Share

Bab 64

Selain dengkuran yang berhenti, Bayu juga tampak mengubah posisi. Dari terlentang menjadi menyamping— menghadap ke arah pintu pula.

Namun matanya tetap terpejam rapat.

Bayu pun tidak bersuara, tidak menegur Raina yang mencoba melarikan diri.

Raina menyimpulkan Bayu masih terjaga, ia menghela napas lega.

Kemudian segera melanjutkan niatnya, membuka lebar pintu secara perlahan, dan keluar secepat mungkin dari kamar tersebut sebelum Bayu benar-benar memergokinya.

Dia berhasil melarikan diri dari Bayu.

Namun Raina baru benar-benar merasa tenang setelah cukup lama Bayu tak menyusulnya di kamar sebelah.

“Kayaknya dia memang ga tau aku keluar, dia benar-benar manusia yang unik,” cengir Raina.

Antara lega tapi juga keheranan. Merasa lucu sekaligus kagum, bisa-bisanya Bayu begitu mudah terlelap.

Sangat berbeda jauh dengannya yang membutuhkan waktu cukup lama untuk tertidur,— terlalu banyak yang terpikirkan.

Selang sejenak pikiran Raina pun telah berseliweran, isi otaknya sangat penuh.

Dari men
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status