjut Brian. “Mereka emangnya punya uang?”“Gue juga gak tahu,” jawab Lalita singkat.Lalita menghela napas panjang. “Kasusnya jadi alot banget. Mereka tuh tipe yang gak segan-segan
Last Updated: 2026-01-07
Kehidupan Kelima Sang Antagonis

Kehidupan Kelima Sang Antagonis

Sarah, seorang akuntan biasa di perusahaan multinasional harus masuk ke dunia novel "Lilia". Sarah menjadi Aveline, tokoh antagonis di novel ini. Sarah sudah mati empat kali akibat tuduhan pembunuhan Saintess Lilia. Tentu saja Sarah tidak pernah melakukan itu. Cita-cita Sarah adalah ingin bertahan hidup dan menjadi wanita pengangguran kaya raya. Namun, di kehidupan kelima, Sarah diberitahu bahwa cara untuk bertahan hidup adalah membunuh Saintess Lilia dengan tangannya sendiri. Sarah bukan pembunuh, mampukah dia melakukannya?
Read
Chapter: Bab 26 : Inspeksi (2)
Ashford terdiam sejenak. Tak lama kemudian, senyumnya berubah sumringah."Itu merupakan ide brilian..." ucap Ash penuh kekaguman.Ewh... Itu standar! Pengetahuan umum! Bukan brilian!Aveline hanya tertawa kecil, canggung. Ia mengalihkan pandangannya, tidak ingin menanggapi lebih jauh pujian yang menurutnya berlebihan itu.Tanpa berlama-lama, mereka pun mencari kepala desa.Langkah kaki mereka menyusuri area desa yang sedikit berdebu, dengan beberapa warga yang sesekali melirik berharap mendapat penanganan segera. Dari jauh, terlihat seorang pria tua yang sedang duduk dengan santai sambil berkipas dengan kertas.Begitu menemukan orang yang dicari, Aveline langsung menjelaskan maksud dan rencananya.Namun, reaksi yang ia terima jauh dari yang diharapkan.Wajah kepala desa itu langsung terlihat lesu."...sepertinya tidak perlu sampai seperti itu, Nona," ucapnya meremehkan, "Nama-nama ini benar-benar hanya sedikit. Tidak akan memakan waktu lama untuk mengerjakannya. Saya yakin sekali akan
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 25 : Inspeksi
Hidup sebagai Aveline membuat Sarah terbiasa dengan perang.Darah dan mayat bukanlah sesuatu yang membuatnya ngeri lagi.Hanya saja, kali ini—Korban berjatuhan… karena keputusan yang ia ambil.Dada Aveline terasa sesak.[ Apa rencanamu? Apa kau sudah memikirkan cara untuk membunuh saintess Lilia? ]Messanger lagi-lagi muncul. Aveline yang mengamati sekitar langsung terasa buyar."Kau lagi. Diamlah!" batin Aveline.Aveline pun mendengus kesal dan lagi-lagi disaksikan oleh orang-orang disekitarnya."Ahhh... salah lagi gue..." batin Aveline.Namun, ya sudah lah! Apa yang perlu dipusingkan? Bukankah Aveline memang karakter antagonis di dunia ini?Kali ini, Aveline menghela nafas lebih panjang.“Jika kau tidak suka berada di sini, kau bisa pulang.”Suara dingin itu datang tiba-tiba.Ashford sudah berdiri di hadapannya.Aveline menatapnya malas.
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 24 : Semua ini salahmu (4)
“HEH?! Kalau saja kau menuruti perintahku kemarin, kencanmu tidak akan terganggu. Semua ini salahmu sendiri, dasar bodoh!” teriak Aveline dalam hati.Namun pada kenyataannya—Aveline hanya tersenyum tipis.Ia membuka mulut, siap menyusun kalimat penolakan yang sopan serta diplomatis.Sayangnya—“Aku tidak menerima penolakan, nona.”Rick langsung memotongnya.Tatapannya dingin, penuh tekanan. Pria itu tahu Aveline pasti tidak akan setuju dengan mudah.“Kau bisa mengancam stabilitas kerajaan jika terus menolak perintahku. Seperti yang kusebutkan tadi, ini bukan hukuman dalam arti sebenarnya. Kau tidak perlu membantu jika tidak ingin… cukup hadir dan menyimak.”Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan.“Intinya, kau hanya perlu ada di sana.”Ada?Aku ini apa—dekorasi?Jika tidak perlu melakukan apapun, bukan
Last Updated: 2026-04-06
Chapter: Bab 23 : Semua ini salahmu (3)
Ucapan itu menghantam Ashford tanpa ampun.Rick menghela napas kasar, lalu menatap putranya itu dengan jijik.“Ceritakan semuanya dengan detail mengapa Aveline sampai membangkang padaku!”Ashford tak punya pilihan selain menurut. Ia bahkan tidak bisa memberikan bantahan.Begitu penjelasan selesai—“Bodoh!”Teriakan Rick menggema keras menyelimuti aula besar itu.“Kau benar-benar mewarisi kebodohan ibumu!”Ashford menegang.“Jelas saja Aveline marah!” lanjut Rick, ucapan Rick benar-benar setajam pisau. “Harga diri wanita itu kau injak di depan umum!”Ia mendengus.“Akan berbeda ceritanya watak gadis itu masih sama seperti dulu yang tidak mempermasalahkan apapun perlakuanmu padanya. Kali ini berbeda. Dia sudah memperingatkanmu sebelumnya.”Rick pun memijat kepalanya yang mendadak sakit. Bisa-bisanya Ashfrod sebodoh itu?
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 22 : Semua ini salahmu (2)
Ashford sudah memahami situasinya bahkan sebelum ia membuka mulut. Dengan pakaian perang yang masih berlumuran darah dan kaki penuh lumpur, Ash berjalan menuju aula kerajaan yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan.Dengan Aveline yang tak kunjung datang ke perbatasan dan malah berlutut di hadapan raja… semuanya sudah jelas.Ashford kemudian memberi hormat.“Hormat kepada Yang Mulia Raja.”Rick menatap Ashford malas.“Aku ingin kau menjelaskan,” ucap Rick dingin, “apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan… Aveline.”Aveline menyipitkan mata.Nama depan?Begitu saja?Sejak kapan seorang bangsawan bisa sembarangan dipanggil tanpa nama keluarganya?Aveline tersenyum tipis. Nyaris tak terlihat.Ashford menghembuskan nafas panjang.“Kami tidak memiliki masalah, Yang Mulia. Hanya kesalahpahaman kecil.”Aveline hampir tertawa.Kecil?Menarik.“Kalau hanya kesalahpahaman,” l
Last Updated: 2026-04-03
Chapter: Bab 21 : Semua ini salahmu
Aveline mengamati Marcus dengan saksama. Wajah dan badannya kotor, penuh luka.Giginya pun tidak terawat. Bau yang keluar saat ia membuka mulut sungguh menyengat.‘Apa seperti ini perasaan Vivia saat mengunjungiku dulu?’ - batin Aveline.Wanita itu melirik pelayannya dan tersenyum kecil."Sekali lagi kuperingatkan padamu—jangan pernah menyentuhnya. Kau akan mati di tanganku!"Ancaman Marcus menggema di ruang sempit itu, membuyarkan lamunan Aveline.Aveline hanya menatap Marcus - lagi… lalu tersenyum tipis.Apakah itu bisa disebut ancaman?Aveline sudah sangat bosan mendengar gertakan sepele itu.Di dunia ini, hanya satu orang yang benar-benar bisa membunuhnya dengan mudah.Dan itu bukan Marcus.“Aku tidak akan menyentuhnya,” ucap Aveline tenang. “Selama kau menuruti keinginanku.”Ia menyelipkan selembar kertas melalui jeruji.“Dan menjadi anjing yang setia.”Tanpa menunggu jawaban, Aveline berbalik.“Aku akan mengirim detailnya nanti… Kau harus mempersiapkan diri untuk keluar dari sin
Last Updated: 2026-03-31
Kulamar Kau Dengan Sedotan

Kulamar Kau Dengan Sedotan

Rendy, si cinta monyet kembali hadir di hidup Rena. Atas desakan sang ibu, Rena setuju untuk menikah dengan Rendy selama satu tahun saja. Namun, rasa ingin menyerah Rena sangat besar dikarenakan sosok-sosok yang rela melakukan hal-hal jahat agar mereka berpisah. Akankah mereka berdua melanjutkan pernikahan mereka?
Read
Chapter: Bab 22
"Bodoh sih sejujurnya, kan gue udah bilang putusin ajaaa cowok kayak gitu. Cowok yang gak mau coba untuk deep talk tuh buat apa sih dipertahanin? Aaaaarrrggghhhh!! Sebel!!!!!"Rena hanya bisa mengumpat dalam hati. Dia tidak tega harus berkata seperti itu pada Mitha yang sedang sedih dan sakit."Sabar Rena saabbaaarrrrrr," batin Rena."Enggak mit, enggak bodoh kok. Jangan nangis lagi ya, Mit. Lo harus fokus buat sembuh dulu ya..."Rena hanya bisa mengucap hal itu berulang-ulang bak mantra sihir hingga tiba di apartemen Mitha.Mitha hanya menangis sesegukan di sepanjang jalan. Terlihat wanita yang pucat pasi itu menahan diri agar tidak berteriak histeris."Ren, kamu gendong aja ya. Kasihan kalo dibangunin," ucap Rena pada Rendy usai pria itu memarkirkan mobil di parkiran apartemen Mitha."Kamu gak cemburu?" tanya Rendy.Anehnya, Rena merasa senang dengan pertanyaan Rendy barusan. Perutnya serasa dipenuhi kupu-kupu, dadan
Last Updated: 2025-03-26
Chapter: Bab 21
"Malam dok," jawab Rena dan Mitha bersamaan."Saya demam," jawab Mitha lemah.Rasa dingin Mitha sudah sedikit berkurang kali ini."Sudah berapa hari demamnya mbak?" tanya dokter Yasmine."Dari kemarin malam mbak. Saya jam empat pagi tadi juga udah sempat ke klinik dan minum obat dari dokternya. Cuma memang demamnya belum turun-turun," jelas Mitha."Kalau saya boleh tahu, mbak nya diberi obat apa saja ya oleh dokter klinik?""Saya dikasih obat demam, obat radang tenggorokan, antibiotik sama vitamin dok. Untuk nama obatnya saya gak inget dan gak bawa juga," kata Mitha.Mitha menyesali mengapa tidak sempat memotret obat yang ia dapat dari klinik."Tadi dia buru-buru saya bawa ke sini karena udah terbaring di lantai pas saya sampai di apartemennya dok, makanya gak kepikiran buat bawa obatnya juga," jelas Rena pada dokter Yasmine."Baik kalau begitu. Maaf sebelumnya, dengan mbak siapa?""Saya Rena, teman saya ini Mitha, dok..."Dokter Yasmine pun tersenyum dan memegang kening Mitha."Cukup
Last Updated: 2024-04-12
Chapter: Bab 20
"Pfffftttt... ppfffffttt..."Rena benar-benar berusaha menahan tawanya."Tadi katanya gak akan ketawaaaaaa??" tanya Mitha cemberut.Meski begitu, Mitha tidak marah pada Rena."Iya... okee... maaf.. maaf.. aku gak akan ketawa lagi..."Rena berusaha berhenti tertawa secepat mungkin. Jujur saja, perut gadis itu sampai sakit menahan tawa."Ehhmmm... eehhheemmm..."Rena berdehem untuk membantu dirinya sendiri agar tak tersenyum. Gadis itu dengan cepat meraih botolnya agar bisa minum sehingga fokusnya dapat segera teralihkan."Okeee, tanya ke chatGPT," ucap Rena berusaha kembali serius pada topik pembicaraan mereka."Terus apa kata chatGPT?" tanya Rena usai meletakkan botolnya kembali ke meja.Mitha memajukan bibirnya. Meski terlihat tak senang, Mitha tetap ingin bercerita tentang kebodohan yang telah lama ia pendam ini."Menurut chatGPT, hal itu dikarenakan dalam hati aku merasa enggak dianggap sebagai bagian dari hidup pacarku. Umumnya, undangan pernikahan adalah ajang perkenalan pasangan
Last Updated: 2023-11-03
Chapter: Bab 19
"Dia adalah contoh nyata dari istilah 'kalau udah cinta, tai ayam pun rasa coklat'. Gak usah terlalu dipikirin," jawab Mitha dengan mimik wajah jutek andalannya."Pfffttttt, bisa-bisanya lo Mit..." sahut Olivia.Olivia sendiri tidak pernah terpikir lagi dengan istilah jadul itu hingga Mitha menyuarakannya."Hahahaa...""Hahaha, tapi bener juga sih ya.""Emang dia segitunya banget..."Seluruh anggota tim jadi menertawakan celotehan Mitha sebelumnya. "Halo???" ucap seseorang memecah gosip sore Rena and friends.Semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara."Jamal... Jamal... Bisa-bisanya dateng sekarang, lagi seru nih kittaaaa..." ucap Olivia sedikit merajuk pada Jamal."Bikin kaget aja..." gumam Mitha."Hehe... Maaf ya, maaf banget. Bentar doang kok. Mau kasih undangan nikah buat kalian satu divisi," jawab Jamal malu-malu.Jamal pun meletakkan undangan fisik berbentuk amplop berwarna merah ke meja yang paling dekat dengannya."Waaahhh... Selamat Jamaallll, akhirnyaaaa...""Widihh
Last Updated: 2023-10-22
Chapter: Bab 18
"Aku gak janji ya mbak, kan ada beberapa orang yang lewat tadi pas aku lagi ngomong sama debt collector. Apalagi mbak tahu perlakuan Silvi itu parah banget ke aku. Jadi jangan berharap banyak, aku gak sebaik itu mbak," jawab Rena datar."Kenapa harus capek-capek rahasiain, biarin aja dia malu. Kalo emang bukan dia, biarin aja entar dia klarifikasi sendiri. Ngapain aku harus pusing pikirin dampak yang bakal dia dapet," gerutu Rena dalam hati.Rena langsung berdiri bersiap untuk keluar ruangan."Terus uangnya gak apa mbak gak usah dibalikin, anggap aja aku nyumbang. Buang sial. Aku pamit balik ke meja mbak," pamit Rena pada Hanna.Hanna tak bisa berkata apa-apa untuk menahan Rena. Wanita itu coba memposisikan dirinya di kaki Rena."Jika aku Rena, sepertinya aku akan langsung membuat pengumuman ke seluruh kantor agar dia malu," gumam Hanna.***"Si gatel lewat tuh...""Kapan sih dia resign, kesel banget harus lihat dia lewat..."Meski celaan ini sudah menjadi santapan sehari-hari, tetap
Last Updated: 2023-09-26
Chapter: Bab 17
"Halo... Pak... Saya bukan Silvi, ini siapa ya? Boleh jelasin dulu kenapa bapak cari Silvi?" tanya Rena berusaha menekan emosinya."MANA SILVI? SURUH DIA BAYAR HUTANG! MAU CUMA DAPET DUIT AJA, BAYAR GAK SANGGUP. KALAU GAK SANGGUP BAYAR JANGAN PINJEM!""Pak... Maaf ya, anda bisa kan bicara santai saja. Silvi siapa yang anda cari?""SILVIA ANDARINA LAH! SIAPA LAGI? BUDEG YA LO?!""Apa-apaan pria ini? Kurang ajar sekali!" maki Rena dalam hati.Rena yang diam sebentar itu menatap Mitha dan Rendy berjalan santai melewati dirinya."Kamu kenapaaa?" tanya Mitha dengan suara pelan."Gak apa, lanjut aja lanjut..." jawab Rena yang tak kalah pelan."Beneran kamu gak apa?" tanya Rendy.Terlihat sekali pria itu mengkhawatirkan Rena."Gak apa, lanjut aja kalian kalau mau pergi," jawab Rena lagi."Pak, Silvia Andarina sedang tidak ada di kantor. Sebaiknya anda langsung menghubungi ponsel Silvi saja, yang anda hubungi sekar
Last Updated: 2023-09-14
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status