Share

Kebenaran.

Penulis: iindwi_z
last update Tanggal publikasi: 2026-05-20 11:48:44

POV Samuel

“Apa yang sudah kamu dapatkan?”

Aku berdiri membelakangi orang kepercayaanku, menatap kosong ke arah jendela ruang kerja. Sebelumnya, aku telah memerintahkannya untuk membuntuti ibu tiriku. Di dunia yang penuh intrik ini, siapa pun bisa menjadi musuh, bahkan wanita yang sudah membesarkanku dan menganggapku seperti anak kandungnya sendiri. Biar bagaimanapun, aku hanyalah putra tiri di rumah itu.

“Tidak ada, Tuan. Nyonya Besar sama sekali tidak terlihat terlibat dalam rencana ini. Nam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Menjebak.

    Pov Samuel.Aku mengizinkan Diego dan Mama datang ke rumah bukan tanpa alasan. Aku sengaja melakukannya agar bisa mengamati secara langsung apakah ada rencana busuk yang sedang mereka susun. Namun, awalnya aku tidak melihat hal yang mencurigakan, semuanya terlihat normal sampai aku merasa sangat terusik saat Diego meminta tidur bersama Emelia.Akhirnya, aku mengambil tindakan nekat. Aku berpura-pura pergi untuk perjalanan bisnis, padahal aku hanya ingin memancing Diego. Aku ingin melihat apakah saat aku tidak ada, dia akan berbuat nekat.Tanpa Emelia tahu, aku sebenarnya masih berada di dalam rumah. Aku kembali masuk dengan pakaian biasa agar tidak ada yang menyadarinya. Saat ini aku berada di ruang kerja, mengamati setiap gerak-gerik dari layar CCTV, menunggu saat yang tepat sejak Diego dan Mama tiba.“Akhirnya mereka datang juga,” gumamku dingin. Aku tahu ini berisiko, tapi jika tidak begini, aku tidak akan pernah tahu ja

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Diego, kamu?

    Beberapa hari sejak kepulanganku dari rumah sakit, aku tidak lagi melihat kehadiran Diego. Entahlah, aku sendiri tidak ingin ambil pusing soal itu. Saat ini, fokusku teralih sepenuhnya pada Samuel yang katanya akan pergi melakukan perjalanan dinas singkat. Bibirku mengerucut cemberut, aku benar-benar tidak suka akan ditinggal, meskipun aku tahu ia pasti akan pulang. Aku hanya ingin bersamanya setiap hari, setiap detik.Ah, tapi aku tidak boleh egois. Samuel adalah pemimpin perusahaan besar dengan tanggung jawab yang luar biasa berat.“Jangan cemberut begitu. Besok aku langsung kembali, Emelia,” ujarnya saat menyadari perubahan raut wajahku yang mendung.“Tetap saja, malam ini aku tidak tidur bersamamu, Samuel. Aku akan kesepian,” jawabku dengan nada manja yang tak tertahankan.Tawa kecil lolos dari bibir Samuel. Suamiku itu sepertinya tidak benar-benar mengerti betapa beratnya bagiku untuk jauh darinya walau hanya semalam. Aku suda

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Aku tidak bisa tidur Samuel

    Aku berharap semua itu hanyalah kecurigaanku belaka. Selama beberapa hari di rumah sakit, Diego memang selalu berkunjung. Ia tidak menunjukkan gelagat aneh, atau mungkin itu karena ada Samuel yang selalu menjagaku? Aku sendiri tidak mengerti. Samuel benar-benar tidak membiarkanku berdua saja dengan Diego. Bahkan saat Samuel harus pergi sebentar, aku dijaga ketat oleh beberapa pengawal perempuan.Hari ini aku sudah diperbolehkan pulang. Dan lihatlah, Diego bahkan ikut mengantarku. Sepanjang perjalanan tadi, ia bertingkah layaknya anak kecil pada umumnya yang menganggapku sebagai teman baru yang seru.“Kakak, apa aku boleh tinggal di rumah Kakak?” tanya Diego pada Samuel. Sebelum suamiku sempat menjawab, Diego kembali bersuara. “Atau, Kakak dan Kakak Ipar tinggal di rumah utama saja? Aku kesepian, Kak,” ujarnya dengan wajah polos yang dibuat sedemikian rupa.“Tidak bisa. Kami sudah menikah. Kamu main saja ke sini kalau m

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Mari kita berteman

    Pov Emelia Aku sudah lama menduga bahwa aku bukanlah anak kandung mereka. Cara mereka memperlakukanku selama ini adalah bukti yang paling nyata.Kutatap dua orang yang selama ini kuanggap sebagai orang tua itu. Aku menunggu jawaban. Sebenarnya siapa aku? Dari mana aku berasal? Apakah aku sudah tidak punya orang tua kandung lagi? Apakah aku diambil dari panti asuhan, atau ada cerita lain di baliknya?“Jujurlah, siapa orang tuaku yang sebenarnya?” desakku sekali lagi.“Maafkan kami, Emelia. Dulu kami sudah lama tidak memiliki anak, jadi kami memutuskan untuk mengambilmu dari panti asuhan. Tapi ternyata, tidak lama setelah kehadiranmu, Ana mengandung Bianca. Kami sudah berusaha untuk berlaku adil,” ujar Pedro dengan suara rendah.“Adil?” Aku tersenyum getir mendengarnya. Tidak ada kata adil dalam ingatanku. Mulai dari pakaian, makanan, bahkan tempat tidur saja aku dan Bianca selalu dibedakan. Lantas, dari mana letak keadilannya?“Emelia, maafkan Ayah,” ujar Pedro pelan, tampak tidak ber

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Kebenaran.

    POV Samuel “Apa yang sudah kamu dapatkan?”Aku berdiri membelakangi orang kepercayaanku, menatap kosong ke arah jendela ruang kerja. Sebelumnya, aku telah memerintahkannya untuk membuntuti ibu tiriku. Di dunia yang penuh intrik ini, siapa pun bisa menjadi musuh, bahkan wanita yang sudah membesarkanku dan menganggapku seperti anak kandungnya sendiri. Biar bagaimanapun, aku hanyalah putra tiri di rumah itu.“Tidak ada, Tuan. Nyonya Besar sama sekali tidak terlihat terlibat dalam rencana ini. Namun...” Pengawalku menjeda kalimatnya sejenak, suaranya merendah. “Saya menaruh curiga pada Tuan Diego.”“Diego?” ulangku dengan kening berkerut.Aku tidak menyangka nama adik tiriku yang memiliki keterbatasan khusus itu disebut. Selama ini, Diego berperilaku seperti anak kecil, dunianya hanya seputar mainan dan tawa polos. Dia sama sekali tidak terlihat mencurigakan di mataku.“Benar, Tuan. Saya pernah melihatnya di suatu tempat dengan penampilan yang sangat berbeda. Sama sekali bukan seperti Tu

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Apa maksud kamu?

    Aku menggenggam tangan Samuel semakin kuat. Rasa gugupku semakin mengguncang saat mobil hitam yang kami tumpangi perlahan memasuki gerbang megah rumah utama.Rumah ini tidak jauh berbeda dari kediaman Samuel—megah dan sangat mewah. Hanya saja, di sini tidak terlihat banyak penjagaan ketat seolah semua orang bisa masuk dengan bebas.“Apa kamu takut?” tanya Samuel, mengelus punggung tanganku dengan lembut seakan bisa merasakan kecemasanku.Aku mengangguk pelan. Biar bagaimanapun, ini adalah pertemuan pertamaku dengan keluarga besar Samuel. Ada ketakutan tersendiri jika mereka tidak menyukaiku.“Jangan takut, mereka tidak akan bisa menentang keputusanku,” jelas Samuel menenangkan. “Ayo turun, mereka sudah menunggu kita.”Aku kembali mengangguk, lalu mengikuti Samuel keluar saat pintu mobil dibukakan. Aku terus menggandeng tangannya erat saat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status